https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/issue/feed Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service) 2024-04-01T05:43:15+00:00 Dr. Herniwanti, SPd.Kim, MS herniwanti@htp.ac.id Open Journal Systems <p>Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Health Community Service) e-ISSN : 2797-1309<br /><strong>Publish by LPPM Universitas Hang Tuah Pekanbaru</strong><br />Jl. Mustafa Sari No. 5 Pekanbaru Riau Telp.0761-33815 Fax 0761-868666.<br />Website: <a href="https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk">http://jurnal..htp.ac.id/index.php/jpkk</a> Email: jpkk@htp.ac.id.</p> https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1672 Training on Household Liquid Waste Management in Coastal Communities 2023-10-17T09:43:57+00:00 fahrul islam fahrulislam@poltekkesmamuju.ac.id Haeranah Ahmad haeranahahmad@poltekkesmamuju.ac.id Sitti Saddania stsaddania1991@gmail.com <p><em>Sanitation is an important factor in public health, including coastal communities. One of the environmental health problems in Indonesian society, including coastal communities, is family latrines which can have a negative impact on people's health status. The aim of this service is to increase the knowledge and skills of Coastal Communities regarding household liquid waste management. The target of this service activity is the people of Babana Pantai Hamlet who often defecate on the beach as many as 20 people. The service methods used are health education and demonstrations. The service activity stages began with education about stopping open defecation, then continued with a Demonstration about how to make a Drumpicon (Drum Ipal Concentrate) and finally education on household liquid waste management. Participants were very enthusiastic about taking part in the activity as indicated by their timely attendance and activeness in asking questions. Service results: after education, 90% of participants had good knowledge about stopping open defecation and 85% of participants had good knowledge about managing household liquid waste. A model Drumpicon was formed in one of the residents' houses which is expected to motivate other households not to defecate in the open</em><em>Sanitation is an important factor in public health, including coastal communities. One of the environmental health problems in Indonesian society, including coastal communities, is family latrines which can have a negative impact on people's health status. The aim of this service is to increase the knowledge and skills of Coastal Communities regarding household liquid waste management. The target of this service activity is the people of Babana Pantai Hamlet who often defecate on the beach as many as 20 people. The service methods used are health education and demonstrations. The service activity stages began with education about stopping open defecation, then continued with a Demonstration about how to make a Drumpicon (Drum Ipal Concentrate) and finally education on household liquid waste management. Participants were very enthusiastic about taking part in the activity as indicated by their timely attendance and activeness in asking questions. Service results: after education, 90% of participants had good knowledge about stopping open defecation and 85% of participants had good knowledge about managing household liquid waste. A model Drumpicon was formed in one of the residents' houses which is expected to motivate other households not to defecate in the open.</em></p> <p> </p> <p>Abstrak</p> <p>Sanitasi merupakan faktor penting dalam kesehatan masyarakat tidak terkecuali bagi masyarakat pesisir. Salah satu masalah dalam kesehatan lingkungan pada masyarakat Indonesia termasuk pada masyarakat pesisir adalah jamban keluarga yang dapat berdampak buruk pada status kesehatan masyarakat. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Masyarakat Pesisir tentang pengelolaan limbah cair rumah tangga. Sasaran kegiatan pengabdian ini yaitu masyarakat Dusun Babana Pantai yang sering Buang Air Besar di pantai sebanyak 20 orang. Metode pengabdian yang digunakan adalah Ceramah Tanya Jawab dan Demonstrasi. Tahapan kegiatan pengabdian dimulai dengan edukasi tentang stop buang air besar sembarangan, kemudian dilanjutkan dengan Demonstrasi Pembuatan Drumpicon (Drum Ipal Consentrat) dan yang terakhir adalah edukasi pengelolaan limbah cair rumah tangga. Peserta sangat bersemangat mengikuti kegiatan yang ditandai dengan kehadiran peserta tepat waktu dan keaktifan dalam memberikan pertanyaan. Hasil pengabdian: setelah dilakukan edukasi, 90% peserta memiliki pengetahuan yang baik tentang stop buang air besar sembarangan dan 85% peserta memiliki pengetahuan yang baik tentang pengelolaan limbah cair rumah tangga. Terbentuk 1 Drumpicon percontohan di salah satu rumah warga yang diharapkan dapat memotivasi rumah tangga yang lain untuk tidak buang air besar sembarangan.</p> 2024-04-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service) https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1778 Socialisation of the Use of the Healthy Indonesiaku (ASIK) Application for Reporting Complete Routine Immunisation Coverage in Pekanbaru City 2024-01-13T06:01:08+00:00 Citra Iskandar dr.citraiskandar1982@gmail.com Hetty Ismainar ismainarhetty@yahoo.co.id Anusirwan Anusirwan Anusirwan@gmail.com <p><em>My Indonesian Sehat Application (ASIK) is an application developed by the Indonesian Ministry of Health to strengthen immunization data. However, the limited knowledge of health workers in using the ASIK application resulted in reported immunization coverage up to the third quarter reaching 32,62% whereas manual immunization coverage date reached 62,80%. For Pekanbaru City, the manual immunization coverage date is 51,57% and ASIK 21,22%, so there is a large gap. The aim of this service is to increase health workers' knowledge regarding the use of the ASIK application for complete routine immunization coverage reports. The method used in socialization activities is carried out online by holding Zoom Meetings. Evaluation of knowledge results using a quantitative type of research, quasy design-one group pre-test and post-test experiment. The total sample of 21 respondents was taken using total sampling techniques, questionnaire measuring tools. Data analysis used the paired t-test. The results of this research show that there is a significant effect of providing socialization on the ASIK Application on increasing PJ's knowledge of the immunization program in using the ASIK Application with (pvalue=0.000). ASIK application socialization activities can be carried out continuously, not only to immunization program PJs but also to all immunization program PJs, midwives and cadres not only in Pekanbaru City but also covering all regencies in Riau Province.</em></p> <p> </p> <p>Abstrak</p> <p>Sanitasi merupakan faktor penting dalam kesehatan masyarakat tidak terkecuali bagi masyarakat pesisir. Salah satu masalah dalam kesehatan lingkungan pada masyarakat Indonesia termasuk pada masyarakat pesisir adalah jamban keluarga yang dapat berdampak buruk pada status kesehatan masyarakat. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Masyarakat Pesisir tentang pengelolaan limbah cair rumah tangga. Sasaran kegiatan pengabdian ini yaitu masyarakat Dusun Babana Pantai yang sering Buang Air Besar di pantai sebanyak 20 orang. Metode pengabdian yang digunakan adalah Ceramah Tanya Jawab dan Demonstrasi. Tahapan kegiatan pengabdian dimulai dengan edukasi tentang stop buang air besar sembarangan, kemudian dilanjutkan dengan Demonstrasi Pembuatan Drumpicon (Drum Ipal Consentrat) dan yang terakhir adalah edukasi pengelolaan limbah cair rumah tangga. Peserta sangat bersemangat mengikuti kegiatan yang ditandai dengan kehadiran peserta tepat waktu dan keaktifan dalam memberikan pertanyaan. Hasil pengabdian: setelah dilakukan edukasi, 90% peserta memiliki pengetahuan yang baik tentang stop buang air besar sembarangan dan 85% peserta memiliki pengetahuan yang baik tentang pengelolaan limbah cair rumah tangga. Terbentuk 1 Drumpicon percontohan di salah satu rumah warga yang diharapkan dapat memotivasi rumah tangga yang lain untuk tidak buang air besar sembarangan.</p> 2024-04-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service) https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1779 Socialisation of National Health Insurance Utilisation in Achieving Universal Health Coverage (UHC) in Tambusai District 2024-01-13T06:51:39+00:00 Muhammad Dahlan dahlan1982md.md@gmail.com Hetty Ismaniar hettyismaniar@gmail.com <p>A socialization event regarding the utilization of the National Health Insurance (JKN) as a crucial step towards achieving Universal Health Coverage (UHC) was conducted in Tambusai District, Rokan Hulu Regency. The focus of this educational outreach was to enhance the understanding of community leaders regarding the benefits, registration procedures, and the role of JKN in supporting equitable healthcare access. The socialization of UHC, JKN, and the Health Insurance Agency (BPJS) utilized lectures, discussions, and a Q&amp;A session on December 5, 2023, at the Tambusai District Hall, Rokan Hulu Regency. The District Head of Tambusai attended as a facilitator. The target audience included 12 Village/Sub-district Operators, 12 Village Heads, and 2 village assistants. The educational content covered the Definition and Benefits of UHC, JKN, BPJS, as well as the Role of Community Leaders in achieving UHC. Participants displayed high enthusiasm, evident from their active engagement during the outreach and the improved understanding observed. Recommendations for intensifying socialization, collaborating with relevant stakeholders, and conducting continuous evaluation and adjustments serve as guidance to strengthen public awareness, enhance the roles of community leaders, and contribute to the realization of Universal Health Coverage.</p> <p>Abstrak</p> <p>Sosialisasi mengenai pemanfaatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai langkah penting dalam mewujudkan <em>Universal Health Coverage</em> (UHC) telah diselenggarakan di KecamatanTambusai, Kabupaten Rokan Hulu, namun belum menyeluruh tersampaikan informasi tersebut, disebabkan kurangnya sosialisasi kepada masyarakat untuk memberikan kesadaran dan pemahaman yang mendalam. Fokus penyuluhan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tokoh masyarakat tentang manfaat, prosedur pendaftaran, dan peran JKN dalam mendukung akses kesehatan yang merata. Metode sosialisasi UHC, JKN, dan BPJS dilakukan melalui ceramah, diskusi, dan sesi tanya jawab pada tanggal 5 Desember 2023 di Balai Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu. Camat Kecamatan Tambusai turut hadir sebagai pendamping. Sasaran sosialisasi meliputi 12 Operator Desa/Kelurahan, 12 Kepala Desa, dan 2 pendamping desa. Materi penyuluhan mencakup pengertian dan manfaat UHC, JKN, BPJS, serta peran tokoh masyarakat dalam mencapai UHC, evaluasi keberhasilan kegiatan menggunakan pre-test dan post-test secara lisan. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi, tercermin dari respons aktif selama penyuluhan dan peningkatan pemahaman peserta. Rekomendasi intensifikasi sosialisasi<strong>, </strong>kolaborasi dengan pihak terkait, evaluasi dan penyesuaian berkelanjutan dapat menjadi panduan untuk memperkuat pemahaman masyarakat, meningkatkan dan menguatkan peran tokoh masyarakat dalam upaya mewujudkan <em>Universal Health Coverage</em>.</p> 2024-04-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service) https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1786 Service Learning in Santri Skin Health Education, Efforts to Control Scabies Disease in Pesantren 2024-01-20T05:10:35+00:00 Risnah Risnah risnah@uin-alauddin.ac.id Musdalifah Musdalifah musdalifah@gmail.com Anwar Hafid anwar@gmail.com Arbianingsih Arbianingsih arbianingsih@gmail.com Nur Hidayah nurhidayah@gmail.com Huriati Huriati huriati@gmail.com Muthahharah Muthahharah muthahharah@gmail.com Maria Ulfah Ashar mariaulfah@gmail.com <p>Scabies merupakan salah satu penyakit infeksi kulit menular. Penyakit kulit ini hingga menduduki peringkat ketiga dari 12 penyakit kulit tersering di Indonesia. Umumnya ditemukan di lingkungan padat penghuni dan kontak manusia yang tinggi seperti di penjara, panti asuhan dan pondok pesantren. Pengetahuan dan sikap individu memiliki peran penting dalam melakukan praktik kebersihan diri yang baik untuk pencegahan scabies, selain itu juga dapat mengetahui tentang factor-faktor yang dapat menyebabkan scabies. Upaya peningkatan pengetahuan dan sikap tersebut pada santri dapat dilaksanakan dengan pemberian pengabdian masyarakat. Kegiatan ini bernama penyuluhan kesehatan “Kenal dan cegah Scabies” diberikan kepada para santri di pondok pesantren Darul Aman Putra Gombara Makassar yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap santri dalam perilaku pencehagan scabies. Pelaksanaan kegiatan selama 3 jam secara langsung kepada 150 santri yang hadir di masjid pondok pesantren yang menggunakan media Flyer dan PPT presentasi serta dibagi atas dua sesi yakni Sesi 1 Edukasi tentang Penyakit Scabies serta Sesi 2: Tanya jawab seputar penyakit kulit. Kesimpulannya setelah dilakukan post tes melalui wawancara langsung bahwa seluruh santri dan pengelola nampak aktif mendengarkan saat penyajian materi dan peserta mampu menjawab pertanyaan kuis secara lisan dengan tepat. Setelah dilakukan edukasi dan tanya jawab diharapkan agar santri dapat lebih meningkatkan sikap dan perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah scabies. Pada pengurus pondok diharapkan untuk meningkatkan edukasi hidup bersih dengan pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan secara maksimal pada santri.</p> <p> </p> <p>Abstrak</p> <p>Scabies merupakan salah satu penyakit infeksi kulit menular. Penyakit kulit ini hingga menduduki peringkat ketiga dari 12 penyakit kulit tersering di Indonesia. Umumnya ditemukan di lingkungan padat penghuni dan kontak manusia yang tinggi seperti di penjara, panti asuhan dan pondok pesantren. Pengetahuan dan sikap individu memiliki peran penting dalam melakukan praktik kebersihan diri yang baik untuk pencegahan scabies, selain itu juga dapat mengetahui tentang factor-faktor yang dapat menyebabkan scabies. Upaya peningkatan pengetahuan dan sikap tersebut pada santri dapat dilaksanakan dengan pemberian pengabdian masyarakat. Kegiatan ini bernama penyuluhan kesehatan “Kenal dan cegah Scabies” diberikan kepada para santri di pondok pesantren Darul Aman Putra Gombara Makassar yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap santri dalam perilaku pencehagan scabies. Pelaksanaan kegiatan selama 3 jam secara langsung kepada150 santri yang hadir di masjid pondok pesantren yang menggunakan media Flyer dan PPT presentasi serta dibagi atas dua sesi yakni Sesi 1 Edukasi tentang Penyakit Scabies serta Sesi 2: Tanya jawab seputar penyakit kulit. Kesimpulannya setelah dilakukan post tes melalui wawancara langsung bahwa seluruh santri dan pengelola nampak aktif mendengarkan saat penyajian materi dan peserta mampu menjawab pertanyaan kuis secara lisan dengan tepat. Setelah dilakukan edukasi dan tanya jawab diharapkan agar santri dapat lebih meningkatkan sikap dan perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah scabies. Pada pengurus pondok diharapkan untuk meningkatkan edukasi hidup bersih dengan pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan secara maksimal pada santri.</p> 2024-04-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service)