Themes by Openjournaltheme.com Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk <p>Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Health Community Service) e-ISSN : 2797-1309<br /><strong>Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Hang Tuah Pekanbaru</strong><br />Jl. Mustafa Sari No. 5 Pekanbaru Riau Telp.0761-33815 Fax 0761-868666. <br />Website: <a href="https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk">http://jurnal..htp.ac.id/index.php/jpkk</a> Email: jpkk@htp.ac.id.</p> STIKes Hang Tuah Pekanbaru en-US Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas 2797-1309 Focus Group Discussion Tentang Interprofessional Collaboration dalam upaya pengendalian stunting https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/954 <p><em>Stunting is one of the national health problems caused by multidimensional factors. Therefore, it requires attention and joint handling. Children who experience stunting increase, the risk of suffering from repeated infections that can result in death such as diarrhea, pneumonia and smallpox. It also increases the risk of developing chronic heart disease in childhood. The activity carried out in this service is Focus Group Discussion (FGD). The target of the activity is health workers, village officials and leaders as well as the community in the working area of the Pamboang Health Center, Majene District, West Sulawesi. The results of the activity showed that health workers already understood matters related to Interprofessional collaboration including supporting and inhibiting factors, so that they were still technically constrained in their implementation. The suggestion is to improve the implementation of Interprofessional collaboration, it is necessary to have a technical module for the implementation of Interprofessional collaboration in dealing with stunting cases in children at the Puskesmas level.</em></p> <p>ABSTRAK</p> <p>Stunting merupakan salah satu permasalah kesehatan secara nasional yang diakibatkan oleh faktor multidimensi sehingga membutuhkan perhatian dan penanganan bersama. Anak-anak yang mengalami stunting meningkat resiko untuk menderita infeksi berulang yang dapat mengakibatkan kematian seperti diare, pneumonia dan cacar. Dan juga meningkatkan resiko mengalami penyakit jantung kronik di usia anak. Kegiatan yang  dilakukan dalam pengbdian ini yaitu <em>Fo</em><em>cus Group Di</em><em>scussion (FGD)</em><em>.</em> Sasaran kegiatan ialah petugas kesehatan, aparat desa dan tokoh serta masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Pamboang Kecamatan Majene Sulawesi Barat. Hasil  kegiatan diperoleh informasi bahwa petugas kesehatan sudah memahami hal-hal terkait dengan Interprofessional collaboration termasuk factor-faktor yang mempengaruhi baik itu hal yang mendukung maupun yang menghambat sehingga masih terkendala secara teknis dalam  pelaksanaannya Sarannya agar meningkatkan implementasi Interprofessional collaboration maka diperlukan adanya modul teknis pelaksanaan Interprofessional collaboration pada penganggulangan kasus stunting pada anak di tingkat Puskesmas.</p> <p> </p> Risnah Risnah Muhammad Irwan Rosmah Rosmah Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2021-12-31 2021-12-31 1 3 149 156 10.25311/jpkk.Vol1.Iss3.954 Peningkatan Tumbuh Kembang Bayi Melalui Pijat Bayi Di Posyandu Wijaya Kusuma Tangkerang Tengah pekanbaru https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/958 <p><em>Background: One of the causes of weight problems in babies is a decreased in the baby’s appetite. Thus, to increase and maintain the baby's weight are required stimulation and stimulation in the form of massage on the baby's body (Roesli, 2013). This activity is an effort to increase the mother's knowledge about baby growth and development through baby massage at the Posyandu Wijaya Kusuma. Partner issues have never been given baby massage training. The purpose of community service is to provide counseling on baby growth and development and baby massage training. Method: Participants in counseling and baby massage practices are mothers who have babies and cadre mothers where service activities are carried out on Sunday, July 26, 2020 at 1.00 pm at the house of RT 01 Central Tangkerang Village. Results: 17 participants were asked questions about baby growth and baby massage, and almost all participants answered had never known about baby’s growth and massage. Baby massage training was given to participants by giving each participant a doll to be used as a practice tool, and participants were following videos and instructions in massage. As a result, one of the participants was randomly assigned to re-practice baby massage with the guidance of the instructor. In conclusion: The implementation of baby massage training runs successfully, the cadre mothers and mothers who have babies participate actively and enthusiastically in the implementation of the training, so that the trainees could know and practice their own baby massage with guidance.</em></p> <p>ABSTRAK</p> <p>Latar belakang: Salah satu penyebab permasalahan berat badan pada bayi adalah nafsu makan bayi yang turun. Dengan demikian untuk meningkatkan dan mempertahankan berat badan bayi diperlukan rangsangan dan stimulasi berupa pijatan pada tubuh bayi (Roesli, 2013). Kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatakan pengetahuan ibu tentang Tumbuh kembang bayi melalui pijat bayi di Posyandu Wijaya Kusuma. Permasalahan mitra belum pernah diberikan pelatihan pijat bayi. Tujuan pengabdian masyarakat: Memberikan peyuluhan Tumbuh kembang bayi dan pelatihan pijat bayi.  Metode : Penyuluhan dan praktik pijat bayi. Hasil: Kegiatan pengabdian dilakukan pada hari Minggu tanggal 26 Juli 2020 Pukul 13.00 Wib di Rumah RT 01 Kelurahan tangkerang Tengah diperoleh sebelum diberikan penyuluhan dan pelatihan peserta diberikan pertanyaan mengenai Tumbuh kembang bayi dan pijat bayi dan didapatkan hampir seluruh peserta menjawab belum pernah tahu tentang tumbuh kembang dan belum tahu tentang pijat bayi. Pelatihan pijat bayi diberikan kepada peserta dengan memberikan masing2 peserta boneka untuk dijadikan alat praktik dan peserta mengikuti video dan intruktur dalam pemijatan. Hasil pelatihan ditunjuk salah seorang peserta secara acak untuk mempraktekkan kembali pijat bayi dengan bimbingan instruktur. Simpulan: Pelaksanaan pelatihan pijat bayi berjalan dengan sukses, ibu kader dan ibu yang memiliki bayi ikut aktif dan antusias dalam pelaksanaan pelatihan, sehingga peserta pelatihan dapat mengetahui dan mempraktekkan sendiri pijat bayi dengan bimbingan.</p> livamaita liva Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2021-12-31 2021-12-31 1 3 157 162 10.25311/jpkk.Vol1.Iss3.958 Sosialisasi Insektisida Organic Yang Ramah Lingkungan Sebagai Rapellent Vektor Lalat Hijau Dan Lalat Rumah https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1019 <p><em>Flies are vectors belonging to the phylum Arthropoda and the order Diptera which can also act as nuisance animals. Green fly is one of the main vectors in the spread of various types of diseases such as: diarrhea, dysentery, cholera, typhus, and viral digestive tract diseases. To prevent and minimize the occurrence of health problems in humans, control efforts are carried out using natural ingredients that function as organic insecticides that are environmentally friendly and do not cause health hazards later, namely by using fragrant pandan leaves (Chrysomya megacephala). The aim of the activity is to increase the knowledge and skills of the community on how to make cheap and environmentally friendly organic insecticides. The implementation method is in the form of counseling and demonstration of making organic insecticides. Results: Community service activities were carried out at the palapa restaurant, Jalan Arifin Achmad, East Sidomulyo Village, Marpoyan Damai District, Pekanbaru City. The participants of the activity were traders, totaling 10 people. Before being given the counseling the participants were unable to answer the questions given but after being given the counseling almost 90% of the participants were able to answer the questions correctly. There is an increase in public knowledge and understanding about the dangers of flies to health and the benefits of fragrant pandan leaves as an organic insecticide. Recommendation: It is hoped that the community will be able to anticipate fly control by using organic insecticides that are cheap, easy and environmentally friendly. The public can also make this fragrant pandan leaf powder product as a household business that can be sold.</em></p> <p>ABSTRAK</p> <p>Lalat merupakan vektor yang termasuk dalam filum Arthopoda dan ordo Diptera yang juga dapat bertindak sebagai binatang pengganggu. Lalat hijau adalah salah satu vektor utama dalam penyebaran berbagai jenis penyakit seperti: diare, disentri, kolera, tifus, dan virus penyakit saluran pencernaan. Untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya masalah kesehatan pada manusia maka di lakukan upaya pengendalian dengan menggunakan bahan alami yang berfungsi sebagai insektisida organik yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan bahaya kesehatan nantinya, yaitu dengan menggunakan Daun Pandan wangi (Chrysomya megacephala). Tujuan Kegiatan adalah Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat bagaimana cara membuat insektisida organik yang murah dan ramah lingkungan. Metode pelaksanaan dalam bentuk penyuluhan dan demonstrasi pembuatan insektisida organik. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di rumah makan palapa Jalan Arifin Achmad Kelurahan Sidomulyo Timur Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru. Peserta kegiatan adalah pedagang yang berjumlah 10 orang. Sebelum diberikan penyuluhan peserta tidak mampu menjawab pertanyaan tentang bahaya lalat dan insektisida nabati tetapi setelah diberikan penyuluhan hampir 90 % peserta mampu menjawab pertanyaan dengan benar. Terdapat peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang bahaya lalat bagi kesehatan dan manfaat daun pandan wangi sebagai insektisida organik. Rekomendasi ini diharapkan masyarakat mampu mengantisipasi pengendalian lalat dengan menggunakan insektisida organik yang murah, mudah dan ramah lingkungan. Masyarakat juga dapat menjadikan produk serbuk daun pandan wangi ini sebagai rumah tangga yang bisa di jual.</p> Yessi Harnani Nurvi Susanti Zulmeliza Rasyid Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2021-12-31 2021-12-31 1 3 163 174 10.25311/jpkk.Vol1.Iss3.1019 Pemberdayaan Keluarga, Kader dan Tokoh Masyarakat dalam Meningkatkan Kesehatan Ibu Hamil di Desa Jubung Kabupaten Jember https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1022 <p><em>Maternal and child health is a great hope for the future of the country. The success of a country in improving maternal health can be seen from the reduction in maternal and infant mortality. In 2018 cases of AKI in Indonesia were observed to be high at 305 per 100,000 live births while the IMR was 32 per 1,000 KH. With the high value of AKI and IMR, appropriate solutions are needed so that the solutions offered for these problems are empowerment of pregnant women through pregnant women classes, family empowerment through home visits, empowerment of cadres through involvement of cadres in posyandu activities and home visits and empowerment of community leaders through sharing activities. /discussion. This activity aims to improve the welfare of pregnant women by improving the health of pregnant women. The methods used are home visits, education, training, discussions. The results showed that knowledge about maternal anemia and SEZ increased after the intervention, the skills of pregnant women about baby care, oxytocin massage, breastcare and pregnancy exercise increased after the intervention. Synergy or cooperation is one option that is effective and has a comprehensive effect not only on pregnant women. The role of the Jubung Village midwife and posyandu cadres are very important and needed in this intervention.</em></p> <p>ABSTRAK</p> <p>Kesehatan ibu dan anak menjadi harapan besar bagi masa depan negara. Kesusksesan suatu negara dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dapat dilihat dari berkurangnya angka kematian ibu serta bayi. Pada 2018 kasus AKI di Indonesia terpantau tinggi yakni 305 per 100.000 kelahiran hidup sedangkan AKB sebesar 32 per 1.000 KH. Dengan masih tingginya nilai AKI dan AKB perlu solusi yang tepat sehingga solusi yang ditawarkan untuk permasalahan tersebut yaitu pemberdayaan bumil melalui kelas ibu hamil, pemberdayaan keluarga melalui kunjungan rumah, pemberdayaan kader melalui pelibatan kader dalam kegiatan posyandu dan kunjungan rumah dan pemberdayaan tokoh masyarakat melalui kegiatan sharing/diskusi. Kegiatan ini bertujuan untuk mensejahterakan ibu hamil dengan cara meningkatkan kesehatan pada ibu hamil. Metode yang digunakan ialah kunjungan rumah, edukasi, pelatihan, diskusi yang dilakukan selama 1 bulan oleh mahasiswa profesi ners Universitas Muhammadiyah Jember serta besinergi dengan bidan wilayah dan kader posyandu desa jubung. Hasil didapatkan peningkatan pengetahuan ibu hamil terkait penyakit berisiko(anemia dan KEK) dari 60% menjadi 100%, ketrampilan pijat oksitosin 0% baik menjadi 90%, ketrampilan breastcare 0% baik menjadi 100%, ketrampilan perawatan bayi dari 0% baik menjadi 100%, ketrampilan senam ibu hamil 0% baik menjadi 100% setelah dilakukan intervensi. Sinergistas atau kerja sama merupakan salah satu pilihan yang efektif dan mempunyai efek yang menyeluruh tidak hanya kepada ibu hamil saja. Peran bidan wilayah Desa Jubung serta kader posyandu sangat penting dan dibutuhkan dalam intervensi ini.</p> Rizky Wahyu Nurhakiki Sri Wahyuni Adriani Siti Maratus Sholekhah Hesti Khotimatul Wakidah Isti Qomah Ayu Ramadani Rivaldy Brahmantya Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2021-12-31 2021-12-31 1 3 175 187 10.25311/jpkk.Vol1.Iss3.1022 Gerakan Mengurangi Sampah Plastik dan Resiko Membakar Sampah Dengan Pemberian Edukasi Kesehatan Melalui Penyuluhan https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1031 <p><em>Plastic waste in Indonesia is in the second highest position. This produce a total of 5.4 million tons/year or 14% of the total amount of waste. One of the causes is the lack of public knowledge about the impact of plastic waste. It is to increase public knowledge to reduce plastic waste and the risk of burning waste. Methods is to provide health education with the lecture method on reducing the use of single-use plastics and the risk of burning waste. Indicators of knowledge measurement used pre and post-test. Subsequently, an intervention was carried out by giving leaflets and putting up a “Love Earth, Reduce Plastic Waste” poster. The total participants were 30 head of the household who live in RT 01 RT 02 RW 06, Binawidya Village, Tampan District. Results. The pre-test score of low knowledge was 60% (18 families) and good knowledge was 40% (12 families). After counseling, the post-test scores increased, namely 66.7% (20 families) with good knowledge and 33.3% (10 families) with low knowledge. There was an increase in knowledge score as much as 26.7%. This activity is considered effective in increasing the knowledge and awareness of citizens to reduce the use of plastic and the impact of burning waste. </em></p> <p>ABSTRAK</p> <p>Sampah plastik di Indonesia berada pada posisi tertinggi kedua. Sebanyak 5,4 juta ton/tahun atau 14% dari jumlah total sampah yang dihasilkan. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan masyarakat tentang dampak sampah plastik tersebut. Meningkatkan pengetahuan masyarakat untuk mengurangi sampah plastik dan resiko membakar sampah. Pemberian penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah tentang mengurangi pengunaan plastik sekali pakai dan resiko membakar sampah dekat dengan tempat tinggal. Indikator pengukuran pengetahuan menggunakan pre dan post-test. Selanjutnya dilakukan intervensi dengan memberikan leaflet dan memasang poster “Cintai Bumi, Kurangi Sampah Plastik”. Total peserta 30 Kepala Keluarga yang berdomisili di RT 01 RT 02 RW 06 Kelurahan Binawidya Kecamatan Tampan.Nilai pre-test pengetahuan kurang baik 60% (18 KK) dan berpengetahuan baik 40% (12 KK). Setelah dilakukan penyuluhan, nilai post-test, terjadi peningkatan yaitu 66,7% (20 KK) berpengetahuan baik dan 33,3% (10 KK) pengetahuan kurang baik. Ada peningkatan score pengetahuan sebanyak 26,7%. Kegiatan penyuluhan ini dinilai efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga untuk mengurangi penggunaan plastik serta dampak pembakaran sampah</p> Hetty Ismainar Hastuti Marlina Beni Afriza Windi Atika Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2021-12-31 2021-12-31 1 3 188 195 10.25311/jpkk.Vol1.Iss3.1031 Tehnik Hipnotis Lima Jari Dalam Menurunkan Kecemasan Pada Keluarga Pasien Di Ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1055 <p><em>Anxiety can be a problem if it comes to conditions that affect a person's ability to carry out their activities, what if what causes anxiety has reached a severe level of anxiety that causes a person to experience depression so of course this will result in maladaptive disorders that seeing from physical reactions. And psychological overload. The ICU (Intensive Care unit) is a treatment room that requires hemodynamic monitoring that lasts for twenty-four hours and is a room that requires a fast and thorough action and is supporting by the use of standardized tools to obtain best results for patient recovery. Patients in the ICU are patients whose condition is unstable so that everything that happens to the patient can only be known by the nurse through good and regular monitoring. To prevent the occurrence of excessive anxiety conditions in the patient's family which results in psychological effects on the family, it is necessary to take preventive measures, one of which is by providing health education to the family to reduce the anxiety felt by the family by using five finger hypnosis techniques. The results of the counseling were related to family knowledge about five-finger hypnosis with a pre-test value of 70% and post-test 89% and the results of the family's ability to perform five-finger hypnosis techniques obtained a pre-test value of 73% and 86% post-test. It is hoped that the family will be able to do the five finger hypnosis technique as a technique to reduce anxiety in the family.</em></p> <p>ABSTRAK</p> <p>Kecemasan dapat menjadi masalah jika sudah sampai kepada kondisi yang mempengaruhi kemampuan seseorang dalam menjalankan aktivitasnya. Kecemasan berat dapat menyebabkan seseorang mengalami depresi yang dapat terlihat dari reaksi fisik dan psikologis yang berlebihan. Ruangan ICU (Intensive Care unit) merupakan ruangan perawatan yang memerlukan pemantauan hemodinamik yang berlangsung selama dua puluh empat jam dan merupakan ruangan yang membutuhkan tindakan yang cepat dan teliti untuk kesembuhan pasien. Pasien di ICU merupakan pasien yang kondisinya tidak stabil sehingga segala sesuatu yang terjadi pada pasien hanya dapat diketahui oleh perawat melalui monitoring yang baik dan teratur. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kondisi kecemasan yang berlebihan pada keluarga pasien yang mengakibatkan efek psikologis terhadap keluarga maka perlu dilakukan tindakan pencegahan, diantara nya adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga tentang penggunaan tehnik hipnotis lima jari. Metode pelaksanaan yang dilakukan dengan memberikan materi tehnik hipnotis lima jari, melakukan role play dan melakukan evaluasi. Kegiatan dilakukan pada pagi hari di ruang tunggu ICU RSUD Arifin Achmad dengan jumlah partisipan sebanyak 18 orang. Penyuluhan dikatakan berhasil jika partisipan mampu mengetahui dan memahami tehnik hipnotis lima jari sebanyak 70%. Hasil kegiatan didapatkan terkait pengetahuan keluarga tentang hipnotis lima jari dengan nilai pre test 70% dan post test 89% dan hasil kemampauan keluarga dalam melakukan tehnik hipnotis lima jari didapatkan nilai pre test 73% dan post test 86%. Dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan sebanyak 89% dan pemahaman keluarga tentang tehnik hipnotis lima jari sebanyak 86%. Sehingga direkomendasikan pada keluarga untuk bisa melakukan tehnik hipnotis lima jari sebagai salah satu tehnik untuk mengurangi kecemasan pada keluarga.</p> Susi Erianti Ennimay Ennimay Erna Marni Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2021-12-31 2021-12-31 1 3 196 205 10.25311/jpkk.Vol1.Iss3.1055 Cegah Diare Melalui Tutorial Cuci Tangan Pakai Sabun Pada Siswa Sekolah Dasar di Kota Pekanbaru https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1035 <p><em>Diarrhea is still a global disease that is often experienced by children, especially in developing countries. Based on the 2019 Basic Health Research data, diarrhea is the second leading cause of child mortality. It is necessary to prevent the incidence of diarrhea from an early stage. It trains clean and healthy living behavior through Hand Washing with Soap for students.  Providing health education with the Hand Washing with Soap practice. The location is SD 192, Binawidya Village, Pekanbaru. The media used are videos and leaflets. The assessment indicators use a seven-step CTPS checklist before and after the provision of education. There were 11 students who participated in this activity accompanied by the teacher. The average CTPS practice pre-test score was 32.5% doing it correctly and 67.5% doing it incorrectly. After students were given education about the practice, it was seen that the results of the practice increased. On average, 88.3% have practiced CTPS correctly and only 11.7% have not done it correctly. There is an increase in students' CTPS practice scores by 55.8%. This practice of health educational activity is considered to be able to improve students' understanding of the practice of washing hands with seven steps correctly.</em></p> <p>ABSTRAK</p> <p>Diare masih merupakan penyakit global yang sering dialami anak terutama dinegara berkembang. Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, prevalensi diare anak usia 5-14 tahun adalah 7% (182.338 kasus). Perlu upaya pencegahan insiden diare sejak dini. Melatih perilaku hidup bersih dan sehat melalui Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) pada siswa Sekolah Dasar.Pemberian edukasi kesehatan dengan metode tutorial praktik CTPS. Lokasi di SD 192 Kelurahan Binawidya, Pekanbaru. Media yang digunakan pemutaran video praktik CTPS dan leaflet. Indikator penilaian menggunakan daftar tilik tujuh langkah CTPS sebelum dan sesudah pemberian edukasi. Ada 11 orang siswa yang mengikuti kegiatan ini dengan didampingi oleh wali kelas. Nilai pre-test praktik CTPS rerata 32,5% melakukan dengan benar dan 67,5% tidak melakukan dengan benar. Setelah siswa diberikan edukasi tentang praktik CTPS terlihat peningkatan hasil praktik tersebut. Rerata 88,3% telah melakukan praktik CTPS dengan benar dan hanya 11,7% saja yang belum melakukan dengan benar. Adanya peningkatan score praktik CTPS siswa sebanyak 55,8%. Kegiatan edukasi CTPS ini dinilai mampu meningkatkan pemahaman praktik siswa dalam mencuci tangan dengan tujuh langkah dengan benar.</p> Hetty Ismainar Syafira Nurullita Khaeratunnisa Fiyanmi Mishbahuddin Mishbahuddin Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2021-12-31 2021-12-31 1 3 206 212 10.25311/jpkk.Vol1.Iss3.1035 Promosi Kesehatan Melalui Video Animasi Tentang Tablet Tambah Darah (TTD) Pada Siswi Kelas Vii Smp Negeri 9 Kota Cimahi Tahun 2021 https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1021 <p><em>Iron nutritional anemia is a public health problem that is often found throughout the world, including in Indonesia. Various factors that influence the incidence of iron nutritional anemia in adolescents indirectly are knowledge about anemia, knowledge about Blood Supplement Tablets (TTD), and diet. Education about TTD needs to be provided with easy-to-understand media such as animated videos. This outreach activity aims to improve student education through health promotion media, animated videos about TTD for seventh grade students of SMP Negeri 9 Cimahi City in 2021. The method of implementation is carried out on seventh grade SMPN 9 students on 23-27 June 2021 using animated video media that will be shown on zoom and whatsapp. The results of the health promotion counseling about TTD showed that knowledge of TTD before the animated video intervention had less knowledge of students as much as 3%, while knowledge of TTD after the animated video intervention 67 students (100%) had good knowledge. The average knowledge of students about TTD before the intervention was 24.48 and after 28.49. The results of the outreach activities through animated videos have an effect on increasing the knowledge of TTD for class VII students at SMPN 9 Cimahi City. The health office and the education office can work together to provide interesting and creative education with in-depth material on how to consume TTD so that it can be absorbed and utilized by the body optimally.</em></p> <p>ABSTRAK</p> <p>Anemia gizi besi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sering dijumpai di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Berbagai faktor yang mempengaruhi kejadian anemia gizi besi pada remaja secara tidak langsung yaitu pengetahuan tentang anemia, pengetahuan tentang Tablet Tambah Darah (TTD), dan pola makan. Penyuluhan tentang TTD perlu diberikan dengan media yang mudah dipahami seperti video animasi. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan edukasi siswi melalui media promosi kesehatan video animasi tentang TTD pada siswi kelas VII SMP Negeri 9 Kota Cimahi tahun 2021. Pelaksanaan dilakukan terhadap siswi SMPN 9 kelas VII tanggal 23-27 Juni 2021 menggunakan media video animasi yang ditayangkan di zoom dan whatshap. Hasil dari penyuluhan promosi kesehatan tentang TTD menunjukan bahwa pengetahuan terhadap TTD sebelum intervensi video animasi siswi yang berpengetahuan kurang sebanyak 3%, sedangkan pengetahuan terhadap TTD pada setelah intervensi video animasi 67 siswi (100%) berpengetahuan baik. Dengan rata-rata pengetahuan siswi tentang TTD sebelum dilakukan intervensi 24,48 dan setelah 28,49. Hasil kegiatan penyuluhan melalui video animasi ini berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan TTD siswi kelas VII di SMPN 9 Kota Cimahi. Bagi dinas kesehatan dan dinas pendidikan dapat bekerja sama memberikan edukasi yang menarik dan kreatif dengan materi mendalam tentang cara mengkonsumsi TTD agar dapat diserap dan diutilisasi oleh tubuh dengan maksimal.</p> Ayu Laili Rahmiyati Susilowati Susilowati Ruhyandi Ruhyandi Muslikhah Fitri Ariani Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2021-12-31 2021-12-31 1 3 213 226 10.25311/jpkk.Vol1.Iss3.1021 Edukasi Pencegahan Infeksi Virus Korona Kepada Masyarakat Melalui Vaksinasi Covid-19 di Kota Bukittinggi Tahun 2021 https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1033 <p><em>The COVID-19 pandemic is a non-natural disaster that can have an impact on everyone's health condition. In Indonesia it has been spread throughout the region with different variants. Coronavirus (COVID-19) is currently a problem that is worried by the entire nation because of the ease of transmission process, which occurs in a short time through direct contact or not. Still low public knowledge of the prevention of covid 19 because it has not received optimal education related to behavior for corona infection prevention and covid 19 vaccination. The general public and public servants are currently the main targets of government programs in the prevention of covid 19 through vaccination. The purpose of this activity is to increase public knowledge about the prevention of covid-19 through vaccination. The method of activity is to educate directly to the community. The activity was carried out on March 17, 2021 in the area around the Upertis Bukittinggi campus which is the responsibility of the PPNI Perintis DPK, with approximately 50 participants. The results obtained were an increase in knowledge and public attitudes about preventing the covid 19 virus through vaccination. The conclusion of this service activity is that the community is very satisfied with this educational activity about the covid-19 vaccination, and the reduced anxiety about the covid-19 vaccine. Contribution to research on public anxiety and stigma about the COVID-19 vaccine. And also the importance of the government's role in gradually disseminating the COVID-19 vaccination to the public.</em></p> <p>ABSTRAK</p> <p>Pandemi COVID-19 merupakan bencana non alam yang dapat memberikan dampak pada kondisi kesehatan setiap orang. Di Indonesia sudah tersebar di seluruh wilayah dengan varian yang berbeda-beda. <a href="https://www.cnbcindonesia.com/search?query=Virus+corona">Virus corona</a> (COVID-19) saat ini menjadi suatu masalah yang di cemaskan oleh seluruh bangsa karena mudahnya proses penularannya, dimana terjadi dalam waktu singkat melalui kontak langsung ataupun tidak. Masih rendahnya pengetahuan masyarakat terhadap pencegahan covid 19 disebabkan belum mendapatkan edukasi yang optimal berkaiatan perilaku untuk pencegahan infeksi corona dan vaksinasi covid 19. Masyarakat umum dan pelayan publik saat ini menjadi target utama program pemerintah dalam pencegahan covid 19 melalui vaksinasi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan covid-19 melalui vaksinasi. Metode kegiatan yaitu dengan melakukan edukasi secara langsung kepada masyarakat. Kegiatan telah dilakukan pada tanggal 17 Maret 2021 di wilayah sekitar kampus Upertis Bukittinggi yang menjadi tanggungan dari DPK PPNI Perintis, dengan jumlah peserta adalah lebih kurang sebanyak 50. Hasil yang didapatkan adalah peningkatan pengetahuan, dan sikap masyarakat tentang pencegahan virus covid 19 melalui vaksinasi. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah, masyarakat sangat puas atas kegiatan edukasi tentang vaksinasi covid-19 ini, dan berkurangnya kecemasan terhadap vaksin covid-19. Kontribusi untuk dapat dilakukannya penelitian tentang kecemasan dan stigma masyarakat terhadap vaksin covid-19. Dan juga pentingnya peranan pemerintah dalam melakukan sosialisasi vaksinasi covid-19 secara bertahap kepada masayarakat.</p> Falerisiska Yunere Aldo Yuliano Muhammad Arif Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2021-12-31 2021-12-31 1 3 227 235 10.25311/jpkk.Vol1.Iss3.1033 Simulasi Pertolongan Pertama Terjadinya Kecelakaan Pada Lansia Di Puskesmas Sapta Taruna Pekanbaru https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1060 <p><em>Simulation of first aid for accidents in the elderly is one of the methods used to increase the knowledge of the elderly about the importance of accidents and emergency conditions. This simulation aims to provide information, actions that need to be taken, and train the elderly so as not to panic when an emergency occurs. The method used in this counseling is using a pre-test before doing counseling and doing a post-test after doing the counseling. Based on the results of our approach, it can be concluded that the elderly have experienced accidents as much as 40% and this has a high risk so that first aid is needed when an accident occurs. After the simulation, the elderly knowledge increased by 55% before the simulation and increased to 70% after the simulation was completed. So that first aid simulation when an accident occurs is very important to reduce the risk of severity or disability when an accident occurs for the elderly.</em></p> <p>ABSTRAK</p> <p>Simulasi pertolongan pertama terjadinya kecelakaan pada lansia merupakan salah satu alternatif kegiatan yang bisa dilakukan pada lansia untuk meningkatkan pengetahuan lansia mengenai kejadian kecelakaan dan kondisi darurat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi, tindakan yang perlu dilakukan, serta melatih lansia agar tidak panik saat terjadi keadaan darurat. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah simulasi dengan melakukan penyuluhan kepada lansia dan praktek pertolongan pertama pada lansia. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan cara mengetahui tingkat keberhasilan simulasi menggunakan cara pretest dan posttest pada lansia. Hasil evaluasi yang diperoleh dari hasil pretest dan posttes adalah sebelum simulasi dilakukan pengetahuan lansia sebesar 55% dan setelah simulasi dilakukan pengetahuan lansia meningkat menjadi 70%. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah adanya peningkatan pengetahuan lansia mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan sebesar 15%. Sehingga simulasi pertolongan pertama terjadinya kecelakaan ini sangat penting dilakukan untuk mengurangi risiko keparahan atau kecacatan saat terjadinya kecelakaan bagi lansia.</p> Endang Purnawati Rahayu Herniwanti Herniwanti Jasrida Yunita Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2022-01-02 2022-01-02 1 3 236 245 10.25311/jpkk.Vol1.Iss3.1060 Promosi Kesehatan Berbasis Rumah Sakit sebagai Upaya Meningkatkan Pengetahuan dan Literasi Masyarakat untuk Melakukan Vaksinasi Covid-19 https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1044 <p><em><strong>Background</strong> The low level of knowledge and culture of literacy as well as the spread of hoax news related to vaccines are - risk factors for the low participation of the community in carrying out Covid-19 vaccinations. <strong>The purpose</strong> of this activity is to increase public knowledge and literacy to carry out Covid-19 vaccinations through a hospital-based health promotion program. <strong>The Methods</strong> this hospital-based health promotion program used a lecture method and interactive discussion with 102 patients and hospital visitors at Mayjend HM Ryacudu Government Hospital Kotabumi, North Lampung on 27 July 2021. The promotional media used were Powerpoints, banners and standing banners about Covid-19 vaccination. Knowledge measurement was carried out by giving pre-test and post-test about Covid- 19 vaccination before and after the activity. <strong>The results</strong> of the evaluation showed an increase in the average knowledge of patients and hospital visitors by 22.1% after health promotions regarding Covid-19 vaccination. The highest increase in knowledge occurred in terms of knowledge about the types of Covid-19 vaccines, which was 32.3% when compared between pre and post health promotion, followed by knowledge about monitoring KIPI (Follow-up Events After Immunization/ FEAI) (30.4%), safety and efficacy of Covid-19 vaccines (27.5%), the definition of vaccination (23.6%), the purpose of the Covid-19 vaccination (16.7%), the halal issue of the Covid-19 vaccine (14.7%), and the benefits of the Covid-19 vaccination (9.8%). <strong>In conclusion,</strong> hospital-based health promotion has been proven to increase public knowledge and literacy related to Covid-19 vaccination. The role of the hospital is very central in efforts to accelerate the Covid-19 vaccination in Indonesia. Counseling to the community, especially targets that are rarely visited, for example in Islamic boarding schools, schools, etc., need to be improved so that the information obtained can be more evenly distributed.</em></p> <p>ABSTRAK</p> <p><strong>Latar Belakang</strong> Rendahnya pengetahuan dan budaya literasi serta berita hoaks yang menyebar terkait vaksin menjadi faktor risiko rendahnya partisipasi masyarakat untuk melakukan vaksinasi Covid-19.<strong> Tujuan kegiatan</strong> ini yaitu meningkatkan pengetahuan dan literasi masyarakat untuk melakukan vaksinasi Covid-19 melalui promosi kesehatan berbasis rumah sakit. <strong>Metode</strong> Program promosi kesehatan berbasis RS ini menggunakan metode ceramah dan diskusi interaktif terhadap 102 pasien dan pengunjung rumah sakit (RS) di RSD Mayjend HM Ryacudu Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara pada 27 Juli 2021. Media promosi yang digunakan berupa Powerpoint, spanduk dan standing banner tentang vaksinasi Covid-19. Pengukuran pengetahuan dilakukan dengan memberikan pre-test dan post-test tentang vaksinasi Covid-19 sebelum dan setelah kegiatan. <strong>Hasil evaluasi</strong> menunjukkan terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan pasien dan pengunjung RS sebesar 22.1% setelah dilakukan promosi kesehatan tentang vaksinasi Covid-19. Peningkatan pengetahuan tertinggi terjadi dalam hal pengetahuan tentang jenis-jenis vaksin Covid-19 yaitu sebesar 32.3% jika dibandingkan antara pre dan post promosi kesehatan, kemudian diikuti pengetahuan tentang pemantauan KIPI (30.4%), keamanan dan efikasi vaksin Covid-19 (27.5%), definisi vaksinasi (23.6%), tujuan vaksinasi Covid-19 (16.7%), kehalalan vaksin Covid-19 (14.7%), serta manfaat vaksinasi Covid-19 (9.8%). <strong>Kesimpulan</strong> Promosi kesehatan berbasis RS terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan literasi masyarakat terkait vaksinasi Covid-19. Peran RS sangat sentral dalam upaya percepatan vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Penyuluhan kepada masyarakat khususnya target sasaran yang jarang dikunjungi misal di pesantren, sekolah-sekolah, dan lain sebagainya perlu ditingkatkan sehingga informasi yang didapatkan dapat lebih merata. </p> Bayu Anggileo Pramesona Suharmanto Suharmanto Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2022-01-03 2022-01-03 1 3 246 258 10.25311/jpkk.Vol1.Iss3.1044 Peningkatan Pengetahuan Dan Pemahaman Lansia Melalui Penyuluhan Tentang Kesehatan Gigi Dan Mulut https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1046 <p><em><strong>Background.</strong> By the end of 2020, it is estimated that the number of elderly people will reach 11.34% of the total population. With age, there is a decrease in the function of organs and various physical changes, including changes in the oral cavity. The Elderly Posyandu was formed due to an increase in the number of elderly and to provide services to the elderly specifically under the health office/puskesmas. <strong>Objectives</strong> was to Increase the elderly's understanding of dental and oral health which can be done through socialization at the Elderly Posyandu. The implementation method was carried out by counseling about dental and oral health in the elderly. Counseling was carried out to 13 elderly people who attended the Elderly Posyandu at Harapan Raya Health Center Pekanbaru City. Counseling was done by giving questionnaires before and after giving the material. <strong>The method</strong> of giving the material was lectures, video screenings and interactive questions and answers to evaluate the level of understanding of the elderly by giving pre and posttest questionnaires with five questions regarding dental and oral health. This activity involved all the elderly who come to the elderly posyandu and cadres of the Harapan Raya Health Center in Pekanbaru City. <strong>The Results</strong> of the pre-test before counseling were 76.9%, while 92.3% the elderly could answer the post-test results after counseling. This showed that there was an increase in the knowledge of the elderly by 15.4% after the post test. <strong>The conclusion</strong> of the activity showed that there was an increase in the knowledge and understanding of the elderly about dental and oral health.</em></p> <p>ABSTRAK</p> <p><strong>Latar belakang.</strong> Akhir tahun 2020 diperkirakan jumlah Lansia mencapai 11,34% dari total populasi penduduk. Seiring bertambahnya usia, terjadi penurunan fungsi organ tubuh dan berbagai perubahan fisik, termasuk perubahan didalam rongga mulut. Posyandu Lansia dibentuk karena adanya peningkatan jumlah lansia dan untuk memberi pelayanan kepada Lansia secara khusus dibawah dinas kesehatan/ puskesmas. <strong>Tujuan</strong> Peningkatan pemahaman lansia mengenai kesehatan gigi dan mulutnya dapat dilakukan dengan cara sosialisasi yang dilakukan di posyandu lansia. <strong>Metode</strong> Pelaksanaan dengan penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut pada lansia. Penyuluhan dilakukan terhadap 13 orang lansia yang hadir pada Posyandu Lansia puskesmas Harapan Raya Kota Pekanbaru. Penyuluhan dilakukan dengan memberikan kuesioner sebelum dan sesudah pemberian materi. Pemberian materi dalam bentuk ceramah, pemutaran video serta tanya jawab interaktif yang dilakukan untuk mengevaluasi tingkat pemahaman lansia terhadap materi yang diberikan dengan memberikan kusioner pre dan posttest sebanyak lima butir pertanyaan mengenai pemahaman lansia mengenai kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan ini melibatkan seluruh lansia yang datang ke posyandu lansia dan kader Puskesmas Harapan Raya Kota Pekanbaru. <strong>Hasil</strong> Dari hasil pretest sebelum penyuluhan 76,9% dan posttest 92,3% lansia dapat menjawab sesudah penyuluhan. Hal ini menunjukan indikator peningkatan, dimana terdapat peningkatan pengetahuan lansia sebesar 15,4% setelah posttest. <strong>Kesimpulan</strong> kegiatan menunjukkan ada peningkatan pengetahuan dan pemahaman lansia tentang kesehatan gigi dan mulut.</p> Oktavia Dewi Herniwanti Herniwanti Novita Rani Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2022-01-03 2022-01-03 1 3 259 267 10.25311/jpkk.Vol1.Iss3.1046 Penyuluhan dan Pemeriksaan ANC Pada Ibu Hamil Di Akademi Kebidanan Sempena Negeri Pekanbaru Tahun 2021 https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1057 <p><em>Antenatal care is important for pregnant women, mothers who do not receive antenatal care have a higher risk of maternal death, stillbirth, and other pregnancy complications. </em><em>One of the efforts to accelerate the reduction in maternal mortality is pregnancy checks based on, The results of the survey are still pregnant women who have not done the ANC examination. This activity aims to provide knowledge to pregnant women about ANC and the importance of having a pregnancy check-up and holding free examinations for pregnant women. Community service activities carried out face-to-face and conducting free ANC examinations at Akbid Sempena Negeri Pekanbaru, This activity was carried out for three weeks. The participants of the activity are 30 pregnant women, From the results of the examination found 3 pregnant women with positive urine protein ++ and 1 person with mild anemia.</em></p> <p>ABSTRAK</p> <p>Asuhan antenatal care penting dilakukan pada ibu hamil, ibu yang tidak mendapatkan asuhan antenatal memiliki risiko lebih tinggi kematian maternal, stillbirth, dan komplikasi kehamilan lainnya. Salah satu upaya mempercepat penurunan angka kematian ibu adalah pemeriksaan kehamilan. Berdasarkan hasil survey masih ada ibu hamil yang belum melakukan pemeriksaan ANC. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada ibu hamil tentang ANC dan pentingnya memeriksakan kehamilan serta diadakannya pemeriksaan gratis pada ibu hamil. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan cara tatap muka dan melakukan pemeriksaan ANC gratis di Akbid Sempena Negeri Pekanbaru. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga minggu. Peserta kegiatan berjumlah 30 orang ibu hamil, dari hasil pemeriksaan ditemukan 3 orang ibu hamil dengan protein urin positif ++ dan 1 orang anemia ringan.</p> YESI ARI SONAIDAH Nelfi Sarlis Desmariyenti Desmariyenti Nurul Hidayah Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2022-01-03 2022-01-03 1 3 268 275 10.25311/jpkk.Vol1.Iss3.1057 Optimalisasi Peran Tokoh Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Diabetes Pada Masa Pandemi Covid-19 https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1065 <p><em>Indonesia is ranked 6th in the world for the number of people with diabetes. The current condition of the Covid-19 pandemic is barriers to the management of diabetes in all cities in Indonesia, as well as in Pekanbaru City, so that people are limited in getting health services. One of the efforts needed for diabetes management is health education. Health education targeting community leaders aims to increase the knowledge of community leaders about the management and prevention of diabetes complications so that they become role models in positive behavior change. Health education was carried out in Pekanbaru City to 30 community leaders. The methods used in education are online and offline lectures, discussions and health checks for participants. The result of the activity was an increase in the knowledge of community leaders in implementing diabetes prevention and control efforts during the Covid-19 pandemic. Therefore, community leaders were able to mobilize community members in preventing the incidence and complications of diabetes. The development and trainning for role of the community leaders in diabetes management in a planned manner needs to be carried out continuously to support the success of the program.</em></p> <p>ABSTRAK</p> <p>Indonesia menduduki peringkat ke-6 di dunia untuk jumlah penderita diabetes. Kondisi pandemic Covid-19 saat ini menghambat penatalaksanaan penyakit diabetes di seluruh kota di Indonesia, demikian pula di Kota Pekanbaru, sehingga masyarakat terbatas mendapatkan pelayanan kesehatan. Salah satu upaya yang diperlukan untuk penatalaksanaan diabetes adalah edukasi kesehatan. Edukasi kesehatan dengan sasaran tokoh masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tokoh masyarakat tentang penatalaksanaan dan pencegahan komplikasi diabetes sehingga menjadi role model dalam perubahan perilaku positif. Edukasi kesehatan dilaksanakan di Kota Pekanbaru kepada 30 orang tokoh masyarakat. Metode yang digunakan dalam edukasi adalah metode ceramah secara online dan offline, diskusi dan pemeriksaan kesehatan bagi peserta. Hasil kegiatan adalah meningkatnya pengetahuan tokoh masyarakat dalam menerapkan upaya pencegahan dan pengendalian diabetes pada masa pandemi Covid-19, sehingga tokoh masyarakat mampu menggerakkan anggota masyarakat dalam mencegah kejadian maupun komplikasi diabetes. Pengembangan dan pembinaan peran tokoh masyarakat dalam pengelolaan diabetes secara terencana, terus menerus perlu dilaksanakan untuk menunjang keberhasilan program. </p> Emy Leonita Nopriadi Nopriadi Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 2022-01-09 2022-01-09 1 3 1076 283 10.25311/jpkk.Vol1.Iss3.1065