Themes by Openjournaltheme.com https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/issue/feed Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas 2021-08-31T07:57:14+00:00 Dr. Herniwanti, SPd.Kim, MS herniwanti@htp.ac.id Open Journal Systems <p>Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Health Community Service) e-ISSN : 2797-1309<br /><strong>Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Hang Tuah Pekanbaru</strong><br />Jl. Mustafa Sari No. 5 Pekanbaru Riau Telp.0761-33815 Fax 0761-868666. <br />Website: <a href="https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk">http://jurnal..htp.ac.id/index.php/jpkk</a> Email: jpkk@htp.ac.id.</p> https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/968 Coaching Nenek ASI Sebagai Upaya Meningkatkan Pengetahuan Nenek tentang Asi Eksklusif di Kota Pekanbaru 2021-08-28T05:17:30+00:00 Hetty Ismainar hetty@htp.ac.id Hayana Hayana hayana@htp.ac.id Hastuti Marlina hastuti_m@htp.ac.id <p><strong><em>Background</em></strong><em><strong>.</strong> Basic Health Research data on the achievement of exclusive breastfeeding programs in Indonesia in 2018 was only 38% (the government's target of &gt;80%). One of the efforts to increase the coverage of exclusive breastfeeding is the support of the closest family, especially grandmothers. The Objective of the activity is to provide grandmothers coaching to increase knowledge and understanding of exclusive breastfeeding. The breastfeeding grandmother’s coaching <strong>Method</strong> used lectures and online media demonstrations using the Google Meet application. The coaching media included running videos about exclusive breastfeeding, leaflets, and brochures. Participants were grandmothers who have grandchildren living with them. The total participants were 55 grandmothers who live in the Gading Marpoyan Housing Pekanbaru. Measurement of participants' understanding was seen by giving pre-test and post-test about exclusive breastfeeding. All respondents filled out the google form given before and after the activity. The coaching materials were health education information about the explanation of exclusive breastfeeding, the benefits of exclusive breastfeeding for mothers and families, myths and fact about exclusive breastfeeding, and the role of grandmothers in exclusive breastfeeding. <strong>The result</strong> of the pre-test showed that the average knowledge was low (42.54%), moderate (37.46%), and high (19.98%). There was a significant increase in the post-test scores by 63,3%. Knowledge was low (6.54%), medium (10.16%), and high (83.28%). <strong>Conclusions</strong>. The breastfeeding grandmother coaching program is considered effective in increasing the knowledge and role of grandmothers in exclusive breastfeeding.</em></p> <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p><strong>Latar Belakang</strong> Data Riset Kesehatan Dasar tentang capaian program ASI Eksklusif di Indonesia tahun 2018 hanya 38% (target capaian pemerintah &gt;80%). Salah satu upaya untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif adalah dukungan keluarga terdekat terutama nenek. <strong>Tujuan</strong> kegiatan untuk memberikan <em>coaching</em> (pelatihan) pada nenek untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang ASI Eksklusif. <strong>Metode</strong> <em>coaching</em> nenek asi menggunakan ceramah dan demonstrasi media <em>online</em> aplikasi <em>google meet. </em>Media pelatihan berupa pemutaran video tentang ASI ekslusif, <em>leaflet </em>dan brosur. Peserta adalah nenek yang memiliki cucu yang tinggal bersamanya. Total peserta 55 orang nenek yang berdomisili di komplek perumahan Gading Marpoyan Kota Pekanbaru. Pengukuran pemahaman peserta dilihat dengan memberikan <em>pre- test</em> dan <em>post-test</em> tentang ASI Eksklusif. Seluruh responden mengisi <em>google form </em>yang diberikan sebelum dan sesudah kegiatan. Materi <em>coaching</em> adalah informasi edukasi kesehatan tentang definisi ASI ekslusif, manfaat ASI ekslusif bagi ibu dan keluarga, mitos dan fakta tentang ASI ekslusif dan peran nenek dalam pemberian ASI eksklusif. <strong>Hasil</strong> nilai <em>pre-test</em> menunjukkan rata-rata pengetahuan rendah (42.54%), sedang (37.46%) dan tinggi (19.98%). Nilai <em>post-test</em> terjadi peningkatan yang siginifikan yaitu 63,3%. Pengetahuan rendah (6.54%), sedang (10,16%) dan tinggi (83.28%). <strong>Kesimpulan</strong> Program <em>coaching</em> nenek ASI ini dinilai efektif meningkatkan pengetahuan dan peran nenek dalam ASI eksklusif.</p> 2021-08-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/957 Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat 2021-08-23T05:58:44+00:00 Suprapto Suprapto atoenurse@gmail.com Darmi Arda darmiarda5@gmail.com <p><em>Efforts to improve the health status of the community are very important to achieve a better standard of living. One of the strategies to achieve public health status is to provide understanding, knowledge and awareness of the community to implement a clean and healthy lifestyle starting from oneself, family, school environment and the wider community. This activity aims to increase people's knowledge and understanding to have self-awareness and potential to maintain health through the introduction of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS). The implementation method is carried out through : counseling on PHBS practices at the household level, PHBS counseling at the educational institution level, and proper hand washing practices for school students, community empowerment by keeping the environment clean. This activity involved the entire community of Barombong Village, Makassar City. The results of the activity showed that there was an increase in the knowledge and understanding of households and elementary school students about PHBS, and all students have been able to wash their hands properly.</em></p> <p>ABSTRAK</p> <p>Upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat menjadi hal yang sangat penting untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik. Salah satu strategi untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat adalah dengan memberikan pemahaman, pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat yang dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan sekolah dan masyarakat luas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat untuk memiliki kesadaran dan potensi diri untuk menjaga kesehatan melalui pengenalan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Metode pelaksanaan adalah dengan; penyuluhan tentang praktek PHBS di tingkat rumah tangga, penyuluhan tentang PHBS di tingkat institusi Pendidikan dan praktek cuci tangan yang benar pada murid sekolah, pemberdayaan masyarakat dengan kegiatan menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan ini melibatkan seluruh masyarakat Kelurahan Barombong Kota Makassar. Hasil kegiatan menunjukkan ada peningkatan pengetahuan dan pemahaman rumah tangga dan murid SD tentang PHBS dan seluruh murid telah mampu untuk mencuci tangan dengan benar.</p> <p> </p> <p> </p> 2021-08-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/952 Pendampingan Posyandu Remaja Sebagai Upaya Preventif Kenakalan Remaja Di Surabaya 2021-08-21T07:47:15+00:00 Alinea Dwi Elisanti alinea@polije.ac.id Efri Ti Ardianto efritriardianto@polije.ac.id <p><em>The transition period from childhood to adulthood often causes teenagers to experience problems. This period occurs between the ages of 10 to 19 years and is not married. The Indonesian Society of Dermatology</em> <em>and</em><em> Venereology (INSDV) report the number of sexually transmitted diseases (STDs) for adolescents in Indonesia was increased from 2017. The exposure of adolescents to STDs can be</em> <em>triggered by juvenile delinquency such as premarital sexual relations, drugs, free sex which has an impact on pregnancy out of marriage, dropping out of school, early marriage, abortion, risk of childbirth, STDs. Efforts to anticipate juvenile delinquency are through the establishment of the Youth</em> <em>Integrated Service Post</em><em> (YISP). It </em><em>is part of the</em> <em>CAE program (Children, Adolescents and Elderly)</em><em>, as the </em><em>flagship program of the Ministry of Health, </em><em>and </em><em>implemented at the Surabaya City Health Office. This program puts forward a preventive approach because it focuses on primary health care activities holistically.</em> <em>T</em><em>his program is the collaboration </em><em>with </em><em>the Benowo </em><em>Public </em><em>Health Center</em><em> (PHC), Surabaya City Gover</em><em>n</em><em>ment, </em><em>which aims to foster </em><em>YISP</em><em> through health education to </em><em>solve</em><em> problems during puberty. </em><em>This</em><em> activity was attended by 24 youth assisted by the </em><em>Benowo </em><em>PHC</em><em>.</em> <em>H</em><em>ealth education activities were provided through a combination lecture method with the visual education method (documentary video screening), and at the end of the activity, the evaluation of adolescent knowledge was carried out</em><em>. </em><em>The results of community service activities showed that </em><em>the </em><em>adolescents have increased knowledge about how to deal with problems at puberty</em><em>, </em><em>and the best </em><em>score</em><em> of 90.</em> <em>S</em><em>imilar coaching activities can be used as preventive measures carried out on an ongoing basis and can be developed towards regular health screening</em><em>s specifically STDs </em><em>for</em><em> teenager</em><em>s</em><em>.</em></p> <p>ABSTRAK</p> <p>Periode peralihan dari masa anak ke masa dewasa sering menyebabkan remaja mengalami masalah. Periode ini terjadi antara umur 10 sampai 19 tahun dan belum kawin. Laporan Perdoski menyatakan jumlah penyakit menular seksual (PMS) pada remaja di Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun 2017. Terpaparnya remaja oleh PMS bisa dipicu oleh kenakalan remaja seperti hubungan seksual pranikah, narkoba, seks bebas yang tentunya berdampak pada kehamilan di luar nikah, putus sekolah, pernikahan dini, aborsi, persalinan berisiko, penyakit menular seksual. Upaya mengantisipasi kenakalan remaja adalah melalui pembentukan Posyandu Remaja. Posyandu Remaja menjadi bagian dari Program ARU (Anak, Remaja dan Usila), sebagai program unggulan Kementerian Kesehatan dan diterapkan di Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Program ini mengedepankan pendekatan preventif karena dipusatkan pada kegiatan <em>primary health care</em> (pelayanan kesehatan primer) secara holistik. Penyelenggaraan program ini merupakan hasil kerjasama dengan Puskesmas Benowo Pemerintah Kota Surabaya yang bertujuan untuk membina posyandu remaja melalui pendidikan kesehatan tentang cara menyikapi masalah pada masa pubertas. Kegiatan ini dihadiri oleh 24 remaja binaan Puskesmas Benowo Surabaya, kegiatan pendidikan kesehatan diberikan melalui metode ceramah kombinasi dengan metode visual education (pemutaran video dokumenter) dan diakhir kegiatan dilakukan evaluasi pengetahuan remaja. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan remaja mengalami peningkatan pengetahuan tentang cara menyikapi masalah pada pubertas. Kegiatan pembinaan serupa bisa dijadikan sebagai tindakan preventif yang dilakukan secara berkesinambungan serta bisa dikembangkan ke arah skrining kesehatan secara berkala khususnya PMS pada remaja.</p> 2021-08-31T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/949 Pengenalan Bahan Makanan Berkualitas Pada Ibu Hamil Kek Di Puskesmas Simpang Tiga Kota Pekanbaru Tahun 2020: Bahan Makanan Berkualitas 2021-08-04T06:19:39+00:00 winda septiani winda@htp.ac.id Kamali Zaman kamali@htp.ac.id Nurhapipa Nurhapipa Nurhapipa@htp.ac.id <p><em>The transition period from childhood to adulthood often causes teenagers to experience problems. This period occurs between the ages of 10 to 19 years and is not married. The Indonesian Society of Dermatology</em> <em>and</em><em> Venereology (INSDV) report the number of sexually transmitted diseases (STDs) for adolescents in Indonesia was increased from 2017. The exposure of adolescents to STDs can be</em> <em>triggered by juvenile delinquency such as premarital sexual relations, drugs, free sex which has an impact on pregnancy out of marriage, dropping out of school, early marriage, abortion, risk of childbirth, STDs. Efforts to anticipate juvenile delinquency are through the establishment of the Youth</em> <em>Integrated Service Post</em><em> (YISP). It </em><em>is part of the</em> <em>CAE program (Children, Adolescents and Elderly)</em><em>, as the </em><em>flagship program of the Ministry of Health, </em><em>and </em><em>implemented at the Surabaya City Health Office. This program puts forward a preventive approach because it focuses on primary health care activities holistically.</em> <em>T</em><em>his program is the collaboration </em><em>with </em><em>the Benowo </em><em>Public </em><em>Health Center</em><em> (PHC), Surabaya City Gover</em><em>n</em><em>ment, </em><em>which aims to foster </em><em>YISP</em><em> through health education to </em><em>solve</em><em> problems during puberty. </em><em>This</em><em> activity was attended by 24 youth assisted by the </em><em>Benowo </em><em>PHC</em><em>.</em> <em>H</em><em>ealth education activities were provided through a combination lecture method with the visual education method (documentary video screening), and at the end of the activity, the evaluation of adolescent knowledge was carried out</em><em>. </em><em>The results of community service activities showed that </em><em>the </em><em>adolescents have increased knowledge about how to deal with problems at puberty</em><em>, </em><em>and the best </em><em>score</em><em> of 90.</em> <em>S</em><em>imilar coaching activities can be used as preventive measures carried out on an ongoing basis and can be developed towards regular health screening</em><em>s specifically STDs </em><em>for</em><em> teenager</em><em>s</em><em>.</em></p> <p>ABSTRAK</p> <p>Kekurangan Energi Kronik (KEK) merupakan kondisi yang disebabkan karena adanya ketidakseimbangan asupan gizi antara energi dan protein, sehingga zat gizi yang dibutuhkan tubuh tidak tercukupi. Ibu hamil yang menderita KEK mempunyai resiko kematian ibu mendadak pada masa perinatal atau resiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Gizi pada kehamilan sangat penting karena merupakan masa puncak perhatian mengenai pentingnya gizi dalam menurunkan jumlah angka bayi prematur, mortalitas bayi, dan kematian ibu. Berdasarkan wawancara pada beberapa ibu hamil, sebagian besar ibu hamil tidak mengetahui bahan pangan yang berkualitas dan mudah dijangkau yang bisa memenuhi kebutuhan gizi pada saat kehamilan. Adapun pengabdian kepada masyarakat ini akan dilakukan dengan cara Community Relation Melalui Penyuluhan Tentang.bahan- bahan pangan yang berkualitas dan mudah terjangkau dengan tujuan kegiatan ini nantinya ibu hamil KEK dapat secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan gizinya disamping pemenuhan gzi yang diberikan oleh Puskesmas Simpang Tiga. Hasil kegiatan menggambarkan pengetahuan dan keinginan ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan gizinya secra mandiri sangat baik dan berkesan.</p> 2021-09-03T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/951 Penyuluhan Kesehatan Tentang Pentingnya Peran Pedagang Dalam Pengelolaan Sampah Di Lingkungan Pasar Modern Teluk Kuantan 2021-08-26T04:27:03+00:00 Riri Maharani ririrani18@gmail.com Sherly Vermita Warlenda sherly@htp.ac.id Sentika Nelta Putri sentika@htp.ac.id <p><em>Health counseling on the importance of the role of traders in waste management in the market environment is one of the ways used to increase the knowledge of traders about the importance of waste management and market waste with the aim of changing or influencing the behavior of traders who let waste put in the open space to be left to rot by itself which becomes a source of air pollution because of its smell, and also become the cause of disease outbreaks and as one of the causes of flooding. This counseling aims to know the influence of health counseling on the level of knowledge, attitudes, and practices of traders in maintaining environmental health. The method used in this counseling was using a pre-test before counseling and post-test after counseling. Based on the results of our approach, it can be concluded that maintaining environmental health and knowing the impacts caused by waste is very important for personal health both spiritual and physical health. Therefore, in order to avoid unwanted diseases stemming from environmental health problems, it is necessary to reconsider the process of good waste management. When it is not noticed, it can affect our own health, then we will be vulnerable to various kinds of diseases that can harm ourselves.</em></p> <p>ABSTRAK</p> <p>Penyuluhan kesehatan tentang Pentingnya Peran Pedagang dalam Pengelolaan Sampah di Lingkungan Pasar merupakan salah satu cara yang digunakan untuk menambah pengetahuan para pedagang tentang pentingnya pengelolaan sampah dan limbah pasar dengan tujuan mengubah atau mempengaruhi perilaku para pedagang yang membiarkan sampah ditaruh ditempat terbuka untuk dibiarkan membusuk dengan sendirinya yang menjadi sumber polusi udara karena baunya, dan juga menjadi penyebab terjadinya wabah penyakit serta sebagai salah satu penyebab terjadinya banjir. Penyuluhan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik para pedagang dalam menjaga kesehatan lingkungan. Metode yang dilakukan dalam penyuluhan ini yaitu menggunakan <em>pre test</em> sebelum melakukan penyuluhan dan melakukan <em>post test</em> setelah melakukan penyuluhan. Berdasarkan dari hasil pendekatan yang kami lakukan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa menjaga kesehatan lingkungan dan mengetahui dampak yang diakibatkan oleh sampah sangatlah penting bagi kesehatan diri baik kesehatan rohani maupun kesehatan jasmani. Maka dari itu agar terhindar dari penyakit yang tidak diinginkan yang berasal dari masalah kesehatan lingkungan tersebut perlu diperhatikan kembali proses pengelolaan sampah yang baik. Karena apabila tidak diperhatikan dapat mempengaruhi kesehatan diri sendiri maka kita akan rentan terkena berbagai macam penyakit yang dapat membahayakan diri kita.</p> 2021-09-03T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/959 Strategi Pendidikan Kesehatan pada Ibu Hamil di Masa Pandemi 2021-08-23T14:53:32+00:00 Hasnah Hasnah hasnahners@gmail.com Nurhidayah Nurhidayah Nurhidayah@gmail.com Nurul Fadhilla Gani Nurul@gmail.com Risnah Risnah Risnah@gmail.com Arbianingsih Arbianingsih Arbianingsih@gmail.com Huriati Huriati Huriati@gmail.com Eka Hadrayani Eka@gmail.com Maria Ulfah Azhar Maria@gmail.com Muthaharah Muthaharah Muthaharah@gmail.com <p><em>The health of pregnant women will determine for health status of the baby. This is also a main concern for the government. Pregnant women bring prospective future generations to the nation who will productively contribute greatly to the progress of the nation. The importance of maternal health can be seen from the government’s policy that the reduction of the Maternal Mortality Rate (MMR) is one of the SDG’s 2030 targets and an indicator of the success of national development. Pregnant women are a vulnerable group, especially in pandemic situations and conditions. Various efforts were made to maintain the health of mothers and babies during pregnancy until delivery. Gowa Regency is a district with the second highest number of Covid case in South Sulawesi. Therefore, it became the basis for implementation of community service in the working area of ​​the Bajeng Public Health Center, Gowa Regency. The method used is to provide health education in the form of a gallery walk with the aim of increasing the knowledge of pregnant women in order to maintain their health. Various important themes in this counseling include: anemia in pregnant women, the risk of 4T in pregnant women, recognizing the symptoms and danger signs in pregnancy, stress management for pregnant women, and nutrition needed by pregnant women and continuing to carry out pregnancy check-up during the pandemic period. During the activities, pregnant women were enthusiastically paying attention to each material provided and actively discussing. At the end of the counseling, we immediately evaluated the knowledge of pregnant women regarding in the materials that had been given. They were very happy with these activities, and looking forward to such activities next time. Therefore, we suggest to related parties, namely the head of the public health center and health workers, to continue to carry out health education regularly and to reactivate the integrated healthcare center for pregnant women during the COVID-19 pandemic period while still implementing health protocols.</em></p> <p>ABSTRAK</p> <p>Kesehatan ibu hamil merupakan perhatian besar bagi pemerintah. Ibu hamil, membawa calon generasi penerus bangsa yang secara produktif akan berkontribusi besar terhadap kemajuan bangsa dan negara. Pentingnya kesehatan Ibu, dapat dilihat dari kebijakan pemerintah yang menjadikan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) sebagai salah satu target SDG’s 2030 dan indikator keberhasilan pembangunan nasional. Ibu hamil adalah kelompok rentang terlebih disituasi dan kondisi pandemic. Berbagai upaya dilakukan untuk tetap menjaga kesehatan ibu dan bayinya selama proses kehamilan sampai persalinan. Kabupaten Gowa merupakan kabupaten dengan jumlah kasus covid tertinggi kedua di Sulawesi Selatan, maka ini menjadi dasar pelaksanaan pengabdian masayarakat di wilayah kerja Puskesmas Bajeng Kabupaten Gowa. Metode yang digunakan adalah memberikan penyuluhan kesehatan dalam bentuk <em>gallery walk</em> dengan tujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil agar mampu tetap menjaga kesehatannya. Berbagai tema penting pada penyuluhan ini antaralain: anemia pada ibu hamil, resiko 4T pada ibu hamil, mengenal tanda-tanda bahaya kehamilan, manajemen stress pada ibu hamil, dan nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil serta tetap melakukan pemeriksaan kehamilan selama pandemic. Selama kegiatan berlangsung para ibu hamil antusias memperhatikan setiap materi yang diberikan dan aktif berdiskusi. Diakhir penyuluhan kami evaluasi secara langsung terkait pengetahuan ibu hamil tentang materi-materi yang sudah diberikan. Mereka sangat senang dengan adanya kegitan ini, dan berharap akan ada kegiatan lanjutan. Maka dari itu kami menyarankan kepada pihak-pihak terkait yaitu kepala puskesmas dan para tenaga kesehatan untuk tetap melaksanakan penyuluhan kesehatan rutin dan kembali mengaktifkan posyandu ibu hamil di masa pandemic covid 19 dengan tetap menerapkan protocol kesehatan.</p> 2021-09-03T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/963 Pemeliharaan Kebersihan Gigi Tiruan Lepasan Pada Ibu-Ibu Yang Berkunjung Di Posyandu Nenas Di Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Kabupaten Kampar 2021-08-26T05:08:59+00:00 jihan natassa jihan jihannatassa@htp.ac.id Sri Wardani Wardani@gmail.com Sri Desfita Desfita@gmail.com <p><em>Tooth loss is one of the changes in the oral cavity tissue. If the missing tooth is not replaced immediately, it can cause difficulties for the patient himself, such as chewing food, the presence of supra-erupted, tilted, or shifted teeth. The replacement of missing teeth can be done by making a removable denture or fixed denture. Clinical examination and oral care are very important and are the </em><em>keys to successful removable dental treatment. Oral health is important for everyone. An efficient and regular procedure is needed to clean the GTL and maintain oral and dental health, in order to avoid the occurrence of denture stomatitis. The method used in community service is to provide materials on the maintenance of removable dental hygiene to mothers who visit the Nenas Posyandu in the Working Area of ​​the Tambang Health Center, Kampar Regency. The results showed that after the service, the knowledge of the mothers increased, initially some of the mothers were still confused or did not know the maintenance of denture hygiene and the importance of using dentures in people who had lost teeth. This activity increases the knowledge of mothers in maintaining oral health.</em></p> <p>ABSTRAK</p> <p>Kehilangan gigi merupakan salah satu perubahan jaringan rongga mulut. Jika gigi yang hilang tidak segera diganti dapat menimbulkan kesulitan bagi pasien sendiri, seperti mengunyah makanan, adanya gigi yang supra erupsi, miring atau bergeser. Penggantian gigi yang hilang dapat dilakukan dengan pembuatan gigi tiruan lepasan atau gigi tiruan cekat. Pemeriksaan klinis dan pemeliharaan kebersihan mulut sangat penting serta merupakan kunci keberhasilan perawatan gigi tiruan lepasan. Kesehatan mulut merupakan hal yang penting bagi semua orang. Diperlukan prosedur efisien dan teratur untuk membersihkan GTL serta menjaga kesehatan gigi dan mulut yang baik, agar dapat meminimalisir terjadinya <em>denture stomatitis</em><em>. </em>Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat adalah dengan memberikan materi tentang pemeliharaan kebersihan gigi tiruan lepasan kepada ibu-ibu yang berkunjung di Posyandu Nenas Di Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Kabupaten Kampar. Hasil menunjukkan setelah dilakukan pengabdian, pengetahuan ibu-ibu meningkat, yang awalnya ibu-ibu masih bingung atau sebagian belum mengetahui pemeliharaan kebersihan gigi tiruan dan pentingnya penggunaan gigi tiruan pada masyarakat yang telah kehilangan gigi aslinya. Dengan adanya kegiatan meningkatkan pengetahuan ibu dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut nya.</p> 2021-09-03T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/966 Penyuluhan Kesehatan Berpengaruh Terhadap Pengetahuan Keluarga Tentang Stunting 2021-08-27T06:46:27+00:00 Irwan Muhammad muhammad.irwan@unsulbar.ac.id Risnah Risnah Risnah@gmail.com <p><em>Stunting is one of the national health problems caused by multidimensional factors. Stunting children have an increased risk of suffering from repeated infections that can lead to death such as diarrhea, pneumonia</em><em>,</em><em> smallpox</em><em>,</em><em> and </em><em>an </em><em>increase</em><em>d</em><em> risk of chronic heart disease in childhood. The purpose of the activity </em><em>wa</em><em>s to increase</em> <em>the</em><em> knowledge or behavior </em><em>of the community </em><em>about stunting in Betteng village, Pamboang sub-district. The target of the activity </em><em>was</em><em> the community in the working area of ​​the Pamboang </em><em>Public </em><em>Health Center. </em><em>This counseling</em><em> empha</em><em>sized more</em><em> on the method of delivering information about stunting, especially</em><em> in</em><em> the causes, prevention</em><em>,</em><em> and control which </em><em>we</em><em>re carried out in the form of explanations for families who have stunting children. </em><em>In</em><em> conclusion</em><em>,</em><em> health education </em><em>a</em><em>ffect</em><em>s</em><em> changes in knowledge about stunting. </em><em>Therefore, </em><em>it is recommended to carry out health education activities if public knowledge</em> <em>is to be increased</em><em>.</em></p> <p>ABSTRAK </p> <p>Kejadian Stunting merupakan salah satu permasalah kesehatan secara nasional yang diakibatkan oleh faktor multidimensi. Anak stunting meningkat resiko untuk menderita infeksi berulang yang dapat mengakibatkan kematian seperti diare, pneumonia dan cacar serta meningkatkan resiko mengalami penyakit jantung kronik di usia anak. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap stunting. Untuk itu perlu diperlukan pengetahuan yang baik oleh semua pihak. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat Metode kuantitatif dengan pre-eksperimental dengan menggunakan suatu rancangan <em>One Group Pre test and Post test design</em> dengan memberikan penyuluhan kepada para petugas kesehatan tentang stunting terkait penyebab dan upaya penanggulangannya. Hasil pengukurannya menunjukkan bahwa pada pengukuran sebelum dengan pengukuran setelah intervensi memiliki nilai p = 0,084. Dengan nilai α ( 0,05 ) &gt; nilai p value ( 0,084 ) sehingga ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi atau ada pengaruh intervensi penyuluhan penguatan keluarga dalam pengendalian stunting. Kesimpulannya bahwa penyuluhan kesehatan berpengaruh terhadap perubahan pengetahuan tetang stunting. Sehingga direkomendasikan melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan jika ingin meningkatkan pengetahuan masyarakat.</p> <p> </p> 2021-09-03T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/972 Capacity Building Posyandu Sadar Ibu Dan Anak Melalui Mind Mapping Methode (3M) Sebagai Upaya Peningkatan Kreatifitas Dan Ketrampilan Kader POSYANDU 2021-08-31T07:57:14+00:00 Rais Nur Latifah rais.nurlatifah@walisongo.ac.id <p><em>Children are one of the growth phases in the human life cycle. Toddlers are part of the stages of child development into adulthood. The nutritional status of children at this stage determines the level of intelligence, mindset, and personality of a person. Posyandu is one of the institutions involved in dealing with toddlers. Posyandu cadres are at the forefront of monitoring the nutritional status of children under five years. KMS (Kartu Menuju Sehat) is the result of monitoring children's growth. Therefore, capacity building for posyandu cadres is needed. This activity aims to improve the creativity and skills of posyandu cadres in the context of the success of government’s programs to create a superior, healthy, and smart generation. This activity was carried out at the Mother and Child Awareness Posyandu in Jetak Hamlet, Wonorejo Village, Gondangrejo District, Karanganyar Regency, Central Java. This activity was carried out for three months, from May to July 2021. The method used in this activity was the Mind Mapping Method (3M). The sample used was 50 posyandu cadres. The results of the training with 3M showed an increase in the thinking skills, skills, and creativity of Posyandu cadres in their work rhythm. The increase in the knowledge score before and after training was 3.52. This result was shown by the increase in the creativity of cadres in honing the motor skills of toddlers, monitoring the nutritional status of toddlers, creating a healthy and balanced nutrition menu, filling in correct and accurate KMS, and measuring the baby’s height and weight with an analytical balance. In addition, posyandu cadres were able to contribute to creating educational games that train the cognitive abilities of children under five.</em></p> <p>ABSTRAK</p> <p>Anak merupakan salah satu fase pertumbuhan dalam siklus hidup manusia. Balita merupakan bagian dari tahapan tumbuh kembang anak menjadi dewasa. Status gizi anak dalam tahap tersebut menentukan tingkat kecerdasan, pola pikir dan kepribadian seseorang. Posyandu merupakan salah satu wadah yang berkecimpung dalam menangani balita. Kader posyandu merupakan salah satu ujung tombak pemantauan status gizi balita. KMS (Kartu Menuju Sehat) merupakan hasil dari pemantauan pertumbuhan anak. Oleh karena itu peningkatan capacity buliding kader posyandu sangat dibutuhkan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas dan ketrampilan para kader posyandu dalam rangka mensukseskan program pemerintah dalam mencetak generasi yang unggul, sehat dan cerdas. Kegiatan ini dilaksanakan di posyandu sadar ibu dan anak di Dusun Jetak, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan selama tiga bulan, yaitu Mei sampai Juli 2021. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah <em>Mind Mapping Methode </em>(3M). Sampel yang digunakan yaitu sebanyak 50 kader posyandu. Hasil pelatihan dengan 3M menunjukkan peningkatan kemampuan berfikir, ketrampilan dan kreatifitas dari para kader posyandu dalam ritme kerjanya. Peningkatan skor pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan adalah 3,52. Hasil ini ditunjukkan dengan peningkatan kreatifitas kader dalam mengasah motorik balita, pemantauan status gizi balita, penciptaan menu gizi sehat dan seimbang, pengisian KMS yang benar dan akurat serta pengukuran tinggi dan berat badan bayi dengan neraca analitik. Disamping itu para kader posyandu mampu memberikan kontribusi dalam mencipatakan permainan edukasi yang melatih kemampuan kognitif anak balita<em>.</em></p> 2021-09-14T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/960 Sosialisasi Faktor Yang Mempengaruhi Kerusakan Rekam Medis Di Loket Pendaftaran Puskesmas Rawat Inap Simpang Tiga Pekanbaru 2021-08-26T04:49:28+00:00 Nur Maimun nurmaimun83@gmail.com Atika Fikriya Atika@htp.ac.id Airin Hayatin Nufus airin@htp.ac.id Yunita Fajriah Inggriyana yunita@htp.ac.id Asriyani Aprilda asriyani@htp.ac.id <p>A medical record is a tool to record the occurrence of service transactions so that it must be kept safe and confidential from the danger of damage. The author's initial observations at the storage section of the Simpang Tiga Inpatient Public Health Center in Pekanbaru, there were 18 (60%) files that had been damaged, while 12 (40%) not damaged from 30 files. This service activity aims to determine the factors of damage to medical record files. The method used in this service was with lectures, discussions, and questions and answers. The results showed that several factors affect the damage to medical records in terms of intrinsic and extrinsic factors. The intrinsic factor was that medical record files were made in the form of a book, then not all files were made in it, but were made in red paper and cardboard without using a folder. With this activity, the knowledge of officers at the inpatient public health center at Simpang Tiga Pekanbaru can be increased. </p> <p>ABSTRAK</p> <p>Dokumen rekam medis adalah alat merekam, mencatat terjadinya transaksi pelayanan sehingga harus dijaga keamanan dan kerahasiaannya dari bahaya kerusakan. Dokumen rekam medis sebagai sumber informasi yang harus dipertanggungjawabkan sebaik-baiknya. Mutu pelayanan dapat ditingkatkan bila didukung oleh keamanan dan kerahasiaan berkas rekam medis pasien di ruangan peyimpanan berkas rekam medis itu sendiri. Metode kegiatan ini dengan memberikan sosialisasi/penyuluhan tentang faktor apa saja dari kerusakan dalam berkas rekam medis kepada puskesmas. Kegiatan berjalan dengan lancar. Kerusakan berkas rekam medis dilihat dari faktor intrinsik dan faktor eksrinsik. Faktor intrinsik kertas dan karton berwarna merah muda tanpa menggunakan map. Tinta yang digunakan umumnya menggunakan tinta hitam, sebagian besar perekat berkas rekam medis yang digunakan yaitu hekter dan isolasi bening. Faktor ekstrinsik kondisi ruangan rekam medis pada jendela ruangan filling langsung terpapar sinar matahari karena tidak memakai gorden, Faktor kimiawi sudut ruangan dan didalam rak banyak debu sehingga dapat membuat kusam dan usang berkas rekam medis. Sehingga diharapkan nantinya mengerti dan memahami dalam pemeliharaan kebersihan diruang penyimpanan berkas rekam medis dengan membersihkan ruangan secara berkala untuk menjaga kenyamanan dan kebersihan.</p> 2021-09-14T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas