<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" href="https://jurnal.htp.ac.id/lib/pkp/xml/oai2.xsl" ?>
<OAI-PMH xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/
		http://www.openarchives.org/OAI/2.0/OAI-PMH.xsd">
	<responseDate>2026-05-27T17:08:43Z</responseDate>
	<request metadataPrefix="oai_dc" verb="ListRecords">https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/oai</request>
	<ListRecords>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/716</identifier>
				<datestamp>2024-12-26T10:50:50Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Faktor Penyebab Terjadinya Kelelahan Kerja Pada Pekerja Pt. Dungo Reksa Di Minas</dc:title>
	<dc:creator>Safdi Family, Setyo Riyadi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kelelahan kerja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">umur</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">beban kerja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">masa kerja</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kelelahan kerja adalah suatu keadaan dimana seseorang merasa lelah secara fisik atau mental dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yang dapat berasal dari umur, beban kerja, masa kerja. PT. Dungo Reksa Di Minas&amp;nbsp; adalah perusahaan kontaktor yang bekerja di bidang maintance dan pengelasan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya kelelahan kerja pada pekerja PT. Dungo Reksa Di Minas. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional study, dilaksanakan di PT. Dungo Reksa Di Minas pada bulan Mei â€“ Agust 2020. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja di PT. Dungo Reksa Di Minas yaitu sebanyak 53 orang pekerja. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik total sampling dengan sampel 53 responden. Analisis Univariat dilakukan untuk mendeskripsikan karakter masing-masing variabel yang diteliti, sedangkan analisis Bivariat dilakukan untuk mengetahui hubungan kedua variabel independen dan dependen. umur p value&amp;nbsp; 0,491, beban kerja p value&amp;nbsp; 0,026, masa kerja p value 0,257. Melakukan pembagian beban kerja sehingga beban kerja tersebut tidak terletak pada suatu kelompok saja atau mengubah ke sistem otomatis, bagi pekerja memasuki usia tertentu ditawarkan pensiun dengan memberikan kompensasi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/716</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol1.Iss1.716</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 1 No. 1 (2021): Pengabdian Kesehatan Komunitas; 32-37</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2021/1.1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/716/309</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/729</identifier>
				<datestamp>2024-12-26T10:50:50Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">EVALUASI SISTEM PELAKSANAAN MANAJEMEN PEMELIHARAAN ALAT MEDIS DI INSTALASI PEMELIHARAAN DAN PERBAIKAN PERALATAN MEDIS RUMAH SAKIT (IP3MRS) RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU TAHUN 2020</dc:title>
	<dc:creator>Auliani, Istiana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Alat Medis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">IP3MRS</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Manajemen POACE</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Latar Belakang: Instalasi Pemeliharaan dan pebaikan peralatan medis rumah sakit (IP3MRS) salah satu Instalasi di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau berkegiatan menunjang pelayanan Kesehatan dan bertanggung jawab terhadap peralatan medis.
Tujuan: Mengevaluasi sistem pelaksanaan Manajemen Pemeliharaan dan pebaikan peralatan medis rumah sakit di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau.
Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Jumlah informan terdiri dari informan pangkal Kepala dan staf, fasilitas pelayanan Medik, informan Kunci Kepala keuangan.
Hasil: Jumlah (SDM) belum sesuai dengan Permenkes, besaran dana dialokasikan untuk kegiatan harian pemeliharaan alat medis cukup, bahan baku disediakan belum sepenuhnya terpenuhi kebutuhan, peralatan dan fasilitas pengadaan alat medis belum memadai, kebijakan terkait pemeliharaan alat medis sudah disosialisasikan dengan baik, pelaksanaan perencanaan kegiatan pemeliharaan alat medis dilaksanakan pada setiap tahunnya, struktur organisasi dan pembagian kerja tidak memiliki hambata, pelaksanaan yang dijalankan merujuk kepada program serta standar operasional (SPO),pengawasan kegiatan pemeliharaan alat medis meliputi pemeriksaan laporan kegiatan pemeliharaan, sistem evaluasi pemeliharaan sudah berjalan dengan baik.
Simpulan: Secara umum Sistem Pelaksanaan Manajemen Pemeliharaan Alat Medis di (IP3MRS) RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau yang dilihat dari tujuan peneliti, terkait SDM, Ketersediaan Dana, Ketersediaan Peralatan dan Fasilitas, Suku Cadang, Kebijakan Pemeliharaan, Perencanaan, Pengorganisasian, Pengawasan, Dan Evaluasi ada beberapa yang belum optimal
Saran: Disarankan dapat menambahkan SDM guna mengantisipasi resiko beban kerja, pembelian suku cadang baru yang dibutuhkan agar alat yang rusak lebih cepat ditangani, fasilitas Gedung IP3MRS dan gudang penyimpanan suku cadang agar dapat dipisah sehingga staf dapat bekerja dengan baik.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/729</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol1.Iss1.729</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 1 No. 1 (2021): Pengabdian Kesehatan Komunitas; 38-53</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2021/1.1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/729/311</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/896</identifier>
				<datestamp>2024-12-26T10:50:50Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Preventif TB Paru Melalui Pengobatan, Informasi dan Edukasi Kepada Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Rejosari </dc:title>
	<dc:creator>Alamsyah, Agus</dc:creator>
	<dc:creator>Oktavia, Juwita </dc:creator>
	<dc:creator>Jumailina Rista, Tessy </dc:creator>
	<dc:creator>Hidayahti, Tika </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">: Education, treatment , pulmonary tuberculosis, puskesmas rejosari</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tuberculosis is an infectious disease caused by germs Mycobacterium tuberculosis. There are several species Mycobacterium, among others : M. tuberculosis, M. africanum, M.bovis, M. Laprae dsb. Which is also known as acid resistant bacteria (BTA). Mycobacterium group other than Mycobacterium tuberculosis which can cause distruption of the airways known as MOTT (Mycobacterium Other Than Tuberculosis) which sometime can interfere with the diagnosis of TBC treatment. PKMâ€™s aim is to increase peoplesâ€™s knowledge with information and education to the public as a preventive measure against TBC. Methods of health counseling education about TB prevention through information and education to the public. Target community PKM is people in working area Puskesmas Rejosari Tenayan Raya sub-district, Pekanbaru city. The activity was carried out on 12 December 2019. The results of the PKM activity found that out of 25 people participating in the activity, 80% of the community knew about TBc disease and 70% understood how to prevent and treat TBC. It is recommended the puskesmas rejo sari especially the part promkes to intensify provide education and information related to TB disease and the way prevented TB disease also can be eradikasi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/896</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol1.Iss1.896</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 1 No. 1 (2021): Pengabdian Kesehatan Komunitas; 1-9</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2021/1.1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/896/306</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/898</identifier>
				<datestamp>2024-12-26T10:50:50Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Dalam Pencegahan Hipertensi Serta Pengukuran Tekanan Darah Untuk Deteksi Dini Hipertensi</dc:title>
	<dc:creator>Alamsyah, Agus</dc:creator>
	<dc:creator>Ikhtiaruddin, Ikhtiaruddin</dc:creator>
	<dc:creator>Priwahyuni, Yuyun </dc:creator>
	<dc:creator>VGB, Christine</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengetahuan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hipertensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tekanan darah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kelurahan  limbungan baru</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penyakit hipertensi merupakan urutan pertama jenis penyakit kronis tidak menular yang dialami oleh kelompok usia lanjut di Provinsi Riau dan di Kota Pekanbaru. Kasus hipertensi pada tahun 2020 di Puskesmas Rawat Inap Karya Wanita menempati urutan nomor 2 setelah penyakit ISPA. Puskesmas Rawat Inap Karya Wanita mempunyai beberapa wilayah kerja diantaranya adalah Kelurahan Limbungan Baru.&amp;nbsp; Kasus hipertensi di Kelurahan Limbungan Baru tertinggi kasusnya teurutama di RW 03. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat adalah dengan memberikan materi tentang hipertensi dan mengukur tekanan darah untuk deteksi dini hipertensi karena posyandu lansia pada saat pandemic covid-19 tidak buka. Untuk mengukur keberhasilan dari kegiatan pengabdian masyarakat maka dilakukan pre dan post mengenai pengetahuan peserta. Dari hasil Pre test dapat terlihat bahwa dari 27 orang yang mengikuti kegiatan tersebut, hanya 17 (63 % ) peserta&amp;nbsp; yang mengetahui apa itu penyakit hipertensi beserta bagaimana cara pencegahannya dan dari 27 orang yang di ukur tekanan darahnya ada sebanyak 7 orang (26%) yang tekanan darahnya dikategorikan hipertensi, ada 2 orang (7,5%) yang tekanan darahnya dikategorikan hipotensi dan 18 orang (66,5%) yang tekanan darahnya normal. Setelah Post Test didapat bahwa dari 27 orang peserta yang mengikuti kegiatan tersebut 21 (77,8%) peserta mengetahui dan dapat menyebutkan satu persatu urutan dari materi ataupun pencegahan hipertensi tersebut dan 6 (22,2%). Disarankan kepada pihak-pihak yang terkait seperti puskesmas bekerjasama dengan kepala Desa, untuk dapat memaksimalkan kegiatan penyuluhan tentang hipertensi dan penyakit menular lainnya serta mengaktifkan kembali kegiatan posyandu lansia dimasa pandemik covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan .</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/898</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol1.Iss1.898</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 1 No. 1 (2021): Pengabdian Kesehatan Komunitas; 10-19</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2021/1.1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/898/307</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/899</identifier>
				<datestamp>2024-12-26T10:50:50Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Counselling program of sanitation clinic Puskesmas Sungai Raya in 2020: Pendampingan Program Klinik Sanitasi Puskesmas Sungai Raya Tahun 2020</dc:title>
	<dc:creator>zaman, kamali</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sanitarian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Klinik sanitasi puskesmas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kesehatan Lingkungan (Kesling) sebagai salah satu upaya kesehatan untuk mencapai derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Kesehatan lingkungan dipuskesmas memiliki peranan vital terhadap derajat kesehatan masyarat diwilayah kerja puskesmas. Untuk mewujudkan pelayanan kesehatan lingkungan secara optimal diperlukan pelayanan kesling yang terintegrasi lintas program dan sektor. Sebagai puskesmas baru, pengelolaan manajemen, pemenuhan kebutuhan fisik Puskesmas serta SDM masih menjadi perhatian. disebabkan keterbatasan SDM puskesmas, tenaga sanitarian / Petugas Kesehatan Lingkungan Puskesmas Sungai Raya harus mendapatkan pendampingan, mengingat petugas yang ditunjuk tidak mendapatkan pendidikan formal sebagai sanitarian (D3/S1 Sanitaran). Tujuan pengabdian ini adalah Melakukan pendampingan terhadap petugas sanitarian dalam melakukan tugas pokok dan fungsi program klinik sanitasi Puskesmas Sungai Raya Kabupaten Indragiri Hilir. Adapun pendampingan yang dilakukan pada proses identifikasi potensi bahaya lingkungan, konseling, ispeksi dan intervensi masalah kesehatan. Hasil kegiatan menggambarkan komitmen pimpinan puskesmas untuk menyelenggarakan program klinik sanitasi puskesmas.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/899</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol1.Iss1.899</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 1 No. 1 (2021): Pengabdian Kesehatan Komunitas; 20-31</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2021/1.1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/899/308</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/900</identifier>
				<datestamp>2024-12-26T10:50:50Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KONSELING KENALI GEJALA DAN JAUHI PERILAKU BERISIKO PENYAKIT HIPERTENSI DI MASYARAKAT RT 05 RW 12 KELURAHAN TANGKERANG SELATAN KOTA PEKANBARU TAHUN 2020</dc:title>
	<dc:creator>priwahyuni, yuyun</dc:creator>
	<dc:creator>Vita Gloria, Cristine</dc:creator>
	<dc:creator>Alamsyah, Agus</dc:creator>
	<dc:creator>Ikhtiyaruddin, Ikhtiyaruddin</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Blood pressure is the pressure contained in the blood vessels that occurs when the heart pumps blood throughout the body. If the blood pressure is less than 120/80 mmHg it is under normal conditions. Hypertension occurs when the systolic / diastolic blood pressure exceeds 140/90 mmHg. The causes of hypertension are divided into two groups, namely: a) Essential Primary Hypertension is hypertension which has several possible causes; b) Secondary hypertension is hypertension caused by disturbances in blood vessels or certain organs, such as the kidneys, adrenal glands, and aorta.
The purpose of PKM is to increase public knowledge and understanding of how to recognize symptoms and behaviors at risk of hypertension. The PKM method is in the form of counseling and health education on identifying symptoms and behaviors at risk of hypertension, targeting community PKM in RT 05 RW 12, Tangkerang Selatan District, Pekanbaru City. Activities will be held on Thursday, September 10 to September 19, 2020. The results of the PKM activities showed that of the 20 people who participated in the activity, 70% of the people knew and could mention about hypertension, especially the community was able to recognize the symptoms of hypertension and risky behavior that could cause hypertension. Health education and counseling activities on identifying symptoms and behaviors at risk of hypertension are very effective in the community. To related parties such as RT 05 RW 12 Tangkerang Selatan District to be able to coordinate with the local health center so that they can schedule activities like this on a regular basis, in order to provide knowledge to the public about recognizing symptoms and risky behavior from hypertension so that this disease can controlled.Â Keywords: Hypertension, RT 05 RW 12 Tangkerang SelatanÂ 
Â 
Abstrak
Tekanan darah adalah suatu tekanan yang terdapat didalam pembuluh darah yang terjadi saat jantung memompakan darah keseluruh tubuh. Jika tekanan darah kurang dari 120/80 mmHg maka dalam kondisi normal. Hipertensi terjadi jika tekanan darah sistolik/diastoliknya melebihi 140/90 mmHg. Penyebab hipertensi dibagi menjadi dua golongan yaitu ;a) Hipertensi Primer Eesensial merupakan hipertensi yang memiliki beberapa kemungkinanÂ penyebabnya; b) Hipertensi sekunder merupakan hipertensi yang disebabkan karena gangguan pembuluh darah atau organ tubuh tertentu, seperti ginjal, kelenjar adrenalin, dan aorta. Tujuan PKM adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat bagaimana mengenali gejala dan perilaku beresiko penyakit hipertensi. Metode PKM berupa konseling dan pendidikan kesehatan tentang kenali gejala dan perilaku beresiko penyakit hipertensi, sasaran PKM masyarakat di RT 05 RW 12 Kelurahan Tangkerang Selatan Kota Pekanbaru. Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis 10 September sampai denganÂ  tanggal 19 September 2020. Hasil kegiatan PKM didapat bahwa dari 20 masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut, 70% masyarakat mengetahui dan dapat menyebutkan mengenai tentang penyakit hipertensi terutama masyarakat sudah dapat mengenali gejala penyakit hipertensi dan perilaku yang beresiko yang dapat menyebabkan penyakit hipertensi. Kegiatan konseling dan pendidikan kesehatan tentang kenali gejala dan perilaku beresiko penyakit hipertensi sangat efektif dilaksanakan pada masyarakat. Kepada pihak-pihak yang terkait seperti perangkat RT 05 RW 12 Kelurahan Tangkerang Selatan untuk dapat berkoordinasi dengan pihak puskesmas setempat agar dapat mengagendakan kegiatan seperti ini secara rutin, agar dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang kenali gejala dan perilaku beresiko dari penyakit hipertensi sehingga penyakit ini dapat dikendalikan.
Â 
Kata Kunci : Penyakit Hipertensi, RT 05Â  RW 12 Tangkerang Selatan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/900</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol1.Iss1.900</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 1 No. 1 (2021): Pengabdian Kesehatan Komunitas; 62-67</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2021/1.1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/900/312</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/901</identifier>
				<datestamp>2024-12-26T10:50:50Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Peningkatan Peran Kader Posyandu dalam Penanggulangan Kejadian Balita Bawah Garis Merah </dc:title>
	<dc:creator>Yunita, Jasrida</dc:creator>
	<dc:creator>Nurlisis, Nurlisis</dc:creator>
	<dc:creator>Fadil Amirullah , Muhammad</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pelatihan Kader BGM</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengetahuan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kejadian Balita Bawah Garis Merah (BGM) di wilayah Puskesmas Umban Sari tahun 2016 ditemukan sekitar 37 balita. Sampai Desember 2017 yang sudah normal 6 balita dan yang masih gizi kurang sebanyak 24 balita, satu diantaranya sampai pada gizi buruk, yang tidak terpantau lagi sekitar 7 orang dikarenakan tidak aktif lagi datang ke posyandu. hasil penelitian kami masih ditemukan peran kader sebagai penghubung masyarakat dengan petugas kesehatan, pembina, perencana dan pelaksana, serta penyuluh masih belum maksimal. Untuk itu perlu dilakukan pelatihan terhadap kader dalam rangka meningkatkan pengetahuan kader tentang balita BGM dan memiliki keterampilan dalam mendeteksi balita BGM. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah memberikan pelatihan &amp;nbsp;kepada para kader tentang balita gizi kurang terkait penyebab dan upaya penanggulangannya, dapat melakukan deteksi dini terhadap kejadian BGM di masyarakat.
Hasil menunjukkan setelah mengikuti pelatihan tentang BGM, sejumlah 70 persen peserta (kader) menjadi meningkat wawasannya. Kader sangat bekerja keras dilapangan. Kader turun dengan tenaga kesehatan dari puskesmas bersama-sama ikut memantau perkembangan anak BGM. Dengan adanya kegiatan ini menambah pengetahuan dan meningkatkan pertemuan secara rutin. kader di berikan pre test lagi dari hasil pre test tentang pengetahuan mendeteksi balita BGM dari 10 kader hanya 70% yang sudah baik pengetahuannya. Pada saat memberikan materi, peserta (kader) sangat bersemangat untuk mendengarkan dan banyak pertanyaan yg mau di diskusikan ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan dari peserta. Peserta mengusulkan untuk bisa mendapatkan pelatihan lanjut dan Proses monitoring serta evaluasi lebih intensif untuk keberlanjutan dan keberhasilan penurunan anak BGM</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2021-05-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/901</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol1.Iss1.901</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 1 No. 1 (2021): Pengabdian Kesehatan Komunitas; 54-61</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2021/1.1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/901/310</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/949</identifier>
				<datestamp>2021-09-14T07:20:33Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengenalan Bahan Makanan Berkualitas Pada Ibu Hamil Kek Di Puskesmas Simpang Tiga Kota Pekanbaru Tahun 2020: Bahan Makanan Berkualitas</dc:title>
	<dc:creator>septiani, winda</dc:creator>
	<dc:creator>Zaman, Kamali</dc:creator>
	<dc:creator>Nurhapipa, Nurhapipa</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bahan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">berkualitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">makanan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ingridients</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">quality</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">food</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The transition period from childhood to adulthood often causes teenagers to experience problems. This period occurs between the ages of 10 to 19 years and is not married. The Indonesian Society of Dermatology and Venereology (INSDV) report the number of sexually transmitted diseases (STDs) for adolescents in Indonesia was increased from 2017. The exposure of adolescents to STDs can be triggered by juvenile delinquency such as premarital sexual relations, drugs, free sex which has an impact on pregnancy out of marriage, dropping out of school, early marriage, abortion, risk of childbirth, STDs. Efforts to anticipate juvenile delinquency are through the establishment of the Youth Integrated Service Post (YISP). It is part of the CAE program (Children, Adolescents and Elderly), as the flagship program of the Ministry of Health, and implemented at the Surabaya City Health Office. This program puts forward a preventive approach because it focuses on primary health care activities holistically. This program is the collaboration with the Benowo Public Health Center (PHC), Surabaya City Government, which aims to foster YISP through health education to solve problems during puberty. This activity was attended by 24Â  youth assisted by the Benowo PHC. Health education activities were provided through a combination lecture method with the visual education method (documentary video screening), and at the end of the activity, the evaluation of adolescent knowledge was carried out. The results of community service activities showed that the adolescents have increased knowledge about how to deal with problems at puberty, and the best score of 90. Similar coaching activities can be used as preventive measures carried out on an ongoing basis and can be developed towards regular health screenings specifically STDs for teenagers.
ABSTRAK
Kekurangan Energi Kronik (KEK) merupakan kondisi yang disebabkan karena adanya ketidakseimbangan asupan gizi antara energi dan protein, sehingga zat gizi yang dibutuhkan tubuh tidak tercukupi. Ibu hamil yang menderita KEK mempunyai resiko kematian ibu mendadak pada masa perinatal atau resiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Gizi pada kehamilan sangat penting karena merupakan masa puncak perhatian mengenai pentingnya gizi dalam menurunkan jumlah angka bayi prematur, mortalitas bayi, dan kematian ibu. Berdasarkan wawancara pada beberapa ibu hamil, sebagian besar ibu hamil tidak mengetahui bahan pangan yang berkualitas dan mudah dijangkau yang bisa memenuhi kebutuhan gizi pada saat kehamilan. Adapun pengabdian kepada masyarakat ini akan dilakukan dengan cara Community Relation Melalui Penyuluhan Tentang.bahan- bahan pangan yang berkualitas dan mudah terjangkau dengan tujuan kegiatan ini nantinya ibu hamil KEK dapat secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan gizinya disamping pemenuhan gzi yang diberikan oleh Puskesmas Simpang Tiga. Hasil kegiatan menggambarkan pengetahuan dan keinginan ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan gizinya secra mandiri sangat baik dan berkesan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2021-09-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/949</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol1.Iss2.949</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; 90-97</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2021/1.2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/949/339</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/951</identifier>
				<datestamp>2021-09-14T07:20:33Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penyuluhan Kesehatan Tentang Pentingnya Peran Pedagang Dalam Pengelolaan Sampah Di Lingkungan Pasar Modern Teluk Kuantan</dc:title>
	<dc:creator>Maharani, Riri</dc:creator>
	<dc:creator>Vermita Warlenda, Sherly </dc:creator>
	<dc:creator>Nelta Putri, Sentika </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengetahuan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Limbah Pasar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sampah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pasar Modern</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> Kesehatan Lingkungan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Knowledge</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Market Waste</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Modern Market</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Environmental Health</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Health counseling on the importance of the role of traders in waste management in the market environment is one of the ways used to increase the knowledge of traders about the importance of waste management and market waste with the aim of changing or influencing the behavior of traders who let waste put in the open space to be left to rot by itself which becomes a source of air pollution because of its smell, and also become the cause of disease outbreaks and as one of the causes of flooding. This counseling aims to know the influence of health counseling on the level of knowledge, attitudes, and practices of traders in maintaining environmental health. The method used in this counseling was using a pre-test before counseling and post-test after counseling. Based on the results of our approach, it can be concluded that maintaining environmental health and knowing the impacts caused by waste is very important for personal health both spiritual and physical health. Therefore, in order to avoid unwanted diseases stemming from environmental health problems, it is necessary to reconsider the process of good waste management. When it is not noticed, it can affect our own health, then we will be vulnerable to various kinds of diseases that can harm ourselves.
ABSTRAK
Penyuluhan kesehatan tentang Pentingnya Peran Pedagang dalam Pengelolaan Sampah di Lingkungan Pasar merupakan salah satu cara yang digunakan untuk menambah pengetahuan para pedagang tentang pentingnya pengelolaan sampah dan limbah pasar dengan tujuan mengubah atau mempengaruhi perilaku para pedagang yang membiarkan sampah ditaruh ditempat terbuka untuk dibiarkan membusuk dengan sendirinya yang menjadi sumber polusi udara karena baunya, dan juga menjadi penyebab terjadinya wabah penyakit serta sebagai salah satu penyebab terjadinya banjir. Penyuluhan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan, sikap, dan praktik para pedagang dalam menjaga kesehatan lingkungan. Metode yang dilakukan dalam penyuluhan ini yaitu menggunakan pre test sebelum melakukan penyuluhan dan melakukan post test setelah melakukan penyuluhan. Berdasarkan dari hasil pendekatan yang kami lakukan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa menjaga kesehatan lingkungan dan mengetahui dampak yang diakibatkan oleh sampah sangatlah penting bagi kesehatan diri baik kesehatan rohani maupun kesehatan jasmani. Maka dari itu agar terhindar dari penyakit yang tidak diinginkan yang berasal dari masalah kesehatan lingkungan tersebut perlu diperhatikan kembali proses pengelolaan sampah yang baik. Karena apabila tidak diperhatikan dapat mempengaruhi kesehatan diri sendiri maka kita akan rentan terkena berbagai macam penyakit yang dapat membahayakan diri kita.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2021-09-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/951</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol1.Iss2.951</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; 98-107</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2021/1.2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/951/342</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/952</identifier>
				<datestamp>2021-09-14T07:20:33Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pendampingan Posyandu Remaja Sebagai Upaya Preventif Kenakalan Remaja Di Surabaya </dc:title>
	<dc:creator>Elisanti, Alinea Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Ardianto, Efri Ti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">health education</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">juvenile delinquency</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> puberty</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kenakalan remaja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pendidikan kesehatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pubertas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The transition period from childhood to adulthood often causes teenagers to experience problems. This period occurs between the ages of 10 to 19 years and is not married. The Indonesian Society of Dermatology and Venereology (INSDV) report the number of sexually transmitted diseases (STDs) for adolescents in Indonesia was increased from 2017. The exposure of adolescents to STDs can be triggered by juvenile delinquency such as premarital sexual relations, drugs, free sex which has an impact on pregnancy out of marriage, dropping out of school, early marriage, abortion, risk of childbirth, STDs. Efforts to anticipate juvenile delinquency are through the establishment of the Youth Integrated Service Post (YISP). It is part of the CAE program (Children, Adolescents and Elderly), as the flagship program of the Ministry of Health, and implemented at the Surabaya City Health Office. This program puts forward a preventive approach because it focuses on primary health care activities holistically. This program is the collaboration with the Benowo Public Health Center (PHC), Surabaya City Government, which aims to foster YISP through health education to solve problems during puberty. This activity was attended by 24Â  youth assisted by the Benowo PHC. Health education activities were provided through a combination lecture method with the visual education method (documentary video screening), and at the end of the activity, the evaluation of adolescent knowledge was carried out. The results of community service activities showed that the adolescents have increased knowledge about how to deal with problems at puberty, and the best score of 90. Similar coaching activities can be used as preventive measures carried out on an ongoing basis and can be developed towards regular health screenings specifically STDs for teenagers.
ABSTRAK
Periode peralihan dari masa anak ke masa dewasa sering menyebabkan remaja mengalami masalah. Periode ini terjadi antara umur 10 sampai 19 tahun dan belum kawin. Laporan Perdoski menyatakan jumlah penyakit menular seksual (PMS) pada remaja di Indonesia terus mengalami peningkatan dari tahun 2017. Terpaparnya remaja oleh PMS bisa dipicu oleh kenakalan remaja seperti hubungan seksual pranikah, narkoba, seks bebas yang tentunya berdampak pada kehamilan di luar nikah, putus sekolah, pernikahan dini, aborsi, persalinan berisiko, penyakit menular seksual. Upaya mengantisipasi kenakalan remaja adalah melalui pembentukan Posyandu Remaja. Posyandu Remaja menjadi bagian dari Program ARU (Anak, Remaja dan Usila), sebagai program unggulan Kementerian Kesehatan dan diterapkan di Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Program ini mengedepankan pendekatan preventif karena dipusatkan pada kegiatan primary health care (pelayanan kesehatan primer) secara holistik. Penyelenggaraan program ini merupakan hasil kerjasama dengan Puskesmas Benowo Pemerintah Kota Surabaya yang bertujuan untuk membina posyandu remaja melalui pendidikan kesehatan tentang cara menyikapi masalah pada masa pubertas. Kegiatan ini dihadiri oleh 24 remaja binaan Puskesmas Benowo Surabaya, kegiatan pendidikan kesehatan diberikan melalui metode ceramah kombinasi dengan metode visual education (pemutaran video dokumenter) dan diakhir kegiatan dilakukan evaluasi pengetahuan remaja. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan remaja mengalami peningkatan pengetahuan tentang cara menyikapi masalah pada pubertas. Kegiatan pembinaan serupa bisa dijadikan sebagai tindakan preventif yang dilakukan secara berkesinambungan serta bisa dikembangkan ke arah skrining kesehatan secara berkala khususnya PMS pada remaja.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2021-08-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/952</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol1.Iss2.952</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; 88-89</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2021/1.2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/952/336</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/954</identifier>
				<datestamp>2022-01-08T23:19:16Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Focus Group Discussion Tentang Interprofessional Collaboration  dalam upaya pengendalian stunting </dc:title>
	<dc:creator>Risnah, Risnah</dc:creator>
	<dc:creator>Irwan, Muhammad </dc:creator>
	<dc:creator>Rosmah, Rosmah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Stunting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Puskesmas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">FGD</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Interprofessional Collaboration</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">community health centers </dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Stunting </dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Puskesmas</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Stunting is one of the national health problems caused by multidimensional factors. Therefore, it requires attention and joint handling. Children who experience stunting increase, the risk of suffering from repeated infections that can result in death such as diarrhea, pneumonia and smallpox. It also increases the risk of developing chronic heart disease in childhood. The activity carried out in this service is Focus Group Discussion (FGD). The target of the activity is health workers, village officials and leaders as well as the community in the working area of the Pamboang Health Center, Majene District, West Sulawesi. The results of the activity showed that health workers already understood matters related to Interprofessional collaboration including supporting and inhibiting factors, so that they were still technically constrained in their implementation. The suggestion is to improve the implementation of Interprofessional collaboration, it is necessary to have a technical module for the implementation of Interprofessional collaboration in dealing with stunting cases in children at the Puskesmas level.
ABSTRAK
Stunting merupakan salah satu permasalah kesehatan secara nasional yang diakibatkan oleh faktor multidimensi sehingga membutuhkan perhatian dan penanganan bersama. Anak-anak yang mengalami stunting meningkat resiko untuk menderita infeksi berulang yang dapat mengakibatkan kematian seperti diare, pneumonia dan cacar. Dan juga meningkatkan resiko mengalami penyakit jantung kronik di usia anak. Kegiatan yang Â dilakukan dalam pengbdian ini yaitu Focus Group Discussion (FGD). Sasaran kegiatan ialah petugas kesehatan, aparat desa dan tokoh serta masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Pamboang Kecamatan Majene Sulawesi Barat. Hasil Â kegiatan diperolehÂ  informasi bahwa petugas kesehatan sudah memahami hal-hal terkait dengan Interprofessional collaboration termasuk factor-faktor yang mempengaruhi baik itu hal yang mendukung maupun yang menghambat sehingga masih terkendala secara teknis dalam Â pelaksanaannya Sarannya agar meningkatkan implementasi Interprofessional collaboration maka diperlukan adanya modul teknis pelaksanaan Interprofessional collaboration pada penganggulangan kasus stuntingÂ  pada anak di tingkat Puskesmas.
Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/954</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol1.Iss3.954</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; 149-156</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2021/1.3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/954/354</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/957</identifier>
				<datestamp>2021-09-14T07:20:33Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat</dc:title>
	<dc:creator>Suprapto, Suprapto</dc:creator>
	<dc:creator>Arda, Darmi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pemberdayaan Masyarakat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Penyuluhan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Cuci tangan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">PHBS</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Knowledge</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Efforts to improve the health status of the community are very important to achieve a better standard of living. One of the strategies to achieve public health status is to provide understanding, knowledge and awareness of the community to implement a clean and healthy lifestyle starting from oneself, family, school environment and the wider community. This activity aims to increase people's knowledge and understanding to have self-awareness and potential to maintain health through the introduction of Clean and Healthy Living Behavior (PHBS). The implementation method is carried out through : counseling on PHBS practices at the household level, PHBS counseling at the educational institution level, and proper hand washing practices for school students, community empowerment by keeping the environment clean. This activity involved the entire community of Barombong Village, Makassar City. The results of the activity showed that there was an increase in the knowledge and understanding of households and elementary school students about PHBS, and all students have been able to wash their hands properly.
ABSTRAK
Upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat menjadi hal yang sangat penting untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik. Salah satu strategi untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat adalah dengan memberikan pemahaman, pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat yang dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan sekolah dan masyarakat luas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat untuk memiliki kesadaran dan potensi diri untuk menjaga kesehatan melalui pengenalan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Metode pelaksanaan adalah dengan; penyuluhan tentang praktek PHBS di tingkat rumah tangga, penyuluhan tentang PHBS di tingkat institusi Pendidikan dan praktek cuci tangan yang benar pada murid sekolah, pemberdayaan masyarakat dengan kegiatan menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan ini melibatkan seluruh masyarakat Kelurahan Barombong Kota Makassar. Hasil kegiatan menunjukkan ada peningkatan pengetahuan dan pemahaman rumah tangga dan murid SD tentang PHBS dan seluruh murid telah mampu untuk mencuci tangan dengan benar.
Â 
Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2021-08-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/957</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol1.Iss2.957</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; 77-87</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2021/1.2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/957/335</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/958</identifier>
				<datestamp>2022-01-08T23:19:16Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Peningkatan Tumbuh Kembang Bayi Melalui Pijat Bayi Di Posyandu Wijaya Kusuma Tangkerang Tengah pekanbaru</dc:title>
	<dc:creator>liva, livamaita</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Counseling</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">training</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Growth and Development</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Baby Massage </dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Penyuluhan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">pelatihan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Tumbuh Kembang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pijat bayi </dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Background: One of the causes of weight problems in babies is a decreased in the babyâ€™s appetite. Thus, to increase and maintain the baby's weight are required stimulation and stimulation in the form of massage on the baby's body (Roesli, 2013). This activity is an effort to increase the mother's knowledge about baby growth and development through baby massage at the Posyandu Wijaya Kusuma. Partner issues have never been given baby massage training. The purpose of community service is to provide counseling on baby growth and development and baby massage training. Method: Participants in counseling and baby massage practices are mothers who have babies and cadre mothers where service activities are carried out on Sunday, July 26, 2020 at 1.00 pm at the house of RT 01 Central Tangkerang Village. Results: 17 participants were asked questions about baby growth and baby massage, and almost all participants answered had never known about babyâ€™s growth and massage. Baby massage training was given to participants by giving each participant a doll to be used as a practice tool, and participants were following videos and instructions in massage. As a result, one of the participants was randomly assigned to re-practice baby massage with the guidance of the instructor. In conclusion: The implementation of baby massage training runs successfully, the cadre mothers and mothers who have babies participate actively and enthusiastically in the implementation of the training, so that the trainees could know and practice their own baby massage with guidance.
ABSTRAK
Latar belakang: Salah satu penyebab permasalahan berat badan pada bayi adalah nafsu makan bayi yang turun. Dengan demikian untuk meningkatkan dan mempertahankan berat badan bayi diperlukan rangsangan dan stimulasi berupa pijatan pada tubuh bayi (Roesli, 2013). Kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatakan pengetahuan ibu tentang Tumbuh kembang bayi melalui pijat bayi di Posyandu Wijaya Kusuma. Permasalahan mitra belum pernah diberikan pelatihan pijat bayi. Tujuan pengabdian masyarakat: Memberikan peyuluhan Tumbuh kembang bayi dan pelatihan pijat bayi. Â Metode : Penyuluhan dan praktik pijat bayi. Hasil: Kegiatan pengabdian dilakukan pada hari Minggu tanggal 26 Juli 2020 Pukul 13.00 Wib di Rumah RT 01 Kelurahan tangkerang Tengah diperoleh sebelum diberikan penyuluhan dan pelatihan peserta diberikan pertanyaan mengenai Tumbuh kembang bayi dan pijat bayi dan didapatkan hampir seluruh peserta menjawab belum pernah tahu tentang tumbuh kembang dan belum tahu tentang pijat bayi. Pelatihan pijat bayi diberikan kepada peserta dengan memberikan masing2 peserta boneka untuk dijadikan alat praktik dan peserta mengikuti video dan intruktur dalam pemijatan. Hasil pelatihan ditunjuk salah seorang peserta secara acak untuk mempraktekkan kembali pijat bayi dengan bimbingan instruktur. Simpulan: Pelaksanaan pelatihan pijat bayi berjalan dengan sukses, ibu kader dan ibu yang memiliki bayi ikut aktif dan antusias dalam pelaksanaan pelatihan, sehingga peserta pelatihan dapat mengetahui dan mempraktekkan sendiri pijat bayi dengan bimbingan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/958</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol1.Iss3.958</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; 157-162</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2021/1.3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/958/355</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/959</identifier>
				<datestamp>2021-09-14T07:20:33Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Strategi Pendidikan Kesehatan pada Ibu Hamil di Masa Pandemi</dc:title>
	<dc:creator>Hasnah, Hasnah</dc:creator>
	<dc:creator>Nurhidayah, Nurhidayah</dc:creator>
	<dc:creator>Fadhilla Gani, Nurul </dc:creator>
	<dc:creator>Risnah, Risnah</dc:creator>
	<dc:creator>Arbianingsih, Arbianingsih</dc:creator>
	<dc:creator>Huriati, Huriati</dc:creator>
	<dc:creator>Hadrayani, Eka</dc:creator>
	<dc:creator>Ulfah Azhar, Maria </dc:creator>
	<dc:creator>Muthaharah, Muthaharah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kesehatan Ibu Hamil</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Masa Pandemi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Health Education</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Maternal Health</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pregnancy</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pandemic Periode</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The health of pregnant women will determine for health status of the baby. This is also a main concern for the government. Pregnant women bring prospective future generations to the nation who will productively contribute greatly to the progress of the nation. The importance of maternal health can be seen from the governmentâ€™s policy that the reduction of the Maternal Mortality Rate (MMR) is one of the SDGâ€™s 2030 targets and an indicator of the success of national development. Pregnant women are a vulnerable group, especially in pandemic situations and conditions. Various efforts were made to maintain the health of mothers and babies during pregnancy until delivery. Gowa Regency is a district with the second highest number of Covid case in South Sulawesi. Therefore, it became the basis for implementation of community service in the working area of â€‹â€‹the Bajeng Public Health Center, Gowa Regency. The method used is to provide health education in the form of a gallery walk with the aim of increasing the knowledge of pregnant women in order to maintain their health. Various important themes in this counseling include: anemia in pregnant women, the risk of 4T in pregnant women, recognizing the symptoms and danger signs in pregnancy, stress management for pregnant women, and nutrition needed by pregnant women and continuing to carry out pregnancy check-up during the pandemic period. During the activities, pregnant women were enthusiastically paying attention to each material provided and actively discussing. At the end of the counseling, we immediately evaluated the knowledge of pregnant women regarding in the materials that had been given. They were very happy with these activities, and looking forward to such activities next time. Therefore, we suggest to related parties, namely the head of the public health center and health workers, to continue to carry out health education regularly and to reactivate the integrated healthcare center for pregnant women during the COVID-19 pandemic period while still implementing health protocols.
ABSTRAK
Kesehatan ibu hamil merupakan perhatian besar bagi pemerintah. Ibu hamil, membawa calon generasi penerus bangsa yang secara produktif akan berkontribusi besar terhadap kemajuan bangsa dan negara. Pentingnya kesehatan Ibu, dapat dilihat dariÂ  kebijakan pemerintah yang menjadikan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) sebagai salah satu target SDGâ€™s 2030 dan indikator keberhasilan pembangunan nasional. Ibu hamil adalah kelompok rentang terlebih disituasi dan kondisi pandemic. Berbagai upaya dilakukan untuk tetap menjaga kesehatan ibu dan bayinya selama proses kehamilan sampai persalinan. Kabupaten Gowa merupakan kabupaten dengan jumlah kasus covid tertinggi kedua di Sulawesi Selatan, maka ini menjadi dasar pelaksanaan pengabdian masayarakat Â di wilayah kerja Puskesmas Bajeng Kabupaten Gowa. Metode yang digunakan adalah memberikan penyuluhan kesehatan dalam bentuk gallery walk dengan tujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil agar mampu tetap menjaga kesehatannya. Berbagai tema penting pada penyuluhan ini antaralain: anemia pada ibu hamil, resiko 4T pada ibu hamil, mengenal tanda-tanda bahaya kehamilan, manajemen stress pada ibu hamil, dan nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil serta tetap melakukan pemeriksaan kehamilan selama pandemic. Selama kegiatan berlangsung para ibu hamil antusias memperhatikan setiap materi yang diberikan dan aktif berdiskusi. Diakhir penyuluhan kami evaluasi secara langsung terkait pengetahuan ibu hamil tentang materi-materi yang sudah diberikan. Mereka sangat senang dengan adanya kegitan ini, dan berharap akan ada kegiatan lanjutan. Maka dari itu kami menyarankan kepada pihak-pihak terkait yaitu kepala puskesmas dan para tenaga kesehatan untuk tetap melaksanakan penyuluhan kesehatan rutin dan kembali mengaktifkan posyandu ibu hamil di masa pandemic covid 19 dengan tetap menerapkan protocol kesehatan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2021-09-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/959</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol1.Iss2.959</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; 108-118</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2021/1.2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/959/343</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/960</identifier>
				<datestamp>2021-09-14T07:20:33Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Sosialisasi Faktor Yang Mempengaruhi Kerusakan Rekam Medis Di Loket Pendaftaran Puskesmas Rawat Inap Simpang Tiga Pekanbaru </dc:title>
	<dc:creator>Maimun, Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Fikriya,  Atika </dc:creator>
	<dc:creator>Nufus, Airin Hayatin </dc:creator>
	<dc:creator>Inggriyana,  Yunita Fajriah </dc:creator>
	<dc:creator>Aprilda, Asriyani </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">rekam medis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">puskesmas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">rawat inap</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pendaftaran</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Medical Record</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Registration</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">inpatient health center </dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">A medical record is a tool to record the occurrence of service transactions so that it must be kept safe and confidential from the danger of damage. The author's initial observations at the storage section of the Simpang Tiga Inpatient Public Health Center in Pekanbaru, there were 18 (60%) files that had been damaged, while 12 (40%) not damaged from 30 files. This service activity aims to determine the factors of damage to medical record files. The method used in this service was with lectures, discussions, and questions and answers. The results showed that several factors affect the damage to medical records in terms of intrinsic and extrinsic factors. The intrinsic factor was that medical record files were made in the form of a book, then not all files were made in it, but were made in red paper and cardboard without using a folder. With this activity, the knowledge of officers at the inpatient public health center at Simpang Tiga Pekanbaru can be increased.Â 
ABSTRAK
Dokumen rekam medis adalah alat merekam, mencatat terjadinya transaksi pelayanan sehingga harus dijaga keamanan dan kerahasiaannya dari bahaya kerusakan. Dokumen rekam medis sebagai sumber informasi yang harus dipertanggungjawabkan sebaik-baiknya. Mutu pelayanan dapat ditingkatkan bila didukung oleh keamanan dan kerahasiaan berkas rekam medis pasien di ruangan peyimpanan berkas rekam medis itu sendiri. Metode kegiatan ini dengan memberikan sosialisasi/penyuluhan tentang faktor apa saja dari kerusakan dalam berkas rekam medis kepada puskesmas. Kegiatan berjalan dengan lancar. Kerusakan berkas rekam medis dilihat dari faktor intrinsik dan faktor eksrinsik. Faktor intrinsik kertas dan karton berwarna merah muda tanpa menggunakan map. Tinta yang digunakan umumnya menggunakan tinta hitam, sebagian besar perekat berkas rekam medis yang digunakan yaitu hekter dan isolasi bening. Faktor ekstrinsik kondisi ruangan rekamÂ  medis pada jendela ruangan filling langsung terpapar sinar matahari karena tidak memakai gorden, Faktor kimiawi sudut ruangan dan didalam rak banyak debu sehingga dapat membuat kusam dan usang berkas rekam medis. Sehingga diharapkan nantinya mengerti dan memahami dalam pemeliharaan kebersihan diruang penyimpanan berkas rekamÂ  medis dengan membersihkan ruangan secara berkala untuk menjaga kenyamanan dan kebersihan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2021-09-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/960</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol1.Iss2.960</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; 143-148</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2021/1.2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/960/347</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/963</identifier>
				<datestamp>2021-09-14T07:20:33Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemeliharaan Kebersihan Gigi Tiruan Lepasan Pada Ibu-Ibu Yang Berkunjung Di Posyandu Nenas Di Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Kabupaten Kampar</dc:title>
	<dc:creator>jihan, jihan natassa</dc:creator>
	<dc:creator>Wardani, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Desfita, Sri </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pemeliharaan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gigi Tiruan Lepasan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Maintenance</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tooth loss is one of the changes in the oral cavity tissue. If the missing tooth is not replaced immediately, it can cause difficulties for the patient himself, such as chewing food, the presence of supra-erupted, tilted, or shifted teeth. The replacement of missing teeth can be done by making a removable denture or fixed denture. Clinical examination and oral care are very important and are theÂ keys to successful removable dental treatment. Oral health is important for everyone. An efficient and regular procedure is needed to clean the GTL and maintain oral and dental health, in order to avoid the occurrence of denture stomatitis. The method used in community service is to provide materials on the maintenance of removable dental hygiene to mothers who visit the Nenas Posyandu in the Working Area of â€‹â€‹the Tambang Health Center, Kampar Regency. The results showed that after the service, the knowledge of the mothers increased, initially some of the mothers were still confused or did not know the maintenance of denture hygiene and the importance of using dentures in people who had lost teeth. This activity increases the knowledge of mothers in maintaining oral health.
ABSTRAK
Kehilangan gigi merupakan salah satu perubahan jaringan rongga mulut. Jika gigi yang hilang tidak segera diganti dapat menimbulkan kesulitan bagi pasien sendiri, seperti mengunyah makanan, adanya gigi yang supra erupsi, miring atau bergeser. Penggantian gigi yang hilang dapat dilakukan dengan pembuatan gigi tiruan lepasan atau gigi tiruan cekat. Pemeriksaan klinis dan pemeliharaan kebersihan mulut sangat penting serta merupakan kunci keberhasilan perawatan gigi tiruan lepasan. Kesehatan mulut merupakan hal yang penting bagi semua orang. Diperlukan prosedur efisien dan teratur untuk membersihkan GTL serta menjaga kesehatan gigi dan mulut yang baik, agar dapat meminimalisir terjadinya denture stomatitis. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakatÂ  adalahÂ  denganÂ  memberikan materiÂ  tentang pemeliharaan kebersihan gigi tiruan lepasan kepada ibu-ibu yang berkunjung di Posyandu Nenas Di Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Kabupaten Kampar. Hasil menunjukkan setelah dilakukan pengabdian, pengetahuan ibu-ibu meningkat, yang awalnya ibu-ibu masih bingung atau sebagian belum mengetahui pemeliharaan kebersihan gigi tiruan dan pentingnya penggunaan gigi tiruan pada masyarakat yang telah kehilangan gigi aslinya. Dengan adanya kegiatan meningkatkan pengetahuan ibu dalam memelihara kesehatan gigi dan mulut nya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2021-09-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/vnd.openxmlformats-officedocument.wordprocessingml.document</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/963</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol1.Iss2.963</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; 119-125</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2021/1.2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/963/340</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/966</identifier>
				<datestamp>2021-09-14T07:20:33Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penyuluhan Kesehatan Berpengaruh Terhadap Pengetahuan Keluarga Tentang Stunting</dc:title>
	<dc:creator>Muhammad, Irwan</dc:creator>
	<dc:creator>Risnah, Risnah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Penyuluhan kesehatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengetahuan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Stunting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Health Education</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Knowledge</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Stunting </dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Stunting is one of the national health problems caused by multidimensional factors. Stunting children have an increased risk of suffering from repeated infections that can lead to death such as diarrhea, pneumonia, smallpox, and an increased risk of chronic heart disease in childhood. The purpose of the activity was to increase the knowledge or behavior of the community about stunting in Betteng village, Pamboang sub-district. The target of the activity was the community in the working area of â€‹â€‹the Pamboang Public Health Center. This counseling emphasized more on the method of delivering information about stunting, especially in the causes, prevention, and control which were carried out in the form of explanations for families who have stunting children. In conclusion, health education affects changes in knowledge about stunting. Therefore, it is recommended to carry out health education activities if public knowledge is to be increased.
ABSTRAKÂ 
Kejadian Stunting merupakan salah satu permasalah kesehatan secara nasional yang diakibatkan oleh faktor multidimensi. Anak stunting meningkat resiko untuk menderita infeksi berulang yang dapat mengakibatkan kematian seperti diare, pneumonia dan cacar serta meningkatkan resiko mengalami penyakit jantung kronik di usia anak. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap stunting. Untuk itu perluÂ  diperlukan pengetahuan yang baik oleh semua pihak. Metode kegiatan pengabdianÂ  kepada masyarakat Metode kuantitatif dengan pre-eksperimental dengan menggunakan suatu rancangan One Group Pre test and Post test design dengan memberikan penyuluhanÂ  kepada paraÂ  petugas kesehatanÂ  tentang stuntingÂ  terkait penyebab dan upayaÂ  penanggulangannya. Hasil pengukurannya menunjukkan bahwa pada pengukuran sebelum dengan pengukuran setelah intervensi memilikiÂ  nilai p = 0,084. Dengan nilai Î± ( 0,05 ) &amp;gt; nilai p value ( 0,084 ) sehingga ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi atau ada pengaruh intervensi penyuluhan penguatan keluarga dalam pengendalian stunting. Kesimpulannya bahwa penyuluhan kesehatan berpengaruh terhadap perubahan pengetahuan tetang stunting. Sehingga direkomendasikan melakukan kegiatan penyuluhan kesehatan jika ingin meningkatkan pengetahuan masyarakat.
Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2021-09-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/966</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol1.Iss2.966</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; 126-133</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2021/1.2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/966/341</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/968</identifier>
				<datestamp>2021-09-14T07:20:33Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Coaching Nenek ASI Sebagai Upaya Meningkatkan  Pengetahuan Nenek tentang Asi Eksklusif di Kota Pekanbaru</dc:title>
	<dc:creator>Ismainar, Hetty</dc:creator>
	<dc:creator>Hayana, Hayana</dc:creator>
	<dc:creator>Marlina, Hastuti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ASI Eksklusif</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Program Coaching Nenek </dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ASI</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">exclusive breastfeeding</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Coaching program grandmother </dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Background. Basic Health Research data on the achievement of exclusive breastfeeding programs in Indonesia in 2018 was only 38% (the government's target of &amp;gt;80%). One of the efforts to increase the coverage of exclusive breastfeeding is the support of the closest family, especially grandmothers. The Objective of the activity is to provide grandmothers coaching to increase knowledge and understanding of exclusive breastfeeding. The breastfeeding grandmotherâ€™s coaching Method used lectures and online media demonstrations using the Google Meet application. The coaching media included running videos about exclusive breastfeeding, leaflets, and brochures. Participants were grandmothers who have grandchildren living with them. The total participants were 55 grandmothers who live in the Gading Marpoyan Housing Pekanbaru. Measurement of participants' understanding was seen by giving pre-test and post-test about exclusive breastfeeding. All respondents filled out the google form given before and after the activity. The coaching materials were health education information about the explanation of exclusive breastfeeding, the benefits of exclusive breastfeeding for mothers and families, myths and fact about exclusive breastfeeding, and the role of grandmothers in exclusive breastfeeding. The result of the pre-test showed that the average knowledge was low (42.54%), moderate (37.46%), and high (19.98%). There was a significant increase in the post-test scores by 63,3%. Knowledge was low (6.54%), medium (10.16%), and high (83.28%). Conclusions. The breastfeeding grandmother coaching program is considered effective in increasing the knowledge and role of grandmothers in exclusive breastfeeding.
ABSTRAK
Latar Belakang Data Riset Kesehatan Dasar tentang capaian program ASI Eksklusif di Indonesia tahun 2018 hanya 38% (target capaian pemerintah &amp;gt;80%). Salah satu upaya untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif adalah dukungan keluarga terdekat terutama nenek. Tujuan kegiatan untuk memberikan coaching (pelatihan) pada nenek untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang ASI Eksklusif. Metode coaching nenek asi menggunakan ceramah dan demonstrasi media online aplikasi google meet. Media pelatihan berupa pemutaran video tentang ASI ekslusif, leaflet dan brosur. Peserta adalah nenek yang memiliki cucu yang tinggal bersamanya. Total peserta 55 orang nenek yang berdomisili di komplek perumahan Gading Marpoyan Kota Pekanbaru. Pengukuran pemahaman peserta dilihat dengan memberikan pre- test dan post-test tentang ASI Eksklusif. Seluruh responden mengisi google form yang diberikan sebelum dan sesudah kegiatan. Materi coaching adalah informasi edukasi kesehatan tentang definisi ASI ekslusif, manfaat ASI ekslusif bagi ibu dan keluarga, mitos dan fakta tentang ASI ekslusif dan peran nenek dalam pemberian ASI eksklusif. Hasil nilai pre-test menunjukkan rata-rata pengetahuan rendah (42.54%), sedang (37.46%) dan tinggi (19.98%). Nilai post-test terjadi peningkatan yang siginifikan yaitu 63,3%. Pengetahuan rendah (6.54%), sedang (10,16%) dan tinggi (83.28%). Kesimpulan Program coaching nenek ASI ini dinilai efektif meningkatkan pengetahuan dan peran nenek dalam ASI eksklusif.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2021-08-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/968</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol1.Iss2.968</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; 68-76</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2021/1.2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/968/334</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/972</identifier>
				<datestamp>2021-09-14T07:20:33Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Capacity Building Posyandu Sadar Ibu Dan Anak Melalui Mind Mapping Methode (3M) Sebagai Upaya Peningkatan Kreatifitas Dan Ketrampilan Kader POSYANDU</dc:title>
	<dc:creator>Latifah, Rais Nur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">posyandu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">balita</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mind Mapping Methode </dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">3M</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">toddlers</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Children are one of the growth phases in the human life cycle. Toddlers are part of the stages of child development into adulthood. The nutritional status of children at this stage determines the level of intelligence, mindset, and personality of a person. Posyandu is one of the institutions involved in dealing with toddlers. Posyandu cadres are at the forefront of monitoring the nutritional status of children under five years. KMS (Kartu Menuju Sehat) is the result of monitoring children's growth. Therefore, capacity building for posyandu cadres is needed. This activity aims to improve the creativity and skills of posyandu cadres in the context of the success of governmentâ€™s programs to create a superior, healthy, and smart generation. This activity was carried out at the Mother and Child Awareness Posyandu in Jetak Hamlet, Wonorejo Village, Gondangrejo District, Karanganyar Regency, Central Java. This activity was carried out for three months, from May to July 2021. The method used in this activity was the Mind Mapping Method (3M). The sample used was 50 posyandu cadres. The results of the training with 3M showed an increase in the thinking skills, skills, and creativity of Posyandu cadres in their work rhythm. The increase in the knowledge score before and after training was 3.52. This result was shown by the increase in the creativity of cadres in honing the motor skills of toddlers, monitoring the nutritional status of toddlers, creating a healthy and balanced nutrition menu, filling in correct and accurate KMS, and measuring the babyâ€™s height and weight with an analytical balance. In addition, posyandu cadres were able to contribute to creating educational games that train the cognitive abilities of children under five.
ABSTRAK
Anak merupakan salah satu fase pertumbuhan dalam siklus hidup manusia. Balita merupakan bagian dari tahapan tumbuh kembang anak menjadi dewasa. Status gizi anak dalam tahap tersebut menentukan tingkat kecerdasan, pola pikir dan kepribadian seseorang. Posyandu merupakan salah satu wadah yang berkecimpung dalam menangani balita. Kader posyandu merupakan salah satu ujung tombak pemantauan status gizi balita. KMS (Kartu Menuju Sehat) merupakan hasil dari pemantauan pertumbuhan anak. Oleh karena itu peningkatan capacity buliding kader posyandu sangat dibutuhkan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas dan ketrampilan para kader posyandu dalam rangka mensukseskan program pemerintah dalam mencetak generasi yang unggul, sehat dan cerdas. Kegiatan ini dilaksanakan di posyandu sadar ibu dan anak di Dusun Jetak, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan selama tiga bulan, yaitu Mei sampai Juli 2021. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Mind Mapping Methode (3M). Sampel yang digunakan yaitu sebanyak 50 kader posyandu. Hasil pelatihan dengan 3M menunjukkan peningkatan kemampuan berfikir, ketrampilan dan kreatifitas dari para kader posyandu dalam ritme kerjanya. Peningkatan skor pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan adalah 3,52. Hasil ini ditunjukkan dengan peningkatan kreatifitas kader dalam mengasah motorik balita, pemantauan status gizi balita, penciptaan menu gizi sehat dan seimbang, pengisian KMS yang benar dan akurat serta pengukuran tinggi dan berat badan bayi dengan neraca analitik. Disamping itu para kader posyandu mampu memberikan kontribusi dalam mencipatakan permainan edukasi yang melatih kemampuan kognitif anak balita.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2021-09-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/972</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol1.Iss2.972</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; 134-142</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2021/1.2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/972/346</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1019</identifier>
				<datestamp>2022-01-08T23:19:16Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Sosialisasi Insektisida Organic Yang Ramah Lingkungan Sebagai Rapellent Vektor Lalat Hijau Dan Lalat Rumah</dc:title>
	<dc:creator>Harnani, Yessi</dc:creator>
	<dc:creator>Susanti, Nurvi </dc:creator>
	<dc:creator>Rasyid, Zulmeliza </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Socialization</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Organic Insecticides</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Rapellent</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Green Flies</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">House flies </dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Insektida Organic</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Lalat Hijau</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Lalat Rumah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Rapellent Sosialisasi </dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Flies are vectors belonging to the phylum Arthropoda and the order Diptera which can also act as nuisance animals. Green fly is one of the main vectors in the spread of various types of diseases such as: diarrhea, dysentery, cholera, typhus, and viral digestive tract diseases. To prevent and minimize the occurrence of health problems in humans, control efforts are carried out using natural ingredients that function as organic insecticides that are environmentally friendly and do not cause health hazards later, namely by using fragrant pandan leaves (Chrysomya megacephala). The aim of the activity is to increase the knowledge and skills of the community on how to make cheap and environmentally friendly organic insecticides. The implementation method is in the form of counseling and demonstration of making organic insecticides. Results: Community service activities were carried out at the palapa restaurant, Jalan Arifin Achmad, East Sidomulyo Village, Marpoyan Damai District, Pekanbaru City. The participants of the activity were traders, totaling 10 people. Before being given the counseling the participants were unable to answer the questions given but after being given the counseling almost 90% of the participants were able to answer the questions correctly. There is an increase in public knowledge and understanding about the dangers of flies to health and the benefits of fragrant pandan leaves as an organic insecticide. Recommendation: It is hoped that the community will be able to anticipate fly control by using organic insecticides that are cheap, easy and environmentally friendly. The public can also make this fragrant pandan leaf powder product as a household business that can be sold.
ABSTRAK
Lalat merupakan vektor yang termasuk dalam filum Arthopoda dan ordo Diptera yang juga dapat bertindak sebagai binatang pengganggu. Lalat hijau adalah salah satu vektor utama dalam penyebaran berbagai jenis penyakit seperti: diare, disentri, kolera, tifus, dan virus penyakit saluran pencernaan. Untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya masalah kesehatan pada manusia maka di lakukan upaya pengendalian dengan menggunakan bahan alami yang berfungsi sebagai insektisida organik yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan bahaya kesehatan nantinya, yaitu dengan menggunakan Daun Pandan wangi (Chrysomya megacephala). Tujuan Kegiatan adalah Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat bagaimana cara membuat insektisida organik yang murah dan ramah lingkungan. Metode pelaksanaan dalam bentuk penyuluhan dan demonstrasi pembuatan insektisida organik. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di rumah makan palapa Jalan Arifin Achmad Kelurahan Sidomulyo Timur Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru. Peserta kegiatan adalah pedagang yang berjumlah 10 orang. Sebelum diberikan penyuluhan peserta tidak mampu menjawab pertanyaan tentang bahaya lalat dan insektisida nabati tetapi setelah diberikan penyuluhan hampir 90 % peserta mampu menjawab pertanyaan dengan benar. Terdapat peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang bahaya lalat bagi kesehatan dan manfaat daun pandan wangi sebagai insektisida organik. Rekomendasi ini diharapkan masyarakat mampu mengantisipasi pengendalian lalat dengan menggunakan insektisida organik yang murah, mudah dan ramah lingkungan. Masyarakat juga dapat menjadikan produk serbuk daun pandan wangi ini sebagai rumah tangga yang bisa di jual.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1019</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol1.Iss3.1019</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; 163-174</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2021/1.3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1019/353</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1021</identifier>
				<datestamp>2022-01-08T23:19:16Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Promosi Kesehatan Melalui Video Animasi Tentang Tablet Tambah Darah (TTD) Pada Siswi Kelas Vii Smp Negeri 9 Kota Cimahi Tahun 2021</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENYULUHAN PROMOSI KESEHATAN MELALUI VIDEO ANIMASI TENTANG TABLET TAMBAH DARAH (TTD) PADA SISWI KELAS VII SMP NEGERI 9 KOTA CIMAHI TAHUN 2021</dc:title>
	<dc:creator>Laili Rahmiyati, Ayu</dc:creator>
	<dc:creator>Susilowati , Susilowati </dc:creator>
	<dc:creator>Ruhyandi, Ruhyandi</dc:creator>
	<dc:creator>Fitri Ariani, Muslikhah </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">TTD Animation Video</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Knowledge</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Young women </dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Promosi Kesehatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Video Animasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pengetahuan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">remaja putri</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Iron nutritional anemia is a public health problem that is often found throughout the world, including in Indonesia. Various factors that influence the incidence of iron nutritional anemia in adolescents indirectly are knowledge about anemia, knowledge about Blood Supplement Tablets (TTD), and diet. Education about TTD needs to be provided with easy-to-understand media such as animated videos. This outreach activity aims to improve student education through health promotion media, animated videos about TTD for seventh grade students of SMP Negeri 9 Cimahi City in 2021. The method of implementation is carried out on seventh grade SMPN 9 students on 23-27 June 2021 using animated video media that will be shown on zoom and whatsapp. The results of the health promotion counseling about TTD showed that knowledge of TTD before the animated video intervention had less knowledge of students as much as 3%, while knowledge of TTD after the animated video intervention 67 students (100%) had good knowledge. The average knowledge of students about TTD before the intervention was 24.48 and after 28.49. The results of the outreach activities through animated videos have an effect on increasing the knowledge of TTD for class VII students at SMPN 9 Cimahi City. The health office and the education office can work together to provide interesting and creative education with in-depth material on how to consume TTD so that it can be absorbed and utilized by the body optimally.
ABSTRAK
Anemia gizi besi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sering dijumpai di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Berbagai faktor yang mempengaruhi kejadian anemia gizi besi pada remaja secara tidak langsung yaitu pengetahuan tentang anemia, pengetahuan tentang Tablet Tambah Darah (TTD), dan pola makan. Penyuluhan tentang TTD perlu diberikan dengan media yang mudah dipahami seperti video animasi. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan edukasi siswi melalui media promosi kesehatan video animasi tentang TTD pada siswi kelas VII SMP Negeri 9 Kota Cimahi tahun 2021. Pelaksanaan dilakukan terhadap siswi SMPN 9 kelas VII tanggal 23-27 Juni 2021 menggunakan media video animasi yang ditayangkan di zoom dan whatshap. Hasil dari penyuluhan promosi kesehatan tentang TTD menunjukan bahwa pengetahuan terhadap TTD sebelum intervensi video animasi siswi yang berpengetahuan kurang sebanyak 3%, sedangkan pengetahuan terhadap TTD pada setelah intervensi video animasi 67 siswi (100%) berpengetahuan baik. Dengan rata-rata pengetahuan siswi tentang TTD sebelum dilakukan intervensi 24,48 dan setelah 28,49. Hasil kegiatan penyuluhan melalui video animasi ini berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan TTD siswi kelas VII di SMPN 9 Kota Cimahi. Bagi dinas kesehatan dan dinas pendidikan dapat bekerja sama memberikan edukasi yang menarik dan kreatif dengan materi mendalam tentang cara mengkonsumsi TTD agar dapat diserap dan diutilisasi oleh tubuh dengan maksimal.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Anemia gizi besi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sering dijumpai di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Berbagai faktor yang mempengaruhi kejadian anemia gizi besi pada remaja&amp;nbsp; secara tidak langsung yaitu pengetahuan tentang anemia, pengetahuan tentang Tablet Tambah Darah (TTD), dan pola makan. Edukasi tentang TTD perlu diberikan&amp;nbsp; dengan media yang mudah dipahami seperti video animasi. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan edukasi siswi melalui media promosi kesehatan video animasi tentang TTD pada siswi&amp;nbsp; kelas VII SMP Negeri 9 Kota Cimahi tahun 2021.
Metode pelaksanaan dilakukan terhadap siswi SMPN 9 kelas VII tanggal 23-27 Juni 2021 menggunakan media video animasi yang ditayangkan di zoom dan whatshap. Hasil dari penyuluhan promosi kesehatan tentang TTD menunjukan bahwa pengetahuan terhadap TTD&amp;nbsp; sebelum intervensi video animasi siswi yang berpengetahuan kurang sebanyak 3%, sedangkan pengetahuan terhadap TTD pada setelah intervensi video animasi 67 siswi (100%) berpengetahuan baik. Dengan rata-rata pengetahuan siswi tentang TTD sebelum dilakukan intervensi 24,48 dan setelah 28,49. Hasil kegiatan penyuluhan melalui video animasi ini berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan TTD siswi kelas VII di SMPN 9 Kota Cimahi. Bagi dinas kesehatan dan dinas pendidikan dapat bekerja sama memberikan edukasi&amp;nbsp; yang menarik dan kreatif dengan materi mendalam tentang cara mengkonsumsi TTD agar dapat diserap dan diutilisasi oleh tubuh dengan maksimal.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Kata Kunci :Video Animasi TTD, Pengetahuan TTD, Remaja putri
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1021</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol1.Iss3.1021</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; 213-226</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2021/1.3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1021/379</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1022</identifier>
				<datestamp>2022-01-08T23:19:16Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pemberdayaan Keluarga, Kader dan Tokoh Masyarakat dalam Meningkatkan Kesehatan Ibu Hamil di Desa Jubung Kabupaten Jember </dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN IBU HAMIL</dc:title>
	<dc:creator>Wahyu Nurhakiki, Rizky </dc:creator>
	<dc:creator>Wahyuni Adriani, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Maratus Sholekhah, Siti</dc:creator>
	<dc:creator>Wakidah, Hesti Khotimatul </dc:creator>
	<dc:creator>Ramadani, Isti Qomah Ayu</dc:creator>
	<dc:creator>Brahmantya, Rivaldy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pregnant Woman</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Community Empowerment</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Health Improvement</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Ibu Hamil</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pemberdayaan Masyarakat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Peningkatan Kesehatan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Maternal and child health is a great hope for the future of the country. The success of a country in improving maternal health can be seen from the reduction in maternal and infant mortality. In 2018 cases of AKI in Indonesia were observed to be high at 305 per 100,000 live births while the IMR was 32 per 1,000 KH. With the high value of AKI and IMR, appropriate solutions are needed so that the solutions offered for these problems are empowerment of pregnant women through pregnant women classes, family empowerment through home visits, empowerment of cadres through involvement of cadres in posyandu activities and home visits and empowerment of community leaders through sharing activities. /discussion. This activity aims to improve the welfare of pregnant women by improving the health of pregnant women. The methods used are home visits, education, training, discussions. The results showed that knowledge about maternal anemia and SEZ increased after the intervention, the skills of pregnant women about baby care, oxytocin massage, breastcare and pregnancy exercise increased after the intervention. Synergy or cooperation is one option that is effective and has a comprehensive effect not only on pregnant women. The role of the Jubung Village midwife and posyandu cadres are very important and needed in this intervention.
ABSTRAK
Kesehatan ibu dan anak menjadi harapan besar bagi masa depan negara. Kesusksesan suatu negara dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dapat dilihat dari berkurangnya angka kematian ibu serta bayi. Pada 2018 kasus AKI di Indonesia terpantau tinggi yakni 305 per 100.000 kelahiran hidup sedangkan AKB sebesar 32 per 1.000 KH. Dengan masih tingginya nilai AKI dan AKB perlu solusi yang tepat sehingga solusi yang ditawarkan untuk permasalahan tersebut yaitu pemberdayaan bumil melalui kelas ibu hamil, pemberdayaan keluarga melalui kunjungan rumah, pemberdayaan kader melalui pelibatan kader dalam kegiatan posyandu dan kunjungan rumah dan pemberdayaan tokoh masyarakat melalui kegiatan sharing/diskusi. Kegiatan ini bertujuan untuk mensejahterakan ibu hamil dengan cara meningkatkan kesehatan pada ibu hamil. Metode yang digunakan ialah kunjungan rumah, edukasi, pelatihan, diskusi yang dilakukan selama 1 bulan oleh mahasiswa profesi ners Universitas Muhammadiyah Jember serta besinergi dengan bidan wilayah dan kader posyandu desa jubung. Hasil didapatkan peningkatan pengetahuan ibu hamil terkait penyakit berisiko(anemia dan KEK) dari 60% menjadi 100%, ketrampilan pijat oksitosin 0% baik menjadi 90%, ketrampilan breastcare 0% baik menjadi 100%, ketrampilan perawatan bayi dari 0% baik menjadi 100%, ketrampilan senam ibu hamil 0% baik menjadi 100% setelah dilakukan intervensi. Sinergistas atau kerja sama merupakan salah satu pilihan yang efektif dan mempunyai efek yang menyeluruh tidak hanya kepada ibu hamil saja. Peran bidan wilayah Desa Jubung serta kader posyandu sangat penting dan dibutuhkan dalam intervensi ini.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kesehatan ibu dan anak menjadi harapan besar bagi masa depan negara. Kesusksesan suatu negara dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dapat dilihat dari berkurangnya angka kematian ibu serta bayi. Pada 2018 kasus AKI di Indonesia terpantau tinggi yakni 305 per 100.000 kelahiran hidup sedangkan AKB sebesar 32 per 1.000 KH. Dengan masih tingginya nilai AKI dan AKB perlu solusi yang tepat sehingga solusi yang ditawarkan untuk permasalahan tersebut yaitu pemberdayaan bumil melalui kelas ibu hamil, pemberdayaan keluarga melalui kunjungan rumah, pemberdayaan kader melalui pelibatan kader dalam kegiatan posyandu dan kunjungan rumah dan pemberdayaan tokoh masyarakat melalui kegiatan sharing/diskusi. Kegiatan ini bertujuan untuk mensejahterakan ibu hamil dengan cara meningkatkan kesehatan pada ibu hamil. Metode yang digunakan ialah kunjungan rumah, edukasi, pelatihan, diskusi. Hasil didapatkan pengetahuan tentang anemia dan KEK ibu meningkat setelah dilakukan intervensi, ketrampilan ibu hamil tentang perawatan bayi, pijat oksitosin, breastcare dan senam hamil mengalami peningkatan setelah dilakukan intervensi. Sinergistas atau kerja sama merupakan salah satu pilihan yang efektif dan mempunyai efek yang menyeluruh tidak hanya kepada ibu hamil saja. Peran bidan wilayah Desa Jubung serta kader posyandu sangat penting dan dibutuhkan dalam intervensi ini.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1022</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol1.Iss3.1022</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; 175-187</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2021/1.3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1022/356</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1031</identifier>
				<datestamp>2022-01-08T23:19:16Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Gerakan Mengurangi Sampah Plastik dan Resiko Membakar Sampah Dengan Pemberian Edukasi Kesehatan Melalui Penyuluhan </dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Gerakan Mengurangi Sampah Plastik dan Resiko Membakar Sampah Dengan Pemberian Edukasi Kesehatan Melalui Penyuluhan</dc:title>
	<dc:creator>Ismainar, Hetty</dc:creator>
	<dc:creator>Marlina,  Hastuti </dc:creator>
	<dc:creator>Afriza, Beni </dc:creator>
	<dc:creator>Atika,  Windi </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Plastic Waste, Burning Garbage, health education</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Sampah plastik, membakar sampah, edukasi kesehatan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Plastic waste in Indonesia is in the second highest position. This produce a total of 5.4 million tons/year or 14% of the total amount of waste. One of the causes is the lack of public knowledge about the impact of plastic waste. It is to increase public knowledge to reduce plastic waste and the risk of burning waste. Methods is to provide health education with the lecture method on reducing the use of single-use plastics and the risk of burning waste. Indicators of knowledge measurement used pre and post-test. Subsequently, an intervention was carried out by giving leaflets and putting up a â€œLove Earth, Reduce Plastic Wasteâ€ poster. The total participants were 30 head of the household who live in RT 01 RT 02 RW 06, Binawidya Village, Tampan District. Results. The pre-test score of low knowledge was 60% (18 families) and good knowledge was 40% (12 families). After counseling, the post-test scores increased, namely 66.7% (20 families) with good knowledge and 33.3% (10 families) with low knowledge. There was an increase in knowledge score as much as 26.7%. This activity is considered effective in increasing the knowledge and awareness of citizens to reduce the use of plastic and the impact of burning waste.Â 
ABSTRAK
Sampah plastik di Indonesia berada pada posisi tertinggi kedua. Sebanyak 5,4 juta ton/tahun atau 14% dari jumlah total sampah yang dihasilkan. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan masyarakat tentang dampak sampah plastik tersebut. Meningkatkan pengetahuan masyarakat untuk mengurangi sampah plastik dan resiko membakar sampah. Pemberian penyuluhan kesehatan dengan metode ceramah tentang mengurangi pengunaan plastik sekali pakai dan resiko membakar sampah dekat dengan tempat tinggal. Indikator pengukuran pengetahuan menggunakan pre dan post-test. Selanjutnya dilakukan intervensi dengan memberikan leaflet dan memasang poster â€œCintai Bumi, Kurangi Sampah Plastikâ€. Total peserta 30 Kepala Keluarga yang berdomisili di RT 01 RT 02 RW 06 Kelurahan Binawidya Kecamatan Tampan.Nilai pre-test pengetahuan kurang baik 60% (18 KK) dan berpengetahuan baik 40% (12 KK). Setelah dilakukan penyuluhan, nilai post-test, terjadi peningkatan yaitu 66,7% (20 KK) berpengetahuan baik dan 33,3% (10 KK) pengetahuan kurang baik. Ada peningkatan score pengetahuan sebanyak 26,7%. Kegiatan penyuluhan ini dinilai efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga untuk mengurangi penggunaan plastik serta dampak pembakaran sampah</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Latar Belakang Di Indonesia, sampah domestik Indonesia, jenis sampah plastik menduduki peringkat kedua sebesar 5.4 juta ton per tahun atau 14 persen dari total produksi sampah. Tujuan kegiatan meningkatkan pengetahuan mengenai bahan yang ramah lingkungan dan jenis jenis plastik yang susah terurai serta mengedukasi masyarakat tentang resiko kesehatan saat membakar sampah. Metode Pemberian penyuluhan kesehatan berupa ceramah tentang mengurangi pengunaan plastik sekali pakai dan resiko memakar sampah dekat dengan empat tinggal. Media yang digunakan adalah leaflet yang dibagikan ke rumah warga dan spanduk atau poster. Total peserta sebanyak 30 Kepala Keluarga yang berdomisili di RT 01 RT 02 RW 06 Kelurahan Binawidya Kecamatan Tampan. Hasil Sebanyak 40% (12 KK) memiliki pengetahuan yang baik tentang resiko membakar sampah dan menerapkan tidak menggunakan plastik sekali pakai dan terdapat 60% (18 KK) yang memiliki pengetahuan kurang baik tentang resiko membakar sampah. Ada 20 KK (66,6%) dan yang tidak mendukung penerapan tidak menggunakan plasttik sekali pakai dan tidak membakar sampah sebanyak 10 KK (33,3%) dikarenakan kurangnya pengetahuan dan tuntutan masyarakat akan prasarana Tempat Pembuangan Sampah dan pengangkut sampah. Kesimpulan kegiatan penyuluhan ini dinilai efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga tentang pengurangan pengguanaan sampah plastik serta dampak pembakaran sampah</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1031</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol1.Iss3.1031</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; 188-195</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2021/1.3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1031/366</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1033</identifier>
				<datestamp>2022-01-08T23:19:16Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Edukasi Pencegahan Infeksi Virus Korona Kepada Masyarakat Melalui Vaksinasi Covid-19 di Kota Bukittinggi Tahun 2021: Edukasi Pencegahan Infeksi Virus Korona Kepada Masyarakat Melalui Vaksinasi Covid-19</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Edukasi Pencegahan Infeksi Virus Korona Kepada Masyarakat Melalui Vaksinasi Covid-19: Edukasi Pencegahan Infeksi Virus Korona Kepada Masyarakat Melalui Vaksinasi Covid-19</dc:title>
	<dc:creator>Falerisiska Yunere</dc:creator>
	<dc:creator>Yuliano, Aldo </dc:creator>
	<dc:creator>Arif, Muhammad </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Education, Covid-19, Prevention, Covid-19 Vaccine</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Edukasi, Covid-19, Pencegahan, Vaksin covid-19</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The COVID-19 pandemic is a non-natural disaster that can have an impact on everyone's health condition. In Indonesia it has been spread throughout the region with different variants. Coronavirus (COVID-19) is currently a problem that is worried by the entire nation because of the ease of transmission process, which occurs in a short time through direct contact or not. Still low public knowledge of the prevention of covid 19 because it has not received optimal education related to behavior for corona infection prevention and covid 19 vaccination. The general public and public servants are currently the main targets of government programs in the prevention of covid 19 through vaccination. The purpose of this activity is to increase public knowledge about the prevention of covid-19 through vaccination. The method of activity is to educate directly to the community. The activity was carried out on March 17, 2021 in the area around the Upertis Bukittinggi campus which is the responsibility of the PPNI Perintis DPK, with approximately 50 participants. The results obtained were an increase in knowledge and public attitudes about preventing the covid 19 virus through vaccination. The conclusion of this service activity is that the community is very satisfied with this educational activity about the covid-19 vaccination, and the reduced anxiety about the covid-19 vaccine. Contribution to research on public anxiety and stigma about the COVID-19 vaccine. And also the importance of the government's role in gradually disseminating the COVID-19 vaccination to the public.
ABSTRAK
Pandemi COVID-19 merupakan bencana non alam yang dapat memberikan dampak pada kondisi kesehatan setiap orang. Di Indonesia sudah tersebar di seluruh wilayah dengan varian yang berbeda-beda. Virus coronaÂ (COVID-19)Â  saat ini menjadi suatu masalah yang di cemaskan oleh seluruh bangsa karena mudahnya proses penularannya, dimana terjadi dalam waktu singkat melalui kontak langsung ataupun tidak. Masih rendahnya pengetahuan masyarakat terhadap pencegahan covid 19 disebabkan belum mendapatkan edukasi yang optimal berkaiatan perilaku untuk pencegahan infeksi corona dan vaksinasi covid 19. Masyarakat umum dan pelayan publik saat ini menjadi target utama program pemerintah dalam pencegahan covid 19 melalui vaksinasi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan covid-19 melalui vaksinasi. Metode kegiatan yaitu dengan melakukan edukasi secara langsung kepada masyarakat. Kegiatan telah dilakukan pada tanggal 17 Maret 2021 di wilayah sekitar kampus Upertis Bukittinggi yang menjadi tanggungan dari DPK PPNI Perintis,Â  dengan jumlah peserta adalah lebih kurang sebanyak 50. Hasil yang didapatkan adalah peningkatan pengetahuan, dan sikap masyarakat tentang pencegahan virus covid 19 melalui vaksinasi. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah, masyarakat sangat puas atas kegiatan edukasi tentang vaksinasi covid-19 ini, dan berkurangnya kecemasan terhadap vaksin covid-19. Kontribusi untuk dapat dilakukannya penelitianÂ  tentang kecemasan dan stigma masyarakat terhadap vaksin covid-19. Dan juga pentingnya peranan pemerintah dalam melakukan sosialisasi vaksinasiÂ  covid-19 secara bertahap kepada masayarakat.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Abstrak. Pandemi COVID-19 merupakan bencana non alam yang dapat memberikan dampak pada kondisi kesehatan jiwa dan psikososial setiap orang. Munculnya pandemi menimbulkan bermacam permasalahan pada lapisan masyarakat. Di Indonesia sudah tersebar di seluruh wilayah dengan varian yang berbeda-beda. Virus corona&amp;nbsp;(COVID-19)&amp;nbsp; kini menjadi wabah yang ditakuti umat manusia karena penyebarannya yang begitu cepat. Oleh karena itu masyarakat termasuk pelayan publik perlu mendapatkan edukasi yang komprehensif dan benar terutama cara pencegahannya dan vaksinasi covid 19. di Kota Bukittinggi khususnya masyarakat umum dan pelayan publik masih ada yang belum mendapatkan edukasi yang optimal berkaiatan perilaku untuk pencegahan infeksi corona dan vaksinasi covid 19. Masyarakat awam dan pelayan publik saat ini menjadi target utama program pemerintah dalam pencegahan covid 19 melalui vaksinasi. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan covid-19 melalui vaksinasi. Metode kegiatan yaitu dengan melakukan penyebaran brosur tentang vaksinasi covid-19 dan memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat. Kegiatan telah dilakukan pada tanggal 17 Maret 2021 di wilayah sekitar kampus Upertis Bukittinggi yang menjadi tanggungan dari DPK PPNI Perintis,&amp;nbsp; dengan jumlah peserta adalah lebih kurang sebanyak 50. Hasil yang didapatkan adalah peningkatan pengetahuan, keterampilan masyarakat tentang pencegahan virus covid 19 melalui vaksinasi. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah, masyarakat sangat puas atas kegiatan edukasi tentang vaksinasi covid-19 ini, dan berkurangnya kecemasan terhadap vaksin covid-19. Kontribusi untuk dapat dilakukannya penelitian&amp;nbsp; tentang kecemasan dan stigma masyarakat terhadap vaksin covid-19. Dan juga pentingnya peranan pemerintah dalam melakukan sosialisasi vaksinasi&amp;nbsp; covid-19 secara bertahap kepada masayarakat, terutama di kalangan tingkat pengetahuan yang masih rendah</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1033</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol1.Iss3.1033</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; 227-235</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2021/1.3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1033/380</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1035</identifier>
				<datestamp>2022-01-08T23:19:16Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Cegah Diare Melalui Tutorial Cuci Tangan Pakai Sabun Pada Siswa Sekolah Dasar di Kota Pekanbaru </dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Cegah Diare Melalui Tutorial Cuci Tangan Pakai Sabun Pada Siswa Sekolah Dasar di Kota Pekanbaru</dc:title>
	<dc:creator>Ismainar, Hetty</dc:creator>
	<dc:creator>Nurullita,  Syafira </dc:creator>
	<dc:creator>Fiyanmi, Khaeratunnisa </dc:creator>
	<dc:creator>Mishbahuddin, Mishbahuddin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hand Washing with Soap, Diarrhea, Elementary School students</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Cuci Tangan Pakai Sabun, Diare, siswa Sekolah Dasar</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Diarrhea is still a global disease that is often experienced by children, especially in developing countries. Based on the 2019 Basic Health Research data, diarrhea is the second leading cause of child mortality. It is necessary to prevent the incidence of diarrhea from an early stage. It trains clean and healthy living behavior through Hand Washing with Soap for students. Â Providing health education with the Hand Washing with Soap practice. The location is SD 192, Binawidya Village, Pekanbaru. The media used are videos and leaflets. The assessment indicators use a seven-step CTPS checklist before and after the provision of education. There were 11 students who participated in this activity accompanied by the teacher. The average CTPS practice pre-test score was 32.5% doing it correctly and 67.5% doing it incorrectly. After students were given education about the practice, it was seen that the results of the practice increased. On average, 88.3% have practiced CTPS correctly and only 11.7% have not done it correctly. There is an increase in students' CTPS practice scores by 55.8%. This practice of health educational activity is considered to be able to improve students' understanding of the practice of washing hands with seven steps correctly.
ABSTRAK
Diare masih merupakan penyakit global yang sering dialami anak terutama dinegara berkembang. Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, prevalensi diare anak usia 5-14 tahun adalah 7% (182.338 kasus). Perlu upaya pencegahan insiden diare sejak dini. Melatih perilaku hidup bersih dan sehat melalui Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) pada siswa Sekolah Dasar.Pemberian edukasi kesehatan dengan metode tutorial praktik CTPS. Lokasi di SD 192 Kelurahan Binawidya, Pekanbaru. Media yang digunakan pemutaran video praktik CTPS dan leaflet. Indikator penilaian menggunakan daftar tilik tujuh langkah CTPS sebelum dan sesudah pemberian edukasi. Ada 11 orang siswa yang mengikuti kegiatan ini dengan didampingi oleh wali kelas. Nilai pre-test praktik CTPS rerata 32,5% melakukan dengan benar dan 67,5% tidak melakukan dengan benar. Setelah siswa diberikan edukasi tentang praktik CTPS terlihat peningkatan hasil praktik tersebut. Rerata 88,3% telah melakukan praktik CTPS dengan benar dan hanya 11,7% saja yang belum melakukan dengan benar. Adanya peningkatan score praktik CTPS siswa sebanyak 55,8%. Kegiatan edukasi CTPS ini dinilai mampu meningkatkan pemahaman praktik siswa dalam mencuci tangan dengan tujuh langkah dengan benar.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Latar Belakang Diare masih merupakan penyakit global yang sering dialami anak terutama dinegara berkembang. Data Riset Kesehatan Dasar tahun 2019, diare menjadi urutan kedua penyebab kematian anak. Perlu upaya pencegahan insiden diare sejak dini. Tujuan Melatih perilaku hidup bersih dan sehat melalui Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) pada siswa Sekolah Dasar. Metode Pemberian edukasi kesehatan dengan metode tutorial praktik CTPS. Lokasi di SD 192 Kelurahan Binawidya, Pekanbaru. Media yang digunakan pemutaran video praktik CTPS dan leaflet. Indikator penilaian menggunakan daftar tilik tujuh langkah CTPS sebelum dan sesudah pemberian edukasi. Ada 11 orang siswa yang mengikuti kegiatan ini dengan didampingi oleh wali kelas. Hasil. Nilai pre-test praktik CTPS rerata 32,5% melakukan dengan benar dan 67,5% tidak melakukan dengan benar. Setelah siswa diberikan edukasi tentang praktik CTPS terlihat peningkatan hasil praktik tersebut. Rerata 88,3% telah melakukan praktik CTPS dengan benar dan hanya 11,7% saja yang belum melakukan dengan benar. Kesimpulan Ada peningkatan score praktik CTPS siswa sebanyak 55,8%. Kegiatan edukasi CTPS ini dinilai mampu meningkatkan pemahaman praktik siswa dalam mencuci tangan dengan tujuh langkah dengan benar. &amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1035</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol1.Iss3.1035</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; 206-212</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2021/1.3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1035/371</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1044</identifier>
				<datestamp>2022-01-08T23:19:16Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Promosi Kesehatan Berbasis Rumah Sakit sebagai Upaya Meningkatkan Pengetahuan dan Literasi Masyarakat untuk Melakukan Vaksinasi Covid-19 </dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Promosi Kesehatan Berbasis Rumah Sakit sebagai Upaya Meningkatkan Pengetahuan dan Literasi Masyarakat untuk Melakukan Vaksinasi Covid-19 </dc:title>
	<dc:creator>Pramesona, Bayu Anggileo </dc:creator>
	<dc:creator>Suharmanto, Suharmanto</dc:creator>
	<dc:creator>Wulan Sumekar Rengganis Wardani, Dyah </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Vaccination</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Covid-19</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Health promotion</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">hospital</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Community service</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Vaksinasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Covid-19</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Promosi kesehatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Rumah sakit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pengabdian masyarakat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Background The low level of knowledge and culture of literacy as well as the spread of hoax news related to vaccines are - risk factors for the low participation of the community in carrying out Covid-19 vaccinations. The purpose of this activity is to increase public knowledge and literacy to carry out Covid-19 vaccinations through a hospital-based health promotion program. The Methods this hospital-based health promotion program used a lecture method and interactive discussion with 102 patients and hospital visitors at Mayjend HM Ryacudu Government Hospital Kotabumi, North Lampung on 27 July 2021. The promotional media used were Powerpoints, banners and standing banners about Covid-19 vaccination. Knowledge measurement was carried out by giving pre-test and post-test about Covid- 19 vaccination before and after the activity. The results of the evaluation showed an increase in the average knowledge of patients and hospital visitors by 22.1% after health promotions regarding Covid-19 vaccination. The highest increase in knowledge occurred in terms of knowledge about the types of Covid-19 vaccines, which was 32.3% when compared between pre and post health promotion, followed by knowledge about monitoring KIPI (Follow-up Events After Immunization/ FEAI) (30.4%), safety and efficacy of Covid-19 vaccines (27.5%), the definition of vaccination (23.6%), the purpose of the Covid-19 vaccination (16.7%), the halal issue of the Covid-19 vaccine (14.7%), and the benefits of the Covid-19 vaccination (9.8%). In conclusion, hospital-based health promotion has been proven to increase public knowledge and literacy related to Covid-19 vaccination. The role of the hospital is very central in efforts to accelerate the Covid-19 vaccination in Indonesia. Counseling to the community, especially targets that are rarely visited, for example in Islamic boarding schools, schools, etc., need to be improved so that the information obtained can be more evenly distributed.
ABSTRAK
Latar Belakang Rendahnya pengetahuan dan budaya literasi serta berita hoaks yang menyebar terkait vaksin menjadi faktor risiko rendahnya partisipasi masyarakat untuk melakukan vaksinasi Covid-19. Tujuan kegiatan ini yaitu meningkatkan pengetahuan dan literasi masyarakat untuk melakukan vaksinasi Covid-19 melalui promosi kesehatan berbasis rumah sakit. Metode Program promosi kesehatan berbasis RS ini menggunakan metode ceramah dan diskusi interaktif terhadap 102 pasien dan pengunjung rumah sakit (RS) di RSD Mayjend HM Ryacudu Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara pada 27 Juli 2021. Media promosi yang digunakan berupa Powerpoint, spanduk dan standing banner tentang vaksinasi Covid-19. Pengukuran pengetahuan dilakukan dengan memberikan pre-test dan post-test tentang vaksinasi Covid-19 sebelum dan setelah kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan pasien dan pengunjung RS sebesar 22.1% setelah dilakukan promosi kesehatan tentang vaksinasi Covid-19. Peningkatan pengetahuan tertinggi terjadi dalam hal pengetahuan tentang jenis-jenis vaksin Covid-19 yaitu sebesar 32.3% jika dibandingkan antara pre dan post promosi kesehatan, kemudian diikuti pengetahuan tentang pemantauan KIPI (30.4%), keamanan dan efikasi vaksin Covid-19 (27.5%), definisi vaksinasi (23.6%), tujuan vaksinasi Covid-19 (16.7%), kehalalan vaksin Covid-19 (14.7%), serta manfaat vaksinasi Covid-19 (9.8%). Kesimpulan Promosi kesehatan berbasis RS terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan literasi masyarakat terkait vaksinasi Covid-19. Peran RS sangat sentral dalam upaya percepatan vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Penyuluhan kepada masyarakat khususnya target sasaran yang jarang dikunjungi misal di pesantren, sekolah-sekolah, dan lain sebagainya perlu ditingkatkan sehingga informasi yang didapatkan dapat lebih merata. </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">
Latar Belakang Rendahnya pengetahuan dan budaya literasi serta berita hoaks yang menyebar terkait vaksin menjadi faktor resiko rendahnya partisipasi masyarakat untuk melakukan vaksinasi Covid-19. Tujuan kegiatan ini yaitu meningkatkan pengetahuan dan literasi masyarakat untuk melakukan vaksinasi Covid-19 melalui promosi kesehatan berbasis rumah sakit. Metode Program promosi kesehatan berbasis RS ini menggunakan metode ceramah dan diskusi interaktif terhadap 102 pasien dan pengunjung rumah sakit (RS) di RSD Mayjend HM Ryacudu Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara pada 27 Juli 2021. Media promosi yang digunakan berupa Powerpoint, spanduk dan standing banner tentang vaksinasi Covid-19. Pengukuran pengetahuan dilakukan dengan memberika pre-test dan post-test tentang vaksinasi Covid-19 sebelum dan setelah kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan pasien dan pengunjung RS sebesar 22.1% setelah dilakukan promosi kesehatan tentang vaksinasi Covid-19. Peningkatan pengetahuan tertinggi terjadi dalam hal pengetahuan tentang jenis-jenis vaksin Covid-19 yaitu sebesar 32.3% jika dibandingkan antara pre dan post promosi kesehatan, kemudian diikuti pengetahuan tentang pemantauan KIPI (30.4%), keamanan dan efikasi vaksin Covid-19 (27.5%), definisi vaksinasi (23.6%), tujuan vaksinasi Covid-19 (16.7%), kehalalan vaksin Covid-19 (14.7%), serta manfaat vaksinasi Covid-19 (9.8%). Kesimpulan Promosi kesehatan berbasis RS terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan literasi masyarakat terkait vaksinasi Covid-19. Peran RS sangat sentral dalam upaya percepatan vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Penyuluhan kepada masyarakat khususnya target sasaran yang jarang dikunjungi misal di pesantren, sekolah-sekolah, dan lain sebagainya perlu ditingkatkan sehingga informasi yang didapatkan dapat lebih merata.
</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2022-01-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1044</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol1.Iss3.1044</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; 246-258</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2021/1.3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1044/386</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1046</identifier>
				<datestamp>2022-01-08T23:19:16Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Peningkatan Pengetahuan Dan Pemahaman Lansia Melalui Penyuluhan Tentang Kesehatan Gigi Dan Mulut</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PEMAHAMAN LANSIA MELALUI PENYULUHAN TENTANG KESEHATAN GIGI DAN MULUT</dc:title>
	<dc:creator>Oktavia Dewi</dc:creator>
	<dc:creator>Herniwanti, Herniwanti</dc:creator>
	<dc:creator>Rani, Novita </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Dental and oral health</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Knowledge</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">understanding</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kesehatan gigi dan mulut</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">pengetahuan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">pemahaman</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Background. By the end of 2020, it is estimated that the number of elderly people will reach 11.34% of the total population. With age, there is a decrease in the function of organs and various physical changes, including changes in the oral cavity. The Elderly Posyandu was formed due to an increase in the number of elderly and to provide services to the elderly specifically under the health office/puskesmas. Objectives was to Increase the elderly's understanding of dental and oral health which can be done through socialization at the Elderly Posyandu. The implementation method was carried out by counseling about dental and oral health in the elderly. Counseling was carried out to 13 elderly people who attended the Elderly Posyandu at Harapan Raya Health Center Pekanbaru City. Counseling was done by giving questionnaires before and after giving the material. The method of giving the material was lectures, video screenings and interactive questions and answers to evaluate the level of understanding of the elderly by giving pre and posttest questionnaires with five questions regarding dental and oral health. This activity involved all the elderly who come to the elderly posyandu and cadres of the Harapan Raya Health Center in Pekanbaru City. The Results of the pre-test before counseling were 76.9%, while 92.3% the elderly could answer the post-test results after counseling. This showed that there was an increase in the knowledge of the elderly by 15.4% after the post test. The conclusion of the activity showed that there was an increase in the knowledge and understanding of the elderly about dental and oral health.
ABSTRAK
Latar belakang. Akhir tahun 2020 diperkirakan jumlah Lansia mencapai 11,34% dari total populasi penduduk. Seiring bertambahnya usia, terjadi penurunan fungsi organ tubuh dan berbagai perubahan fisik, termasuk perubahan didalam rongga mulut. Posyandu Lansia dibentuk karena adanya peningkatan jumlah lansia dan untuk memberi pelayanan kepada Lansia secara khusus dibawah dinas kesehatan/ puskesmas. Tujuan Peningkatan pemahaman lansia mengenai kesehatan gigi dan mulutnya dapat dilakukan dengan cara sosialisasi yang dilakukan di posyandu lansia. Metode Pelaksanaan dengan penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut pada lansia. Penyuluhan dilakukan terhadap 13 orang lansia yang hadir pada Posyandu Lansia puskesmas Harapan Raya Kota Pekanbaru. Penyuluhan dilakukan dengan memberikan kuesioner sebelum dan sesudah pemberian materi. Pemberian materi dalam bentuk ceramah, pemutaran video serta tanya jawab interaktif yang dilakukan untuk mengevaluasi tingkat pemahaman lansia terhadap materi yang diberikan dengan memberikan kusioner pre dan posttest sebanyak lima butir pertanyaan mengenai pemahaman lansia mengenai kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan ini melibatkan seluruh lansia yang datang ke posyandu lansia dan kader Puskesmas Harapan Raya Kota Pekanbaru. Hasil Dari hasil pretest sebelum penyuluhan 76,9% dan posttest 92,3% lansia dapat menjawab sesudah penyuluhan. Hal ini menunjukan indikator peningkatan, dimana terdapat peningkatan pengetahuan lansia sebesar 15,4% setelah posttest. Kesimpulan kegiatan menunjukkan ada peningkatan pengetahuan dan pemahaman lansia tentang kesehatan gigi dan mulut.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Menua adalah suatu proses yang terjadi secara terus menerus secara alami yang berdampak pada kemunduran fisik, psikologis maupun sosial, sehingga dapat menimbulkan masalah pada diri lanjut usia itu sendiri maupun orang lain. Proses menua cenderung menimbulkan masalah kesehatan pada lanjut usia. Seiring bertambahnya usia, terjadi penurunan fungsi organ tubuh dan berbagai perubahan fisik. Perubahan ini terjadi pada semua tingkat seluler, organ dan system, termasuk juga perubahan terjadi didalam rongga mulut. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk memfasilitasi dan membantu memberikan pelayanan kesehatan pada lansia yakni dengan membentuk suatu posyandu lansia. Kegiatan yang dilakukan pada posyandu lansia dapat dilaksanakan berupa penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, Kegiatan&amp;nbsp; ini&amp;nbsp; bertujuan&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; meningkatkan pengetahuan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; pemahaman&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; masyarakat&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; memiliki kesadaran&amp;nbsp; dan&amp;nbsp; potensi&amp;nbsp; diri&amp;nbsp; untuk&amp;nbsp; menjaga&amp;nbsp; kesehatan&amp;nbsp; gigi dan mulutnya.&amp;nbsp; Metode pelaksanaan adalah dengan; penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut pada lansia. Pemberian materi dilakukan dalam bentuk ceramah, pemutaran video serta tanya jawab interaktif yang&amp;nbsp; dilakukan untuk mengevaluasi tingkat pemahaman lansia terhadap materi yang diberikan. Kegiatan ini melibatkan seluruh lansia yang datang ke posyandu lansia dan kader Puskesmas Harapan Raya Kota Pekanbaru Hasil kegiatan menunjukkan ada peningkatan pengetahuan dan pemahaman lansia tentang Kesehatan gigi dan mulutnya.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2022-01-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1046</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol1.Iss3.1046</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; 259-267</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2021/1.3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1046/387</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1054</identifier>
				<datestamp>2022-05-12T22:19:04Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Edukasi Perkembangan Penyakit Tidak Menular Pada Kader Cabang Aisyiyah  Banguntapan Utara: Education The Development Of Non-Communicable Diseases To Aisyiyah North Banguntapan Cadre</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">EDUCATION THE DEVELOPMENT OF NON-COMMUNICABLE DISEASES TO AISYIYAH NORTH BANGUNTAPAN CADRE: Education The Development Of Non-Communicable Diseases To Aisyiyah North Banguntapan Cadre</dc:title>
	<dc:creator>Nuraisyah, Fatma </dc:creator>
	<dc:creator>Praja, Apik Rusdiarna Indra </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Non-Communicable Diseases</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Knowledge</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Penyakit Tidak Menular</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pengetahuan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Diabetes merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah yang serius, sehingga perlu adanya edukasi terkait perkembangan prevalensi PTM di Indonesia. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader Aisyiyah Banguntapan Utara Yogyakarta setelah dilakukan penyuluhan pencegahan dan penanganan penanggulangan PTM. Metode yang digunakan adalah studi cross- sectional dengan desain eksperimen rancangan pretest-posttest. Subjek pengabdian adalah 31 orang ibu kader Aisyiyah Banguntapan Utara Yogyakarta. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-wilk dan dilanjut dengan uji alternatif Wilcoxon untuk melihat kemaknaan. Diperoleh hasil bahwa adanya perbedaan rerata antara pengetahuan sebelum dengan setelah diberikan penyuluhan tentang penyakit PTM. Namun, secara statistik tidak signifikan (p-value=0,007). Metode seperti ini dapat dikembangkan di wilayah yang berbeda dengan jumlah responden yang lebih banyak. Disarankan adanya pemeriksaan dini secara rutin guna pencegahan komplikasi akibat PTM di wilayah Banguntapan Bantul Yogyakarta khususnya di Desa Wonocatur. 
Abstract
Non-communicable diseases (NCD) have been increasing, there is a need for education regarding the development of the prevalence of PTM in Indonesia. Aim to was to increase the knowledge of cadres of Aisyiyah North Banguntapan Yogyakarta subsequent to counseling on prevention and treatment complication of NCD. The method used was a cross-sectional study with a pretest-posttest experimental design. The research subjects were 31 female cadres Aisyiyah North Banguntapan Yogyakarta. Data analysis used the Shapiro-Wilk normality test and continued with the Wilcoxon alternative test. The results showed that there was a mean difference between the knowledge before and after being given counseling about PTM. However, it was statistically insignificant (p-value = 0.007). This method could be developed in a different area with a larger number of respondents. It is recommended that early routine detection be carried out in order to prevent complications due to NCD in the Banguntapan Bantul area of Yogyakarta, especially in Wonocatur Village.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penyakit tidak menular (PTM) mengalami peningkatan yang serius dari tahun ke tahun sehingga perlu adanya edukasi terkait perkembangan prevalensi PTM di Indonesia. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader Aisyiyah Banguntapan Utara Yogyakarta setelah dilakukan penyuluhan pencegahan dan penanganan penanggulangan PTM. Metode&amp;nbsp;yang digunakan adalah studi&amp;nbsp;cross-sectional&amp;nbsp;dengan desain eksperimen rancangan pretest-posttest. Subjek penelitian adalah 31 orang ibu kader Aisyiyah Banguntapan Utara Yogyakarta. Analisis data menggunakan uji normalitas&amp;nbsp;Shapiro-wilk&amp;nbsp;dan dilanjut dengan uji alternatif&amp;nbsp;Wilcoxon&amp;nbsp;untuk melihat kemaknaan. Diperoleh hasil bahwa adanya perbedaan rerata antara pengetahuan sebelum dengan setelah diberikan penyuluhan tentang penyakit PTM. Namun, secara statistik tidak signifikan (p-value=0,007) Metode seperti ini dapat dikembangkan di wilayah yang berbeda dengan jumlah responden yang lebih banyak. Disarankan adanya pemeriksaan dini secara rutin guna pencegahan komplikasi akibat PTM di wilayah Banguntapan Bantul Yogyakarta khususnya di Desa Wonocatur.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2022-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1054</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol2.Iss1.1054</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas ; 1-5</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2022/2.1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1054/415</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1055</identifier>
				<datestamp>2022-01-08T23:19:16Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Tehnik Hipnotis Lima Jari Dalam Menurunkan Kecemasan Pada Keluarga Pasien Di Ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Five Finger Hypnosis Technique In Reducing Anxiety In The Intensive Care Unit Of The Arifin Achmad Hospital, Riau Province</dc:title>
	<dc:creator>Susi Erianti</dc:creator>
	<dc:creator>Ennimay, Ennimay</dc:creator>
	<dc:creator>Marni,  Erna </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> Anxiety</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> family</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">five finger hypnosis </dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">kecemasan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">keluarga</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">teknik hipnotis lima jari</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Anxiety can be a problem if it comes to conditions that affect a person's ability to carry out their activities, what if what causes anxiety has reached a severe level of anxiety that causes a person to experience depression so of course this will result in maladaptive disorders that seeing from physical reactions. And psychological overload. The ICU (Intensive Care unit) is a treatment room that requires hemodynamic monitoring that lasts for twenty-four hours and is a room that requires aÂ  fast and thorough action and is supporting by the use of standardized tools to obtain best results for patient recovery. Patients in the ICU are patients whose condition is unstable so that everything that happens to the patient can only be known by the nurse through good and regular monitoring. To prevent the occurrence of excessive anxiety conditions in the patient's family which results in psychological effects on the family, it is necessary to take preventive measures, one of which is by providing health education to the family to reduce the anxiety felt by the family by using five finger hypnosis techniques. The results of the counseling were related to family knowledge about five-finger hypnosis with a pre-test value of 70% and post-test 89% and the results of the family's ability to perform five-finger hypnosis techniques obtained a pre-test value of 73% and 86% post-test. It is hoped that the family will be able to do the five finger hypnosis technique as a technique to reduce anxiety in the family.
ABSTRAK
Kecemasan dapat menjadi masalah jika sudah sampai kepada kondisi yang mempengaruhi kemampuan seseorang dalam menjalankan aktivitasnya. Kecemasan berat dapat menyebabkan seseorang mengalami depresi yang dapat terlihat dari reaksi fisik dan psikologis yang berlebihan. Ruangan ICU (Intensive Care unit) merupakan ruangan perawatan yang memerlukan pemantauan hemodinamik yang berlangsung selama dua puluh empat jam dan merupakan ruangan yang membutuhkan tindakan yang cepat dan teliti untuk kesembuhan pasien. Pasien di ICU merupakan pasien yang kondisinya tidak stabil sehingga segala sesuatu yang terjadi pada pasien hanya dapat diketahui oleh perawat melalui monitoring yang baik dan teratur. Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kondisi kecemasan yang berlebihan pada keluarga pasien yang mengakibatkan efek psikologis terhadap keluarga maka perlu dilakukan tindakan pencegahan, diantara nya adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga tentang penggunaan tehnik hipnotis lima jari. Metode pelaksanaan yang dilakukan dengan memberikan materi tehnik hipnotis lima jari, melakukan role play dan melakukan evaluasi. Kegiatan dilakukan pada pagi hari di ruang tunggu ICU RSUD Arifin Achmad dengan jumlah partisipan sebanyak 18 orang. Penyuluhan dikatakan berhasil jika partisipan mampu mengetahui dan memahami tehnik hipnotis lima jari sebanyak 70%. Hasil kegiatan didapatkan terkait pengetahuan keluarga tentang hipnotis lima jari dengan nilai pre test 70% dan post test 89% dan hasil kemampauan keluarga dalam melakukan tehnik hipnotis lima jari didapatkan nilai pre test 73% dan post test 86%. Dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan sebanyak 89% dan pemahaman keluarga tentang tehnik hipnotis lima jari sebanyak 86%. Sehingga direkomendasikan pada keluarga untuk bisa melakukan tehnik hipnotis lima jari sebagai salah satu tehnik untuk mengurangi kecemasan pada keluarga.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kecemasan dapat menjadi masalah jika sudah sampai kepada kondisi yang mempengaruhi kemampuan seseorang dalam menjalankan aktivitasnya, apa bila yang menyebabkan kecemasan tersebut sudah sampai kepada tingkat kecemasan berat yang mengakibatkan seseorang mengalami depresi sehingga tentunya hal tersebut akan mengakibatkan gangguan yang bersifat maladaptif yang&amp;nbsp; dapat terlihat dari reaksi fisik dan psikologis yang berlebihan. Ruangan ICU (Intensive Care unit) merupakan ruangan perawatan yang memerlukan pemantauan hemodinamik yang berlangsung selama dua puluh empat jam dan merupakan ruangan yang membutuhkan&amp;nbsp; tindakan yang cepat dan teliti serta didukung dengan penggunaan alat-alat yang terstandar untuk mendapatkan hasil yang optimal untuk kesembuhan pasien. Pasien di ICU merupakan pasien yang kondisinya tidak stabil sehingga segala sesuatu yang terjadi pada pasien hanya dapat diketahui oleh perawat melalui monitoring yang baik dan teratur. Untuk mencegah terjadinya kondisi kecemasan yang berlebihan pada keluarga pasien yang mengakibatkan efek psikologis terhadap keluarga maka perlu dilakukan tindakan pencegahan, yang salah satunya adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan kepada keluarga untuk mengurangi kecemasan yang dirasakan oleh keluarga dengan menggunakan tehnik hipnotis lima jari. Hasil penyuluhan didapatkan terkait pengetahuan keluarga tentang hipnotis lima jari dengan nilai pre test 70% dan post test 89% dan hasil kemampauan keluarga dalam melakukan tehnik hipnotis lima jari didapatkan nilai pre test 73% dan post test 86%. Diharapkan pada keluarga untuk bisa melakukan tehnik hipnotis lima jari sebagai salah satu tehnik untuk mengurangi kecemasan pada keluarga.
Kata Kunci: kecemasan, keluarga, teknik hipnotis lima jari</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2021-12-31</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1055</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol1.Iss3.1055</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; 196-205</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2021/1.3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1055/370</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1057</identifier>
				<datestamp>2022-01-08T23:19:16Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penyuluhan dan Pemeriksaan ANC Pada Ibu Hamil Di Akademi Kebidanan Sempena Negeri Pekanbaru Tahun 2021 : Artikel </dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Penyuluhan dan Pemeriksaan ANC Gratis Pada Ibu Hamil Di Akademi Kebidanan Sempena Negeri Pekanbaru Tahun 2021: Artikel </dc:title>
	<dc:creator>YESI ARI SONAIDAH</dc:creator>
	<dc:creator>Sarlis , Nelfi </dc:creator>
	<dc:creator>Desmariyenti, Desmariyenti</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayah, Nurul </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">check-up, ANC, pregnant</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pemeriksaan, ANC,Ibu Hamil</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Antenatal care is important for pregnant women, mothers who do not receive antenatal care have a higher risk of maternal death, stillbirth, and other pregnancy complications. One of the efforts to accelerate the reduction in maternal mortality is pregnancy checks based on, The results of the survey are still pregnant women who have not done the ANC examination. This activity aims to provide knowledge to pregnant women about ANC and the importance of having a pregnancy check-up and holding free examinations for pregnant women. Community service activities carried out face-to-face and conducting free ANC examinations at Akbid Sempena Negeri Pekanbaru, This activity was carried out for three weeks. The participants of the activity are 30 pregnant women, From the results of the examination found 3 pregnant women with positive urine protein ++ and 1 person with mild anemia.
ABSTRAK
Asuhan antenatal care penting dilakukan pada ibu hamil, ibu yang tidak mendapatkan asuhan antenatal memiliki risiko lebih tinggi kematian maternal, stillbirth, dan komplikasi kehamilan lainnya. Salah satu upaya mempercepat penurunan angka kematian ibu adalah pemeriksaan kehamilan. Berdasarkan hasil survey masih ada ibu hamil yang belum melakukan pemeriksaan ANC. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada ibu hamil tentang ANC dan pentingnya memeriksakan kehamilan serta diadakannya pemeriksaan gratis pada ibu hamil. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan dengan cara tatap muka dan melakukan pemeriksaan ANC gratis di Akbid Sempena Negeri Pekanbaru. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga minggu. Peserta kegiatan berjumlah 30 orang ibu hamil, dari hasil pemeriksaan ditemukan 3 orang ibu hamil dengan protein urin positif ++ dan 1 orang anemia ringan.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Asuhan antenatal care penting dilakukan pada ibu hamil, ibu yang tidak mendapatkan asuhan antenatal memiliki risiko lebih tinggi kematian maternal, stillbirth, dan komplikasi kehamilan lainnya. Salah satu upaya mempercepat penurunan angka kematian ibu adalah pemeriksaan kehamilan berdasarkan, Hasil survey masih ada ibu hamil yang belum melakukan pemeriksaan ANC. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada ibu hamil tentang ANC dan pentingnya memeriksakan kehamilan serta diadakannya pemeriksaan gratis pada ibu hamil. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dengan cara tatap muka dan melakukan pemeriksaan ANC gratis di Akbid Sempena Negeri Pekanbaru. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga minggu. Peserta kegiatan berjumlah 30 orang ibu hamil, dari hasil pemeriksaan ditemukan 3 orang ibu hamil dengan protein urin positif ++ dan 1 orang anemia ringan.
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2022-01-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1057</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol1.Iss3.1057</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; 268-275</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2021/1.3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1057/388</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1060</identifier>
				<datestamp>2022-01-08T23:19:16Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Simulasi Pertolongan Pertama Terjadinya Kecelakaan Pada Lansia Di Puskesmas Sapta Taruna Pekanbaru </dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">SIMULASI PERTOLONGAN PERTAMA TERJADINYA KECELAKAAN PADA LANSIA DI PUSKESMAS SAPTA TARUNA PEKANBARU</dc:title>
	<dc:creator>Purnawati Rahayu, Endang</dc:creator>
	<dc:creator>Herniwanti, Herniwanti</dc:creator>
	<dc:creator>Yunita, Jasrida</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">first aid</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> accident</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">elderly </dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">pertolongan pertama</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">kecelakaan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">lansia</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Simulation of first aid for accidents in the elderly is one of the methods used to increase the knowledge of the elderly about the importance of accidents and emergency conditions. This simulation aims to provide information, actions that need to be taken, and train the elderly so as not to panic when an emergency occurs. The method used in this counseling is using a pre-test before doing counseling and doing a post-test after doing the counseling. Based on the results of our approach, it can be concluded that the elderly have experienced accidents as much as 40% and this has a high risk so that first aid is needed when an accident occurs. After the simulation, the elderly knowledge increased by 55% before the simulation and increased to 70% after the simulation was completed. So that first aid simulation when an accident occurs is very important to reduce the risk of severity or disability when an accident occurs for the elderly.
ABSTRAK
Simulasi pertolongan pertama terjadinya kecelakaan pada lansia merupakan salah satu alternatif kegiatan yang bisa dilakukan pada lansia untuk meningkatkan pengetahuan lansia mengenai kejadian kecelakaan dan kondisi darurat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi, tindakan yang perlu dilakukan, serta melatih lansia agar tidak panik saat terjadi keadaan darurat. Metode pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah simulasi dengan melakukan penyuluhan kepada lansia dan praktek pertolongan pertama pada lansia. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan cara mengetahui tingkat keberhasilan simulasi menggunakan cara pretest dan posttest pada lansia. Hasil evaluasi yang diperoleh dari hasil pretest dan posttes adalah sebelum simulasi dilakukan pengetahuan lansia sebesar 55% dan setelah simulasi dilakukan pengetahuan lansia meningkat menjadi 70%. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah adanya peningkatan pengetahuan lansia mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan sebesar 15%. Sehingga simulasi pertolongan pertama terjadinya kecelakaan ini sangat penting dilakukan untuk mengurangi risiko keparahan atau kecacatan saat terjadinya kecelakaan bagi lansia.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Simulasi pertolongan pertama terjadinya kecelakaan pada lansia merupakan salah satu cara yang digunakan untuk menambah pengetahuan lansia tentang pentingnya saat terjadi kecelakaan dan kondisi darurat. Simulasi ini bertujuan untuk memberikan informasi, tindakan yang perlu dilakukan, serta melatih lansia agar tidak panik saat terjadi keadaan darurat. Metode yang dilakukan dalam penyuluhan ini yaitu menggunakan pre test sebelum melakukan penyuluhan dan melakukan post test setelah melakukan penyuluhan. Berdasarkan dari hasil pendekatan yang kami lakukan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa lansia pernah mengalami kecelakaan sebanyak 40% dan ini memiliki risiko tinggi sehingga dibutuhkan pelaksanaan pertolongan pertama saat terjadinya kecelakaan. Setelah dilakukan simulasi terjadinya peningkatan pengetahuan lansia saat sebelum simulasi sebesar 55% dan meningkat menjadi 70% setelah simulasi selesai dilakukan. Sehingga simulasi pertolongan pertama saat terjadinya kecelakaan ini sangat penting dilakukan untuk mengurangi risiko keparahan atau kecacatan saat terjadinya kecelakaan bagi lansia.
Kata kunci: pertolongan pertama, kecelakaan, lansia</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2022-01-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1060</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol1.Iss3.1060</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; 236-245</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2021/1.3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1060/385</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1065</identifier>
				<datestamp>2022-01-08T23:21:02Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Optimalisasi Peran Tokoh Masyarakat Dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Diabetes Pada Masa Pandemi Covid-19 </dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">A optimizing the role of community leaders in the prevention and control of diabetes during the COVID-19 pandemic</dc:title>
	<dc:creator>Leonita, Emy</dc:creator>
	<dc:creator>Nopriadi, Nopriadi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Community Leaders</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Diabetes</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> Covid-19 </dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Tokoh Masyarakat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Indonesia is ranked 6th in the world for the number of people with diabetes. The current condition of the Covid-19 pandemic is barriers to the management of diabetes in all cities in Indonesia, as well as in Pekanbaru City, so that people are limited in getting health services. One of the efforts needed for diabetes management is health education. Health education targeting community leaders aims to increase the knowledge of community leaders about the management and prevention of diabetes complications so that they become role models in positive behavior change. Health education was carried out in Pekanbaru City to 30 community leaders. The methods used in education are online and offline lectures, discussions and health checks for participants. The result of the activity was an increase in the knowledge of community leaders in implementing diabetes prevention and control efforts during the Covid-19 pandemic. Therefore, community leaders were able to mobilize community members in preventing the incidence and complications of diabetes. The development and trainning for role of the community leaders in diabetes management in a planned manner needs to be carried out continuously to support the success of the program.
ABSTRAK
Indonesia menduduki peringkat ke-6 di dunia untuk jumlah penderita diabetes. Kondisi pandemic Covid-19 saat ini menghambat penatalaksanaan penyakit diabetes di seluruh kota di Indonesia, demikian pula di Kota Pekanbaru, sehingga masyarakat terbatas mendapatkan pelayanan kesehatan. Salah satu upaya yang diperlukan untuk penatalaksanaan diabetes adalah edukasi kesehatan. Edukasi kesehatan dengan sasaran tokoh masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tokoh masyarakat tentang penatalaksanaan dan pencegahan komplikasi diabetes sehingga menjadi role model dalam perubahan perilaku positif. Edukasi kesehatan dilaksanakan di Kota Pekanbaru kepada 30 orang tokoh masyarakat. Metode yang digunakan dalam edukasi adalah metode ceramah secara online dan offline, diskusi dan pemeriksaan kesehatan bagi peserta. Hasil kegiatan adalah meningkatnya pengetahuan tokoh masyarakat dalam menerapkan upaya pencegahan dan pengendalian diabetes pada masa pandemi Covid-19, sehingga tokoh masyarakat mampu menggerakkan anggota masyarakat dalam mencegah kejadian maupun komplikasi diabetes. Pengembangan dan pembinaan peran tokoh masyarakat dalam pengelolaan diabetes secara terencana, terus menerus perlu dilaksanakan untuk menunjang keberhasilan program. </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">31-12-2021 Accepted: 03-01-2022 Published: 09-01-2022 Indonesia menduduki peringkat ke-6 di dunia untuk jumlah penderita diabetes. Kondisi pandemic Covid-19 saat ini menghambat penatalaksanaan penyakit diabetes di seluruh kota di Indonesia, demikian pula di Kota Pekanbaru, sehingga masyarakat terbatas mendapatkan pelayanan kesehatan. Salah satu upaya yang diperlukan untuk penatalaksanaan diabetes adalah edukasi kesehatan. Edukasi kesehatan dengan sasaran tokoh masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tokoh masyarakat tentang penatalaksanaan dan pencegahan komplikasi diabetes sehingga menjadi role model dalam perubahan perilaku positif. Edukasi kesehatan dilaksanakan di Kota Pekanbaru kepada 30 orang tokoh masyarakat. Metode yang digunakan dalam edukasi adalah metode ceramah secara online dan offline, diskusi dan pemeriksaan kesehatan bagi peserta. Hasil kegiatan adalah meningkatnya pengetahuan tokoh masyarakat dalam menerapkan upaya pencegahan dan pengendalian diabetes pada masa pandemi Covid-19, sehingga tokoh masyarakat mampu menggerakkan anggota masyarakat dalam mencegah kejadian maupun komplikasi diabetes. Pengembangan dan pembinaan peran tokoh masyarakat dalam pengelolaan diabetes secara terencana, terus menerus perlu dilaksanakan untuk menunjang keberhasilan program.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2022-01-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1065</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol1.Iss3.1065</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 1 No. 3 (2021): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; 1076-283</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2021/1.3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1065/389</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2021 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1071</identifier>
				<datestamp>2022-05-12T22:19:04Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penyuluhan Kesehatan Pada Lanjut Usia dengan Pendekatan Transkultural Nursing  di Wilayah Kerja Puskesmas Samata : Health Counseling for the Elderly with a Transcultural Nursing Approach in the Working Area of ​​the Samata Health Center</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Penyuluhan Kesehatan Pada Lanjut Usia dengan Pendekatan Transkultural Nursing  di Wilayah Kerja Puskesmas Samata : Penyuluhan Kesehatan pada Lansia</dc:title>
	<dc:creator>Hasnah, Hasnah</dc:creator>
	<dc:creator>Sutria, Eny </dc:creator>
	<dc:creator>Aidha, Aidha</dc:creator>
	<dc:creator>Wahdania, Wahdania</dc:creator>
	<dc:creator> Rasmawati,  Rasmawati</dc:creator>
	<dc:creator>Hadriani, Eka </dc:creator>
	<dc:creator> Khotimah, Nurul Khusnul</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Karmila </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Health Education; Gerontic; Transcultural Nursing</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Penyuluhan Kesehatan; Lanjut Usia; Transkultural Nursing</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Menua menyebabkan terjadinya degenerasi fungsi tubuh sehingga dapat menyebabkan penurunan derajat kesehatan. Derajat kesehatan pada usia lanjut dipengaruhi oleh umur, pendidikan, jenis kelamin dan sebagainya. Salah satu cara untuk meningkatkan derajat kesehatan lanjut usia (lansia) dengan senantiasa mengingatkan kembali pencegahan masalah yang sering terjadi pada usia lanjut. Lansia akan mudah menerima informasi yang diberikan jika pendekatan yang digunakan sesuai dengan kebiasaan sehari-hari. Salah satu pendekatan yang digunakan pada pengabdian masyarakat ini adalah pendekatan transkultural nursing dengan menggunakan bahasa ibu (Bahasa Makassar). Lansia sangat antusias mendengarkan penyuluhan kesehatan yang dilaksanakan serta pemeriksaan kesehatan pada lansia
Abstract
Aging causes degeneration of body functions so that it can cause a decrease in health status. The degree of health in the elderly is influenced by age, education, gender and so on. One way to improve the health status of the elderly is to constantly remind the prevention of problems that often occur in the elderly. The elderly will easily accept the information provided if the approach used is in accordance with their daily habits. One of the approaches used in this community service is the Transcultural nursing approach using the mother tongue (Makassar language). The elderly was very enthusiastic about listening to the health education and health checks.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Menua menyebabkan terjadinya degenerasi fungsi tubuh sehingga dapat menyebabkan penurunan derajat kesehatan. &amp;nbsp;Derajat kesehatan pada usia lanjut dipengaruhi oleh umur, pendidikan, jenis kelamin dan sebagainya. Salah satu cara untuk meningkatkan derajat kesehatan lanjut usia adalah dengan senantiasa mengingatkan kembali pencegahan masalah yang sering terjadi pada usia lanjut. Lansia akan mudah menerima informasi yang diberikan jika pendekatan yang digunakan sesuai dengan kebiasaan sehari-hari. Salah satu pendekatan yang digunakan pada pengabdian masyarakat ini adalah pendekatan Transkultural nursing dengan menggunakan bahasa ibu (Bahasa Makassar). Lansia sangat antusias mendengarkan penyuluhan kesehatan yang dilaksanakan serta pemeriksaan kesehatan pada lansia</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2022-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1071</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol2.Iss1.1071</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas ; 6-14</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2022/2.1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1071/416</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1136</identifier>
				<datestamp>2022-05-12T22:19:04Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pendidikan Gizi Melalui Pemberian Tambahan Makanan Lokal Bagi Ibu Hamil Dan Balita Di Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember: Nutrition Education Through Provision of Additional Local Food for Pregnant Women and Toddlers in Pakusari District, Jember Regency</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pendidikan Gizi Melalui Pemberian Tambahan Makanan Lokal Bagi Ibu Hamil Dan Balita Di Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember: Nutrition Education Through Provision of Additional Local Food for Pregnant Women and Toddlers in Pakusari District, Jember Regency</dc:title>
	<dc:creator>Nugroho, Riezky Faisal </dc:creator>
	<dc:creator>Wardani,  Erika Martining </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Stunting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pregnant Women</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">PMT</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Toddlers</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Nutrition Education</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Stunting, Ibu Hamil, PMT, Balita, Pendidikan Gizi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Salah satu faktor yang menyebabkan masalah gizi balita di Indonesia adalah konsumsi makanan ibu pada masa kehamilan atau bahkan saat remaja yang tidak sesuai dengan prinsip gizi seimbang. Hasil Riskesdas 2013 menunjukkan prevalensi Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada wanita hamil usia 15-49 tahun sebesar 24,2% dan meningkat sebesar 17,3% tahun 2018. Survei Diet Total (SDT) tahun 2014 sebesar 55,7% balita mempunyai asupan energi yang kurang dari Angka Kecukupan Energi (AKE) yang dianjurkan. Salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang mengalami peningkatan stunting adalah Jember. Jumlah penderita stunting di Kabupaten Jember meningkat dari 17.344 pada tahun 2018 menjadi 19.870 pada tahun 2019. Masalah stunting yang paling banyak terjadi di wilayah Puskesmas Jember bagian utara, salah satunya Puskesmas Pakusari. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan perubahan perilaku sikap dan keterampilan ibu dalam memberikan makanan pada anaknya. Metode kegiatan melalui edukasi Gizi dan intervensi makanan tambahan (PMT). Lokasi kegiatan adalah wilayah kerja Puskesmas Pakusari. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat, yaitu: menambah pengetahuan, sikap, perilaku dan asupan dalam mempersiapkan dan menyediakan menu gizi seimbang makanan lokal untuk ibu hamil dan balita. 
Abstract
One of the factors that cause nutritional problems for children under five in Indonesia is the consumption of maternal food during pregnancy or even during adolescence which is not in accordance with the principle of balanced nutrition. The results of Riskesdas 2013 showed the prevalence of Chronic Energy Deficiency (KEK) in pregnant women aged 15-49 years was 24.2% and increased by 17.3% in 2018. The Total Diet Survey (SDT) in 2014 was 55.7% of children under five who had energy that is less than the recommended Energy Adequacy Ratio (AKE). One of the districts in East Java that experienced an increase in stunting is Jember. The number of stunting sufferers in Jember Regency increased from 17,344 in 2018 to 19,870 in 2019. The most stunting problems occurred in the northern part of the Jember Community Health Center, one of which was the Pakusari Health Center. The Surabaya Ministry of Health Poltekkes Service Team has service activities to the community by providing solutions in dealing with nutritional intake for toddlers and pregnant women and nutritional status through additional food interventions (PMT) and nutrition education. The location of the activity is the work area of ​​the Pakusari Health Center. The results of community service, namely: increasing knowledge, attitudes, behavior and intake in preparing and providing a balanced nutritional menu of local food for pregnant women and toddlers</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Salah satu faktor yang menyebabkan masalah gizi balita di Indonesia adalah konsumsi makanan ibu pada masa kehamilan atau bahkan saat remaja yang tidak sesuai dengan prinsip gizi seimbang. Hasil Riskesdas 2013 menunjukkan prevalensi Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada wanita hamil usia 15-49 tahun sebesar 24,2% dan meningkat sebesar 17,3% tahun 2018. Survei Diet Total (SDT) tahun 2014 sebesar 55,7% balita mempunyai asupan energi yang kurang dari Angka Kecukupan Energi (AKE) yang dianjurkan. Salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang mengalami peningkatan stunting adalah Jember. Jumlah penderita stunting di Kabupaten Jember meningkat dari 17.344 pada tahun 2018 menjadi 19.870 pada tahun 2019. Masalah stunting yang paling banyak terjadi di wilayah Puskesmas Jember bagian utara, salah satunya Puskesmas Pakusari. Tim Pengabdi Poltekkes Kemenkes Surabaya memiliki kegiatan pelayanan ke masyarakat dengan memberi solusi dalam menangani Asupan Gizi pada balita dan ibu hamil dan status gizi melalui intervensi makanan tambahan (PMT) dan edukasi Gizi. Lokasi kegiatan adalah wilayah kerja Puskesmas Pakusari. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat, yaitu: menambah pengetahuan, sikap, perilaku dan asupan dalam mempersiapkan dan menyediakan menu gizi seimbang makanan lokal untuk ibu hamil dan balita.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2022-04-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1136</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol2.Iss1.1136</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas ; 15-21</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2022/2.1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1136/417</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1164</identifier>
				<datestamp>2022-05-12T22:19:04Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Implementasi Peningkatan Pengetahuan Dokter Kecil Tentang Pencatatan Kesehatan Personal Pada Masa Covid-19 Di Sd 19 Air Tawar Utara: Implementation of Increasing Little Doctor's Knowledge About Personal Health Recording During the Covid-19 Period in North Freshwater Elementary School</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">IMPLEMENTASI PENINGKATAN PENGETAHUAN DOKTER KECIL TENTANG PENCATATAN KESEHATAN PERSONAL PADA MASA COVID-19 DI SD 19 AIR TAWAR UTARA: IMPLEMENTASI PENINGKATAN PENGETAHUAN DOKTER KECIL TENTANG PENCATATAN KESEHATAN PERSONAL PADA MASA COVID-19 DI SD 19 AIR TAWAR UTARA</dc:title>
	<dc:creator>Rahmatiqa, Chamy</dc:creator>
	<dc:creator>Abdillah, Nurul </dc:creator>
	<dc:creator>Dewi, Alfita </dc:creator>
	<dc:creator>Kosasih,  Dika </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Small Doctor</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">School Health Unit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Recording</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Dokter Kecil</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Unit Kesehatan Sekolah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pencatatan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pencatatan perkembangan kesehatan diri sangat penting untuk melihat kesinambungan data riyawat medis individu dan sangat dibutuhkan oleh individu itu sendiri demi untuk mengendalikan derajat kesakitan. Pencatatan kesehatan pada usia sekolah belum berjalan dengan baik, masalahnya adalah proses rekapitulasi secara manual membutuhkan waktu analisis yang lebih lama. Kegiatan ini dilaksanakan di SD N 19 Air Tawar Utara dengan melakukan penyuluhan ke dokter kecil. Sasaran pada kegiatan ini adalah dokter kecil. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan yaitu pengukuran peningkatan pengetahuan dokter kecil tentang pencatatan riwayat kesehatan anak usia sekolah termasuk riwayat Kesehatan diri sendiri. Sebelum diadakan penyuluhan tentang pencatatan riwayat kesehatan terlebih dahulu diberikan pretest dan setelah penyuluhan diadakan posttest. Didapatkan hasil dari 15 dokter kecil sebanyak 6% (1 orang) memiliki pengetahuan yang baik tentang pencatatan riwayat kesehatan. Hasil dari pelaksanaan penyuluhan terlihat ada peningkatan pengetahuan, dimana sebanyak 74% (11 orang) berpengetahuan baik. Kesimpulan pengabdian masyarakat adalah adanya peningkatan pengetahuan dokter kecil setelah pemberian sosialisasi tentang pencatatan riwayat kesehatan dari 6% menjadi 74%. Diharapkan kepada pihak sekolah agar dibina dokter kecil dari waktu ke waktu dibawah arahan petugas Puskesmas Air Tawar.
Abstract
Recording Personal Health Development is very important to see the continuity of individual medical history data in order to control the degree of pain. Recording of Health at school age has not been going well, the problem is that the process of recapitulation manually requires longer analysis time. This activity was carried out in SDN 19 Air Tawar Timur by counseling to a Small Doctor. The target in this activity is a Small Doctor. This community service activity was carried out by measuring the increase in the knowledge of small doctors about recording the medical history of school-age children including their own medical history. Before the counseling activity on recording of medical history, a pretest was given first and after counseling a posttest was held. The results were obtained from 15 small doctors, 6% (1 person) had good knowledge about recording of medical history. The results of the implementation of counseling showed that there was an increase in knowledge, which was 74% (11 people) had well knowledge. In conclusion, there was an increase in the knowledge of small doctors after providing socialization about the recording of medical history from 6% to 74%. It is expected that the school should develop small doctors from time to time under the direction of the Air Tawar health center officers.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">



Pencatatan perkembangan Kesehatan diri sangat penting untuk melihat kesinambungan data riyawat medis individu dan sangat dibutuhkan oleh individu itu sendiri demi untuk mengendalikan derajat kesakitan. Pemantauan kesehatan usia sekolah belum berjalan dengan baik, kendalanya adalah proses rekapitulasi secara manual membutuhkan waktu analisis yang lebih lama Kegiatan ini dilaksanakan di SD N 19 Air Tawar Uatara. Sasaran kegiatan adalah dokter kecil dan guru UKS. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan adalah pengukuran pengetahuan dokter kecil tentang pencatatan dan pengelolaan riwayat Kesehatan anak usia sekolah termasuk Riwayat Kesehatan diri sendiri. Sebelum diadakan penyuluhan terlebih dahulu diberikan pretest dan setelah penyuluhan diadakan posttest. Hasil adalah ditemukannya dari 15 dokter kecil sebanyak 6% (1 orang) memiliki pengetahuan tentang pencatatan riawayat kesehatan. Hasil dari pelaksanaan penyuluhan terlihat ada peningkatan pengetahuan, dimana sebanyak 74% (11 orang) berpengetahuan baik. Simpulan dalam pengabdian masyarakat adalah adanya peningkatan pengetahuan dokter kecil setelah pemberian sosialisasi tentang pencatatan riyawat kesehatan dari 6% menjadi 74%. Diharapkan kepada pihak sekolah agar dibina dokter kecil dari waktu ke waktu dibawah arahan petugas Puskesmas Air Tawar.
Kata Kunci: Dokter Kecil, Unit Kesehatan Sekolah, Pencatatan
Recording the development of the Health of yourself is very important to see the continuity of the data of the two views narrated medical individual and is needed by the individual's own sake to control the degree of pain. Monitoring the health of school age has not been running well, the obstacle is the process of recapitulation manually takes time analysis which is the duration of the Activity is conducted in SD Negeri 19 Fresh-Water North. The target of the event is the little doctor and teacher. Community service activities are performed community service Activities are performed is the measurement of the doctor's knowledge of recording and the management of the medical history of the children of school age, including the medical History of yourself. Before education was held first given a pretest and after the counseling held posttest. The result is the discovery of 15 small doctor as much as 6% (1 person) have knowledge about the recording riawayat health. The results of the implementation of the extension seen an increase in knowledge, where as many as 74% (11 people) good knowledgeable. Conclusion in community service is to increase the knowledge of the little doctor after administration of socialization about the recording of the two views narrated health from 6% to 74%. Expected to the school that fostered the doctor a little under the direction of the Air Tawar Public Health Staff.
Keywords: Small Doctor, School Health Unit, Recording



</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2022-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1164</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol2.Iss1.1164</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas ; 22-27</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2022/2.1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1164/418</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1166</identifier>
				<datestamp>2022-05-12T22:19:04Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Implementasi Progressive Muscle Relaxation Efektif Menurunkan Kecemasan Anak SDN Tangkilsari 1 Banten Sebagai Penguat Program Reopen School: Implementation of Progressive Muscle Relaxation Effectively Reduces Anxiety in SDN Tangkilsari 1 Banten Children as Reinforcement for Reopen School Program</dc:title>
	<dc:creator>casman</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmawati, Veronica </dc:creator>
	<dc:creator>Ernawati</dc:creator>
	<dc:creator>Lestari, Puspita</dc:creator>
	<dc:creator>Silalahi, Malianti </dc:creator>
	<dc:creator>Nardo, Rio</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">anxiety</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">progressive muscle relaxation</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">elementary student</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">reopen school</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">kecemasan, relaksasi otot progresif, anak sekolah, kesiapan kembali sekolah</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pandemi COVID-19 membawa dampak buruk pada anak, terutama anak sekolah yang mengalami kecemasan karena rencana sekolah kembali setelah sekian lama menjalani penutupan sekolah. Rencana pemerintah untuk kembali membuka sekolah secara tatap muka pun dirasa belum sepenuhnya siap. Hal ini terlihat dari rendahnya angka anak memakai masker dan mengikuti protokol kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengedukasi siswa terkait protokol kesehatan dan implementasi relaksasi otot progresif untuk menurunkan kecemasan sebagai pendukung kesiapan program kembali sekolah. Metode yang digunakan yaitu edukasi penggunaan masker dan prosedur cuci tangan serta implementasi relaksasi sebanyak tiga kali seminggu dengan durasi 30 menit tiap sesi relaksasi pada 21 siswa SDN Tangkilsari 1 Pandeglang Banten. Pengukuran kecemasan menggunakan instrumen HARS. Hasilnya menunjukkan bahwa 100% siswa mampu memperagakan penggunaan masker dan cuci tangan 6 langkah dengan benar. Hasil juga menunjukkan terjadi penurunan nadi dan skala kecemasan secara signifikan setelah penerapan relaksasi otot progresif (p=0,001). Penurunan nadi setelah relaksasi penurunan nadi 8,81±8,171. Kecemasan anak yang sebelumnya ada pada tingkat kecemasan sedang menjadi kecemasan ringan pada post test pertama dan kedua, serta pengukuran post test ketiga rerata tidak ada kecemasan pada siswa. Pengabdian masyarakat berupa edukasi protokol kesehatan dan implementasi PMR ternyata terbukti meningkatkan kesiapan siswa untuk kembali sekolah. 
Abstrack
Children have been negatively affected by the COVID-19 pandemic, particularly student who are anxious as a result of school closures. The government's plan to restart face-to-face classrooms is still in the works. The low number of student who follow health routines exemplifies this point. As a supporter of the preparedness for the return to school program, this community service activity aims to educate student about health protocols and the use of progressive muscle relaxation to decrease anxiety. The approach employed included teaching on the usage of masks and hand washing procedures, as well as the application of relaxation three times a week for 21 students from SDN Tangkilsari 1 Pandeglang Banten, with each relaxation session 30 minutes. Anxiety is measured with the HARS instrument. The results showed that all students were able to demonstrate proper mask wearing and hand washing procedures. After using progressive muscle relaxation, the pulse and anxiety scales both decreased significantly (p = 0.001). Pulse 8.81±8.171 was reduced after relaxation. Children's anxiety that was previously at a moderate level of anxiety became mild anxiety in the first and second post-tests, as well as in the third post-test measurement of the average level of anxiety in students. Community service in the form of education on health protocols and the implementation of PMR was proven to increase students' readiness to return to school.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pandemi COVID-19 membawa dampak buruk pada anak, terutama anak sekolah yang mengalami kecemasan karena penutupan sekolah. Rencana pemerintah untuk kembali membuka sekolah secara tatap muka pun dirasa belum sepenuhnya siap. Hal ini terlihat dari rendahnya angka anak memakai mengikuti protokol kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mengedukasi siswa terkait protokol kesehatan dan implementasi relaksasi otot progresif untuk menurunkan kecemasan sebagai pendukung kesiapan program kembali sekolah. Metode yang digunakan yaitu edukasi penggunaan masker dan prosedur cuci tangan serta implementasi relaksasi sebanyak tiga kali seminggu dengan durasi 30 menit tiap sesi relaksasi pada 21 siswa SDN Tangkilsari 1 Pandeglang Banten. Pengukuran kecemasan menggunakan instrumen HARS. Hasilnya menunjukkan bahwa 100% siswa mampu memperagakan penggunaan masker dan cuci tangan 6 langkah dengan benar. Hasil juga menunjukkan terjadi penurunan nadi dan skala kecemasan secara signifikan setelah penerapan relaksasi otot progresif (p=0,001). Penurunan nadi setelah relaksasi penurunan nadi 8,81±8,171. Kecemasan anak yang sebelumnya ada pada tingkat kecemasan sedang menjadi kecemasan ringan pada post test pertama dan kedua, serta pengukuran post test ketiga rerata tidak ada kecemasan pada siswa Pengabdian masyarakat berupa edukasi protokol kesehatan dan implementasi PMR ternyata terbukti meningkatkan kesiapan siswa untuk kembali sekolah.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2022-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1166</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol2.Iss1.1166</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas ; 28-35</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2022/2.1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1166/419</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1173</identifier>
				<datestamp>2022-05-12T22:19:04Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Rancangan Pembatas Bagian (Divider/ Tab) Pada Rekam Medis  Di  RSIA  Zainab Pekanbaru: Section Delimiter Design (Divider / Tab) on Medical Records at RSIA Zainab Pekanbaru</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">rekam medis RANCANGAN PEMBATAS BAGIAN (DIVIDER/ TAB) PADA REKAM MEDIS  DI  RSIA ZAINAB PEKANBARU: PEMBATAS BAGIAN (DIVIDER/ TAB) PADA REKAM MEDIS</dc:title>
	<dc:creator>Maimun, Nur</dc:creator>
	<dc:creator> Yanti,  Desri Novita </dc:creator>
	<dc:creator> Fahira ,  Finkha</dc:creator>
	<dc:creator>Yahya , Putri </dc:creator>
	<dc:creator> Amalia , Trisna</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Divider</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">tab</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">medical record</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">hospital</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Kegunaan dari pembatas (divider/tab) adalah menandai antara satu riwayat layanan rawat inap dengan riwayat selanjutnya atau satu bagian tertentu dengan bagian lainnya sehingga dapat menghemat waktu dalam pencarian dokumen. Berdasarkan hasil survey tidak ada pemisahan antara rawat jalan dan rawat inap. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mempermudah petugas dalam mengakses data tiap layanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan merancang pembatas divider/tab dan memberikan penyuluhan dengan tatap muka kepada petugas rekam medis di RSIA Zainab Pekanbaru. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 bulan (Februari – Maret), dengan peserta kegiatan 10 orang petugas rekam medis. Dari hasil rancangan, petugas dapat mengaplikasikan pembatas divider/tab dalam mempermudah pelaksanaan dokumen rekam medis.
Abstract
Medical record documents consist of several components, namely medical record forms, clamps and fasteners to unite paper, paper dividers between one form and another and medical record file folders, all medical record forms must be stored in a medical record folder. If in one folder the records of inpatient and outpatient are combined, then the boundaries are marked with outpatient or inpatient notes and placed before the sheets. Dividers or tabs are used to limit one episode of inpatient care to the next or one particular section to another. By using the divider it will be clearer the boundary between one episode of hospitalization with the next episode. The purpose of this service is expected to shorten the time for health workers to open the patient's recent history in the medical record file. The method used in this community service activity is in several stages, namely the first stage of preparation is a preliminary study, the second stage of implementation provides understanding, counseling, and discussion. The third stage is Diffusion of science and technology (adoption and application of science and technology). From the results of community service according to the plan, carried out with opening activities by providing an understanding from the TIM about the implementation of community service, the next activity is providing material/counseling to officers, the next stage is to design a section divider (Divider/Tab) which is used to limit one episode inpatient services with the next episode or one particular section with another, the next stage is the submission of the results of the TIM design to the hospital, namely to the medical record officer. It is hoped that the results of the design can always be applied because medical records are valid documentation and evidence and maintain and maintain the contents of patient documents.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Dokumen rekam medis terdiri dari beberapa komponen yaitu formulir rekam medis, alat penjepit dan alat pengancing untuk menyatukan kertas, pembatas kertas antara formulir satu dengan formulir yang lainya dan map berkas rekam medis, semua formulir rekam medis harus disimpan dalam map (folder) rekam medis. Jika dalam satu folder digabung antara catatan rawat inap dan rawat jalan, maka pembatas diberi tanda rawat jalan atau rawat inap dan diletakkan sebelum lembar-lembar formulir yang bersangkutan.
Divider atau tab digunakan untuk membatasi satu episode pelayanan rawat inap dengan episode berikutnya atau satu bagian tertentu dengan bagian lainnya. &amp;nbsp;Dengan menggunakan divider maka akan menjadi lebih jelas batas antara satu episode rawat inap dengan episode berikutnya. Tujuan Pengabdian ini diharapkan dapat menyingkat waktu tenaga kesehatan untuk membuka riwayat terakhir pasien pada berkas rekam medis. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan beberapa tahapan yaitu tahap pertama persiapan adalah studi pendahuluan, Tahap Kedua pelaksanaan&amp;nbsp;&amp;nbsp; memberikan pemahaman, penyuluhan, dan diskusi. Tahap ketiga Difusi ipteks (kegiatan Adopsi dan penerapan Iptek).&amp;nbsp; Dari hasil pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan rencana, dilaksanakan dengan kegiatan pembukaan dengan memberikan pemahaman dari TIM tentang pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, Kegiatan selanjutnya pemberian materi/penyuluhan kepada petugas, Tahap selanjutnya adalah merancang pembatas bagian (Divider/Tab) yang digunakan untuk membatasi satu episode pelayanan rawat inap dengan episode berikutnya atau satu bagian tertentu dengan bagian lainnya, Tahap selanjutnya adalah penyerahan hasil rancangan TIM kepada pihak rumah sakit yakni ke petugas rekam medis. Diharapkan hasil rancangan dapat selalu di aplikasikan karena rekam medis sebagai dokumentasi dan alat bukti hukum serta menjaga, memelihara isi dokumen pasien</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2022-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1173</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol2.Iss1.1173</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas ; 36-41</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2022/2.1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1173/420</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1174</identifier>
				<datestamp>2022-05-12T22:19:04Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pelatihan Perawatan Gigi Tiruan Akrilik Lepasan  Pada Lansia Di Kampung KB Berkah Bersama  Kelurahan Air Dingin Pekanbaru: Training on Removable Acrylic Denture Treatment for the Elderly in KB Berkah Bersama Village, Air Cold Village, Pekanbaru</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">PELATIHAN PEMELIHARAAN KEBERSIHAN GIGI TIRUAN LEPASAN  PADA LANSIA DI KAMPUNG KB BERKAH BERSAMA  KELURAHAN AIR DINGIN PEKANBARU: PELATIHAN PEMELIHARAAN KEBERSIHAN GIGI TIRUAN LEPASAN  PADA LANSIA DI KAMPUNG KB BERKAH BERSAMA  KELURAHAN AIR DINGIN PEKANBARU</dc:title>
	<dc:creator>jihan natassa, jihan natassa</dc:creator>
	<dc:creator>Wardani,  Sri </dc:creator>
	<dc:creator>Syafitri,  Fiona Syafitri</dc:creator>
	<dc:creator>Silvia, Sherly </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Removable Acrylic Denture Treatment</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> Elderly </dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> Lansia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> Perawatan Gigi Tiruan Akrilik Lepasan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pemeliharaan Gigi Tiruan Lepasan, Lansia</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dengan bertambahnya usia, resiko kekurangan gigi akan sangat besar, sehingga kebutuhan untuk gigi palsu (gigi tiruan) juga meningkat. Penggunaan gigi tiruan mempunyai tujuan buat menghindari terganggunya fungsi akibat kehilangan gigi, namun warga sering kurang menyadari perawatan gigi tiruan begitu penting terutama pada lanjut usia. Gigi tiruan yang kurang terpelihara bisa memberikan dampak pada kesehatan rongga mulut dari pengguna gigi tiruan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan tentang perawatan gigi tiruan akrilik lepasan pada lansia di Kampung KB Berkah Bersama Kelurahan Air Dingin Pekanbaru. Metode pelaksanaan pengabdian adalah memberikan pelatihan tentang perawatan gigi tiruan akrilik lepasan pada lansia di Kampung KB Berkah Bersama Kelurahan Air Dingin Pekanbaru. Pelatihan dilakukan terhadap 27 orang lansia yang hadir dengan memberikan kuesioner sebelum dan sesudah pemberian materi. Pemberian materi dalam bentuk ceramah, dan tanya jawab interaktif yang dilakukan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan lansia terhadap materi yang diberikan dengan memberikan kusioner pretest dan posttest. Hasil pretest sebelum pelatihan sebanyak 65 % lansia menjawab benar dan hasil posttest meningkat menjadi 90 %. Hal ini menunjukkan bahwa dengan kegiatan pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan lansia tentang perawatan gigi tiruan akrilik lepasan sebesar 25 %. Kesimpulan kegiatan menunjukkan ada peningkatan pengetahuan dan pemahaman lansia tentang perawatan gigi tiruan akrilik lepasan.
Abstrack
As people age, the risk of tooth loss increases, so the need for dentures increases. The use of dentures has the aim of preventing functional impairment due to tooth loss, but often people are less aware of the importance of maintaining the cleanliness of dentures that are used, especially in the elderly. Poor denture hygiene can have an impact on the oral health of denture users. The purpose of community service is to increase knowledge about maintaining the cleanliness of removable dentures in the elderly in the Berkah Bersama KB Village, Air Cold Village, Pekanbaru. The method of implementing the service is to provide training on maintaining the cleanliness of removable dentures for the elderly in the KB Berkah Bersama Village, Air Cold Village, Pekanbaru. The training was conducted on 30 elderly people who attended by giving questionnaires before and after giving the material. Giving material in the form of lectures, and interactive question and answer conducted to evaluate the level of understanding of the elderly on the material provided by giving pretest and posttest questionnaires. Pretest results before training as many as 65% of the elderly answered correctly and posttest results increased to 90%. This shows that training activities can increase the knowledge of the elderly about maintaining the cleanliness of removable dentures by 25%. The conclusion of the activity shows that there is an increase in the knowledge and understanding of the elderly about the maintenance of removable dentures.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Seiring dengan bertambahnya usia, risiko kehilangan gigi menjadi semakin besar, sehingga kebutuhan akan pemakaian gigi tiruan pun menjadi semakin meningkat. Pemakaian gigi tiruan memiliki tujuan untuk mencegah terjadinya gangguan fungsi akibat kehilangan gigi, tetapi seringkali terjadi masyarakat kurang menyadari pentingnya pemeliharaan kebersihan gigi tiruan yang digunakan terutama pada lansia. Kebersihan gigi tiruan yang kurang terjaga dapat memberi dampak bagi kesehatan rongga mulut pengguna gigi tiruan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan tentang pemeliharaan kebersihan gigi tiruan lepasan pada lansia di Kampung KB Berkah Bersama Kelurahan Air Dingin Pekanbaru. Metode pelaksanaan pengabdian adalah memberikan pelatihan tentang pemeliharaan kebersihan gigi tiruan lepasan pada lansia di Kampung KB Berkah Bersama Kelurahan Air Dingin Pekanbaru. Pelatihan&amp;nbsp; dilakukan terhadap 27 orang lansia yang hadir dengan memberikan kuesioner sebelum dan sesudah pemberian&amp;nbsp; materi. Pemberian&amp;nbsp; materi dalam bentuk ceramah, dan tanya jawab interaktif yang dilakukan untuk mengevaluasi tingkat pemahaman lansia terhadap materi yang diberikan dengan memberikan kusioner pretest dan posttest. Hasil pretest sebelum pelatihan sebanyak 65 %&amp;nbsp; lansia menjawab benar dan hasil posttest meningkat menjadi 90 %. Hal ini menunjukkan bahwa dengan kegiatan pelatihan dapat meningkatkan pengetahuan lansia tentang pemeliharaan kebersihan gigi tiruan lepasan sebesar 25 %. Kesimpulan kegiatan menunjukkan&amp;nbsp;&amp;nbsp; ada peningkatan pengetahuan dan&amp;nbsp; pemahaman lansia tentang pemeliharaan gigi tiruan lepasan.
Kata Kunci : Pemeliharaan Gigi Tiruan Lepasan, Lansia</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2022-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1174</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol2.Iss1.1174</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas ; 43-50</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2022/2.1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1174/421</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1192</identifier>
				<datestamp>2022-05-12T22:19:04Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Edukasi Ibu Hamil dan Bidan Desa Tentang Tanda Bahaya Kehamilan di Era Covid-19 Tahun 2020: Education of Pregnant Women and Village Midwives About Danger Signs of Pregnancy in the 2020 Covid-19 Era</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">EDUKASI IBU HAMIL DAN BIDAN DESA TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DI ERA COVID-19 TAHUN 2020: Education of Pregnant Women and Village Midwives About Danger Signs of Pregnancy in the 2020 Covid-19 Era</dc:title>
	<dc:creator>wenny, dwi mutia</dc:creator>
	<dc:creator>Nurrizka, Rahmah Hida </dc:creator>
	<dc:creator>Fitri, Nayla Kamilia </dc:creator>
	<dc:creator>neli, Ermeida </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Covid-19</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pregnant Women</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">danger signs of pregnancy</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">tanda bahaya kehamilan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">ibu hamil</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">covid-19</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pandemik Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia dari akhir tahun 2019 menyebabkan perubahan tatanan Kesehatan baik umum maupun pada ibu hamil. Dimana pembatasan pelayanan Kesehatan terutama pada kegiatan posyandu yang biasanya dilakukan setiap bulan untuk memeriksa Kesehatan ibu hamil, bayi dan balita. Sehingga ibu hamil sedikit kesulitan dalam melakukan pelayanan kesehatan keamilannya. Begitu juga di daerah Sitiung Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat. Untuk itu pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan ibu hamil dan bidan desa terkait tanda bahaya kehamilan yang mungkin terjadi selama kehamilan berlangsung dimasa covid-19. Sehingga ibu dapat mengetahui gejala apa saja yang mungkin terjadi dan mencari pelayanan kesehatan terdekat. Sehingga kegawatdaruratan ibu hamil di masa covid-19 ini dapat di tanggulangi dengan cepat. Kegiatan ini diikuti oleh 7 bidan desa dan 30 ibu hamil. Kegiatan dilakukan dengan cara door to door baik ke rumah ibu hamil maupun bidan desa setempat dan memberikan leaflet lebih kurang 250 lembar. Bidan desa dan ibu hamil menerima kegiatan ini dengan sangat terbuka termasuk pihak puskesmas Sitiung, hal ini terlihat dari penerimaan ibu hamil dan respon lewat SMS maupun aplikasi whatsapp. Diharapkan kedepannya pelayanan kesehatan dapat dilakukan seperti sedia kala sebelum virus Covid 19 melanda.
Abstrack
The Covid-19 pandemic that hit the world including Indonesia from the end of 2019 caused changes in the health order both in general and pregnant women. Restrictions on health services in Posyandu activities are usually carried out every month to check health of pregnant women, infants and toddlers. So that pregnant women have a little difficulty in checking their pregnant health, especially in the Sitiung area, Dharmasraya Regency, West Sumatra. This community service aimed to increase understanding and knowledge of pregnant women and village midwives regarding the danger signs of pregnancy that may occur during pregnancy during the Covid-19 period. Mothers can find out what symptoms may occur and seek the nearest health service. Therefore, the emergency of pregnant women during this Covid-19 period can be handled quickly. This activity was attended by 7 village midwives and 30 pregnant women. The activity was carried out by door to door, both at homes of pregnant women and local village midwives and providing leaflets of approximately 250 sheets. Village midwives and pregnant women received this activity, including the Sitiung Health Center. This can be seen from the acceptance of pregnant women and responses via SMS or WhatsApp applications. It is hoped that the health services can be carried out as before the Covid-19 virus hit.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pandemic Covid-19 yang terjadi pada akhir tahun 2019 lalu di Wuhan Cina telah sampai di Indonesia ada bulan Maret 2020. Hal ini menyebabkan perubahan tatanan Kesehatan baik umum maupun pada ibu hamil. Dimana pembatasan pelayanan Kesehatan terutama pada kegiatan posyandu yang biasanya dilakukan setiap bulan untuk memeriksa Kesehatan ibu hamil, bayi dan balita. Sehingga ibu hamil sedikit kesulitan dalam melakukan peayannan kesehatan keamilannya. Begitu juga di daerah Sitiung Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat. Untuk itu pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan ibu hamil dan bidan desa terkait tanda bahaya kehamilan yang mungkin terjadi selama kehamilan berlangsung dimasa covid-19. Sehingga ibu dapat mengetahui gejala apa saja yang mungkin terjadi dan mencari pelayanan kesehatan terdekat. Sehingga kegawatdaruratan ibu hamil di masa covid-19 ini dapat di tanggulangi dengan cepat. Kegiatan ini diikuti oleh 7 bidan desa dan 30 ibu hamil. Kegiatan dilakukan dengan cara door to door baik ke rumah ibu hamil maupun bidan desa setempat dan memberikan leaflet. Bidan desa dan ibu hamil menerima kegiatan ini dengan sangat terbuka termasuk pihak puskesmas Sitiung dimana kegiatan ini dilakukan. Diharapkan kedepannya pelayanan kesehatan dapat dilakukan seperti sedia kala sebelum virus Covid 19 melanda.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2022-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1192</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol2.Iss1.1192</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas ; 51-59</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2022/2.1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1192/422</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1204</identifier>
				<datestamp>2022-05-12T22:19:04Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Evaluasi Program Edukasi Kesehatan Reproduksi Terhadap Perilaku Remaja: Evaluation of Reproductive Health Education Program on Adolescent Behavior</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">EVALUASI PROGRAM EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PERILAKU REMAJA: Evaluation of Reproductive Health Education Program on Adolescent Behavior</dc:title>
	<dc:creator>Rukmady, Gaffar</dc:creator>
	<dc:creator>Purnamasari, Nurhidayah Purnamasari</dc:creator>
	<dc:creator>Mallapiang, Fatmawaty </dc:creator>
	<dc:creator>Sadarang, Rimawati Aulia Insani </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">kesehatan, reproduksi, remaja, edukasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kesehatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">reproduksi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">remaja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">edukasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Edukasi kesehatan reproduksi remaja merupakan upaya pemberian pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan reproduksi sehingga terbentuk kesadaran menjaga kesehatan reproduksi serta melindungi dari perilaku berisiko baik secara fisik maupun mental. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 8 Maret 2022 selama 2 hari bertujuan menilai keberhasilan program edukasi kesehatan reproduksi remaja dan dampak serta manfaat yang dirasakan para remaja. Kegiatan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan wawancara dengan jumlah 6 informan. Berdasarkan hasil wawancara, para remaja telah menjawab setidaknya mendekati indikator yang telah ditetapkan, di mana indikator yang ditetapkan adalah mengetahui cara menjaga kebersihan alat reproduksi dan cara menjaga pergaulan agar terhindar dari perilaku berisiko yang dapat mengancam kesehatan reproduksi mereka.
Abstract
Adolescent reproductive health education is an effort to provide knowledge and understanding of reproductive health to form awareness of maintaining reproductive health and protecting against risky behavior both physically and mentally. This activity aims to assess the success of adolescent reproductive health education programs and the impact and benefits felt by adolescents. This activity uses qualitative research methods with an interview approach. Based on the results of the interviews, the teenagers already know the importance of maintaining reproductive health from promiscuity and cleanliness of reproductive organs. Teenagers have been able to describe how to take care of their reproductive organs and how to maintain good and healthy relationships.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Edukasi kesehatan reproduksi remaja merupakan upaya pemberian pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan reproduksi sehingga terbentuk kesadaran menjaga kesehatan reproduksi serta melindungi dari perilaku berisiko baik secara fisik maupun mental. Kegiatan &amp;nbsp;ini bertujuan menilai keberhasilan program edukasi kesehatan reproduksi remaja dan dampak serta manfaat yang dirasakan para remaja. Kegiatan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan wawancara. Berdasarkan hasil wawancara, para remaja telah mengetahui pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dari pergaulan bebas dan kebersihan alat reproduksi. Para remaja telah mampu mendeskripsikan cara menjaga alat reproduksi dan cara menjaga pergaulan tetap baik dan sehat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2022-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1204</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol2.Iss1.1204</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas ; 60-66</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2022/2.1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1204/423</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1205</identifier>
				<datestamp>2024-12-26T10:50:01Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Health Counseling And Socialization On How To Ward Off Covid-19 In Sialang Munggu Sub-District, Tampan District: Penyuluhan Kesehatan Dan Sosialisasi Tentang Cara Menangkal COVID-19 Di Kelurahan Sialang Mungu Kecamatan Tampan</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Penyuluhan Kesehatan Dan Sosialisasi Tentang Cara Menangkal Covid-19 Di  Kelurahan Sialang Munggu Kecamatan Tampan: Penyuluhan Kesehatan Dan Sosialisasi Tentang Cara Menangkal COVID-19 Di Kelurahan Sialang Mungu Kecamatan Tampan</dc:title>
	<dc:creator>rasyid, zulmeliza</dc:creator>
	<dc:creator>Harnani, Yessi</dc:creator>
	<dc:creator>Susanti, Nurvi</dc:creator>
	<dc:creator>Putri, Lia Oktavianti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pengetahuan, Sikap, Tindakan, COVID-19, Kelurahan Sialang Munggu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> Covid-19 </dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sialang munggu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Knowledge</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">attitude</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">action</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">COVID-19 is a virus that attacks the respiratory tract, a severe lung infection that can endanger health and even cause death. This virus spreads very quickly and has spread to almost all countries including Indonesia. Symptoms of this virus are fever (temperature above 38 degrees Celsius), cough and shortness of breath. Data on COVID-19 cases at the Pekanbaru City Health Office has increased very significantly per day and Tampan District is the highest COVID-19 cases compared to other districts, which has 51 ODP cases and 5 PDP cases. This community service activity was carried out in Sialang Munggu Village, Tampan District on July 24, 2020 to the head of the RT / RW in Sialang Munggu Village. This counseling aims to increase the knowledge, attitudes and actions of the community about how to ward off the Corona Virus and its prevention in the community in Sialang Munggu  Village, Tampan District. The media used for counseling are laptops, focus nodes, leaflets and posters. The method used in counseling is the lecture method. The results of this outreach activity showed that the respondents' knowledge increased to 85%, the positive attitude of the respondents became 78% and the respondent's actions became 90%. The participants of the activity were very enthusiastic and very enthusiastic about participating in this outreach activity, this was evidenced by the participation of the participants in answering questions and question and answer discussions during the extension activity. It is hoped that with an increase in knowledge, attitudes and actions towards the transmission of COVID-19, it can be avoided and decided and the degree of public health in Sialang Munggu  Village can be improved.
Abstrak
COVID-19 merupakan suatu virus yang menyerang pernapasan infeksi paru-paru yang berat yang dapat membahayakan kesehatan bahkan dapat menyebabkan kematian. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar hampir ke semua Negara termasuk Indonesia. Gejala dari virus ini yaitu demam (suhu diatas 38 derjat celcius), batuk dan sesak napas. Data kasus COVID-19 di Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru  mengalami kenaikan yang sangat signifikan perharinya dan Kecamatan Tampan merupakan kasus COVID- 19 tertinggi dari kecamatan lainnya yaitu memiliki 51 kasus ODP dan 5 kasus PDP. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di KelurahanSialang Munggu Kecamatan Tampan pada tanggal 24 Juli 2020 kepada ibu ibu ketua RT/RW di Kelurahan Sialang Munggu. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat tentang cara menangkal Virus Corona dan pencegahannya di lingkungan masyarakat di Kelurahan Sialang Mungu Kecamatan Tampan. Media yang digunakan untuk penyuluhan adalah laptop, infocus, leaflet dan poster. Metode yang digunakan dalam penyuluhan adalah metode ceramah. Hasil kegiatan penyuluhan ini diperoleh pengetahuan responden meningkat menjadi 85 %, sikap positif responden menjadi 78 % dan tindakan responden menjadi90%. Para peserta kegiatan sangat antusias dan semangat sekali mengikuti kegiatan penyuluhan ini, hal ini dibuktikan dengan partisipasi peserta dalam menjawab pertanyaan dan diskusi Tanya jawab pada kegiatan penyuluhan berlangsung. Diharapkan dengan adanya peningkatan pengetahuan, sikap dan tindakan terhadappenularan COVID-19 ini bisa dihindari dan diputuskan serta derajat kesehatan masyarakat di Kelurahan Sialang Mungu dapat ditingkatkan.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">COVID-19 merupakan suatu virus&amp;nbsp; yang menyerang pernapasan infeksi paru-paru yang berat yang dapat membahayakan kesehatan bahkan dapat menyebabkan kematian. Virus ini menular dengan sangat cepat dan telah menyebar hampir ke semua Negara termasuk Indonesia. Gejala dari virus ini yaitu demam&amp;nbsp; (suhu diatas 38 derjat celcius), batuk dan sesak napas. Data kasus COVID-19 di Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mengalami kenaikan yang sangat signifikan perharinya dan Kecamatan Tampan merupakan kasus COVID- 19 tertinggi dari kecamatan lainnya yaitu memiliki 51 kasus ODP dan 5 kasus PDP. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Kelurahan Sialang Munggu Kecamatan Tampan pada tanggal 24 Juli 2020 kepada ibu ibu ketua RT/RW di Kelurahan Sialang Munggu. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat tentang cara menangkal Virus Corona dan pencegahannya di lingkungan masyarakat di Kelurahan Sialang Munggu &amp;nbsp;Kecamatan Tampan.&amp;nbsp; Media yang digunakan untuk penyuluhan adalah laptop, n focus, leaflet dan poster. Metode yang digunakan dalam penyuluhan adalah metode ceramah. Hasil kegiatan penyuluhan ini diperoleh pengetahuan responden meningkat menjadi 85 %, sikap positif responden menjadi 78 % dan tindakan responden menjadi 90%. Para peserta kegiatan sangat antusias dan semangat sekali mengikuti kegiatan penyuluhan ini, hal ini dibuktikan dengan partisipasi&amp;nbsp; peserta dalam menjawab pertanyaan dan diskusi Tanya jawab pada kegiatan penyuluhan berlangsung. Diharapkan dengan adanya peningkatan pengetahuan, sikap dan tindakan terhadap penularan COVID-19 ini bisa dihindari dan diputuskan serta derajat kesehatan masyarakat di Kelurahan Sialang Munggu &amp;nbsp;dapat ditingkatkan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1205</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol2.Iss3.1205</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 2 No. 3 (2022): JPKK Edisi Desember 2022; 180-187</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2022/2.3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1205/494</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1213</identifier>
				<datestamp>2022-05-12T22:19:04Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Pengukuran Massa Tulang Pada Wanita Dewasa Di Posyandu Nenas Desa Kualu Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Kabupaten Kampar: Measurement of Bone Mass in Adult Women at the Nenas Posyandu, Kualu Village, Mining Health Center Working Area, Kampar Regency</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">D PENGUKURAN MASSA TULANG PADA WANITA DEWASA DI POSYANDU NENAS DESA KUALU WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMBANG KABUPATEN KAMPAR: PENGUKURAN MASSA TULANG</dc:title>
	<dc:creator>Desfita, Sri Desfita</dc:creator>
	<dc:creator>Wardani, Sri </dc:creator>
	<dc:creator>Natassa, Jihan </dc:creator>
	<dc:creator>Sari,  Wulan </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">bone mass</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">nutrinional status</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">BMI</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">adult women</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pada Usia 40 tahun massa tulang pada wanita dewasa mulai menurun. Pengukuran massa tulang pada wanita dewasa penting dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap osteoporosis. Saat ini belum ada program pencegahan osteoporosis pada wanita dewasa dalam bentuk pengukuran massa tulang sehingga perlu dilakukan pengukuran massa tulang agar wanita dewasa dapat mengetahui kesehatan tulangnya dan risiko terhadap osteoporosis. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini membantu wanita dewasa dalam mengetahui kesehatan tulangnya dan risiko terhadap osteoporosis melalui pengukuran massa tulang. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan mengukur massa tulang dan status gizi wanita dewasa dengan indeks status gizi Indeks Massa Tubuh (IMT). Pengukuran massa tulang dan berat badan menggunakan alat Timbangan Badan Digital BC-G02 Body Composition Monitor sedangkan untuk pengukuran tinggi badan menggunakan microtoise. Sebanyak 22 wanita dewasa mengikuti kegiatan pengukuran massa tulang dengan rata-rata usia 36,9 tahun, usia terendah 24 tahun dan usia tertinggi 50 tahun. Status gizi wanita dewasa sebagian besar termasuk gizi lebih (40,9%) dan obes (31,8%). Massa tulang responden sebagian besar termasuk kategori kurang (72,7%). Disarankan kepada wanita dewasa untuk meningkatkan massa tulangnya dengan meningkatkan asupan kalsium dan vitamin D.
Abstract
At the age of 40 years, bone mass in adult women begins to decline. Measurement of bone mass in adult women is important to prevent osteoporosis. Currently, there is no osteoporosis prevention program for adult women in the form of measuring bone mass, so it is necessary to measure bone mass hence adult women could know their bone health and risk for osteoporosis. The purpose of this community service was to assist adult women in knowing their bone health and risk for osteoporosis by measuring bone mass. The implementation of community service activities was carried out by measuring bone mass and nutritional status of adult women with the BMI nutritional status index. Measurement of bone mass and body weight using the Tanita Digital Scales BC-G02 Body Composition Monitor, while measuring height using a microtoise. A total of 22 adult women participated in the measurement of bone mass with an average age of 36.9 years, the lowest age was 24 years and the highest age was 50 years. The nutritional status of adult women mostly included overweight (40.9%) and obesity (31.8%). Most of the respondents' bone mass was in the poor category (72.7%). It is recommended for adult women to increase their bone mass by increasing the intake of calcium and vitamin D.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pada usia 40 tahun massa tulang pada wanita dewasa mulai menurun. Pengukuran massa tulang pada wanita dewasa penting dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap osteoporosis. Saat ini belum ada program pencegahan osteoporosis pada wanita dewasa dalam bentuk pengukuran massa tulang sehingga perlu dilakukan pengukuran massa tulang agar wanita dewasa dapat mengetahui kesehatan tulangnya dan risiko terhadap osteoporosis. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini membantu wanita dewasa dalam mengetahui kesehatan tulangnya dan risiko terhadap osteoporosis melalui pengukuran massa tulang. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan dengan mengukur massa tulang dan status gizi wanita dewasa dengan indeks status gizi IMT. Pengukuran massa tulang dan berat badan menggunakan alat Tanita Timbangan Badan Digital BC-G02 Body Composition Monitor sedangkan untuk pengukuran tinggi badan menggunakan microtoise. Sebanyak 22 wanita dewasa mengikuti kegiatan pengukuran massa tulang dengan rata-rata usia 36,9 tahun, usia terendah 24 tahun dan usia tertinggi 50 tahun. Status gizi wanita dewasa sebagian besar termasuk gizi lebih (40,9%) dan obes (31,8%). Massa tulang responden sebagian besar termasuk kategori kurang (72,7%). Disarankan kepada wanita dewasa untuk meningkatkan massa tulangnya dengan meningkatkan asupan kalsium dan vitamin D.
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2022-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1213</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol2.Iss1.1213</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas ; 67-73</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2022/2.1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1213/424</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1215</identifier>
				<datestamp>2022-05-12T22:19:04Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Penapisan Tekanan Darah Tinggi Pada Masyarakat Kota Bangkinang Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Ginjal Kronis : Screening for High Blood Pressure in Bangkinang City Community As an Effort to Prevent Chronic Kidney Disease</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Penapisan Tekanan Darah Tinggi Pada Masyarakat Kota Bangkinang Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Ginjal Kronis: Screening for High Blood Pressure in Bangkinang City Community As an Effort to Prevent Chronic Kidney Disease</dc:title>
	<dc:creator>Siregar, Fajri Marindra</dc:creator>
	<dc:creator>Asputra, Hendra</dc:creator>
	<dc:creator>Mela, Nanda Fito </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Screening</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">High blood pressure</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Chronic kidney disease</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Skrining</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Tekanan darah tinggi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Penyakit ginjal kronis</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan dunia yang insidensi dan prevalensinya semakin meningkat dengan keluaran yang buruk dan biaya perawatan yang tinggi. Salah satu faktor risiko penyebab PGK adalah tekanan darah tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan penapisan tekanan darah tinggi pada masyarakat sebagai upaya pencegahan PGK. Penapisan dilakukan dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah dan edukasi pada peserta yang terdeteksi memiliki tekanan darah tinggi. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Kota Bangkinang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Dari 100 orang masyarakat yang mengikuti kegiatan didapatkan sebanyak 19% memiliki tekanan darah normal, 33% prehipertensi, 23% hipertensi derajat 1 dan 25% hipertensi derajat 2. Tingginya angka kejadian tekanan darah tinggi yang ditemukan pada kegiatan penapisan ini menggambarkan urgensinya usaha kesehatan berbasis masyarakat sebagai upaya tindak lanjut pencegahan penyakit ginjal kronis dan penyakit lainnya yang lebih serius. 
Abstract
Chronic kidney disease (CKD) is a global health problem that incidence and prevalence increase with poor outcomes and high treatment costs. One of the risk factors for CKD is high blood pressure. This community service activity aims to screen the community for high blood pressure to prevent CKD. Screening is done by checking blood pressure and educating participants who are detected to have high blood pressure. This service activity is located in Bangkinang City, Kampar Regency, Riau Province. Of the 100 people who participated in the program, 19% had normal blood pressure, 33% had prehypertension, 23% had hypertension grade 1, and 25% had hypertension grade 2. The high incidence of high blood pressure in this screening activity illustrates the urgency of community-based health programs as a follow-up effort to prevent chronic kidney disease and other more severe diseases.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan dunia yang insidensi dan prevalensinya semakin meningkat dengan keluaran yang buruk dan biaya perawatan yang tinggi. Salah satu faktor risiko penyebab PGK adalah tekanan darah tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan penapisan tekanan darah tinggi pada masyarakat sebagai upaya pencegahan PGK. Penapisan dilakukan dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah dan edukasi pada peserta yang terdeteksi memiliki tekanan darah tinggi. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Kota Bangkinang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Dari 100 orang masyarakat yang mengikuti kegiatan didapatkan sebanyak 19% memiliki tekanan darah normal, 33% prehipertensi, 23% hipertensi derajat 1 dan 25% hipertensi derajat 2. Tingginya angka kejadian tekanan darah tinggi yang ditemukan pada kegiatan penapisan ini menggambarkan urgensinya usaha kesehatan berbasis masyarakat sebagai upaya tindak lanjut pencegahan penyakit ginjal kronis dan penyakit lainnya yang lebih serius.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2022-04-29</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1215</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol2.Iss1.1215</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas ; 74-78</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2022/2.1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1215/425</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1228</identifier>
				<datestamp>2022-05-12T22:19:04Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Promosi Kesehatan Tentang Upaya Pencegahan dan Vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Siak Hulu I Kabupaten Kampar Tahun 2021: Health Promotion Regarding COVID-19 Prevention and Vaccination Efforts at the Siak Hulu I Public Health Center, Kampar Regency in 2021</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">A Promosi Kesehatan Tentang Upaya Pencegahan dan Vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Siak Hulu I Kabupaten Kampar Tahun 2021 : Musfardi Rustam,1,2 Nopriadi3,Aminatul Fitri 4</dc:title>
	<dc:creator>rustam, musfardi</dc:creator>
	<dc:creator>Nopriadi, Nopriadi</dc:creator>
	<dc:creator>Fitri, Aminatul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">promosi kesehatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pencegahan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">vaksinasi covid-19</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Health promotion</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> Prevention</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> COVID-19 Vaccination. </dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pandemik Corona Virus Disease-19 (COVID-19) merusak segala sendi kehidupan baik politik, kesehatan, sosial, ekonomi dan budaya. Pemerintah telah melakukan sosialisasi dan antisipasi meningkatkan kesadaran, pemahaman dan persepsi masyarakat dalam pencegahan dan vaksinasi COVID-19. Protokol kesehatan dan vaksinasi merupakan permasalahan utama yang selalu muncul ke permukaan. Belum efektifnya Protokol kesehatan di masyarakat serta masih adanya penolakan vaksinasi di masyarakat mengakibatkan masih munculnya kasus COVID-19. Tantangan ini memunculkan inovasi dan kreasi bagi tenaga kesehatan dalam mengencarkan promosi kesehatan yang efektif. Hal ini dapat diimplementasikan dengan adanya promosi kesehatan berbasis efikasi diri masyarakat dalam pencegahan COVID-19 dan strategi vaksinasi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang upaya pencegahan serta vaksinasi COVID-19. Dari pengabdian masyarakat ini didapatkan meningkatnya efikasi diri atau keyakinan diri masyarakat tentang upaya pencegahan COVID-19 serta vaksinasi COVID-19 serta meningkatnya kemampuan masyarakat tentang upaya pencegahan dan vaksinasi. Disarankan agar meningkatkan promosi kesehatan masyarakat terhadap upaya pencegahan dan vaksinasi COVID-19.
Abstract
The Corona Virus Disease-19 (COVID-19) pandemic has damaged all aspects of life, including politics, health, social, economy and culture. The government has carried out socialization and anticipation to increase public awareness, understanding and perception in the prevention and vaccination of COVID-19. Health protocols and vaccinations are the main problems that always arise. The ineffectiveness of the health protocol in the community and the refusal of vaccination in the community have resulted in the emergence of COVID-19 cases. This challenge raises innovation and creation for health workers in carrying out effective health promotion. This can be implemented through community self-efficacy-based health promotion in the prevention of COVID19 and vaccination strategies. This community service aims to increase public awareness about COVID-19 prevention and vaccination efforts. Community service can increase self-efficacy or community self-confidence regarding efforts to prevent COVID-19 and COVID-19 vaccinations can increase community capacity regarding prevention and vaccination efforts. It is recommended to increase the Health Promotion of COVID-19 prevention and vaccination efforts .
 </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">ABSTRACK
&amp;nbsp;
Pandemik Corona Virus Disease-19 (COVID-19) merusak segala sendi kehidupan baik politik, kesehatan, sosial, ekonomi dan budaya. Pemerintah telah melakukan sosialisasi dan antisipasi meningkatkan kesadaran, pemahaman dan persepsi masyarakat dalam pencegahan dan vaksinasi COVID-19. Protokol kesehatan dan vaksinasi merupakan permasalahan utama yang selalu muncul ke permukaan. Belum efektifnya Protokol kesehatan di masyarakat serta masih adanya penolakan vaksinasi di masyarakat mengakibatkan masih munculnya kasus COVID-19. Tantangan ini memunculkan inovasi dan kreasi bagi tenaga kesehatan dalam mengencarkan promosi kesehatan yang efektif. Hal ini dapat diimplementasikan dengan adanya promosi kesehatan berbasis efikasi diri masyarakat dalam pencegahan COVID-19 dan strategi vaksinasi. &amp;nbsp;
Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang upaya pencegahan serta vaksinasi COVID-19. Dari pengabdian masyarakat ini didapatkan meningkatnya efikasi diri atau keyakinan diri masyarakat tentang upaya pencegahan COVID-19 serta vaksinasi COVID-19 serta meningkatnya kemampuan masyarakat tentang upaya pencegahan dan vaksinasi.
Disarankan agar meningkatkan efikasi diri masyarakat terhadap upaya pencegahan dan vaksinasi COVID-19
&amp;nbsp;
Keywords: Efikasi diri, Pencegahan, Vaksinasi COVID-19</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2022-05-12</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1228</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol2.Iss1.1228</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas ; 74-80</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2022/2.1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1228/428</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1238</identifier>
				<datestamp>2022-10-12T22:21:09Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Modified Snakes and Ladders Game for Health Promotion About Covid-19 Health Protocols for Elementary School Children: Permainan Ular Tangga Modifikasi Untuk Promosi Kesehatan Tentang Protokol Kesehatan Covid-19 Bagi Anak Sekolah Dasar</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">PERMAINAN ULAR TANGGA MODIFIKASI UNTUK PROMOSI KESEHATAN TENTANG PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 BAGI ANAK SEKOLAH DASAR: Permainan Ular Tangga Modifikasi Untuk Promosi Kesehatan Tentang Protokol Kesehatan Covid-19 Bagi Anak Sekolah Dasar</dc:title>
	<dc:creator>Maksum, Enisah</dc:creator>
	<dc:creator>Nurhalina, Nurhalina</dc:creator>
	<dc:creator>K. Nugrahaeni, Dyan </dc:creator>
	<dc:creator>Inayah, Iin </dc:creator>
	<dc:creator>Lukman, Mamat</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">health promotion</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Covid-19 health protocol</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">modified snake and ladder game</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">elementary school</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The Covid-19 health protocols (prokes) can be presented in the form of a group game, namely snakes and ladders. The modified snake and ladder game, especially for elementary school (SD) students, is intended as a media for health promotion in learning to prevent transmission of Covid-19. The method used is the diffusion of science, technology and science which produces game products in the form of a modified snake and ladder simulation game design for the target group, namely elementary school students in grade 1. The modified snake and ladder design produces game media that is communicative and easy to understand, has eye catching visualizations with pictures. interesting and full color, attractive and fun to use as a learning medium. This modified snake and ladder can be a learning medium because it is full of communicative illustrations and can increase students' interest in learning and remembering the lessons that have been given.
Abstrak
Protokol kesehatan (prokes) Covid-19 dapat disajikan dalam bentuk permainan kelompok yaitu ular tangga. Permainan ular tangga modifikasi khususnya bagi siswa sekolah dasar (SD) ditujukan sebagai media promosi kesehatan dalam pembelajaran pencegahan penularan Covid-19. Metode yang digunakan yaitu difusi ilmu pengetahuan, teknologi dan sains yang menghasilkan produk permainan berupa desain permainan simulasi ular tangga modifikasi bagi kelompok sasaran yaitu siswa SD kelas 1. Desain ular tangga modifikasi menghasilkan media permainan yang komunikatif dan mudah dimengerti, memiliki visualisasi eye catching dengan gambar yang menarik dan full colour, atraktif dan menyenangkan untuk digunakan sebagai media belajar. Ular tangga modifikasi ini dapat menjadi sebuah media pembelajaran karena penuh dengan ilustrasi yang komunikatif, dan dapat meningkatkan minat siswa untuk belajar dan mengingat kembali pelajaran yang telah diberikan.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Protokol kesehatan (prokes) Covid-19 dapat disajikan dalam bentuk permainan kelompok yaitu ular tangga. Permainan ular tangga modifikasi khususnya bagi siswa sekolah dasar (SD) ditujukan sebagai media promosi kesehatan dalam pembelajaran pencegahan penularan Covid-19. Metode yang digunakan yaitu difusi ilmu pengetahuan, teknologi dan sains yang menghasilkan produk permainan berupa desain permainan simulasi ular tangga modifikasi bagi kelompok sasaran yaitu siswa SD kelas 1. Desain ular tangga modifikasi menghasilkan media permainan yang komunikatif dan mudah dimengerti, memiliki visualisasi eye catching dengan gambar yang menarik dan full colour, atraktif dan menyenangkan untuk digunakan sebagai media belajar. Ular tangga modifikasi ini dapat menjadi sebuah media pembelajaran karena penuh dengan ilustrasi yang komunikatif, dan dapat meningkatkan minat siswa untuk belajar dan mengingat kembali pelajaran yang telah diberikan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2022-09-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1238</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol2.Iss2.1238</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas ; 89-102</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2022/2.2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1238/455</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1241</identifier>
				<datestamp>2022-10-12T22:21:09Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Training On The Use Of The Book “Balanced Nutrition Of Youth: Prevent Stunting” To Improve Adolescent Food Consumption Patterns: Pelatihan Pemanfaatan Buku “Gizi Seimbang Remaja: Cegah Stunting” Untuk Meningkatkan Pola Konsumsi Pangan Remaja</dc:title>
	<dc:creator>Hayati, Aslis Wirda </dc:creator>
	<dc:creator>Husnan, Husnan</dc:creator>
	<dc:creator>Roziana, Roziana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">balanced nutrition</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">food consumption</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">food processing</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">diet</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">stunting</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The prevalence of stunting in the Southeast Asia/South-East Asia Regional (SEAR) is 36.4%. One of the efforts to prevent and reduce the prevalence of stunting is to teach teenagers about food consumption patterns based on balanced nutrition. This community service aims to improve adolescent food consumption patterns. This training is conducted from February to February. August 2022. Dietary counseling was conducted 3 times using the book &quot;Balanced Nutrition for Youth: Prevent Stunting&quot; at SMP N 1 Kampar, Kampar District, Kampar Regency. Assessment of adolescent eating patterns was carried out using pre and post test questionnaires. Questions related to the type, amount and frequency of eating. The practice of administering food was carried out 3 times at the Food Processing Laboratory of the Integrated Laboratory of Poltekkes, Ministry of Health, Riau on Jl. Melur 103 Pekanbaru City. Assessment of adolescent skills in food administration was carried out by observing using a checklist. The number of participants in the training was 12 teenagers. The result of this activity is an increase in adolescent food consumption patterns by 6.7%, from 82.7 to 89.4%. The increase in value is seen in the frequency of food consumption, from 75 to 80%. The type and amount of food consumed by adolescents since before the training seems to have been good with a value above 80%. The average balanced menu processing practice by adolescents is in the good category with a score above 80%. The conclusion of this activity is that there is an increase in adolescent food consumption patterns after participating in the Training on the Use of the Book &quot;Balanced Nutrition for Adolescents: Prevent Stunting&quot;. The type and amount of food consumed by adolescents was good since before the training. The frequency of adolescent food consumption became good after the training.
Abstrak
Prevalensi stunting di regional Asia Tenggara/South-East Asia Regional (SEAR) yaitu sebesar 36,4%. Salah satu upaya untuk mencegah dan mengurangi prevalensi stunting yaitu mengajarkan kepada remaja tentang pola konsumsi pangan berdasarkan gizi seimbang. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pola konsumsi pangan remaja. Pelatihan ini dilakukan bulan Februari s.d. Agustus 2022. Penyuluhan pola makan dilakukan sebanyak 3 kali dengan menggunakan Buku “Gizi Seimbang Remaja: Cegah Stunting” di SMP N 1 Kampar Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar. Penilaian pola makan remaja dilakukan menggunakan kuesioner pre dan post test. Pertanyaan berkaitan dengan jenis, jumlah dan frekuensi makan.  Praktik penyelenggaraan makanan dilakukan sebanyak 3 kali di Laboratorium Pengolahan Pangan Laboratorium Terpadu Poltekkes Kemenkes Riau di Jl. Melur 103 Kota Pekanbaru. Penilaian keterampilan remaja dalam penyelenggaraan makanan dilakukan dengan observasi menggunakan daftar tilik. Jumlah peserta pelatihan sebanyak 12 orang remaja. Hasil dari kegiatan ini yaitu terjadi peningkatan pola konsumsi pangan remaja sebanyak 6,7% yaitu dari 82,7 menjadi 89,4%. Peningkatan nilai terlihat pada frekuensi konsumsi pangan yaitu dari 75 mejadi 80%. Jenis dan jumlah pangan yang dikonsumsi remaja sejak sebelum pelatihan terlihat sudah baik dengan nilai di atas 80%. Rata-rata praktik pengolahan menu seimbang oleh remaja sudah termasuk kategori baik dengan nilai di atas 80%.  Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu terjadi peningkatan pola konsumsi pangan remaja setelah mengikuti kegiatan Pelatihan Pemanfaatan Buku “Gizi Seimbang Remaja: Cegah Stunting”.  Jenis dan jumlah pangan yang dikonsumsi remaja sudah baik sejak sebelum pelatihan.  Adapun frekuensi konsumsi pangan remaja menjadi baik setelah pelatihan.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Prevalensi stunting&amp;nbsp;di regional Asia Tenggara/South-East Asia Regional (SEAR) yaitu sebesar 36,4%. Salah satu upaya untuk mencegah dan mengurangi prevalensi stunting yaitu mengajarkan kepada remaja tentang pola konsumsi pangan berdasarkan gizi seimbang. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pola konsumsi pangan remaja. Pelatihan ini dilakukan bulan Februari s.d. Agustus 2022. Penyuluhan pola makan dilakukan sebanyak 3 kali dengan menggunakan Buku “Gizi Seimbang Remaja: Cegah Stunting” di SMP N 1 Kampar Kecamatan Kampar Kabupaten Kampar. Penilaian pola makan remaja dilakukan menggunakan kuesioner pre dan post test. Pertanyaan berkaitan dengan jenis, jumlah dan frekuensi makan. &amp;nbsp;Praktik penyelenggaraan makanan dilakukan sebanyak 3 kali di Laboratorium Pengolahan Pangan Laboratorium Terpadu Poltekkes Kemenkes Riau di Jl. Melur 103 Kota Pekanbaru. Penilaian keterampilan remaja dalam penyelenggaraan makanan dilakukan dengan observasi menggunakan daftar tilik. Jumlah peserta pelatihan sebanyak 12 orang remaja. Hasil dari kegiatan ini yaitu terjadi peningkatan pola konsumsi pangan remaja sebanyak 6,7% yaitu dari 82,7 menjadi 89,4%. Peningkatan nilai terlihat pada frekuensi konsumsi pangan yaitu dari 75 mejadi 80%. Jenis dan jumlah pangan yang dikonsumsi remaja sejak sebelum pelatihan terlihat sudah baik dengan nilai di atas 80%. Rata-rata praktik pengolahan menu seimbang oleh remaja sudah termasuk kategori baik dengan nilai di atas 80%. &amp;nbsp;Kesimpulan dari kegiatan ini yaitu terjadi peningkatan pola konsumsi pangan remaja setelah mengikuti kegiatan Pelatihan Pemanfaatan Buku “Gizi Seimbang Remaja: Cegah Stunting”. &amp;nbsp;Jenis dan jumlah pangan yang dikonsumsi remaja sudah baik sejak sebelum pelatihan. &amp;nbsp;Adapun frekuensi konsumsi pangan remaja menjadi baik setelah pelatihan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2022-09-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1241</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol2.Iss2.1241</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas ; 112-123</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2022/2.2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1241/458</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1254</identifier>
				<datestamp>2022-10-12T22:21:09Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Support the COVID-19 Vaccination Program for Pregnant Women and Breastfeeding Mothers: Dukung Program Vaksinasi COVID-19 pada Ibu Hamil dan Ibu Menyusui</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Dukung Program Vaksinasi COVID-19 pada Ibu Hamil dan Ibu Menyusui: Dukung Program Vaksinasi COVID-19 pada Ibu Hamil dan Ibu Menyusui</dc:title>
	<dc:creator>Tobing, Vella Yovinna</dc:creator>
	<dc:creator>Adila, Dian Roza</dc:creator>
	<dc:creator>Nurlis, Eva</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Booklet</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">COVID-19</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Edukasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Vaksinasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ibu hamil</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Booklet, COVID-19, Edukasi, Vaksinasi pada Ibu Hamil</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The spread of the COVID-19 virus is global. It is currently rumored that the virus has mutated and become more dangerous. One way that can be done to prevent transmission of the virus is to strengthen the body's defense system through vaccination. Several issues have caused the COVID-19 vaccination program to receive pros and cons. The contra conditions are due to doubts regarding the safety and effectiveness of the COVID-19 vaccination. This doubt especially arises in the group of pregnant and lactating women, so that the coverage of the COVID-19 vaccine for the group of pregnant and lactating women is still not optimal. Education related to COVID-19 vaccination for pregnant and lactating mothers is one of the challenges, especially during the pandemic where there are restrictions on the length of visits during ANC. Based on the results of a preliminary study at the Rumbai Bukit Health Center, there is no educational media regarding the COVID-19 vaccine for pregnant and lactating women that patients can take home. In addition, health workers experience limited time because the majority of health workers also play a role as vaccinators. Therefore, this activity aims to assist the government in socializing the vaccination program in the form of making booklets containing information about vaccinations for pregnant and lactating women. This booklet is expected to be an educational medium and a source of information related to COVID-19 vaccination that can be read at home by patients and their families. This activity received appreciation and positive response from the Coordinator Midwife at the Rumbai Bukit Health Center Pekanbaru City. The media in the form of this booklet will greatly assist the patient education process, especially pregnant women.
Abstrak
Penyebaran virus COVID-19 terjadi secara global. Saat ini dikabarkan bahwa virus sudah bermutasi dan menjadi lebih berbahaya. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan virus adalah dengan memperkuat sistem pertahanan tubuh melalui vaksinasi. Beberapa issue menyebabkan program vaksinasi COVID-19 mendapat tanggapan pro dan kontra. Kondisi kontra dikarenakan adanya keraguan terkait keamanan dan keefektifan vaksinasi COVID-19. Keraguan ini khususnya timbul pada kelompok ibu hamil dan menyusui, sehingga cakupan vaksin COVID-19 untuk kelompok ibu hamil dan menyusui masih belum optimal. Edukasi terkait vaksinasi COVID-19 pada ibu hamil dan menyusui menjadi salah satu tantangan, terutama dimasa pandemi dimana adanya pembatasan lama kunjungan saat melakukan ANC. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Puskesmas Rumbai Bukit, belum ada media edukasi terkait vaksin COVID-19 pada ibu hamil dan menyusui yang bisa dibawa pulang oleh pasien. Selain itu, tenaga keseshatan mengalami keterbatasan waktu karena mayoritas tenaga kesehatan juga berperan menjadi vaksinator. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk membantu pemerintah dalam mensosialisasikan program vaksinasi berupa pembuatan booklet yang berisi info tentang vaksinasi pada ibu hamil dan menyusui. Booklet ini diharapkan dapat menjadi media edukasi dan menjadi sumber informasi terkait vaksinasi COVID-19 yang bisa dibaca di rumah oleh pasien dan keluarga. Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dan tanggapan yang positif dari Bidan Koordinator di Puskesmas Rumbai Bukit Kota Pekanbaru. Media berupa booklet ini akan sangat membantu proses edukasi pasien, terutama ibu hamil.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penyebaran virus COVID-19 terjadi secara global. Saat ini dikabarkan bahwa virus sudah bermutasi dan menjadi lebih berbahaya. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan virus adalah dengan memperkuat sistem pertahanan tubuh melalui vaksinasi. Beberapa issue menyebabkan program vaksinasi COVID-19 mendapat tanggapan pro dan kontra. Kondisi kontra dikarenakan adanya keraguan terkait keamanan dan keefektifan vaksinasi COVID-19. Keraguan ini khususnya timbul pada kelompok ibu hamil dan menyusui, sehingga cakupan vaksin COVID-19 untuk kelompok ibu hamil dan menyusui masih belum optimal. Edukasi terkait vaksinasi COVID-19 pada ibu hamil dan menyusui menjadi salah satu tantangan, terutama dimasa pandemi dimana adanya pembatasan lama kunjungan saat melakukan ANC. Berdasarkan hasil studi pendahuluan di Puskesmas Rumbai Bukit, belum ada media edukasi terkait vaksin COVID-19 pada ibu hamil dan menyusui yang bisa dibawa pulang oleh pasien. Selain itu, tenaga keseshatan mengalami keterbatasan waktu karena mayoritas tenaga kesehatan juga berperan menjadi vaksinator. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk membantu pemerintah dalam mensosialisasikan program vaksinasi berupa pembuatan booklet yang berisi info tentang vaksinasi pada ibu hamil dan menyusui. Booklet ini diharapkan dapat menjadi media edukasi dan menjadi sumber informasi terkait vaksinasi COVID-19 yang bisa dibaca di rumah oleh pasien dan keluarga. Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dan tanggapan yang positif dari Bidan Koordinator di Puskesmas Rumbai Bukit Kota Pekanbaru. Media berupa booklet ini akan sangat membantu proses edukasi pasien, terutama ibu hamil.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2022-10-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1254</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol2.Iss2.1254</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas ; 132-138</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2022/2.2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1254/465</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1282</identifier>
				<datestamp>2024-12-26T10:50:01Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Health Counseling About the Importance of Covid-19 Vaccination in Rw 24 Sidomulyo Barat Village, Tuah Madani District, Pekanbaru City: Penyuluhan Kesehatan Tentang Pentingnya Vaksinasi Covid-19 Di Rw 24 Kelurahan Sidomulyo Barat Kecamatan Tuah Madani Kota Pekanbaru</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENTINGNYA VAKSINASI COVID-19 DI RW 24 KELURAHAN SIDOMULYO BARAT KECAMATAN TUAH MADANI KOTA PEKANBARU: HEALTH EDUCATION ON THE IMPORTANCE OF THE COVID-19 VACCINATION IN RW 24 SIDOMULYO BARAT KELURAHAN TUAH MADANI DISTRICT, PEKANBARU CITY</dc:title>
	<dc:creator>maharani, riri</dc:creator>
	<dc:creator>Rinda Savira, Resky</dc:creator>
	<dc:creator>Leonita, Emy</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Vaccination</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> Covid-19 </dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tuah Madani</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">West Sidomulyo Village</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Vaksinasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Health education about the importance of COVID-19 vaccination is one of the methods used to increase the knowledge and understanding of the residents about the importance of COVID-19 vaccination with the aim of changing or influencing the behavior of residents to carry out COVID-19 vaccinations in the RW 24 area, Sidomulyo Barat Village, Tuah Madani District. This counseling aims to determine the effect of health education on the level of knowledge, understanding and attitudes of RW 24 residents in carrying out COVID-19 vaccinations. The method used in this counseling is the lecture method and question and answer using a pre test before conducting counseling and conducting a post test after conducting oral counseling, as well as providing masks and hand sanitizers for free to participants who attend. The counseling was carried out in one of the houses of RW 24 residents. Based on the results of our service, it can be concluded that there was an increase in residents' knowledge, and residents became more aware of COVID-19 vaccination. This is because in addition to several prokes that have been implemented, it is still important and the main thing to do is administering the covid-19 vaccine because it can help in preventing the transmission of COVID-19 by working to increase the human immune system.
Abstrak
Penyuluhan kesehatan tentang pentingnya vaksinasi COVID-19 merupakan salah satu cara yang digunakan untuk menambah pengetahuan dan pemahaman para warga tentang vaksinasi COVID-19 dengan harapan mempengaruhi perilaku warga untuk melakukan vaksinasi COVID-19 di wilayah RW 24 Kelurahan Sidomulyo Barat Kecamatan Tuah Madani. Penyuluhan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan, pemahaman dan sikap warga RW 24 dalam melakukan vaksinasi COVID-19. Metode yang dilakukan dalam penyuluhan ini yaitu metode ceramah dan tanya jawab menggunakan pre test soal-soal sebelum melakukan penyuluhan dan melakukan post test soal-soal setelah melakukan penyuluhan secara lisan, serta memberikan masker dan hand sanitizier secara gratis kepada peserta yang hadir. Penyuluhan dilaksanakan di salah satu rumah warga RW 24. Berdasarkan dari hasil pengabdian yang kami lakukan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa terjadinya peningkatan yang lebih baik pada pengetahuan warga, dan warga menjadi lebih paham tentang vaksinasi COVID-19. Hal ini dikarenakan bahwa selain dengan beberapa prokes yang telah diterapkan tetap penting dan utama dilakukannya pemberian vaksin covid-19 karena dapat membantu dalam pencegahan penularan COVID-19 dengan cara kerja meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penyuluhan kesehatan tentang pentingnya vaksinasi COVID-19 merupakan salah satu cara yang digunakan untuk menambah pengetahuan dan pemahaman para warga tentang pentingnya vaksinasi COVID-19 dengan tujuan mengubah atau mempengaruhi perilaku warga untuk melakukan vaksinasi COVID-19 di wilayah RW 24 Kelurahan Sidomulyo Barat Kecamatan Tuah Madani. Penyuluhan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan, pemahaman dan sikap warga RW 24 dalam melakukan vaksinasi COVID-19. Metode yang dilakukan dalam penyuluhan ini yaitu metode ceramah dan tanya jawab menggunakan pre test sebelum melakukan penyuluhan dan melakukan post test setelah melakukan penyuluhan secara lisan, serta memberikan masker dan hand sanitizier secara gratis kepada peserta yang hadir. Penyuluhan dilaksanakan di salah satu rumah warga RW 24. Berdasarkan dari hasil pengabdian yang kami lakukan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa terjadinya peningkatan pengetahuan warga, dan warga menjadi lebih paham tentang vaksinasi COVID-19. Hal ini dikarenakan bahwa selain dengan beberapa prokes yang telah diterapkan tetap penting dan utama dilakukannya pemberian vaksin covid-19 karena dapat membantu dalam pencegahan penularan COVID-19 dengan cara kerja meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1282</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol2.Iss3.1282</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 2 No. 3 (2022): JPKK Edisi Desember 2022; 188-197</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2022/2.3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1282/495</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1283</identifier>
				<datestamp>2022-10-12T22:21:09Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Prevent Stunting Through Health Education During Pregnancy in Rejosari Village, Pekanbaru City: Cegah Stunting Melalui Edukasi Kesehatan Di Masa Kehamilan Di Kelurahan Rejosari Kota Pekanbaru</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Cegah Stunting Melalui Edukasi Kesehatan Di Masa Kehamilan Di Kelurahan Rejosari Kota Pekanbaru: Cegah Stunting Melalui Edukasi Kesehatan Di Masa Kehamilan Di Kelurahan Rejosari Kota Pekanbaru</dc:title>
	<dc:creator>Ismainar, Hetty</dc:creator>
	<dc:creator>Marlina, Hastuti</dc:creator>
	<dc:creator>Triana, Ani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Stunting, Edukasi Kesehatan, Leaflet, Banner.</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Stunting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">health education</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Leaflet</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Banner</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Background. Stunting is a height growth disorder. The prevalence of stunting in Riau Province based on the Indonesian Toddler Nutrition Status Survey in 2019 was 23.7% (WHO standard &amp;lt; 20%). The trigger for stunting is multifactorial, starting from pregnancy to 2 years of age under five. Prevention efforts are needed to reduce the prevalence of stunting. Objectives To provide health education during pregnancy through leaflets and banners for pregnant women. Methods, Health education for pregnant women in by health education media by leaflets and banners. This activity is given to mothers There were 18 pregnant women in the Rejosari village area. The understanding of the material on &quot;Preventing Stunting during pregnancy&quot; focused on four educational materials, including: Blood Adding Tablets, Delivery Assistance with health workers, Early Initiation of Breastfeeding and Exclusive Breastfeeding. Measurement indicators use pre and post-test questionnaires. Results. Pre-test scores, low knowledge 54.2% and high knowledge 45.8%, after the post-test, low knowledge scores 26.4% and high knowledge 73.6%. Conclusion. This health education activity using leaflet and banner media was able to increase the knowledge of pregnant women on how to prevent stunting during pregnancy by 27.8%. Suggestion. Periodic monitoring is needed by the coordinator midwife of the Rejosari Health Center which focuses on providing 90 iron tablets, delivery with health workers, IMD and exclusive breastfeeding.
Abstrak
Latar Belakang Sunting merupakan gangguan pertumbuhan tinggi badan. Prevalensi stunting di Provinsi Riau berdasarkan Survei Status Gizi Balita Indonesia pada tahun 2019 yaitu 23,7% (standar WHO &amp;lt; 20%). Pemicu stunting ini multifaktor yang diawali mulai dari kehamilan sampai 2 tahun usia balita. Perlu upaya pencegahan untuk mengurangi prevalensi stunting tersebut. Tujuan, Untuk memberikan edukasi kesehatan masa kehamilan melalui leafleat dan banner pada ibu hamil. Metode, Edukasi kesehatan pada ibu hamil berupa penyuluhan dan media edukasi kesehatan berupa leaflet dan banner. Kegiatan ini diberikan kepada ibu hamil di wilayah kelurahan Rejosari berjumlah 18 orang. Pemahaman materi tentang “Cegah Stunting pada masa kehamilan” yang diberikan focus pada empat materi edukasi antara lain: Tablet Tambah Darah, Pertolongan Persalinan dengan tenaga kesehatan, Inisiasi Menyusui Dini (IMD), dan ASI Ekslusif. Indikator pengukuran menggunakan kuisioner pre dan post-test. Hasil. Nilai pre-test, pengetahuan rendah 54,2% dan pengetahuan tinggi 45,8%, setelah dilakukan post-test, nilai pengetahun rendah 26,4% dan pengetahuan tinggi 73,6%. Kesimpulan. Kegiatan edukasi kesehatan menggunakan media leaflet dan banner ini mampu meningkatkan pengetahuan ibu hamil cara pencegahan stunting dimasa kehamilan sebesar 27,8%. Saran. Perlu pemantauan berkala oleh bidan coordinator wilayah Puskesmas Rejosari yang berfokus pada pemberian 90 butir TTD, Persalinan dengan tenaga kesehatan, IMD dan ASI Ekslusif.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Latar Belakang Sunting merupakan gangguan pertumbuhan tinggi badan. Prevalensi stunting di Provinsi Riau berdasarkan Survei Status Gizi Balita Indonesia pada tahun 2019 yaitu 23,7% (standar WHO &amp;lt; 20%). Pemicu stunting ini multifaktor yang diawali mulai dari kehamilan sampai 2 tahun usia balita. Perlu upaya pencegahan untuk mengurangi prevalensi stunting tersebut. Tujuan, Untuk memberikan edukasi kesehatan masa kehamilan melalui leafleat dan banner pada ibu hamil. Metode, Edukasi kesehatan pada ibu hamil berupa penyuluhan dan media edukasi kesehatan berupa leaflet dan banner. Kegiatan ini diberikan kepada ibu hamil di wilayah kelurahan Rejosari berjumlah 18 orang. Pemahaman materi tentang “Cegah Stunting pada masa kehamilan” yang diberikan focus pada empat materi edukasi antara lain: Tablet Tambah Darah, Pertolongan Persalinan dengan tenaga kesehatan, Inisiasi Menyusui Dini (IMD), dan ASI Ekslusif. Indikator pengukuran menggunakan kuisioner pre dan post-test. Hasil. Nilai pre-test, pengetahuan rendah 54,2% dan pengetahuan tinggi 45,8%, setelah dilakukan post-test, nilai pengetahun rendah 26,4% dan pengetahuan tinggi 73,6%. Kesimpulan. Kegiatan edukasi kesehatan menggunakan media leaflet dan banner ini mampu meningkatkan pengetahuan ibu hamil cara pencegahan stunting dimasa kehamilan sebesar 27,8%. Saran. Perlu pemantauan berkala oleh bidan coordinator wilayah Puskesmas Rejosari yang berfokus pada pemberian 90 butir TTD, Persalinan dengan tenaga kesehatan, IMD dan ASI Ekslusif</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2022-09-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1283</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol2.Iss2.1283</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas ; 81-88</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2022/2.2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1283/454</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1284</identifier>
				<datestamp>2022-10-12T22:21:09Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Counseling on Prevention of Covid-19 Transmission in the Dentist's Practice Room in Pekanbaru City: Penyuluhan   Pencegahan Penularan Covid-19 Di Ruang Praktek Dokter Gigi Di Kota Pekanbaru</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Penyuluhan   Pencegahan Penularan Covid-19 Di Ruang Praktek Dokter Gigi Di Kota Pekanbaru: Penyuluhan   Pencegahan Penularan Covid-19 Di Ruang Praktek Dokter Gigi Di Kota Pekanbaru</dc:title>
	<dc:creator>Oktavia Dewi</dc:creator>
	<dc:creator> rani, Novita</dc:creator>
	<dc:creator>fanora, Erli </dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dentist activity is related to aerosol production. The SARS-CoV-2 virus is most commonly found in the naso-oropharynx and saliva. The production of aerosols and droplets is the cause of the spread of COVID-19 in dental practice. With the increased understanding of dentists, it is hoped that no more dentists will be infected with the covid virus. The method used in this service is the provision of material on efforts to prevent the transmission of covid-19 in the dentist's practice room in the form of video playback sent via the whats app application to each dentist in Pekanbaru. Pre-test and post-test were conducted to evaluate the dentist's level of understanding of the material provided online through the google form. The average increase in the understanding of the dentist is 12.6%. Sterilization must be carried out in the room and equipment of each patient after completion of treatment. The usual methods of sterilization are washing with soap, immersing the tool in a disinfectant solution or inserting it into a sterilizer (autoclave). During the Covid-19 pandemic, Personal Protective Equipment worn by doctors and nurses is recommended to replace every patient exchange in order to avoid transmission of viruses and bacteria from one patient to another. The practice room is also sprayed with disinfectant liquid or provides UV light after the patient's procedure is completed, to clean the air in the clinic room. It is also recommended to provide sufficient time between patients, especially if there are invasive procedures on previous patients.
Abstrak
Aktivitas dokter gigi berhubungan dengan produksi aerosol. Virus SARS-CoV-2 sangat banyak ditemukan di naso-orofaring dan saliva. Produksi aerosol dan droplet merupakan penyebab penyebaran COVID-19 pada praktik dokter gigi.. Target capaian pengabdian masyarakat ini memberikan pemahaman dan motivasi kepedulian dokter gigi untuk dapat mencegah penularan covid sehingga tercapai proses layanan kesehatan gigi yang aman dan optimal. Dengan peningkatan pemahaman dokter gigi maka diharapkan tidak ada lagi dokter gigi yang tertular virus covid. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah pemberian materi upaya pencegahan penularan covid-19 di ruang praktek dokter gigi dalam bentuk pemutaran video yang dikirimkan melalui aplikasi whats app pada masing masing dokter gigi di Pekanbaru. Pre Test dan Post test dilakukan untuk mengevaluasi tingkat pemahaman dokter gigi terhadap materi yang diberikan secara daring melalui google form. Rerata  peningkatan pemahaman dokter gigi yang terbesar sebesar 12,6% Sterilisasi harus dilakukan pada ruangan dan alat setiap pasien setelah selesai perawatan. Cara sterilisasi yang biasa dilakukan adalah cuci pakai sabun, merendam alat dalam larutan desinfektan atau memasukan dalam alat sterilisasi (autoclave).  Selama pandemic Covid-19, Alat Perlindungan Diri yang dikenakan oleh dokter dan para perawat dianjurkan mengganti setiap pertukaran pasien agar menghindari transmisi virus dan bakteri dari 1 pasien ke pasien lainnya. Ruangan praktek juga dilakukan penyemprotan cairan desinfektan atau memberikan Sinar UV setelah selesai tindakan pasien, untuk membersihkan udara di ruangan klinik. Serta dianjurkan memberikan jarak waktu yang cukup antar pasien terutama jika ada tindakan invasif pada pasien yang sebelumnya.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Aktivitas dokter gigi berhubungan dengan produksi aerosol. Virus SARS-CoV-2 sangat banyak ditemukan di naso-orofaring dan saliva. Produksi aerosol dan droplet merupakan penyebab penyebaran COVID-19 pada praktik dokter gigi.. Target capaian pengabdian masyarakat ini memberikan pemahaman dan motivasi kepedulian dokter gigi untuk dapat mencegah penularan covid sehingga tercapai proses layanan kesehatan gigi yang aman dan optimal. Dengan peningkatan pemahaman dokter gigi maka diharapkan tidak ada lagi dokter gigi yang tertular virus covid. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah pemberian materi upaya pencegahan penularan covid-19 di ruang praktek dokter gigi dalam bentuk pemutaran video yang dikirimkan melalui aplikasi whats app pada masing masing dokter gigi di Pekanbaru. Pre Test dan Post test dilakukan untuk mengevaluasi tingkat pemahaman dokter gigi terhadap materi yang diberikan secara daring melalui google form. Rerata&amp;nbsp; peningkatan pemahaman dokter gigi yang terbesar sebesar 12,6% Sterilisasi harus dilakukan pada ruangan dan alat setiap pasien setelah selesai perawatan. Cara sterilisasi yang biasa dilakukan adalah cuci pakai sabun, merendam alat dalam larutan desinfektan atau memasukan dalam alat sterilisasi (autoclave).&amp;nbsp; Selama pandemic Covid-19, Alat Perlindungan Diri yang dikenakan oleh dokter dan para perawat dianjurkan mengganti setiap pertukaran pasien&amp;nbsp;agar menghindari transmisi virus dan bakteri dari 1 pasien ke pasien lainnya. Ruangan praktek juga dilakukan penyemprotan cairan desinfektan atau memberikan Sinar UV&amp;nbsp;setelah selesai tindakan pasien, untuk membersihkan udara di ruangan klinik. Serta dianjurkan memberikan jarak waktu yang cukup antar pasien terutama jika ada tindakan invasif pada pasien yang sebelumnya.
Kata kunci :Perilaku Penularan covid 19, ruang praktek dokter gigi, peningkatan pengetahuan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2022-09-22</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1284</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol2.Iss2.1284</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas ; 124-131</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2022/2.2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1284/462</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1285</identifier>
				<datestamp>2025-10-02T04:24:44Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Optimizing Child Growth Through Training on Processing and Applying MP-ASI Giving Patterns: Optimalisasi Pertumbuhan Anak Melalui Pelatihan Mengolah Dan Menerapkan Pola Pemberian MP-ASI</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">ASI dan MP-ASI “Optimalisasi Pertumbuhan Anak Melalui Pelatihan Mengolah Dan Menerapkan Pola Pemberian MP-ASI”.: ASI dan MP-ASI</dc:title>
	<dc:creator>septiani, winda</dc:creator>
	<dc:creator> Nurhapipa, Nurhapipa</dc:creator>
	<dc:creator> Kartilian, Felianda</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Balita, Pengetahuan ASI, Pengetahuan MP-ASI, Demo MP-ASI.</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Balita</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengetahuan ASI</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengetahuan MP-ASI</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> Demo MP-ASI</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Toddler</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Breastfeeding Knowledge</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">MP-ASI Knowledge</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">MP-ASI Demo</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Complementary Foods for Mother's Milk (MP-ASI) are foods that contain nutrients that are given to children aged more than 6 months to meet the nutritional intake needs other than breast milk. Mother's milk (ASI) is only able to meet 2/3 of the nutritional intake needs of children at the age of 6-9 months and at the age of 9-12 months, breast milk is only able to meet 1/2 of the nutritional intake needs of children. The purpose of this service is to pursue increasing children's weight gain through training to process MP-ASI and apply the pattern of giving MP-ASI properly. The target of this service is mothers who have toddlers (6-24 months) who reach 10 toddlers which are carried out from April to June 2022 at Posyandu RW 10 Puskesmas Harapan Raya. This activity includes several stages, namely the data collection stage, filling out the prepost to the mother of toddlers, measuring the child's initial/late weight, providing counseling and demonstration of MPASI. The final result of the evaluation of parents' knowledge about breastfeeding and complementary feeding showed a significant value before and before the intervention was given by obtaining p = 0.000, meaning that there was a significant change in the score of mother's knowledge before and before the intervention. also with the child's weight there is a significant effect on the child's weight before and before the intervention is given with the acquisition of p = 0.000. Nutrition education/education about breastfeeding and complementary feeding can increase parental knowledge so that it can become the basis for parents to take action so that children can avoid nutritional problems and have maximum development and growth.
Abstrak
Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) adalah makanan yang mengandung zat gizi yang diberikan kepada anak berusia lebih dari 6 bulan untuk memenuhi kebutuhan asupan gizi selain Air Susu Ibu. Air Susu Ibu (ASI) hanya mampu memenuhi 2/3 dari kebutuhan asupan gizi anak pada usia 6-9 bulan dan pada usia 9-12 bulan ASI hanya mampu memenuhi 1/2 dari kebutuhan asupan gizi anak. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mengejar percepatan kenaikan berat badan anak melalui pelatihan mengolah MP-ASI dan menerapkan pola pemberian MP-ASI dengan baik. Sasaran pengabdian ini adalah ibu yang memiliki balita (6-24 bulan) yang berjumlah 10 orang balita yang dilakukan pada bulan april hingga bulan Juni tahun 2022 di Posyandu RW 10 Puskesmas Harapan Raya. Kegiatan ini meliputi beberapa tahapan yaitu tahap pendataan, pengisian prepost kepada ibu balita, pengukuran BB awal/akhir anak, pemberian penyuluhan dan demo MPASI. Hasil pengabdian diperoleh evaluasi pengetahuan orang tua tentang ASI dan MPASI menunjukkan nilai yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan intervensi dengan peroleh p=0,000 artinya ada perubahan signikan skor pengetahuan ibu sebelum dan sesudah intervensi. Begitu juga dengan berat badan anak ada pengaruh yang signifikan berat badan anak sebelum dan sesudah diberikan intervensi dengan perolehan p=0,000. Pendidikan/Edukasi gizi tentang ASI dan MP-ASI dapat meningkatkan pengetahuan orang tua sehingga dapat menjadi dasar bagi orang tua untuk melakukan tindakan agar anak dapat terhindar dari masalah gizi dan memiliki perkembangan serta pertumbuhan yang maksimal.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) adalah makanan yang mengandung zat gizi yang diberikan kepada anak berusia lebih dari 6 bulan untuk memenuhi kebutuhan asupan gizi selain Air Susu Ibu. Air Susu Ibu (ASI) hanya mampu memenuhi 2/3 dari kebutuhan asupan gizi anak pada usia 6-9 bulan dan pada usia 9-12 bulan ASI hanya mampu memenuhi 1/2 dari kebutuhan asupan gizi anak. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengejar percepatan kenaikan berat badan anak melalui pelatihan mengolah MP-ASI dan menerapkan pola pemberian MP-ASI dengan baik. Sasaran pengabdian ini adalah ibu yang memiliki balita (6-24 bulan) yang berjumlah 10 orang balita yang dilakukan pada bulan april hingga bulan juni tahun 2022 di Posyandu RW 10 Puskesmas Harapan Raya. Kegiatan ini meliputi beberapa tahapan yaitu tahap pendataan, pengisisan prepost kepada ibu balita, pengukuran BB awal/akhir anak, pemberian penyuluhan dan demo MPASI. Hasil pengabdian diperoleh evaluasi pengetahuan orang tua tentang ASI dan MPASI menunjukkan nilai yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan intervensi dengan peroleh p=0,000 artinya ada perubahan signikan skor pengetahuan ibu sebelum dan sesudah intervensi. Begitu juga dengan berat badan anak ada pengaruh yang signifikan berat badan anak sebelum dan sesudah diberikan intervensi dengan perolehan p=0,000. Pendidikan/Edukasi gizi tentang ASI dan MP-ASI dapat meningkatkan pengetahuan orang tua sehingga dapat menjadi dasar bagi orang tua untuk melakukan tindakan agar anak dapat terhindar dari masalah gizi dan memiliki perkembangan serta pertumbuhan yang maksimal.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1285</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol2.Iss3.1285</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 3 No. 1 (2023): JPKK Edisi April  2023; 198-209</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2023/3.1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1285/496</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1288</identifier>
				<datestamp>2023-05-23T23:30:27Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Socialization Through Video Implementation Of STBM CTPS In Preventing Covid-19 Transmission In Al Azhar Syifa Budi Pekanbaru Elementary School : Sosialisasi Melalui Media Video Penerapan STBM CTPS Dalam Pencegahan Penularan Covid-19 Pada Murid Sd Al Azhar Syifa Budi Pekanbaru </dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">SOSIALISASI MELALUI MEDIA VIDEO TENTANG PENERAPAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) PILAR CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) DALAM PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 PADA MURID SD AL AZHAR SYIFA BUDI PEKANBARU TAHUN 2021: Sosialisasi Melalui Media Video Penerapan STBM CTPS Dalam Pencegahan Penularan Covid-19 Pada Murid Sd Al Azhar Syifa Budi Pekanbaru </dc:title>
	<dc:creator>Rani, Novita</dc:creator>
	<dc:creator>Dewi, Oktavia </dc:creator>
	<dc:creator>Mitra, Mitra</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">STBM</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">CTPS</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Covid-19</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">cpts</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">stbm</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> Covid-19 </dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Community-Based Total Sanitation (STBM) is an approach to changing sanitation hygiene behavior through triggering activities and is also an adoption of the success of total sanitation development by applying the CLTS (Community-Led Total Sanitation) model. Basically, the implementation of STBM aims to realize hygienic and sanitary community behavior independently in order to improve the health status of the community. The habit of washing hands with soap is part of a healthy lifestyle which is one of the three pillars of development in the health sector. Simple healthy behavior such as washing hands with soap is one way to increase public awareness about personal health maintenance and the importance of clean and healthy living behavior. In this case, while still in the Covid-19 condition, students have started to actively study in schools with various strict health program provisions and regulations (PROKES) that have been set by the government. Therefore, socialization through video media and prevention questions and answers regarding health procedures, especially CTPS, is very necessary to prevent the transmission of COVID-19 to Al-Azhar Syifa Budi Elementary School students, Pekanbaru.
Abstrak
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan Pendekatan perubahan perilaku hygiene sanitasi melalui kegiatan pemicuan dan juga merupakan adopsi dari keberhasilan pembangunan sanitasi total dengan menerapkan model CLTS (Community-Led Total Sanitation). Pada dasarnya penyelenggaraan STBM bertujuan untuk mewujudkan perilaku masyarakat yang higienis dan saniter secara mandiri dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, adalah bagian dari perilaku hidup sehat yang merupakan salah satu dari tiga pilar pembangunan bidang Kesehatan. Perilaku hidup sehat yang sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pemeliharaan kesehatan pribadi dan pentingnya berperilaku hidup bersih dan sehat. Dalam hal ini, dengan masih dalam kondisi covid-19 murid-murid sudah mulai aktif belajar di sekolah dengan berbagai ketentuan dan peraturan ketat program kesehatan (PROKES) yang telah di tetapkan oleh pemerintah. Oleh karena itu, sosialiasi melalui media video dan tanya jawab pencegahan mengenai prokes khususnya CTPS sangat diperlukan untuk mencegah penularan covid-19 pada murid SD Al-Azhar Syifa Budi Pekanbaru.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan Pendekatan perubahan perilaku hygiene sanitasi melalui kegiatan pemicuan dan juga merupakan adopsi dari keberhasilan pembangunan sanitasi total dengan menerapkan model CLTS (Community-Led Total Sanitation). Pada dasarnya penyelenggaraan STBM bertujuan untuk mewujudkan perilaku masyarakat yang higienis dan saniter secara mandiri dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, adalah bagian dari perilaku hidup sehat yang merupakan salah satu dari tiga pilar pembangunan bidang Kesehatan. Perilaku hidup sehat yang sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pemeliharaan kesehatan pribadi dan pentingnya berperilaku hidup bersih dan sehat. Dalam hal ini, dengan masih dalam kondisi covid-19 murid-murid sudah mulai aktif belajar di sekolah dengan berbagai ketentuan dan peraturan ketat program kesehatan (PROKES) yang telah di tetapkan oleh pemerintah. Oleh karena itu, sosialiasi melalui media video dan tanya jawab pencegahan mengenai prokes khususnya CTPS sangat diperlukan untuk mencegah penularan covid-19 pada murid SD Al-Azhar Syifa Budi Pekanbaru</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2022-10-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1288</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol2.Iss2.1288</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas ; 169-179</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2022/2.2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1288/469</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1314</identifier>
				<datestamp>2024-12-26T10:50:01Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Implementation of Dasawisma Cadre Education in East Jakarta Administrative City Regarding Vaccination in Comorbid Conditions: Pelaksanaan Edukasi Kader Dasawisma Di Kota Administrasi Jakarta Timur Mengenai Vaksinasi Pada Kondisi Dengan Komorbid</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">PELAKSANAAN EDUKASI KADER DASAWISMA DI KOTA ADMINISTRASI JAKARTA TIMUR MENGENAI VAKSINASI PADA KONDISI DENGAN KOMORBID: Pelaksanaan Edukasi Kader Dasawisma Di Kota Administrasi Jakarta Timur Mengenai Vaksinasi Pada Kondisi Dengan Komorbid</dc:title>
	<dc:creator>Hanifah, Laily</dc:creator>
	<dc:creator>Zebua, Eleonara Solomasi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Dasawisma Cadre</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Vaccination</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">IEC</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Covid-19</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> Kader Dasawisma</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">KIE</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Vaksinasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kader Dasawisma</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Vaksinasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">KIE</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Covid-19</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">During a COVID-19 pandemic, many government programs have been implemented to reduce COVID-10 cases.  One of the programs is the COVID-19 vaccination. Dasawisma cadres play a role in making the vaccination successful, but unfortunately there were still many cadres who have not participated in the vaccination program. This is a problem, because the cadres who were supposed to be the role models for other citizens, did not vaccinate themselves.  The purpose of this community service is to increase knowledge about vaccination for 437 cadres using the Information, Education and Communication (IEC) method. The activity was carried out online through the Zoom Meeting platform in collaboration with the East Jakarta Sub-Department for Empowerment, Child Protection and Population Control.  The results of the pre-test and post-test showed a p-value of 0.000.  It means that the education provided was useful for increasing the knowledge of cadres about vaccination. It is hoped that further education to cadres will be continued, especially regarding booster vaccination, which are currently being intensified by the government</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Dalam kondisi pandemi seperti saat ini, banyak program pemerintah yang dilakukan dalam  menurunkan  kasus  COVID-19.  Salah  satu  program  yang  dilaksanakan  adalah vaksinasi COVID-19. Kader Dasawisma turut berperan untuk menyukseskan vaksinasi, tetapi sayangnya masih banyak kader yang belum ikut program vaksinasi. Hal tersebut merupakan  masalah,  karena  kader  yang  seharusnya  menjadi  teladan  untuk  warga lainnya, justru tidak melakukan vaksinasi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk  meningkatkan  pengetahuan  mengenai  vaksinasi  pada  kader.  Pengabdian  masyarakat   dilakukan   kepada   437   Kader   menggunakan   metode   Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE). Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring melalui platform  Zoom  Meeting  di  Suku  Dinas  Pemberdayaan,  Perlindungan  Anak  dan Pengendalian  Penduduk  Jakarta  Timur.  Hasil  uji  pre-test  dan  post-  test menggambarkan  p-value  sebesar  0,000  yang  artinya  edukasi  yang  disampaikan bermanfaat  untuk  menambah  wawasan  kader  mengenai  vaksinasi.  Sebagai  saran, diharapkan ada edukasi lanjutan kepada kader, terutama mengenai vaksinasi booster yang saat ini sedang digencarkan oleh pemerintah</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2022-12-24</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1314</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol2.Iss3.1314</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 2 No. 3 (2022): JPKK Edisi Desember 2022; 210-214</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2022/2.3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1314/497</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1324</identifier>
				<datestamp>2022-10-12T22:21:09Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Implementation of Continuity Of Midwifery Care (Comc) Model of Midwifery Care by Midwives in Pekanbaru City: Penerapan Asuhan Kebidanan Model Continuty Of Midwifery Care (Comc) Oleh Bidan Di Kota Pekanbaru</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENERAPAN ASUHAN KEBIDANAN MODEL CONTINUTY OF MIDWIFERY CARE (COMC) OLEH BIDAN DI KOTA PEKANBARU: Penerapan Asuhan Kebidanan Model Continuty Of Midwifery Care (Comc) Oleh Bidan Di Kota Pekanbaru</dc:title>
	<dc:creator>AriSusanti</dc:creator>
	<dc:creator>Hamidah, Hamidah</dc:creator>
	<dc:creator>Fadmiyanor, Isye </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Midwifery care</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pregnancy</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">birth</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">after birth</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Reducing the Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) is currently still a priority for health programs in Indonesia. Midwives as midwifery care providers have a strategic position to play a role in efforts to accelerate the decline in MMR and IMR. Therefore, midwives must have qualifications that are inspired by the philosophy of midwifery care that emphasizes women-centred care. One of the models of care that can contribute to the reduction of MMR and IMR is the Continuity of Midwifery Care (CoMC) model of care. The CoMC model of care is continuous midwifery care during pregnancy, birth and the postnatal period. The purpose of this Community Service is to improve the knowledge and skills of midwives in providing CoMC model of Midwifery care in the Praktik Mandiri Bidan (PMB), Klinik Pratama and Klinik Utama di kota Pekanbaru. This community service activity will be carried out from February to September 2021 at the Praktik Mandiri Bidan (PMB), Klinik Pratama and Klinik Utama. The target audience for this community service is 21 midwives. The service method are training on CoMC model midwifery care, assistance in carrying out care and evaluation of the implementation of care. It is expected that midwives in Pekanbaru City apply this CoMC model of care in providing midwifery services.Keywords: Midwifery care, pregnancy, birth, after birth.
Abstrak
Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) saat ini masih menjadi prioritas program kesehatan di Indonesia. Bidan sebagai pemberi asuhan kebidanan memiliki posisi strategis untuk berperan dalam upaya percepatan penurunan AKI dan AKB. Karena itu, bidan harus memiliki kualifikasi yang diilhami oleh filosofi asuhan kebidanan yang menekankan asuhannya terhadap perempuan (women centred care).Salah satu model asuhan yang dapat berkontribusi dalam penurunan AKI dan AKB  yaitu model asuhan Continuity of midwifery Care (CoMC). Model Asuhan CoMC adalah asuhan kebidanan yang berkelanjutan saat kehamilan, kelahiran dan masa pasca kelahiran. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan bidan dalam memberikan asuhan Kebidanan model CoMC di Praktik Mandiri Bidan (PMB), Klinik Pratama dan klinik Utama di Kota Pekanbaru. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan dilaksanakan pada bulan Februari s/d September  2021 di Praktik Mandiri Bidan (PMB), Klinik Pratama dan klinik Utama Kota Pekanbaru. Khalayak sasaran dalam pengabdian masyarakat ini adalah Bidan sebanyak 21 orang. Metode pengabdian yaitu pelatihan tentang asuhan kebidanan model CoMC, pendampingan dalam melaksanakan asuhan dan evaluasi pelaksanaan asuhan. Diharapkan kepada bidan yang ada di Kota Pekanbaru menerapkan model asuhan CoMC ini dalam memberikan pelayanan kebidanan.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) saat ini masih menjadi prioritas program kesehatan di Indonesia. Bidan sebagai pemberi asuhan kebidanan memiliki posisi strategis untuk berperan dalam upaya percepatan penurunan AKI dan AKB. Karena itu, bidan harus memiliki kualifikasi yang diilhami oleh filosofi asuhan kebidanan yang menekankan asuhannya terhadap perempuan (women centred care).Salah satu model asuhan yang dapat berkontribusi dalam penurunan AKI dan AKB&amp;nbsp; yaitu model asuhan Continuity of midwifery Care (CoMC). Model Asuhan CoMC adalah asuhan kebidanan yang berkelanjutan saat kehamilan, kelahiran dan masa pasca kelahiran. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan bidan dalam memberikan asuhan Kebidanan model CoMC di Praktik Mandiri Bidan (PMB), Klinik Pratama dan klinik Utama di Kota Pekanbaru. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan dilaksanakan pada bulan Februari s/d September&amp;nbsp; 2021 di Praktik Mandiri Bidan (PMB), Klinik Pratama dan klinik Utama Kota Pekanbaru. Khalayak sasaran dalam pengabdian masyarakat ini adalah Bidan sebanyak 21 orang. Metode pengabdian yaitu pelatihan tentang asuhan kebidanan model CoMC, pendampingan dalam melaksanakan asuhan dan evaluasi pelaksanaan asuhan. Diharapkan kepada bidan yang ada di Kota Pekanbaru menerapkan model asuhan CoMC ini dalam memberikan pelayanan kebidanan.
Kata Kunci: Asuhan kebidanan, kehamilan, bersalin, nifas</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2022-10-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1324</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol2.Iss2.1324</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas ; 139-145</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2022/2.2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1324/466</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1327</identifier>
				<datestamp>2022-10-12T22:21:09Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">S-BAR Communication Training for Nurses to Prevent Medication Mistakes to Improve Patient Safety: Pelatihan Komunikasi S-BAR pada Perawat untuk Mencegah Kesalahan Pemberian Obat Guna Meningkatkan Keselamatan Pasien </dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pelatihan Komunikasi S-BAR pada Perawat untuk Mencegah Kesalahan Pemberian Obat Guna Meningkatkan Keselamatan Pasien : Pelatihan Komunikasi S-BAR pada Perawat untuk Mencegah Kesalahan Pemberian Obat Guna Meningkatkan Keselamatan Pasien </dc:title>
	<dc:creator>Pramesona, Bayu Anggileo</dc:creator>
	<dc:creator>Sukohar, Asep</dc:creator>
	<dc:creator>Suharmanto, Suharmanto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Effective communication</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">S-BAR</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Nurses</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Patient safety</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">hospital</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Community service</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Komunikasi efektif</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">S-BAR</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Perawat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Keselamatan pasien</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Rumah sakit</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pengabdian masyarakat</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Background One of the efforts to improve patient safety in hospitals is to implement effective communication between nurses and/or other health care workers. However, at RSD Mayjend HM Ryacudu Kotabumi, no effective communication training using the SBAR technique has been conducted. The purpose of this activity is to increase knowledge, understanding, and practice effective communication with the S-BAR technique to nurses in order to prevent medication errors so that patient safety can be realized. Methods This training uses the lecture method, interactive discussion and simulation/role play of the implementation of effective communication with the S-BAR technique on 58 nurses at the RSD Mayjend HM Ryacudu Kotabumi, North Lampung on July 4, 2022. The media used is in the form of materials on effective communication using techniques S-BAR. Knowledge is measured by conducting pre and post-test before and after training. S-BAR communication practice assessment is carried out after role play through case examples. Results The average knowledge of nurses increased by 42.6% after the training. Nurses can also practice S-BAR communication techniques properly. Conclusion S-BAR communication training proved effective in increasing the knowledge and understanding of nurses to prevent medication errors. It is necessary to carry out routine monitoring and evaluation related to the implementation of S-BAR communication on nurses. Hospital management is advised to provide S-BAR communication training to health workers on a regular basis.
Abstrak
Latar belakang Salah satu upaya guna memperbaiki keselamatan pasien di rumah sakit (RS) adalah dengan menerapkan komunikasi efektif baik antar perawat maupun perawat-petugas kesehatan lain. Namun, di RSD Mayjend HM Ryacudu Kotabumi belum pernah dilakukan pelatihan komunikasi efektif menggunakan teknik S-BAR. Tujuan. kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan mempraktikkan komunikasi efektif dengan teknik S-BAR pada perawat guna mencegah kesalahan pemberian obat sehingga keselamatan pasien dapat terwujud. Metode. Pelatihan ini menggunakan metode ceramah, diskusi interaktif dan simulasi/role play pelaksanan komunikasi efektif dengan teknik S-BAR pada 58 perawat pelaksana di RSD Mayjend HM Ryacudu Kotabumi, Lampung Utara pada 4 Juli 2022. Media yang digunakan berupa materi tentang komunikasi efektif menggunakan teknik S-BAR. Pengetahuan diukur dengan melakukan pre dan posttest sebelum dan setelah pelatihan. Penilaian praktik komunikasi S-BAR dilakukan setelah role play melalui contoh kasus. Hasil. Rata-rata pengetahuan perawat meningkat 42.6% setelah dilakukan pelatihan. Perawat juga dapat mempraktikkan teknik komunikasi S-BAR dengan benar. Kesimpulan. Pelatihan komunikasi S-BAR terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman perawat untuk mencegah kesalahan pemberian obat. Perlu dilakukan monitoring dan evaluasi rutin terkait pelaksanaan komunikasi S-BAR pada perawat. Pihak manajemen RS disarankan untuk memberikan pelatihan komunikasi S-BAR pada tenaga kesehatan secara berkala.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Latar Belakang Salah satu upaya guna memperbaiki keselamatan pasien di rumah sakit (RS) adalah dengan menerapkan komunikasi efektif baik antarperawat maupun perawat-petugas kesehatan lain. Namun, di RSD Mayjend HM Ryacudu Kotabumi belum pernah dilakukan pelatihan komunikasi efektif menggunakan teknik SBAR. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan mempraktikkan komunikasi efektif dengan teknik S-BAR pada perawat guna mencegah kesalahan pemberian obat sehingga keselamatan pasien dapat terwujud. Metode Pelatihan ini menggunakan metode ceramah, diskusi interaktif dan simulasi/role play pelaksanan komunikasi efektif dengan teknik S-BAR pada 58 perawat pelaksana di RSD Mayjend HM Ryacudu Kotabumi, Lampung Utara pada 4 Juli 2022. Media yang digunakan berupa materi tentang komunikasi efektif menggunakan teknik S-BAR. Pengetahuan diukur dengan melakukan pre dan post-test sebelum dan setelah pelatihan. Penilaian praktik komunikasi S-BAR dilakukan setelah role play melalui contoh kasus. Hasil Rata-rata pengetahuan perawat meningkat 42.6% setelah dilakukan pelatihan. Perawat juga dapat mempraktikkan teknik komunikasi&amp;nbsp; &amp;nbsp; S-BAR dengan benar. Kesimpulan Pelatihan komunikasi S-BAR terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman perawat untuk mencegah kesalahan pemberian obat. Perlu dilakukan monitoring dan evaluasi rutin terkait pelaksanaan komunikasi S-BAR pada perawat. Pihak manajemen RS disarankan untuk memberikan pelatihan komunikasi S-BAR pada tenaga kesehatan secara berkala.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2022-09-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1327</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol2.Iss2.1327</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas ; 103-111</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2022/2.2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1327/457</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1331</identifier>
				<datestamp>2022-10-12T22:21:09Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Economic Empowerment and Family Health Activities in Tanimulya Village, Ngamprah District, West Bandung Regency Through the Movement for Cultivating Moringa Plants (Meteor) in 2022: Kegiatan Pemberdayaan Ekonomi Dan Kesehatan Keluarga Di Desa Tanimulya Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat Melalui Gerakan Membudidayakan Tanaman Kelor (Meteor) Tahun 2022</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">KEGIATAN PEMBERDAYAAN EKONOMI DAN KESEHATAN KELUARGA DI DESA TANIMULYA KECAMATAN NGAMPRAH KABUPATEN BANDUNG BARAT MELALUI GERAKAN MEMBUDIDAYAKAN TANAMAN KELOR (METEOR) TAHUN 2022: Kegiatan Pemberdayaan Ekonomi Dan Kesehatan Keluarga Di Desa Tanimulya Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat Melalui Gerakan Membudidayakan Tanaman Kelor (Meteor) Tahun 2022</dc:title>
	<dc:creator>Laili, Ayu</dc:creator>
	<dc:creator>Irianto, Gunawan </dc:creator>
	<dc:creator>Abdillah, Asep Dian </dc:creator>
	<dc:creator>Ruhyandi, Ruhyandi</dc:creator>
	<dc:creator>Suryati, Yayat </dc:creator>
	<dc:creator>Susilowati , Susilowati </dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pemberdayaan Masyarakat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ekonomi Kesehatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Daun Kelor</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Background Tanimulya village has 25 community pillars (RW), which has 26 posyandu. During the pandemic, some of the people of Tanimulya village were threatened from an economic and health perspective. Many have also been positively affected by Covid-19, as well as a decline in the family's economy, because some have been laid off, decreased income due to WFH, cannot sell anymore, and other factors caused by the Covid'19 pandemic. Various factors affect the economic decline and family health, so it is necessary to increase community empowerment, by providing knowledge and skills that can improve the economy and family health. This community empowerment activity aims to increase public knowledge about the benefits of Moringa for health and to be processed into products of economic value. The implementation method was carried out on representatives of posyandu cadres from 25 RW in Tanimulya Village, with practical techniques for planting Moringa plant cuttings, direct counseling, skills training, direct practice of processing Moringa leaves into food, drinks and others, and for complementary feeding (MPASI). The results of community empowerment and counseling about Moringa leaves showed that knowledge about the benefits and nutritional content of Moringa leaves before counseling was 53% of participants, while knowledge of participants after counseling was 100%. The results of the outreach activities have a direct effect on increasing knowledge, planting Moringa seeds, and being able to practice processing Moringa leaves into complementary foods for breast milk, types of food and drinks that have nutritional and economic value, into ready-to-sell products. Benefits for participants (Posyandu cadres), can provide re-education about the benefits of Moringa for health and how to process Moringa leaves for complementary feeding (MPASI) to mothers of toddlers in their respective posyandu, and to their families.
Abstrak
Latar Belakang Desa Tanimulya mempunyai 25 Rukun warga (RW), yang mempunyai 26 posyandu. Ketika pandemi, sebagian masyarakat desa Tanimulya terancam dari segi ekonomi dan kesehatannya. Banyak juga yang terkena positif Covid-19, dan juga penurunan ekonomi keluarga, karena ada yang kena PHK, penurunan pendapatan akibat WFH, tidak bisa berjualan lagi, dan factor lainnya yang disebabkan oleh pandemic Covid’19. Berbagai faktor yang mempengaruhi penurunan ekonomi dan Kesehatan keluarga, sehingga perlu meningkatkan pemberdayaan masyarakat, dengan membekali pengetahuan dan keterampilan yang bisa meningkatkan ekonomi dan Kesehatan keluarga. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat kelor untuk kesehatan dan untuk diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi. Metode pelaksanaan dilakukan terhadap perwakilan kader posyandu dari 25 RW di Desa Tanimulya, dengan teknik praktek penanaman setek tanaman kelor, penyuluhan langsung, pembekalan keterampilan, praktek langsung pengolahan daun kelor menjadi makanan, minuman dan lainnya, dan untuk makanan pendamping ASI (MPASI). Hasil dari pemberdayaan dan penyuluhan masyarakat tentang daun kelor, menunjukan bahwa pengetahuan tentang manfaat dan kandungan nutrisi daun kelor sebelum dilakukan penyuluhan sebesar 53% peserta, sedangkan pengetahuan peserta setelah penyuluhan sebesar 100%. Hasil kegiatan penyuluhan langsung berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan, penanaman bibit kelor, dan bisa mempraktekan pengolahan daun kelor menjadi bahan makanan pendamping ASI, jenis makanan dan minuman yang bernilai gizi dan ekonomi, menjadi produk siap jual. Manfaat bagi peserta (Kader posyandu), dapat memberikan penyuluhan kembali tentang manfaat kelor untuk Kesehatan dan cara pengolahan daun kelor untuk makanan pendamping asi (MPASI) kepada ibu-ibu balita di posyandunya masing-masing, dan untuk keluarganya.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">



Latar Belakang Desa Tanimulya mempunyai 25 Rukun warga (RW), yang mempunyai 26 posyandu. Ketika pandemi, sebagian masyarakat desa Tanimulya terancam dari segi ekonomi dan kesehatannya. Banyak juga yang terkena positif Covid-19, dan juga penurunan ekonomi keluarga, karena ada yang kena PHK, penurunan pendapatan akibat WFH, tidak bisa berjualan lagi, dan factor lainnya yang disebabkan oleh pandemic Covid’19. Berbagai faktor yang mempengaruhi penurunan ekonomi dan Kesehatan keluarga, sehingga perlu meningkatkan pemberdayaan masyarakat, dengan membekali pengetahuan dan keterampilan yang bisa meningkatkan ekonomi dan Kesehatan keluarga. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat kelor untuk kesehatan dan untuk diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi. Metode pelaksanaan dilakukan terhadap perwakilan kader posyandu dari 25 RW di Desa Tanimulya, dengan teknik praktek penanaman setek tanaman kelor, penyuluhan langsung, pembekalan keterampilan, praktek langsung pengolahan daun kelor menjadi makanan, minuman dan lainnya, dan untuk makanan pendamping ASI (MPASI). Hasil dari pemberdayaan dan penyuluhan masyarakat tentang daun kelor, menunjukan bahwa pengetahuan tentang manfaat dan kandungan nutrisi daun kelor sebelum dilakukan penyuluhan sebesar 53% peserta, sedangkan pengetahuan peserta setelah penyuluhan sebesar 100%. Hasil kegiatan penyuluhan langsung berpengaruh dalam meningkatkan pengetahuan, penanaman bibit kelor, dan bisa mempraktekan pengolahan daun kelor menjadi bahan makanan pendamping ASI, jenis makanan dan minuman yang bernilai gizi dan ekonomi, menjadi produk siap jual. Manfaat bagi peserta (Kader posyandu), dapat memberikan penyuluhan kembali tentang manfaat kelor untuk Kesehatan dan cara pengolahan daun kelor untuk makanan pendamping asi (MPASI) kepada ibu-ibu balita di posyandunya masing-masing, dan untuk keluarganya.
Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Ekonomi Kesehatan, Daun Kelor
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;




&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2022-10-03</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1331</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol2.Iss2.1331</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas ; 146-157</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2022/2.2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1331/467</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1335</identifier>
				<datestamp>2023-05-23T23:30:22Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Making Hand Sanitizer With Spray Technique Through Utilization Of Betel Leaf Extract In Order To Improve A Clean And Healthy Living Culture : Pembuatan Hand Sanitizer Dengan Teknik Spray Melalui Pemanfaatan Ekstrak Daun Sirih Dalam Rangka Meningkatkan Budaya Hidup Bersih Dan Sehat </dc:title>
	<dc:creator>Latifah, Rais Nur</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">healthy lifestyle</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">hand sanitizer</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">betel leaf</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">daun sirih</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The Covid-19 virus is a virus that attacks the respiratory and causes death. A clean and healthy lifestyle is one of ways that can be done to survive during this pandemic. This community service program aims to make hand sanitizer with betel leaf extract. The target of this program is the community in Dusun Jetak, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar. The method used to implement the service program is through the method of socialization and direct practice in making hand sanitizers. The result of the community service program is the ability of the community to make household-scale hand sanitizers independently. The results of the average score got by the community after the socialization program for making hand sanitizers are between 70-80. Each group in the hand sanitizer manufacturing program produces 2 liters. The level of public acceptance of hand sanitizer products with betel leaf extract is 85%. At the monitoring and evaluation stage, the community has an understanding level of 80-90%.
Abstrak
Virus Covid-19 merupakan virus yang menyerang pernafasan dan dapat menyebabkan kematian. Pola hidup bersih dan sehat merupakan salah satu usaha yang dapat dilakukan agar survive dalam masa pandemi ini. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membuat hand sanitizer dengan ekstrak daun sirih. Sasaran pelaksanaan program ini adalah masyarakat Dusun Jetak, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar. Metode yang dilakukan dalam pelaksanaan program pengabdian ini yaitu melalui metode sosialisasi dan praktik langsung dalam pembuatan hand sanitizer. Hasil dari program pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat memiliki kemampuan dalam membuat mandiri hand sanitizer skala rumah tangga. Hasil rata-rata score yang diperoleh masyarakat pasca program sosialisasi pembuatan hand sanitizer berada dalam rentang nilai 70-80. Setiap kelompok dalam program pembuatan hand sanitizer ini menghasilkan 2 liter. Tingkat penerimaan masyarakat terhadap produk hand sanitizer dengan ekstrak daun sirih yaitu sebesar 85%. Pada tahap monitoring dan evaluasi masyarakat memiliki tingkat pemahaman sebesar 80-90%.  </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Virus Covid-19 merupakan virus yang menyerang pernafasan dan dapat menyebabkan kematian. Pola hidup bersih dan sehat merupakan salah satu usaha yang dapat dilakukan agar survive dalam masa pandemi ini. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membuat hand sanitizer dengan ekstrak daun sirih. Sasaran pelaksanaan program ini adalah masyarakat Dusun Jetak, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar. Metode yang dilakukan dalam pelaksanaan program pengabdian ini yaitu melalui metode sosialisasi dan praktik langsung dalam pembuatan hand sanitizer. Hasil dari program pengabdian masyarakat ini adalah masyarakat memiliki kemampuan dalam membuat mandiri hand sanitizer skala rumah tangga. Hasil rata-rata score yang diperoleh masyarakat pasca program sosialisasi pembuatan hand sanitizer berada dalam rentang nilai 70-80. Setiap kelompok dalam program pembuatan hand sanitizer ini menghasilkan 2 liter. Tingkat penerimaan masyarakat terhadap produk hand sanitizer dengan ekstrak daun sirih yaitu sebesar 85%. Pada tahap monitoring dan evaluasi masyarakat memiliki tingkat pemahaman sebesar 80-90%.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2022-10-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1335</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol2.Iss2.1335</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas ; 158-168</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2022/2.2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1335/468</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1347</identifier>
				<datestamp>2025-10-13T23:11:05Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Empowerment Of Cares In Training Of Asi Support Group In Teluk Kenidai Village, Kampar District: Pemberdayaan Kader Dalam Pelatihan Kelompok Pendukung Asi Di Desa Teluk Kenidai Kabupaten Kampar</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">PEMBERDAYAAN KADER DALAM PELATIHAN KELOMPOK PENDUKUNG ASI DI DESA TELUK KENIDAI KABUPATEN KAMPAR: Pemberdayaan Kader Dalam Pelatihan Kelompok Pendukung Asi Di Desa Teluk Kenidai Kabupaten Kampar</dc:title>
	<dc:creator>Yeni Aryani, Yeni Aryani</dc:creator>
	<dc:creator>Fatiyani Alyensi, Fatiyani Alyensi</dc:creator>
	<dc:creator>Fatuhnikmah, Fatuhnikmah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pemberdayaan Kader</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pelatihan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">KP ASI</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Cadre Empowerment</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Training</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Data coverage of infants who were exclusively breastfed in Kampar Regency in 2014 was 66.08%, this percentage is still below the national target. The aim of the activity is to empower cadres in KP-ASI training to support mothers to be able to successfully breastfeed their babies with exclusive breast milk. during the post-test with an average value of = 54.33 to 88.33 and the cytosine massage skill in the first observation was an average of 69.74 and the second observation was 100% able to do it. It is recommended to cooperate with the Midwife in charge of the working area of the Tambang Health Center to remind the cadre mothers to always provide education to breastfeeding mothers about the importance of breastfeeding and oxytocin massage techniques.
Abstrak
Data cakupan bayi yang diberi ASI ekslusif di Kabupaten Kampar pada tahun 2014 sebesar 66,08%, persentasi ini masih dibawah target nasional yaitu 80%. Tujuan Kegiatan untuk pemberdayaan Kader dalam Pelatihan KP-ASI untuk mendukung agar ibu-ibu dapat berhasil menyusui ASI Eksklusif pada bayinya. Pelaksanaan kegiatan pelatihan Kader bertempat di Aula Kantor Desa Teluk Kenidai pada bulan Februari sampai dengan Agustus 2022. Pelatihan kader diawali dengan pemberian materi tentang ASI dan upaya memperbanyak ASI kemudian dilanjutkan dengan penilaian keterampilan kader, pelatihan dilaksanakan sebanyak 5x pertemuan setiap kali pertemuan selama 5 jam dengan nara dari dosen pengabdi sebanyak 3 orang. Hasil yang diperoleh meningkatnya pengetahuan kader tentang pijat oksitosin pada saat post-test dengan nilai rata-rata yaitu = 54,33 menjadi 88,33 dan keterampilan pijat ositosin pada observai I rata- rata 69,74 dan observasi kedua 100% sudah mampu melakukannya. Disarankan perlu melakukan kerjasama dengan Bidan Penanggung jawab wilayah kerja Puskesmas Tambang untuk mengingatkan kembali ibu kader untuk selalu memberikan edukasi kepada ibu menyusui tentang pentingnya pemberian ASI dan teknik pijat oksitosin.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Data cakupan bayi yang diberi ASI ekslusif di Kabupaten Kampar pada tahun 2014 sebesar 66,08%, persentasi ini masih dibawah target nasional. Tujuan Kegitan untuk pemberdayaan Kader dalam Pelatihan KP-ASI untuk mendukung agar ibu-ibu dapat berhasil menyusui ASI Eksklusif pada bayinya. Pelaksanaan kegiatan pelatihan Kader di Desa Teluk Kenidai pada bulan Februari sampai dengan Agustus 2022. Hasil yang diperoleh meningkatnya pengetahuan kader tentang pijat oksitosin pada saat post-test dengan nilai rata-rata yaitu = 54,33 menjadi 88,33 dan keterampilan pijat ositosin pada observai I rata- rata 69,74 dan observasi kedua 100% sudah mampu melakukannya. Disarankan perlu melakukan kerjasama dengan Bidan Penanggung jawab wilayah kerja Puskesmas Tambang untuk mengingatkan kembali ibu kader untuk selalu memberikan edukasi kepada ibu menyusui tentang pentingnya pemberian ASI dan teknik pijat oksitosin.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2023-05-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1347</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol3.Iss1.1347</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 3 No. 1 (2023): JPKK Edisi April  2023; 21-29</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2023/3.1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1347/532</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1355</identifier>
				<datestamp>2025-10-13T23:11:04Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Transfer of knowledge through Media Leaflets about Hypertension in Productive Age in Tirtomolo Hamlet: Transfer knowledge melalui Media Leaflet tentang Hipertensi pada Usia Produktif di Dusun Tirtomolo</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pengaruh transfer knowledge melalui Media Leaflet tentang Hipertensi pada Usia Produktif di Dusun Tirtomolo: Transfer knowledge melalui Media Leaflet tentang Hipertensi pada Usia Produktif di Dusun Tirtomolo</dc:title>
	<dc:creator>Fatma</dc:creator>
	<dc:creator>Shelviana, Lysa</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Hipertensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pengetahuan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Edukasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">leaflet</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Poster</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengetahuan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">hipertensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">edukasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Knowledge</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">hypertension</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Education</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">High blood pressure or hypertension is a non-communicable disease that is one of the main causes of premature death in the world, the global prevalence of hypertension is 22% of the total world population. Hypertension is mostly suffered by the elderly, at the age of 30 years both men and women will be more at risk for developing hypertension. So education related to hypertension is needed so that complications do not occur. The purpose of this activity was to determine the effect of providing educational media with leaflets and posters on productive age in Padokan Kidul, DIY. The method used is the pretest and posttest designs. This activity was carried out in Padokan Kidul, Tirtnormolo Village, Bantul District, DIY. The subjects of the activity were 40 people of productive age in Padokan Kidul, DIY. Data analysis used the Shapiro-Wilk normality test and continued with the paired sample t-test. The results of the t-test showed a p-value of 0.000 &amp;lt;0.05 which indicates that there is a difference in the average knowledge of the community about hypertension before and after counseling and leaflet giving. It is hoped that the results obtained can increase public knowledge related to hypertension and it is advisable to diligently carry out health checks to prevent complications due to hypertension.
Abstrak
Hipertensi banyak di derita oleh lansia, namun seiring dengan perubahan zaman dan gaya hidup, penderita hipertensi lebih mayoritas pada usia ≥ 30 tahun baik laki-laki maupun perempuan. Oleh sebab itu, untuk mencegah diperlukanya edukasi terkait Hipertensi agar tidak bertambahnya kasus baru dan terjadinya komplikasi. Tujuan penelitian yaitu transfer knowledge untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi. Metode yang digunakan yaitu dengan pendekatan pretest dan posttest pada responden sebanyak 40 orang dengan usia produktif. Analisis yang menggunakan nilai rerata pre-posttest dan analisis paired t-test untuk menganalisis perbedaan intervensi secara statistik. Berdasarkan kegiatan ini, adanya peningkatan pengetahuan yang dilihat dari perbedaan nilai rerata nilai pre-posttest 7,55 menjadi 19,075. Selanjutnya, Hasil Uji t didapatkan nilai p-value 0,000&amp;lt;0,05 yang menunjukan bahwa adanya perbedaan rerata pengetahuan masyarakat tentang Hipertensi sebelum dan sesudah penyuluhan   dengan pemberian Leaflet dan poster. Kesimpulan, dengan adanya penelitian ini dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan rerata pengetahuan masyarakat tentang hipertensi sebelum dan sesudah penyuluhan.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Hipertensi banyak di derita &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;oleh lansia, namun seiring dengan perubahan zaman dan gaya hidup, penderita hipertensi lebih mayoritas pada usia ≥ 30 tahun baik laki-laki maupun perempuan. Oleh sebab itu, untuk mencegah diperlukanya edukasi terkait Hipertensi agar tidak bertambahnya kasus baru dan terjadinya komplikasi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian media edukasi leaflet dan poster pada usia produktif di Desa Tirtomolo. Metode yang digunakan yaitu desain eksperimen dengan pendekatan pretest dan posttest pada responden sebanyak 40 orang dengan usia produktif. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-wilk dan dilanjuti dengan uji paired sample t-test. Hasil Uji t didapatkan nilai p-value 0,000&amp;lt;0,05 &amp;nbsp;yang menunjukan bahwa adanya perbedaan rerata pengetahuan masyarakat tentang Hipertensi sebelum dan sesudah penyuluhan &amp;nbsp;dengan pemberian Leaflet dan poster. Diharapkan hasil yang di dapat bisa menambah pengetahuan masyarakat terkait dengan hipertensi dan disarankan untuk rajin melakukan cek kesehatan guna mencegah komplikasi akibat hipertensi .</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2023-05-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1355</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol3.Iss1.1355</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 3 No. 1 (2023): JPKK Edisi April  2023; 15-20</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2023/3.1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1355/531</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1370</identifier>
				<datestamp>2024-12-26T10:50:01Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Increasing the Capacity of Youth Integrated Service Post Managers in Bandung Regency About Health Communication Information Techniques : Peningkatan Kapasitas Pengelola Posyandu Remaja Di Kabupaten Bandung Tentang Teknik Komunikasi Informasi Kesehatan </dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Peningkatan Kapasitas Pengelola Posyandu Remaja Di Kabupaten Bandung Tentang Teknik Komunikasi Informasi Kesehatan: Peningkatan Kapasitas Pengelola Posyandu Remaja Di Kabupaten Bandung Tentang Teknik Komunikasi Informasi Kesehatan </dc:title>
	<dc:creator>Tuti Surtimanah</dc:creator>
	<dc:creator>Sjamsuddin, Irfan Nafis</dc:creator>
	<dc:creator>Nurdin, Kamal</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">posyandu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">remaja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pengetahuan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">komunikasi </dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">integrated service post</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">youth</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">knowledge</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">communication</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">posyandu, remaja, pengetahuan, komunikasi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Background. Adolescents face many challenges and obstacles that come from within themselves and the environment, including health problems. Youth Integrated Service Post (Posyandu Remaja) is one of the youth empowerment efforts. Managers of Posyandu Remaja need to improve their communication skills. Objective. Increase the knowledge of Posyandu Remaja managers about health communication techniques for the community. Method. Workshop on health information communication techniques with 76 Posyandu Remaja managers. Results. Before the workshop the average knowledge score of participants was 7.87 and then changed significantly (p 0.037) to 8.26. Conclusion. The workshop increased the knowledge score about health communication techniques of Posyandu Remaja managers. Suggestion. Follow-up workshops on media materials and other materials needed in the management of Posyandu Remaja, including training of youth cadres. 
Abstrak
Latar belakang. Remaja menghadapi banyak tantangan dan hambatan yang berasal dari dalam dirinya sendiri maupun lingkungan, termasuk masalah kesehatan. Pos Pelayanan Terpadu Remaja (posyandu remaja) merupakan salah satu upaya pemberdayaan remaja. Pengelola posyandu remaja perlu ditingkatkan keterampilannya dalam berkomunikasi. Tujuan. Meningkatkan kompetensi komunikasi informasi kesehatan para pengelola posyandu remaja. Metode. Lokakarya Teknik Komunikasi Informasi Kesehatan dengan peserta pengelola posyandu remaja sebanyak 76 orang. Hasil. Sebelum lokakarya rata-rata nilai pengetahuan peserta 7,87 kemudian berubah  signifikan (p 0,037) menjadi 8,26.   Kesimpulan. Lokakarya meningkatkan secara signifikan nilai pengetahuan teknik komunikasi informasi kesehatan pengelola Posyandu remaja.  Saran. Lokakarya lanjutan materi media dan materi lain yang diperlukan dalam pengelolaan posyandu remaja termasuk pelatihan kader remaja.  </dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Latar belakang. Remaja menghadapi banyak tantangan dan hambatan yang berasal dari dalam dirinya sendiri maupun lingkungan, termasuk masalah kesehatan. Pos Pelayanan Terpadu Remaja (posyandu remaja) merupakan salah satu upaya pemberdayaan remaja. Pengelola posyandu remaja perlu ditingkatkan keterampilannya dalam berkomunikasi. Tujuan. Meningkatkan kompetensi komunikasi informasi kesehatan para pengelola posyandu remaja. Metode. Lokakarya Teknik Komunikasi Informasi Kesehatan dengan peserta pengelola posyandu remaja sebanyak 76 orang. Hasil. Sebelum lokakarya rata-rata nilai pengetahuan peserta 7,87 kemudian berubah&amp;nbsp; signifikan (p 0,037) menjadi 8,26. &amp;nbsp;&amp;nbsp;Kesimpulan. Lokakarya meningkatkan secara signifikan nilai pengetahuan teknik komunikasi informasi kesehatan pengelola Posyandu remaja. &amp;nbsp;Saran. Lokakarya lanjutan materi media dan materi lain yang diperlukan dalam pengelolaan posyandu remaja termasuk pelatihan kader remaja. &amp;nbsp;
Kata Kunci: posyandu, remaja, pengetahuan, komunikasi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2023-01-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1370</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol2.Iss3.1370</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 2 No. 3 (2022): JPKK Edisi Desember 2022; 215-223</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2022/2.3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1370/500</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1384</identifier>
				<datestamp>2024-12-26T10:50:01Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Nutrition Education for Teenagers at SMP Negeri 11 Pekanbaru, Tenayan Raya District, Pekanbaru City: Edukasi Gizi Pada Remaja di SMP Negeri 11 Pekanbaru Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru </dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Edukasi Gizi Pada Remaja di SMP Negeri 11 Pekanbaru Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru : Edukasi Gizi Pada Remaja di SMP Negeri 11 Pekanbaru Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru </dc:title>
	<dc:creator>Fitri</dc:creator>
	<dc:creator>Restusari, Lily</dc:creator>
	<dc:creator>Arsil, Yuliana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Edukasi Gizi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gizi Seimbang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Status Gizi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengetahuan Gizi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Remaja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Nutrition Education</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Balanced Nutrition</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Nutritional Status</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Nutrition Knowledge</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Adolescents</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Edukasi Gizi, Gizi Seimbang, Status Gizi, Pengetahuan Gizi, Remaja</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Background During adolescence, physical, mental and emotional growth changes very rapidly. There needs to be nutritional education for adolescents about nutrition, nutritional status, anemia as well as increasing adolescent nutritional knowledge and improving the balance of their behavior so that it can influence habits in choosing healthy foods. Providing nutrition education through books is something that teenagers are interested in and likes. Objectives. Is to provide nutrition education to students at SMP Negeri 11 Pekanbaru, Tenayan Raya District, Pekanbaru City. Methods, education for teenagers in the form of counseling and educational media in the form of books. This activity was attended by 90 students of SMP Negeri 11 Pekanbaru City. Understanding of the material provided is about Nutrition (My Plate Contents, 4 Pillars of Balanced Nutrition, Principles of Balanced Nutrition), Nutritional Status, Physical Activity, Nutritional Problems in Adolescents (anemia, obesity, underweight/undernutrition and chronic energy deficiency/KEK). Measurement indicators use pre and post test questionnaires. Results. Pre-test score, good knowledge 3.33%, sufficient knowledge 67.77% and less knowledge 28.88%, after the post-test, good knowledge 21.11%, sufficient knowledge 63.33%, and less 15, 55%. Conclusion. Educational activities with the application of Balanced Nutrition for Healthy Adolescents are known to be 100% well-informed. Suggestion. The school is expected to continue providing nutrition education to teenagers. Students of SMPN 11 Pekanbaru use books or other media as an effort to suppress the occurrence of nutritional problems in adolescents.
Abstrak
Pada masa remaja pertumbuhan fisik, mental dan emosional berubah sangat cepat. Perlu adanya pendidikan gizi pada remaja tentang gizi seimbang, status gizi, anemia serta aktifitas fisik untuk meningkatkan pengetahuan gizi remaja dan mengubah sikap perilaku mereka sehingga dapat mempengaruhi kebiasaan dalam memilih makanan yang sehat. Pemberian edukasi gizi melalui buku merupakan hal yang diminati dan disukai remaja dapat menjadi pilihan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi gizi pada siswa di SMP Negeri 11 Pekanbaru Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Edukasi diberikan kepada remaja berupa penyuluhan dengan media edukasi berupa buku. Kegiatan ini diikuti oleh siswa dan siswi SMP Negeri 11 Kota Pekanbaru sebanyak 90 orang. Pemahaman materi yang diberikan mengenai Gizi seimbang (Isi Piringku, 4 pilar Gizi Seimbang, Prinsip gizi seimbang), Status Gizi, Aktifitas Fisik, Permasalahan gizi pada remaja (anemia, obesitas, underweight/gizi kurang dan Kurang energi kronik/KEK). Indikator pengukuran menggunakan kuisioner pre dan post-test. Nilai pre-test, pengetahuan baik 3,33 %, pengetahuan cukup 67,77 % dan pengetahuan kurang 28,88 %, setelah dilakukan post – test, pengetahuan baik 21,11 %, pengetahuan cukup 63,33%, dan pengetahuan kurang 15,55 %. Kegiatan edukasi dengan penerapan buku Gizi Seimbang untuk Remaja Sehat diketahui sebanyak 100 % berpengetahuan baik. Saran. Pihak sekolah diharapkan dapat melanjutkan pemberian edukasi gizi kepada remaja Siswa/I SMPN 11 Pekanbaru menggunakan buku atau media lain sebagai salah satu upaya menekan terjadinya permasalahan gizi pada remaja.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Latar Belakang Pada masa remaja pertumbuhan fisik, mental dan emosional berubah sangat cepat. Perlu adanya pendidikan gizi pada remaja tentang gizi seimbang, status gizi, anemia serta aktifitas fisik untuk meningkatkan pengetahuan gizi remaja dan mengubah sikap perilaku mereka sehingga dapat mempengaruhi kebiasaan dalam memilih makanan yang sehat. Pemberian edukasi gizi melalui buku merupakan hal yang diminati dan disukai remaja dapat menjadi pilihan. Tujuan, untuk memberikan edukasi gizi pada siswa di SMP Negeri 11 Pekanbaru Kecamatan Tenayan Raya Kota Pekanbaru. Metode, edukasi kepada remaja berupa penyuluhan dan media edukasi berupa buku. Kegiatan ini diikuti oleh siswa dan siswi SMP Negeri 11 Kota Pekanbaru sebanyak 90 orang. Pemahaman materi yang diberikan mengenai Gizi seimbang ( Isi Piringku, 4 pilar Gizi Seimbang, Prinsip gizi seimbang), Status Gizi, Aktifitas Fisik, Permasalahan gizi pada remaja (anemia, obesitas, underweight/gizi kurang dan Kurang energi kronik/KEK). Indikator pengukuran menggunakan kuisioner pre dan post-test. Hasil. Nilai pre-test, pengetahuan baik 3,33 %, pengetahuan cukup 67,77 % dan pengetahuan kurang 28,88 %, setelah dilakukan post – test, pengetahuan baik 21,11 %, pengetahuan cukup 63,33%, dan pengetahuan kurang 15,55 %. Kesimpulan. Kegiatan edukasi dengan penerapan buku Gizi Seimbang untuk Remaja Sehat diketahui sebanyak 100 % berpengetahuan baik. Saran. Pihak sekolah diharapkan dapat melanjutkan pemberian edukasi gizi kepada remaja Siswa/I SMPN 11 Pekanbaru&amp;nbsp; menggunakan buku atau media lain sebagai salah satu upaya menekan terjadinya permasalahan gizi pada remaja.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2023-01-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1384</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol2.Iss3.1384</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 2 No. 3 (2022): JPKK Edisi Desember 2022; 238-246</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2022/2.3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1384/503</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1391</identifier>
				<datestamp>2024-12-26T10:50:01Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Education And Simulation Of Emergency Assistance Splint Bandages, Evacuation, And  Transportation On Case Of Injury For PMR SMAN 1 Sei Ambawang: Edukasi Dan Simulasi Bantuan Kegawatdaruratan Balut Bidai, Evakuasi Dan Transportasi  Pada Kasus Cidera Bagi PMR SMAN 1 Sei Ambawang Kubu Raya</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">FA EDUKASI DAN SIMULASI BANTUAN KEGAWATDARURATAN  BALUT BIDAI, EVAKUASI DAN TRANSPORTASI PADA  KASUS CIDERA BAGI PMR SMAN I SEI AMBAWANG KUBU RAYA: Edukasi Dan Simulasi Bantuan Kegawatdaruratan Balut Bidai, Evakuasi Dan Transportasi  Pada Kasus Cidera Bagi PMR SMAN 1 Sei Ambawang Kubu Raya</dc:title>
	<dc:creator>Ardiansyah, Fakrul</dc:creator>
	<dc:creator>Mather, Mather</dc:creator>
	<dc:creator>Sudarto, Sudarto</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">booklet</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">simulasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">balut bidai</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">evakuasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">simulation</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">splint</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">evacuation</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The increase in the number of deaths caused by traffic accidents usually occurs, partly because Indonesian people do not know how to provide the right first aid when the victim is found. However, the first aid given to the victim is often inappropriate, so education on the evacuation of first aid in traffic accidents is needed, which emergency victims from the beginning of the scene and during the journey to health facilities, to achieve a quality of life of the victim. The method used is public education carried out at SMAN I Ambawang, Kubu Raya Regency, West Kalimantan. The activity began with socialization regarding splint dressing, evacuation, and transportation education, then continued with a simulation held at SMA I Ambawang. The results of the evaluation of pre and post-test knowledge, as well as evaluation of pre and post-test skills. The results of the evaluation of pre-test knowledge obtained an average value of 40.48 while the average value of post-test knowledge was 92.04. The results of the evaluation of pre-test skills obtained an average of 30.55 while the average of post-test skills was 87.61. Community service on education and simulation of emergency assistance for PMR SMAN 1 Sungai Ambawang Kubu Raya can improve knowledge and skills of splint dressing, evacuation, and transportation in cases of injury
Abstrak
Peningkatan angka kematian yang disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas biasanya terjadi salah satunya karena masyarakat Indonesia yang tidak mengetahui cara memberikan pertolongan pertama yang tepat saat korban ditemukan. Namun pertolongan pertama yang diberikan kepada korban sering tidak tepat sehingga perlu edukasi evakuasi pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas yang merupakaan korban gawat darurat dari awal tempat kejadian dan selama perjalanan menuju sarana kesehatan, tercapainya kualitas hidup korban. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat dilaksanakan di SMAN I Ambawang Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat. Kegiatan di awali dengan sosialisasi terlebih dahulu terkait edukasi balut bidai, evakuasi dan transportasi kemudian dilanjutkan dengan simulasi yang dilaksanakan di SMA I Ambawang. Hasil evaluasi pengetahuan pre dan post test, serta evaluasi keterampilan pre dan post test. Hasil evaluasi pengetahuan pre test didapatkan rerata nilai 40,48 sedangkan nilai pengetahuan post test reratanya 92,04. Hasil evaluasi keterampilan pre test didapatkan rerata 30,55 sedangan rerata keterampilan post test adalah 87,61. Pengabdian masyarakat tentang edukasi dan simulasi bantuan kegawatdaruratan bagi PMR SMAN 1 Sungai ambawang Kubu Raya dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan balut bidai, evakuasi dan transportasi pada kasus cedera</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Peningkatan angka kematian yang disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas biasanya terjadi salah satunya karena masyarakat Indonesia yang tidak mengetahui cara memberikan pertolongan pertama yang tepat saat korban ditemukan. Namun pertolongan pertama yang diberikan kepada korban sering tidak tepat sehingga perlu edukasi evakuasi pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas yang merupakaan korban gawat darurat dari awal tempat kejadian dan selama perjalanan menuju sarana kesehatan, tercapainya kualitas hidup korban. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat dilaksanakan di SMAN I Ambawang Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat. Kegiatan di awali dengan sosialisasi terlebih dahulu terkait edukasi balut bidai, evakuasi dan transportasi kemudian dilanjutkan dengan simulasi yang dilaksanakan di SMA I Ambawang. Hasil evaluasi pengetahuan pre dan post test, serta evaluasi keterampilan pre dan post test. Hasil evaluasi pengetahuan pre test didapatkan rerata nilai 40,48 sedangkan nilai pengetahuan post test reratanya 92,04. Hasil evaluasi keterampilan pre test didapatkan rerata 30,55 sedangan rerata keterampilan post test adalah 87,61. Pengabdian masyarakat tentang edukasi dan simulasi bantuan kegawatdaruratan bagi PMR SMAN 1 Sungai ambawang Kubu Raya dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan balut bidai, evakuasi dan transportasi pada kasus cedera
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Kata Kunci: booklet, simulasi, balut bidai, evakuasi
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2023-01-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1391</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol2.Iss3.1391</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 2 No. 3 (2022): JPKK Edisi Desember 2022; 224-229</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2022/2.3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1391/501</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1395</identifier>
				<datestamp>2024-12-26T10:50:01Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Implementation of Anthropometry on the Design of Study Tables and Chairs in Pekanbaru 17 Public Elementary School Students Against the Prevention of Musculoskeletal Disorders (MSD's): Implementasi Antropometri Terhadap Desain Meja Kursi Belajar Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 17 Pekanbaru Terhadap Pencegahan Muskuloskeletal   Disorders (MSD’s) </dc:title>
	<dc:creator>Makomulamin , Makomulamin</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Nila Puspita</dc:creator>
	<dc:creator>Sridefina, Fhuja</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antropometri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Dimensi Tubuh</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Desain Kursi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ergonomis dan MSD’s</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Anthropometry</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Body Dimensions</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Chair Design</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ergonomics and MSD's</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Antropometri merupakan studi tentang pengukuran fisik tubuh manusia, mengenai dimensi bentuk serta ukuran tubuh yang dapat digunakan dalam klasifikasi dan perbandingan antropologis. Antropometri digunakan sebagai pertimbangan ergonomis dalam proses perancangan desain produk. Sekolah Dasar Negeri 17  Pekanbaru sudah memiliki meja dan kursi yang jumlahnya cukup sesuai dengan kebutuhan siswanya. Namun, dalam implementasi antropometrinya belum sesuai dengan dimensi tubuh siswa tersebut, ukuran tubuh siswa yang tidak sama dengan ketersediaan meja dan kursi sehingga sangat mengganggu siswa dalam kenyamanan duduk dikelas, terdapat siswa yang merasakan keluhan nyeri punggung ketika mengikuti proses pembelajaran selama dikelas, nyeri pada leher, pergelangan tangan dan bagian tubuh lainnya, hal ini dikarenakan kursi yang tidak sesuai dengan ukuran dimensi tubuh siswa tersebut. Kegiatan  ini bertujuan untuk menganalisis secara antropometri postur tubuh siswa, ketinggian meja belajar dan desain kursi belajar siswa yang ergonomis terhadap pencegahan Muskuloskeletal Disorders. Kegiatan dilakukan dalam bentuk promosi Kesehatan yang diikuti oleh siswa dengan menerapkan protokol kesehatan pada waktu kegiatan tatap muka terbatas disekolah. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi dengan peserta penyuluhan dengan luaran kegiatan artikel pengabdian masyarakat.
Abstrak
Anthropometry is the study of the physical measurements of the human body, regarding the dimensions of body shape and size that can be used in anthropological classification and comparison. Anthropometry is used as one of the ergonomic considerations in the design process. SDN 17 Pekanbaru already has a sufficient number of tables and chairs according to the needs of its students. However, the implementation of anthropometry is not in accordance with the dimensions of the student's body, the size of the student's body that is not the same as the availability of tables and chairs greatly interferes with students sitting comfortably in class. There are students who feel complaints of back pain when participating in the learning process during class, such as pain in the neck, wrist, and other body parts. This is because the chair does not match the dimensions of the student's body. This activity aims to analyze students' posture anthropometry, height and design of ergonomic student desks and chairs for the prevention of Musculoskeletal Disorders. The activity was carried out in the form of counseling which was attended by students by implementing health protocols when face-to-face activities were limited at school. The method used was lectures and discussions with the output of community service article. The results of this activity were known that the design conditions of the tables and chairs were still not in accordance with the dimensions of the student's body shape, causing complaints about disturbances in MSD's. In conclusion, one of the efforts that can be made to avoid MSD's complaints is when students sit, pay attention to their position and how to sit. They should not sit in a bent position, tilt to the left or right, and often do stretching movements</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2023-01-30</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1395</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol2.Iss3.1395</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 2 No. 3 (2022): JPKK Edisi Desember 2022; 255-262</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2022/2.3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1395/505</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1399</identifier>
				<datestamp>2024-12-26T10:50:01Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Increased Knowledge of Pregnant Women About the Quality of Food Consumption Related to Chronic Energy Deficiency: Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kualitas Konsumsi Pangan Berhubungan Dengan Kurang Energi Kronis</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kualitas Konsumsi Pangan Berhubungan Dengan Kurang Energi Kronis: Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Kualitas Konsumsi Pangan Berhubungan Dengan Kurang Energi Kronis</dc:title>
	<dc:creator>Akbarini, Oon Fatonah</dc:creator>
	<dc:creator>Pramuwidya, Asmaurika</dc:creator>
	<dc:creator>Sundari, Wiwik</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengetahuan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kesehatan Ibu Hamil</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kurang Energi Kronis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Knowledge</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pregnant Women</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Chronic Energy Deficiency</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The condition and nutritional status of pregnant women is determined by various factors, both internal and external. Internal factors include the age of the mother, gestational age, and the distance of pregnancy that is too close to the first birth, while external factors include food consumption, geographical conditions, and the quality of household food consumption. The condition of good quality food consumption for pregnant women is very important because it affects the nutritional status of the mother and her baby. If the nutritional status is poor, it will result in the risk of maternal death, premature babies, low birth weight, and perinatal death.
This activity included counseling and demonstrations on the Quality of Food Consumption for Pregnant Women Related to Chronic Energy Deficiency (CED) which was attended by 30 pregnant women in the Rasau Jaya Puskesmas Area. The methods and strategies used counseling methods, booklets and demonstrations about the quality of food consumption and processing quality and nutritious food for pregnant women in the form of demonstrations of food processing using raw beef.
The pre-test results showed that the average knowledge before counseling was 64.38 with the minimum score of 60 and the maximum score of 77. After counseling, a post test was carried out with the results showing an average knowledge increase of 80.01 with a minimum score of 74 and a maximum value of 90. It showed an increase of 15.63.
Therefore, it is recommended that this activity can be carried out on an ongoing basis as well as the development of activities by the puskesmas, especially in midwives and cadres.
Abstrak
Kondisi dan status gizi ibu hamil ditentukan oleh berbagai faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Faktor internal diantaranya usia ibu, usia gestasional, dan jarak kehamilan yang terlalu dekat dengan kelahiran pertama, sedangkan untuk faktor eksternal diantaranya konsumsi pangan, kondisi geografis dan kualitas konsumsi pangan rumah tangga. Kondisi kualitas konsumsi pangan yang baik untuk ibu hamil sangat penting karena berpengaruh terhadap status gizi ibu dan bayi nya, jika status gizi kurang akan berakibat risiko kematian maternal, bayi prematur, berat badan bayi lahir rendah, dan kematian perinatal.
Kegiatan ini berupa penyuluhan dan demonstrasi tentang Kualitas Konsumsi Pangan Ibu Hamil Berhubungan Dengan Kurang Energi Kronis (KEK) yang diikuti sebanyak 30 ibu hamil yang ada di Wilayah Puskesmas Rasau Jaya. Metode dan strategi kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode penyuluhan menggunakan booklet dan demonstrasi tentang kualitas konsumsi pangan serta mengolah makanan yang berkualitas dan bergizi untuk ibu hamil berupa peragaan pengolahan makanan dengan bahan baku daging sapi.
Hasil pre-test menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan sebelum dilakukan penyuluhan adalah 64,38 nilai minimal adalah 60 dan nilai maksimal adalah 77. Setelah dilakukan penyuluhan, dilakukan post-test dengan hasil post-test menunjukkan rata-rata pengetahuan meningkat yaitu 80,01 dengan nilai minimal adalah 74 dan nilai maksimal adalah 90. Sehingga terjadi kenaikan sebesar 15,63
Kegiatan penyuluhan ini mampu meningkatkan pengetahuan responden sebanyak 15,63 %. Untuk itu kegiatan ini disarankan dilakukan secara berkelanjutan dan pengembangan kegiatan oleh pihak puskesmas terutama bidan dan kader.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Masa kehamilan erat kaitannya dengan pemenuhan zat gizi, karena ibu pada masa kehamilan akan berpengaruh tidak hanya pada kesehatan ibu hamil, namun juga pada status gizi dan kesehatan bayi yang dilahirkannya nanti. Kondisi ibu hamil sebenarnya ditentukan oleh berbagai faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Faktor internal yang berpengaruh terhadap ibu hamil diantaranya usia ibu, usia gestasional, dan jarak kehamilan yang terlalu dekat dengan kelahiran pertama, Sedangkan untuk faktor eksternal diantaranya konsumsi pangan, kondisi geografis wilayahnya dan kualitas konsumsi pangan rumah tangga. Ibu hamil dengan kondisi kualitas konsumsi pangan yang baik cenderung memiliki status gizi yang baik pula (Kotut et al. 2014).
Kegiatan ini berupa penyuluhan dan demonstrasi tentang Kualitas Konsumsi Pangan Ibu Hamil Berhubungan Dengan Kurang Energi Kronis (KEK) yang diikuti sebanyak 30 ibu hamil yang ada di Wilayah&amp;nbsp; Puskesmas Rasau Jaya. Metode dan strategi kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode penyuluhan menggunakan booklet dan demonstrasi tentang kualitas konsumsi pangan serta megolah makanan yang berkualitas dan bergizi untuk ibu hamil.
Hasil pre-test menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan sebelum dilakukan penyuluhan adalah 64,38 nilai minimal adalah 60 dan nilai maksimal adalah 77. Setelah dilakukan penyuluhan, dilakukan post test dengan hasil post test menunjukkan rata-rata pengetahuan meningkat yaitu 80,01 dengan nilai minimal adalah 74 dan nilai maksimal adalah 90. Sehingga terjadi kenaikan sebesar 15,63
Saat demonstrasi tentang Kualitas Konsumsi Pangan Ibu Hamil Berhubungan Dengan Kurang Energi Kronis (KEK), peserta sangat aktif dan antusias mengikuti kegiatan, Peserta kegiatan juga menanyakan berbagai hal terkait materi penyuluhan.
Kata Kunci: Pengetahuan, Ibu Hamil, Kurang Energi Kronis</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2023-01-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1399</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol2.Iss3.1399</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 2 No. 3 (2022): JPKK Edisi Desember 2022; 230-237</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2022/2.3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1399/502</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1431</identifier>
				<datestamp>2024-12-26T10:50:01Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Education through mobile phones to change parental behavior regarding transfusion compliance and consumption of iron chelates in children with thalassemia: Edukasi melalui  mobile phone  untuk mengubah perilaku orang tua  terkait kepatuhan transfusi dan konsumsi kelasi zat besi  pada anak dengan talasemia</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Edukasi melalui  mobile phone  untuk mengubah perilaku orang tua terkait kepatuhan transfusi dan konsumsi kelasi zat besi  pada anak dengan talasemia: Edukasi melalui  mobile phone  untuk mengubah perilaku orang tua  terkait kepatuhan transfusi dan konsumsi kelasi zat besi  pada anak dengan talasemia</dc:title>
	<dc:creator>ernawaty, juniar</dc:creator>
	<dc:creator>Utami, Sri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Edukasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">mobile phone</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">talasemia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kepatuhan transfusi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">konsumsi kelasi zat besi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">education</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">thalassemia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">transfusion compliance</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">iron chelating agent consumption</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Abstract
This community service aimed to increase the compliance of parents with thalassemia children, to bring their children to the health services for transfusion regularly and also to improve parental behavior in supporting their children to consume iron chelating agents regularly. The targeted population was parents with thalassemia children which totaled 34 people. The activities carried out consist of three stages, the first was assessment. By using a questionnaire via mobile phone, it aimed to examine demographic data, growth and also adherence related to iron transfusion and consumption. The second stage provided health education via mobile phone, regarding the importance of regular transfusions and consumption of iron chelation agents for the growth and development of thalassemia children, as well as regular reminders once in a week for one month to have transfusion and iron chelating agents regularly. The third stage evaluated the parents behavior through questionnaire via mobile phone. The interventions was carried out via mobile phone because wide region of services targeted. From this community service, it was found that the majority of parents adhered to bring their children to the hospital regularly for transfusions (32; 94%), although it did not show an increase in behavior score from the pre-test and post-test score after the intervention given (32: 94%). It was found that the majority of participant were obedient in giving iron chelation regularly to their children, from 30 parents (88%) and increased to 32 parents (94%) after telephone intervention. 
Abstrak
Beberapa penelitian thalassemia sebelumnya di Pekanbaru menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap transfusi dan mengkonsumsi zat kelasi besi sangatlah penting agar anak tumbuh dan berkembang normal. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan orang tua dengan anak talasemia dalam membawa anaknya kepelayanan kesehatan untuk melakukan transfusi, serta meningkatkan perilaku orang tua dalam mendukung anaknya mengkonsumsi zat kelasi besi secara teratur. Target pengabdian pada usulan pengabdian ini adalah orang tua dengan anak talasemia yang berjumlah 34 orang. Kegiatan yang dilakukan terdiri dari tiga tahapan, pertama pengkajian. Dengan menggunakan kuesioner melalui mobile phone bertujuan untuk mengkaji data demografi, pertumbuhan dan juga kepatuhan terkait transfusi dan konsumsi zat besi. Tahapan kedua yaitu memberikan edukasi melalui mobile phone, terkait pentingnya transfusi secara teratur dan konsumsi zat kelasi besi untuk pertumbuhan dan perkembangan anak talasemia, serta mengingatkan secara teratur selama 1 bulan penuh dengan frekuensi 1 kali per minggunya, agar anak teratur mendapatkan transfusi dan zat kelasi besi. Tahap ketiga, evaluasi perilaku peserta pengabdian melalui kuesioner melalui mobile phone. Pemilihan intervensi dilakukan melalui mobile phone disebabkan karena luasnya wilayah target pengabdian. Dari pengabdian ini didapatkan hasil bahwa mayoritas orang tua patuh membawa anaknya secara teratur untuk mendapatkan transfusi (32; 94%), meskipun tidak menunjukkan peningkatan perilaku dari pre-test dan post-test sesudah intervensi (32; 94%). Dari hasil pengabdian ini juga diperoleh hasil mayoritas diawal pengkajian patuh memberikan zat kelasi besi secara teratur pada anaknya yaitu 30 orang tua (88%) dan meningkat menjadi 32 orang tua (94%) sesudah intervensi melalui telepon.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Abstrak
Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan orang tua dengan anak talasemia dalam membawa anaknya kepelayanan kesehatan untuk melakukan transfusi, serta meningkatkan perilaku orang tua dalam mendukung anaknya mengkonsumsi zat kelasi besi secara teratur. Target pengabdian pada usulan pengabdian ini adalah orang tua dengan anak talasemia yang berjumlah 34 orang. Kegiatan yang dilakukan terdiri dari tiga tahapan, pertama pengkajian. Dengan menggunakan kuesioner melalui mobile phone bertujuan untuk mengkaji data demografi, pertumbuhan dan juga kepatuhan terkait transfusi dan konsumsi zat besi. Tahapan kedua, yaitu memberikan edukasi melalui mobile phone, terkait pentingnya transfusi secara teratur dan konsumsi zat kelasi besi untuk pertumbuhan dan perkembangan anak talasemia, serta mengingatkan secara teratur selama 1 bulan penuh dengan frekuensi 1 kali per minggunya, agar anak teratur mendapatkan transfusi dan zat kelasi besi. Tahap ketiga, evaluasi perilaku peserta pengabdian melalui kuesioner melalui mobile phone. Pemilihan intervensi dilakukan melalui mobile phone disebabkan karena luasnya wilayah target pengabdian. Dari pengabdian ini didapatkan hasil bahwa mayoritas orang tua patuh membawa anaknya secara teratur untuk mendapatkan transfusi (32; 94%), meskipun tidak menunjukkan peningkatan perilaku dari pretest dan post test sesudah intervensi (32: 94%). Dari hasil pengabdian ini juga diperoleh hasil mayoritas diawal pengkajian patuh memberikan kelasi besi secara teratur pada anaknya yaitu 30 orang tua (88%) dan meningkat menjadi 32 orang tua (94%) sesudah intervensi melalui telepon.
Kata kunci: edukasi, mobile phone, talassemia, kepatuhan transfusi, konsumsi kelasi zat besi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2023-01-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1431</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol2.Iss3.1431</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 2 No. 3 (2022): JPKK Edisi Desember 2022; 247-254</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2022/2.3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1431/504</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1438</identifier>
				<datestamp>2025-10-13T23:11:02Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Education on the Important Role of Youth in Stunting Prevention in Patehan, Kraton, Yogyakarta City: Edukasi Pentingnya Peran Remaja dalam Pencegahan Stunting di Patehan, Kraton, Kota Yogyakarta</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Education Education on the Role of the Young Generation in Stunting Prevention, Small Steps for a Big Impact in Reducing Stunting Incidence: Edukasi Pentingnya Peran Remaja dalam Pencegahan Stunting di Patehan, Kraton, Kota Yogyakarta</dc:title>
	<dc:creator>Rokhmayanti, Rokhmayanti</dc:creator>
	<dc:creator>Astuti, Fardhiasih Dwi</dc:creator>
	<dc:creator>Hastuti, Siti Kurnia Widi</dc:creator>
	<dc:creator>Martini, Titim</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">education, teenagers, stunting, knowledge</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">edukasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">stunting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pengetahuan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">education</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">knowledge</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The way to prevent stunting is by providing education at the adolescent stage. Increased understanding of adolescents is expected to have an impact on nutritional status which has an impact on the phase of pregnancy and the first 1,000 days of birth. The method in this counseling is lectures using narration, pictures, and videos. The results of this study revealed that adolescents in RW 09 Kelurahan Taman already know about stunting prevention. Knowledge of stunting prevention is to be applied in these adolescents' lives so that they can prevent stunting in their children
Abstrak
Stunting menjadi salah satu masalah gizi di Indonesia yang disebabkan status gizi anak dan ibu yang rendah. Meningkatkan pemahaman calon ibu khususnya pada fase remaja menjadi salah satu upaya pencegahan dalam mengatasi stunting.Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang stunting pada remaja sebagai upaya pencegahan. Metode dalam penyuluhan ini adalah ceramah dengan menggunakan narasi, gambar, dan video. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa setelah penyuluhan mayoritas semua pertanyaan dapat dijawab dengan benar 100% oleh remaja di RW 09 Patehan, Kraton, Yogyakarta. Sehingga pengetahuan pencegahan stunting yang teraplikasikan dalam kehidupan remaja dapat mencegah kejadian stunting pada anak mereka.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Cara pencegahan dalam menurunkan stunting adalah dengan pemberian edukasi pada tahap remaja. Peningkatan pemahaman pada remaja diharapkan berdampak pada status gizi yang berdampak pada fase kehamilan dan 1.000 hari pertama kelahiran. Metode dalam penyuluhan ini adalah ceramah dengan menggunakan narasi, gambar, dan video. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa remaja di RW 09 Kelurahan Taman telah mengetahui tentang pencegahan stunting. Pengetahuan pencegahan stunting yang teraplikasikan dalam kehidupan remaja dapat mencegah kejadian stunting pada anak mereka.
Kata Kunci: edukasi, remaja, stunting, pengetahuan
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2023-05-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1438</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol3.Iss1.1438</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 3 No. 1 (2023): JPKK Edisi April  2023; 8-14</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2023/3.1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1438/530</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1439</identifier>
				<datestamp>2024-12-26T10:50:01Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Education on Healthy Snack Consumption Behavior for Integrated Islamic Elementary School Students (SDIT) Fadhilah Pekanbaru: Edukasi Perilaku Konsumsi Jajanan Sehat Pada Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Fadhilah Pekanbaru</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Edukasi Perilaku Konsumsi Jajanan Sehat Pada Siswa  Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Fadhilah Pekanbaru: Edukasi Perilaku Konsumsi Jajanan Sehat Pada Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Fadhilah Pekanbaru</dc:title>
	<dc:creator>Leonita, Emy leonita</dc:creator>
	<dc:creator>Nopriadi, Nopriadi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jajanan Sehat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Perilaku</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">edukasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Healthy snacks</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Behavior</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Education</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Most of students from elementary school consume street food that sold around their school almost every day. These snacks are indicated to contain hazardous substances to health. The students have not been well educated about healthy snacks. One of the efforts needed to manage the consumption of healthy snacks is community service activities in the form of health education. Health education targeting elementary school children aims to increase knowledge about the importance of consuming healthy snacks so that they become role models for positive behavior change. Health education is carried out at SDIT Fadhilah Pekanbaru. The materials presented were healthy food sources, an introduction to safe and unsafe snacks and invitations to maintain cleanliness. The method used in education is the lecture and discussion method which is accompanied by video playback and standing banners. The result of the activity is an increase in students' knowledge in choosing healthy and consuming snacks. The planned development of the role of SDIT Fadhilah elementary school children needs to be carried out continuously to support the success of the program
Abstrak
Mayoritas siswa sekolah dasar mengkonsumsi jajanan yang dijual oleh pedagang kaki lima yang hampir setiap hari berada di lingkungan sekolah. Jajanan tersebut terindikasi mengandung zat berbahaya pada kesehatan. Pengetahuan siswa terhadap jajanan sehat masih rendah. Salah satu upaya yang diperlukan untuk penatalaksanaan konsumsi jajanan sehat adalah kegiatan pengabdian berupa edukasi kesehatan. Edukasi kesehatan dengan sasaran anak sekolah dasar bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya konsumsi jajanan sehat sehingga menjadi role model dalam perubahan perilaku positif. Edukasi kesehatan dilaksanakan di SDIT Fadhilah Pekanbaru. Materi yang disampaikan adalah sumber pangan yang sehat, pengenalan jajanan yang aman dan tidak aman serta ajakan menjaga kebersihan. Metode yang digunakan dalam edukasi adalah metode ceramah dan diskusi yang disertai pemutaran video dan standing banner. Hasil kegiatan adalah meningkatnya pengetahuan siswa dalam memilih dan mengonsumsi jajanan sehat. Pengembangan dan pembinaan upaya promotif dan preventif pada anak sekolah dasar SDIT Fadhilah secara terencana, terus menerus perlu dilaksanakan.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Mayoritas siswa sekolah dasar mengkonsumsi jajanan yang dijual oleh pedagang kaki lima yang hampir setiap hari berada di lingkungan sekolah. Jajanan tersebut terindikasi mengandung zat&amp;nbsp; berbahaya pada kesehatan. Pengetahuan siswa terhadap jajanan sehat masih rendah. Salah satu upaya yang diperlukan untuk penatalaksanaan konsumsi jajanan sehat adalah kegiatan pengabdian berupa edukasi kesehatan. Edukasi kesehatan dengan sasaran anak sekolah dasar bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya konsumsi jajanan sehat sehingga menjadi role model dalam perubahan perilaku positif. Edukasi kesehatan dilaksanakan di SDIT Fadhilah Pekanbaru. Materi yang disampaikan adalah sumber pangan yang sehat, pengenalan jajanan yang aman dan tidak aman serta ajakan menjaga kebersihan. Metode yang digunakan dalam edukasi adalah metode ceramah dan diskusi yang disertai pemutaran video dan standing banner. Hasil kegiatan adalah meningkatnya pengetahuan siswa dalam memilih dan mengonsumsi jajanan sehat. Pengembangan dan pembinaan peran anak sekolah dasar SDIT Fadhilah secara terencana, terus menerus perlu dilaksanakan untuk menunjang keberhasilan program.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2023-02-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1439</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol2.Iss3.1439</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 2 No. 3 (2022): JPKK Edisi Desember 2022; 263 - 270</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2022/2.3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1439/506</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2022 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1523</identifier>
				<datestamp>2025-10-13T23:11:01Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Counseling On Balanced Nutrition For Elementary School Children At Sdn 67 Tangkerang Selatan, Pekanbaru: Penyuluhan Gizi Seimbang Untuk Anak Sekolah Dasar Di SDN 67 Tangkerang Selatan Pekanbaru</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENYULUHAN GIZI SEIMBANG UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR DI SDN 67 TANGKERANG SELATAN PEKANBARU: Penyuluhan Gizi Seimbang Untuk Anak Sekolah Dasar Di SDN 67 Tangkerang Selatan Pekanbaru</dc:title>
	<dc:creator>Desfita, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Helsya Anggraini, Fatharani</dc:creator>
	<dc:creator>Yolanda, Helena</dc:creator>
	<dc:creator>Nanda Putri, Melysa</dc:creator>
	<dc:creator>Zulriyanti, Nurfebi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Anak Usia Sekolah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Gizi Seimbang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Penyuluhan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">School Age Children</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Balanced Nutrition</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Counseling</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Balanced nutritional consumption needs to be applied every day by school children to meet the body's needs for growth, increased physical activity, and cognitive abilities. Counseling about balanced nutrition at SDN 67 Pekanbaru City using the lecture method is one of the efforts to increase student knowledge so that students have a healthy eating patterns. The pre-test and post-test were carried out orally to determine the increase in students' knowledge about balanced nutrition. The results of this community service showed an increase in students’ knowledge about balanced nutrition, the need for macro and micronutrients for school children, and the arrangements for providing food for school children. Good knowledge of nutrition is needed to establish good behavior or eating habits in school-age children.
Keywords: School Age Children, Balanced Nutrition, Counseling
Abstrak
Konsumsi gizi seimbang perlu diterapkan setiap hari oleh anak sekolah untuk memenuhikebutuhan tubuh akan pertumbuhan, meningkatnya aktivitas fisik, dan kemampuankognitif. Penyuluhan tentang gizi seimbang di SDN 67 Kota Pekanbaru dengan metodeceramah merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan siswa sehinggasiswa memiliki pola makan yang sehat. Pre-test dan post-test dilakukan secara lisan untukmengetahui peningkatan pengetahuan siswa tentang gizi seimbang. Hasil kegiatanpengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai giziseimbang, kebutuhan zat gizi makro dan mikro untuk anak sekolah dan pengaturanpemberian makanan untuk anak sekolah. Pengetahuan yang baik tentang gizi diperlukanuntuk membentuk perilaku atau kebiasaan makan yang baik pada anak usia sekolah.Kata Kunci: Anak Usia Sekolah, Gizi Seimbang, Penyuluhan</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Konsumsi gizi seimbang perlu diterapkan setiap hari oleh anak sekolah untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan pertumbuhan, meningkatnya aktivitas fisik, dan kemampuan kognitif. Penyuluhan tentang gizi seimbang di SDN 67 Kota Pekanbaru dengan metode ceramah merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan siswa sehingga siswa memiliki pola makan yang sehat. Pre-test dan post-test dilakukan secara lisan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan siswa tentang gizi seimbang. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai gizi seimbang, kebutuhan zat gizi makro dan mikro untuk anak sekolah dan pengaturan pemberian makanan untuk anak sekolah. Pengetahuan yang baik tentang gizi diperlukan untuk membentuk perilaku atau kebiasaan makan yang baik pada anak usia sekolah.
Kata Kunci: Anak Usia Sekolah, Gizi Seimbang, Penyuluhan</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2023-05-21</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1523</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol3.Iss1.1523</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 3 No. 1 (2023): JPKK Edisi April  2023; 1-7</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2023/3.1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1523/529</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2023 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1583</identifier>
				<datestamp>2025-10-13T23:10:08Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Household waste management, ecobricking and leachate fertiliser production in the community of Kampung Baru village, Gunung Toar sub-district, Kuansing district: Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, Pembuatan Ecobrick Dan Pupuk Lindi Pada Masyarakat Desa Kampung Baru Kec. Gunung Toar Kabupaten Kuansing</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA, PEMBUATAN ECOBRICK DAN PUPUK LINDI PADA MASYARAKAT DESA KAMPUNG BARU KEC. GUNUNG TOAR KAB. KUANSING: Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, Pembuatan Ecobrick Dan Pupuk Lindi Pada Masyarakat Desa Kampung Baru Kec. Gunung Toar Kabupaten Kuansing</dc:title>
	<dc:creator>amin, makomulamin</dc:creator>
	<dc:creator>Wardani, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Andera, Ayu</dc:creator>
	<dc:creator> Sekar, Sabila</dc:creator>
	<dc:creator>Pranata, Heru</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Rezqina</dc:creator>
	<dc:creator>kurniasih, Kurniasih</dc:creator>
	<dc:creator>Asdianti, Rinda</dc:creator>
	<dc:creator>Amanda, Kevin</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengelolaan sampah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">, Sampah rumah tangga</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">, Ecobrick</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pupuk Lindi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Compost</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> Household waste</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Waste management</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Waste is the residue from daily human activities and/or natural processes in solid form. Waste management so far has not been in accordance with environmentally conscious methods and techniques, resulting in negative impacts on public health and the environment. Therefore, community involvement is necessary in waste management to ensure it can be run proportionally, effectively, and efficiently. Kampung Baru Village is one of the villages that greatly needs an understanding of beneficial waste management for its surrounding community because there is a considerable amount of household waste that is not properly managed, leading to negative impacts on the surrounding environment. This Community Service aims to provide understanding to the community about the importance of proper household waste management to avoid negative impacts on public health. The activities were conducted in the form of counseling attended by the mothers of the Working Group (Pojka) of PKK Kampung Baru in the Gunung Toar District. The methods used included lectures, discussions, and practical activities such as making Eco bricks and compost. The results of this activity reveal that the community still did not know how to manage household waste properly and correctly. Therefore, the community will be able to apply and utilize household waste in making Eco bricks and compost, thereby avoiding negative impacts on public health and the environment.
Abstrak
Sampah merupakan sisa dari kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Pengelolaan sampah selama ini belum sesuai dengan metode dan teknik pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan sehingga menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Sehingga didalam pengelolaan sampah diperlukan peran masyarakat agar pengelolaan sampah dapat berjalan secara proporsional, efektif, dan efisien. Desa Kampung Baru merupakan salah satu desa yang sangat membutuhkan pemahaman tentang pengelolaan sampah yang bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya, karena banyak sekali sampah –sampah hasil rumah tangga yang tidak terkelola dengan baik. Sehingga menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitarnya. Pengabdian Masyarakat  ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga yang benar untuk menghindari dampak negatif bagi kesehatan masyarakat. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan yang diikuti oleh ibu- ibu kelompok kerja (Pojka) PKK Kampung Baru Kecamatan Gunung Toar. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan praktek pembuatan ecobrick dan pupuk lindi. Hasil dari kegiatan ini di ketahui bahwa masyarakat masih belum mengetahui pengelolaan sampah rumah tangga yang baik dan benar, sehingga melalui kegiatan ini masyarakat akan dapat mengaplikasikan dan memanfaatkan sampah rumah tangga tersebut dalam pembuatan ecobrick, pupuk lindi untuk menghindari dampak negatif bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Sampah merupakan sisa dari kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Pengelolaan sampah selama ini belum sesuai dengan metode dan teknik pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan sehingga menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Sehingga didalam pengelolaan sampah diperlukan peran masyarakat agar pengelolaan sampah dapat berjalan secara proporsional, efektif, dan efisien. Desa Kampung Baru merupakan salah satu desa yang sangat membutuhkan pemahaman tentang pengelolaan sampah yang bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya, karena banyak sekali sampah –sampah hasil rumah tangga yang tidak terkelola dengan baik. Sehingga menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitarnya. Pengabdian Masyarakat &amp;nbsp;ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga yang benar untuk menghindari dampak negatif bagi kesehatan masyarakat. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk penyuluhan yang diikuti oleh ibu- ibu kelompok kerja (Pojka) PKK Kampung Baru Kecamatan Gunung Toar. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan praktek pembuatan ecobrick dan pupuk lindi. Hasil dari kegiatan ini di ketahui bahwa masyarakat masih belum mengetahui pengelolaan sampah rumah tangga yang baik dan benar, sehingga melalui kegiatan ini masyarakat akan dapat mengaplikasikan dan memanfaatkan sampah rumah tangga tersebut dalam pembuatan ecobrick, pupuk lindi untuk menghindari dampak negatif bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan.
Kata kunci : Sampah, Ecobrick, Lindi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2024-02-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1583</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol3.Iss3.1583</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 3 No. 3 (2023): JPKK Edisi Desember 2023; 31-38</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2023/3.3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1583/598</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1623</identifier>
				<datestamp>2025-10-13T23:10:13Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Utilisation Of Small Land With Aquaponics System In An Effort To Reduce Air Pollution In Tandang Urban Village Semarang City: Pemanfaatan Lahan Sempit Dengan Sistem Aquaponik Dalam Upaya Mengurangi Pencemaran Udara Di Kelurahan Tandang Kota Semarang</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">PEMANFAATAN LAHAN SEMPIT DENGAN SISTEM AQUAPONIK DALAM UPAYA MENGURANGI PENCEMARAN UDARA DI KELURAHAN TANDANG KOTA SEMARANG: Pemanfaatan Lahan Sempit Dengan Sistem Aquaponik Dalam Upaya Mengurangi Pencemaran Udara Di Kelurahan Tandang Kota Semarang</dc:title>
	<dc:creator>Maylinda Restu Dewanti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pencemaran udara</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pencemaran lahan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">aquaponic</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> air pollution</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">land use</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Tandang Sub-District is one of the sub-districts listed by the Semarang city government, which consists of 14 RWs and 126 RTs with most of the population working as laborers. Aquaponic is an agricultural system that does not use soil as a planting medium but combines aquaculture in collaboration with hydroponics. Based on an agricultural point of view, aquaponic can be used as an innovation for farmers to overcome crises or concerns about climate change. Moreover, it minimizes the use of limited land that can be used for planting, and this agricultural system will be able to save water and recycle nutrients obtained in the work of the mutualism system from fish to plants. The size of the pond made is 1x1x0.5m using green mustard and tilapia fish as aquaponic media. Utilization of used mineral water plastic cup containers is one of the goals in reducing plastic waste.
Abstrak
Kelurahan Tandang merupakan salah satu kelurahan yang berada didaftar pemerintahan kota Semarang yang terdiri dari 14 RW dan 126 RT dengan mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai buruh. Aquaponic merupakan suatu system pertanian yang tidak menggunakan media tanah sebagai media tanam namun menggabungkan akuakultur secara kolaborasi dengan hidroponik. Dilihat dari sudut pandang pertanian, aquaponic ini dapat digunakan dan dijadikan sebagai inovasi baru bagi para petani guna mengatasi adanya krisis atau ke khawatiran bagi individu terhadap pola iklim serta meminimalisir pemanfaatan keterbatasan lahan menjadi lahan yang bisa digunakan untuk menanam, dan tentunya system pertanian ini akan lebih dapat menghemat air dan mendaur ulang nutrisi yang didapat dalam kerja sistem mutualisme dari ikan kepada tumbuhan. Ukuran kolam yang dibuat yaitu 1x1x0.5m dengan menggunakan sawi hijau dan ikan nila sebagai media aquaponic. Pemanfaatan wadah bekas gelas plastic air mineral menjadi salah satu tujuan dalam pengurangan sampah limbah plastik.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kelurahan Tandang merupakan salah satu kelurahan yang berada didaftar pemerintahan kota Semarang yang terdiri dari 14 RW dan 126 RT dengan mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai buruh. Aquaponic merupakan suatu system pertanian yang tidak menggunakan media tanah sebagai media tanam namun menggabungkan akuakultur secara kolaborasi dengan hidroponik. Dilihat dari sudut pandang pertanian, aquaponic ini dapat digunakan dan dijadikan sebagai inovasi baru bagi para petani guna mengatasi adanya krisis atau ke khawatiran bagi individu terhadap pola iklim serta meminimalisir pemanfaatan keterbatasan lahan menjadi lahan yang bisa digunakan untuk menanam, dan tentunya system pertanian ini akan lebih dapat menghemat air dan mendaur ulang nutrisi yang didapat dalam kerja sistem mutualisme dari ikan kepada tumbuhan. Ukuran kolam yang dibuat yaitu 1x1x0.5m dengan menggunakan sawi hijau dan ikan nila sebagai media aquaponic. Pemanfaatan wadah bekas gelas plastic air mineral menjadi salah satu tujuan dalam pengurangan sampah limbah plastic. 
Kata kunci: pemanfaatan lahan, aquaponic, pencemaran udara </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2024-01-09</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1623</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol3.Iss3.1623</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 3 No. 3 (2023): JPKK Edisi Desember 2023; 1-10</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2023/3.3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1623/588</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1672</identifier>
				<datestamp>2025-10-13T23:09:42Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Training on Household Liquid Waste Management in Coastal Communities: Pelatihan Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga pada Masyarakat Pesisir </dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pelatihan Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga pada Masyarakat Pesisir : Pelatihan Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga pada Masyarakat Pesisir </dc:title>
	<dc:creator>islam, fahrul</dc:creator>
	<dc:creator>Ahmad, Haeranah</dc:creator>
	<dc:creator>Saddania, Sitti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Coastal Communities</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Drumpicon</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Liquid waste</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Limbah Cair</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Masyarakat Pesisir</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Drumpicon</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Limbah Cair</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Masyarakat Pesisir</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sanitation is an important factor in public health, including coastal communities. One of the environmental health problems in Indonesian society, including coastal communities, is family latrines which can have a negative impact on people's health status. The aim of this service is to increase the knowledge and skills of Coastal Communities regarding household liquid waste management. The target of this service activity is the people of Babana Pantai Hamlet who often defecate on the beach as many as 20 people. The service methods used are health education and demonstrations. The service activity stages began with education about stopping open defecation, then continued with a Demonstration about how to make a Drumpicon (Drum Ipal Concentrate) and finally education on household liquid waste management. Participants were very enthusiastic about taking part in the activity as indicated by their timely attendance and activeness in asking questions. Service results: after education, 90% of participants had good knowledge about stopping open defecation and 85% of participants had good knowledge about managing household liquid waste. A model Drumpicon was formed in one of the residents' houses which is expected to motivate other households not to defecate in the openSanitation is an important factor in public health, including coastal communities. One of the environmental health problems in Indonesian society, including coastal communities, is family latrines which can have a negative impact on people's health status. The aim of this service is to increase the knowledge and skills of Coastal Communities regarding household liquid waste management. The target of this service activity is the people of Babana Pantai Hamlet who often defecate on the beach as many as 20 people. The service methods used are health education and demonstrations. The service activity stages began with education about stopping open defecation, then continued with a Demonstration about how to make a Drumpicon (Drum Ipal Concentrate) and finally education on household liquid waste management. Participants were very enthusiastic about taking part in the activity as indicated by their timely attendance and activeness in asking questions. Service results: after education, 90% of participants had good knowledge about stopping open defecation and 85% of participants had good knowledge about managing household liquid waste. A model Drumpicon was formed in one of the residents' houses which is expected to motivate other households not to defecate in the open.
 
Abstrak
Sanitasi merupakan faktor penting dalam kesehatan masyarakat tidak terkecuali bagi masyarakat pesisir. Salah satu masalah dalam kesehatan lingkungan pada masyarakat Indonesia termasuk pada masyarakat pesisir adalah jamban keluarga yang dapat berdampak buruk pada status kesehatan masyarakat. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Masyarakat Pesisir tentang pengelolaan limbah cair rumah tangga. Sasaran kegiatan pengabdian ini yaitu masyarakat Dusun Babana Pantai yang sering Buang Air Besar di pantai sebanyak 20 orang. Metode pengabdian yang digunakan adalah Ceramah Tanya Jawab dan Demonstrasi. Tahapan kegiatan pengabdian dimulai dengan edukasi tentang stop buang air besar sembarangan, kemudian dilanjutkan dengan Demonstrasi Pembuatan Drumpicon (Drum Ipal Consentrat) dan yang terakhir adalah edukasi pengelolaan limbah cair rumah tangga. Peserta sangat bersemangat mengikuti kegiatan yang ditandai dengan kehadiran peserta tepat waktu dan keaktifan dalam memberikan pertanyaan. Hasil pengabdian: setelah dilakukan edukasi,  90% peserta memiliki pengetahuan yang baik tentang stop buang air besar sembarangan dan 85% peserta memiliki pengetahuan yang baik tentang pengelolaan limbah cair rumah tangga. Terbentuk 1 Drumpicon percontohan di salah satu rumah warga yang diharapkan dapat memotivasi rumah tangga yang lain untuk tidak buang air besar sembarangan.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Sanitasi merupakan faktor penting dalam kesehatan masyarakat tidak terkecuali bagi masyarakat pesisir. Salah stau masalah dalam kesehatan lingkungan pada masyarakat Indonesia termasuk pada masyarakat pesisir adalah jamban keluarga yang dapat berdampak buruk pada status kesehatan masyarakat. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Masyarakat Pesisir tentang pengelolaan limbah cair rumah tangga. Sasaran kegiatan pengabdian ini yaitu masyarakat Dusun Babana Pantai yang sering Buang Air Besar di pantai sebanyak 20 orang. Metode pengabdian yang digunakan adalah Ceramah Tanya Jawab dan Demonstrasi. Tahapan kegiatan pengabdian dimulai dengan edukasi tentang stop buang air besar sembarangan, kemudian dilanjutkan dengan Demonstrasi Pembuatan Drumpicon (Drum Ipal Consentrat) dan yang terakhir adalah edukasi pengelolaan limbah cair rumah tangga. Peserta sangat bersemangat mengikuti kegiatan yang ditandai dengan kehadiran peserta tepat waktu dan keaktifan dalam memberikan pertanyaan. Hasil pengabdian: setelah dilakukan edukasi,&amp;nbsp; 90% peserta memiliki pengetahuan yang baik tentang stop buang air besar sembarangan dan 85% peserta memiliki pengetahuan yang baik tentang pengelolaan limbah cair rumah tangga. Terbentuk 1 Drumpicon percontohan di salah satu rumah warga yang diharapkan dapat memotivasi rumah tangga yang lain untuk tidak buang air besar sembarangan.&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2024-04-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1672</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol4.Iss1.1672</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 4 No. 1 (2024): JPKK Edisi April 2024; 1-11</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2024/4.1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1672/618</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1711</identifier>
				<datestamp>2025-10-13T23:10:12Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Identification of Family Dysfunction in the Elderly Living with Family by Family APGAR Assessment: Identifikasi Disfungsi Keluarga pada Lansia yang Tinggal Bersama Keluarga dengan Pengkajian APGAR Keluarga</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Identifikasi Disfungsi Keluarga pada Lansia yang Tinggal Bersama Keluarga dengan Pengkajian APGAR Keluarga: Identifikasi Disfungsi Keluarga pada Lansia yang Tinggal Bersama Keluarga dengan Pengkajian APGAR Keluarga</dc:title>
	<dc:creator>Rahmadi, Nida Ashifa</dc:creator>
	<dc:creator>Okvitasari, Yenny</dc:creator>
	<dc:creator>Salsabila, Salsabila</dc:creator>
	<dc:creator>Halimah, Nor</dc:creator>
	<dc:creator>Zinan, Rabiatul</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">APGAR Keluarga</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Disfungsi Keluarga</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Peran Keluarga</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">APGAR Family</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Family dysfunction</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Family Role</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Decreased physical function and accompanying diseases in the elderly will result in dependency and helplessness of the elderly. The role of family can make the elderly experience positive changes in their lives. The family has an informal role for the elderly, namely the family becomes a friend, caregiver, encourager, coordinator, and as peacemaker in caring for the elderly. Therefore, a community service program was carried out to find out family dysfunction in the elderly who live with their families. The study was conducted with pre-elderly and elderly in Musholla Al Anshor (Muslim prayer room), RT. 15, Gang Purnama Pasar Lama, Banjarmasin with 15 respondents. This community service was carried out face-to-face using APGAR family assessment, preparation of tools and rooms and the elderly. It was implemented using the APGAR (Adaptation, Partnership, Growth, Affection, Resolve). Family assessment questionnaire consisted of 3 categories, namely high family dysfunction (0-3), moderate family dysfunction (4-6), and low family dysfunction (7-10). The results of this community service program were obtained from all respondents who had APGAR assessment scores for families with low family dysfunction (100%), moderate family dysfunction (0%), and high family dysfunction (0%). It means that family functions still plays a good role in both the pre-elderly and elderly who live with their families.
Abstrak
Penurunan fungsi fisik dan penyakit yang menyertainya penyakit usia lanjut akan mengakibatkan ketergantungan dan ketidakberdayaan lansia. Peran keluarga dapat membuat lansia mengalami perubahan positif dalam kehidupannya.  Keluarga memiliki peran secara informal bagi lansia yaitu keluarga menjadi sahabat, pengasuh, pendorong, koordinator, dan sebagai pendamai dalam merawat lansia. Untuk itulah program pengabdian masyarakat dilakukan mengetahui disfungsi keluarga pada lansia yang tinggal bersama keluarga. Pengkajian dilakukan dengan pra lansia dan lansia yang ada di Musholla Al Anshor, RT. 15, Gang Purnama Pasar Lama, Banjarmasin dengan responden 15 orang. Pengabdian masyarakat ini dilakukan secara tatap muka menggunakan pengkajian APGAR (Adaptation, Partnership, Growth, Affection, Resolve) keluarga, persiapan alat dan ruangan, dan lansia. Pelaksanaannya dengan menggunakan kuesioner pengkajian APGAR terbagi menjadi 3 kategori yaitu disfungsi keluarga tinggi (0-3), disfungsi keluarga sedang (4-6), dan disfungsi keluarga rendah (7-10). Hasil dari program pengabdian masyarakat ini di dapatkan seluruh responden memilki nilai pengkajian APGAR Keluarga dengan disfungsi keluarga  rendah (100%), disfungsi keluarga sedang (0%), disfungsi keluarga tinggi (0%). Artinya, fungsi keluarga masih berperan baik pada pra lansia dan lansia yang tinggal bersama keluarganya.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">



Penurunan fungsi fisik dan penyakit yang menyertainya penyakit usia lanjut akan mengakibatkan ketergantungan dan ketidakberdayaan lansia.. Peran keluarga dapat membuat lansia mengalami perubahan positif dalam kehidupannya.&amp;nbsp; Keluarga memiliki peran secara informal bagi lansia yaitu keluarga menjadi sahabat, pengasuh, pendorong, koordinator, dan sebagai pendamai. dalam merawat lansi. Untuk&amp;nbsp; itulah program pengabdian masyarakt dilakukan mengetahui disfungsi keluarga pada lansia yang tinggal bersama keluarga.&amp;nbsp; Pengabdian masyarakat ini dilakukan secara tatap muka menggunakan pengkajian APGAR keluarga, dengan melalui beberapa tahapan pra persiapan, dengan proses meminta perizinan dari ketua RT.15, persiapan alat dan &amp;nbsp;ruangan dan lansia, pelaksanaannya dengan menggunakan&amp;nbsp; kuesioner pengkajian APGAR keluarga, dan menyampaikan hasil pengkajian. Pengkajian dilakukan dengan pra lansia dan lansia yang ada di Musholla Al Anshor RT. 15 Gang Purnama Pasar Lama, Banjarmasin dengan responden 15 orang. Hasil dari program pengabdian masyarakat ini di dapatkan seluruh responden memilki nilai pengkajian APGAR Keluarga dengan disfungsi keluarga&amp;nbsp; rendah (100%), disfungsi keluarga sedang (0%), disfungsi keluarga tinggi (0%). Artinya, fungsi keluarga masih berperan baik pada pra lansia dan lansia yang tinggal bersama keluarganya
&amp;nbsp;



</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2024-01-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1711</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol3.Iss3.1711</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 3 No. 3 (2023): JPKK Edisi Desember 2023; 11-19</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2023/3.3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1711/589</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1739</identifier>
				<datestamp>2025-10-13T23:10:05Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Family Planning Counselling and Socialisation of Contraceptive Counselling Movement Using the &quot;KlikKB&quot; Application as an Effort to Reduce Unmet Need for Family Planning in Pekanbaru City: Penyuluhan KB dan Sosialisasi Gerakan Konseling Kontrasepsi Menggunakan Aplikasi “KlikKB” Sebagai Upaya Penurunan Unmet Need KB  di Kota Pekanbaru</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Penyuluhan KB dan Sosialisasi Gerakan Konseling Kontrasepsi Menggunakan Aplikasi “KlikKB” Sebagai Upaya Penurunan Unmet Need KB  di Kota Pekanbaru: Penyuluhan KB dan Sosialisasi Gerakan Konseling Kontrasepsi Menggunakan Aplikasi “KlikKB” Sebagai Upaya Penurunan Unmet Need KB  di Kota Pekanbaru</dc:title>
	<dc:creator>Ismainar, Hetty</dc:creator>
	<dc:creator>Marlina, Hastuti</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmalisa, Uci</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Unmed Need KB; Penyuluhan; Aplikasi KlikKB</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Unmed Need KB</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Penyuluhan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Aplikasi KlikKB</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">health education</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">KlikKB application</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">In Indonesia the unmet need for family planning in 2017 reached 10.6%, Riau 25.6% (2021) while the national target (5%). The public's low level of knowledge or understanding about family planning and the reluctance of PUS to visit health services are the main problems. In order to simplify the family planning counseling process, in 2022 the government created the &quot;KlikKB&quot; application as a family planning communication medium for people throughout Indonesia, but utilization is not evenly distributed. The&amp;nbsp;aims to increase public knowledge and understanding about family planning through outreach and introduction of the Contraception Counseling Movement using the KlikKB application. The activity was carried out at RT 02/RW 08, West Sidomulyo, Pekanbaru. The counseling method is health education, questions and answers and filling out questionnaires about family planning knowledge. Participants are given pre and post tests while practicing the KlikKB application through observation with a checklist sheet. The number of participants was 35 people. The average pre-test value for family planning knowledge is 45%. The post test score increased with an average of 72.3%. The majority of the KlikKB application practice assessments were in the &quot;unable to&quot; category (46.2%), the &quot;with help&quot; category (38%) and the &quot;proficient&quot; category was only 15.8%. Providing education about family planning can increase mothers' knowledge. Meanwhile, to socialize the contraceptive counseling movement with the KlikKB Application, continuous assistance and collaboration with the local community health center is needed</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Di Indonesia angka unmet need&amp;nbsp;KB pada tahun 2017 mencapai 10,6%, Riau 25,6% (2021) sedangkan target nasional&amp;nbsp;adalah 5%. Masih rendahnya pengetahuan atau pemahaman masyarakat&amp;nbsp;tentang KB dan keengganan PUS untuk berkunjung ke layanan kesehatan merupakan masalah utama. Guna mempermudah proses konseling KB maka tahun 2022 pemerintah membuat aplikasi “KlikKB” sebagai media komunikasi KB bagi masyarakat seluruh Indonesia hanya saja pemanfaatan belum merata. Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang KB melalui penyuluhan&amp;nbsp;dan pengenalan&amp;nbsp;Gerakan Konseling Kontrasepsi&amp;nbsp;penggunaan&amp;nbsp;aplikasi KlikKB.&amp;nbsp;Kegiatan dilakukan di RT 02/RW 08 Kelurahan Sidomulyo Barat Pekanbaru. Metode penyuluhan ceramah, tanya jawab&amp;nbsp;dan mengisi kuisioner tentang pengetahuan&amp;nbsp;KB. Peserta diberi pre&amp;nbsp;dan post test sedangkan praktik aplikasi KlikKB melalui observasi dengan lembar&amp;nbsp;ceklist. Jumlah peserta 35 orang. Nilai pre test&amp;nbsp;pengetahuan KB rerata 45%.&amp;nbsp;Nilai post test&amp;nbsp;terjadi peningkatan&amp;nbsp;dengan&amp;nbsp;rerata 72,3%. Penilaian praktik aplikasi KlikKB mayoritas&amp;nbsp;pada kategori “belum mampu” (46,2%), kategori “dengan bantuan” (38%) dan kategori “mahir”&amp;nbsp;hanya 15,8%.&amp;nbsp;Pemberian penyuluhan tentang KB mampu meningkatkan pengetahuan ibu. Sedangkan untuk sosialisasi gerakan konseling kontrasepsi&amp;nbsp;dengan Aplikasi KlikKB perlu diberikan pendampingan berkelanjutan&amp;nbsp;dan bekerjasama dengan Puskesmas wilayah setempat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2024-02-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1739</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol3.Iss3.1739</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 3 No. 3 (2023): JPKK Edisi Desember 2023; 48-56</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2023/3.3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1739/600</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1764</identifier>
				<datestamp>2025-10-13T23:10:11Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Improving Community Capacity In Non-Communicable Disease (NCD) Prevention Efforts Through The “Cerdik” Women's Movement In Pekanbaru City: Peningkatan Kapasitas Masyarakat Pada Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) Melalui Gerakan Perempuan “Cerdik” Di Kota Pekanbaru</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Improving Community Capacity In Non-Communicable Disease (Ncd) Prevention Efforts Through The “Cerdik” Women's Movement In Pekanbaru City: Peningkatan Kapasitas Masyarakat Pada Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) Melalui Gerakan Perempuan “Cerdik” Di Kota Pekanbaru</dc:title>
	<dc:creator>Leonita, Emy</dc:creator>
	<dc:creator>Nurlisis, Nurlisis</dc:creator>
	<dc:creator>Nopriadi, Nopriadi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">cerdik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">penyakit tidak menular</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">perempuan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Non-Communicable Diseases</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> Women</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Based on data from the Pekanbaru City Health Department shows that only 2.0% of the estimated number of people at risk of hypertension aged over 15 years received healthcare. Similarly, only 10.1% of the estimated group at risk of diabetes received healthcare. This information shows that the management efforts for the NCD risk group are still not optimal. The intervention strategy is the ‘CERDIK’ behavior. Women are the agent of change as a strategic target with the hope that these women's groups know, be willing, and able to implement CERDIK in their daily lives, for individuals, families, and communities. Community empowerment activities through women's groups, namely members of the ‘Majelis Ta'lim’ council, were carried out starting from the preparation stage (forming a CERDIK women's group for NCDs prevention, creating CERDIK behavior counseling materials, and designing pre-test and post-test instruments), implementation (carrying out PKM activities in the form of direct and indirect counseling through social media WhatsApp groups). After the community service activity was carried out, the participants' knowledge increased. The average score before the intervention was 61.20, while after the intervention, it was 83.20. After statistical t-test analysis was carried out, the P-value was 0.0078. In addition, the participants' capacity was also seen from the participants' ability to convey the material about NCDs and prevention through CERDIK behavior.
Abstrak
Data dari dinas kesehatan Kota Pekanbaru, dari estimasi jumlah risiko hipertensi pada penduduk diatas 15 tahun hanya 2,0% yang mendapatkan pelayanan kesehatan. Demikian pula dari estimasi kelompok berisiko diabetes hanya 10,1% yang mendapatkan pelayanan kesehatan. Informasi tersebut menunjukkan masih belum maksimalnya upaya penatalaksanaan pada kelompok berisiko PTM. Strategi intervensi adalah perilaku CERDIK. Perempuan adalah Agent of change sebagai sasaran satrategis dengan harapan kelompok perempuan tersebut tahu, mau dan mampu dalam mengimplementasikan CERDIK dalam kehidupan sehari-hari baik untuk pribadi, keluarga dan masyarakat. Kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui kelompok perempuan yaitu anggota majlis taklim dilaksanakan mulai dari tahap persiapan (membentuk kelompok perempuan CERDIK untuk pencegahan PTM, membuat materi penyuluhan tentang perilaku CERDIK dan merancang instrumen pre test dan post test), implementasi (melaksanakan kegiatan PKM berupa penyuluhan langsung dan tidak langsung melalui media  sosial grup whatsapp). Setelah dilaksanakan kegiatan pengabdian, pengetahuan peserta meningkat. Rata-rata nilai sebelum intervensi adalah 61,20, sedangkan setelah diberi intervensi nilai rata rata pengetahuan menjadi 83,20. Setelah dilakukan analisis uji statistik t dependent diperoleh nilai Pvalue 0,0078. Selain pengetahuan meningkat kapasitas peserta juga terlihat dari terampilnya peserta menyampaikan kembali materi tentang PTM dan pencegahan melalui perilaku CERDIK.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Data dari dinas kesehatan Kota Pekanbaru, dari estimasi jumlah risiko hipertensi pada penduduk diatas 15 tahun hanya 2,0% yang mendapatkan pelayanan kesehatan. Demikian pula dari estimasi kelompok berisiko diabetes hanya 10,1% yang mendapatkan pelayanan kesehatan. Informasi tersebut menunjukkan masih belum maksimalnya upaya penatalaksanaan pada kelompok berisiko PTM. Strategi intervensi adalah perilaku CERDIK. Perempuan adalah Agent of change sebagai sasaran satrategis dengan harapan kelompok perempuan tersebut tahu, mau dan mampu dalam mengimplementasikan CERDIK dalam kehidupan sehari-hari baik untuk pribadi, keluarga dan masyarakat. Kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui kelompok perempuan yaitu anggota majlis taklim dilaksanakan mulai dari tahap persiapan (membentuk kelompok perempuan CERDIK untuk pencegahan PTM, membuat materi penyuluhan tentang perilaku CERDIK dan merancang instrumen pre test dan post test), implementasi (melaksanakan kegiatan PKM berupa penyuluhan langsung dan tidak langsung melalui media&amp;nbsp; sosial grup whatsapp). Setelah dilaksanakan kegiatan pengabdian, pengetahuan peserta meningkat. Rata-rata nilai sebelum intervensi adalah 61,20, sedangkan setelah diberi intervensi nilai rata rata pengetahuan menjadi 83,20. Setelah dilakukan analisis uji statistik t dependent diperoleh nilai Pvalue 0,0078. Selain pengetahuan meningkat kapasitas peserta juga terlihat dari terampilnya peserta menyampaikan kembali materi tentang PTM dan pencegahan melalui perilaku CERDIK.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2024-01-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1764</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol3.Iss3.1764</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 3 No. 3 (2023): JPKK Edisi Desember 2023; 20-30</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2023/3.3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1764/594</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1771</identifier>
				<datestamp>2025-10-13T23:09:43Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Socialisation of Mental Health Posyandu Management at Puskesmas Langsat Pekanbaru City: Sosialisasi Pengelolaan Posyandu Kesehatan Jiwa Di Puskesmas Langsat Kota Pekanbaru</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">SOSIALISASI PENGELOLAAN POSYANDU KESEHATAN JIWA DI PUSKESMAS LANGSAT KOTA PEKANBARU: Sosialisasi Pengelolaan Posyandu Kesehatan Jiwa Di Puskesmas Langsat Kota Pekanbaru</dc:title>
	<dc:creator>Yunita, Jasrida</dc:creator>
	<dc:creator>Ismainar, Hetty</dc:creator>
	<dc:creator>Nurlisis, Nurlisis</dc:creator>
	<dc:creator>Anwir, Harvandy</dc:creator>
	<dc:creator>Kalrosa, Nurva</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sosialisasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Posyandu Kesehatan Jiwa</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ODGJ</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Socialization</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Mental Health Posyandu</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The Langsat Health Center in Pekanbaru City was not managing the high prevalence of People with Severe Mental Disorders (ODGJ) optimally. This was due to lack of personnel and the absence of a mental health post that was used to provide integrated mental health services. The purpose of community service is to raise awareness of the value of mental health in Posyandu among all medical staff members who work in community health centers. The method was carried out by socialization and mutual commitment to ensure the success of the Mental Health Posyandu program at the Langsat Community Health Center in Pekanbaru City. Every officer at a community health center took part in the socialization process. The activity resulted in the officers' understanding of the concept of Mental Health Posyandu after the socialization process was completed. Additionally, the Community Health Center is committed to making this program one of its programs and would use it as an innovation program for the health center. To continue this activity, interested parties will be contacted, including the Pekanbaru City Social Service, Mental Hospital, Sukajadi Subdistrict Head, Village Head Kampung Tengah, Village Head Kampung Melayu,  Village Jadirejo, and the community as a whole, who will take part as a cadre in Mental Health Posyandu activities.
Abstrak
Tingginya angka kejadian Orang Dengan Gangguna Jiwa (ODGJ) Berat di Puskesmas Langsat Kota Pekanbaru tidak tertangani dengan optimal. Hal ini karena kurangnya tenaga dan belum adanya Posyandu Jiwa yang dapat digunakan dalam memberikan pelayanan kesehatan jiwa secara terpadu. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat adalah memberikan sosialisasi kepada seluruh tenaga kesehatan yang terlibat di puskesmas tentang pentingnya Posyandu Kesehatan Jiwa. Metode kegiatan melalui sosialisasi dan komitmen bersama dalam mensukseskan program Posyandu Kesehatan Jiwa di Puskesmas Langsat Kota Pekanbaru. Peserta sosialisasi adalah seluruh petugas puskesmas. Hasil kegiatan didapatkan bahwa setelah dilakukan sosialisasi dapat diketahui bahwa para petugas memahami konsep dari Posyandu Kesehatan Jiwa dan Puskesmas berkomitmen menjadikan program ini sebagai salah satu program puskesmas dan akan dijadikan program inovasi puskesmas karena belum ada Posyandu Kesehatan Jiwa di Kota Pekanbaru. Kegiatan ini akan terus dilanjutkan dengan melakukan pendekatan kepada pihak-pihak berkepentingan seperti Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dinas Sosial Kota Pekanbaru, Rumah Sakit Jiwa, Camat Kecamatan Sukajadi, Lurah Kelurahan Jadirejo, Lurah Kampung Tengah, dan Lurah Kampung Melayu, serta Masyarakat yang akan ikut berpartisipasi sebagai kader dalam kegaitan Posyandu Kesehatan Jiwa.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Tingginya angka kejadian Orang Dengan Gangguna Jiwa (ODGJ) Berat di Puskesmas Langsat Kota Pekanbaru tidak tertangani dengan optimal. Hal ini karena kurangnya tenaga dan belum adanya Posyandu Jiwa yang dapat digunakan dalam memberikan pelayanan kesehatan jiwa secara terpadu. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat adalah memberikan sosialisasi kepada seluruh tenaga kesehatan yang terlibat di puskesmas tentang pentingnya Posyandu Kesehatan Jiwa. Metode kegiatan melalui sosialisasi dan komitmen bersama dalam mensukseskan program Posyandu Kesehatan Jiwa di Puskesmas Langsat Kota Pekanbaru. Peserta sosialisasi adalah seluruh petugas puskesmas. Hasil kegiatan didapatkan bahwa setelah dilakukan sosialisasi dapat diketahui bahwa para petugas memahami konsep dari Posyandu Kesehatan Jiwa dan Puskesmas berkomitmen menjadikan program ini sebagai salah satu program puskesmas dan akan dijadikan program inovasi puskesmas karena belum ada Posyandu Kesehatan Jiwa di Kota Pekanbaru. Kegiatan ini akan terus dilanjutkan dengan melakukan pendekatan kepada pihak-pihak berkepentingan seperti Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dinas Sosial Kota Pekanbaru, Rumah Sakit Jiwa, Camat Kecamatan Sukajadi, Lurah Kelurahan Jadirejo, Lurah Kampung Tengah, dan Lurah Kampung Melayu, serta Masyarakat yang akan ikut berpartisipasi sebagai kader dalam kegaitan Posyandu Kesehatan Jiwa.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2024-02-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1771</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol3.Iss3.1771</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 4 No. 1 (2024): JPKK Edisi April 2024; 39-47</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2024/4.1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1771/599</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1778</identifier>
				<datestamp>2025-10-13T23:10:42Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Socialisation of the Use of the Healthy Indonesiaku (ASIK) Application for Reporting Complete Routine Immunisation Coverage in Pekanbaru City: Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) Untuk Laporan Cakupan Imunisasi Rutin Lengkap Di Kota Pekanbaru</dc:title>
	<dc:creator>Iskandar, Citra</dc:creator>
	<dc:creator>Ismainar , Hetty</dc:creator>
	<dc:creator>Anusirwan, Anusirwan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ASIK Imunisasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengetahuan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sosialisasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">immunization</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">knowledge </dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Socialization</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">My Indonesian Sehat Application (ASIK) is an application developed by the Indonesian Ministry of Health to strengthen immunization data. However, the limited knowledge of health workers in using the ASIK application resulted in reported immunization coverage up to the third quarter reaching 32,62% whereas manual immunization coverage date reached 62,80%. For Pekanbaru City, the manual immunization coverage date is 51,57% and ASIK 21,22%, so there is a large gap. The aim of this service is to increase health workers' knowledge regarding the use of the ASIK application for complete routine immunization coverage reports. The method used in socialization activities is carried out online by holding Zoom Meetings. Evaluation of knowledge results using a quantitative type of research, quasy design-one group pre-test and post-test experiment. The total sample of 21 respondents was taken using total sampling techniques, questionnaire measuring tools. Data analysis used the paired t-test. The results of this research show that there is a significant effect of providing socialization on the ASIK Application on increasing PJ's knowledge of the immunization program in using the ASIK Application with (pvalue=0.000). ASIK application socialization activities can be carried out continuously, not only to immunization program PJs but also to all immunization program PJs, midwives and cadres not only in Pekanbaru City but also covering all regencies in Riau Province.
 
Abstrak
Sanitasi merupakan faktor penting dalam kesehatan masyarakat tidak terkecuali bagi masyarakat pesisir. Salah satu masalah dalam kesehatan lingkungan pada masyarakat Indonesia termasuk pada masyarakat pesisir adalah jamban keluarga yang dapat berdampak buruk pada status kesehatan masyarakat. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Masyarakat Pesisir tentang pengelolaan limbah cair rumah tangga. Sasaran kegiatan pengabdian ini yaitu masyarakat Dusun Babana Pantai yang sering Buang Air Besar di pantai sebanyak 20 orang. Metode pengabdian yang digunakan adalah Ceramah Tanya Jawab dan Demonstrasi. Tahapan kegiatan pengabdian dimulai dengan edukasi tentang stop buang air besar sembarangan, kemudian dilanjutkan dengan Demonstrasi Pembuatan Drumpicon (Drum Ipal Consentrat) dan yang terakhir adalah edukasi pengelolaan limbah cair rumah tangga. Peserta sangat bersemangat mengikuti kegiatan yang ditandai dengan kehadiran peserta tepat waktu dan keaktifan dalam memberikan pertanyaan. Hasil pengabdian: setelah dilakukan edukasi,  90% peserta memiliki pengetahuan yang baik tentang stop buang air besar sembarangan dan 85% peserta memiliki pengetahuan yang baik tentang pengelolaan limbah cair rumah tangga. Terbentuk 1 Drumpicon percontohan di salah satu rumah warga yang diharapkan dapat memotivasi rumah tangga yang lain untuk tidak buang air besar sembarangan.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) adalah aplikasi yang dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan RI untuk penguatan data imunisasi. Namun terbatasnya pengetahuan petugas kesehatan dalam menggunakan aplikasi ASIK menyebabkan pelaporan cakupan imunisasi hingga triwulan lll mencapai 32,62%, dimana data cakupan imunisasi manual mencapai 62,80%. Untuk Kota Pekanbarau data cakupan imunisasi manual 51,57% dan ASIK 21,22% sehingga terdapat gab yang besar. Sementara itu, &amp;nbsp;tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan Pengetahuan petugas kesehatan mengenai Penggunaan Aplikasi ASIK Untuk Laporan Cakupan Imunisasi Rutin Lengkap. Metode yang digunakan dalam kegiatan sosialisasi&amp;nbsp; dilakukan secara Daring dengan melakukan Zoom Meeting. Evaluasi hasil pengetahuan menggunakan jenis penelitian kuantitatif, desain Quasy-eksperimen pre-test and post-test one group. Jumlah sampel sebanyak 21 responden diambil menggunakan teknik total sampling, alat ukur kuesioner. Analisis data menggunakan uji paired t-test.&amp;nbsp; Hasil dari penelitian ini diketahui ada pengaruh yang signifikan pemberian sosialisasi Aplikasi ASIK terhadap peningkatan pengetahuan PJ program imunisasi dalam penggunaan Aplikasi ASIK dengan (pvalue=0.000). Kegiatan sosialisasi asplikasi ASIK dapat dilakukan secara continue bukan hanya pada PJ program imunisasi tetapi juga pada seluruh PJ program imunisasi, bidan dan kader tidak hanya di Kota Pekanbaru tetapi juga mencakup seluruh Kabupaten di Provinsi Riau.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2024-04-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1778</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol4.Iss1.1778</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 4 No. 2 (2024):  JPKK Edisi Aug 2024; 12-21</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2024/3.2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1778/619</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1779</identifier>
				<datestamp>2025-10-13T23:09:39Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Socialisation of National Health Insurance Utilisation in Achieving Universal Health Coverage (UHC) in Tambusai District: Sosialisasi Pemanfaatan Jaminan Kesehatan Nasional Dalam Mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) Di Kecamatan Tambusai</dc:title>
	<dc:creator>Muhammad Dahlan</dc:creator>
	<dc:creator>Ismaniar, Hetty</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sosialisasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">JKN</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">UHC</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tokoh Masyarakat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Socialization</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Community Leaders</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">A socialization event regarding the utilization of the National Health Insurance (JKN) as a crucial step towards achieving Universal Health Coverage (UHC) was conducted in Tambusai District, Rokan Hulu Regency. The focus of this educational outreach was to enhance the understanding of community leaders regarding the benefits, registration procedures, and the role of JKN in supporting equitable healthcare access. The socialization of UHC, JKN, and the Health Insurance Agency (BPJS) utilized lectures, discussions, and a Q&amp;amp;A session on December 5, 2023, at the Tambusai District Hall, Rokan Hulu Regency. The District Head of Tambusai attended as a facilitator. The target audience included 12 Village/Sub-district Operators, 12 Village Heads, and 2 village assistants. The educational content covered the Definition and Benefits of UHC, JKN, BPJS, as well as the Role of Community Leaders in achieving UHC. Participants displayed high enthusiasm, evident from their active engagement during the outreach and the improved understanding observed. Recommendations for intensifying socialization, collaborating with relevant stakeholders, and conducting continuous evaluation and adjustments serve as guidance to strengthen public awareness, enhance the roles of community leaders, and contribute to the realization of Universal Health Coverage.
Abstrak
Sosialisasi mengenai pemanfaatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai langkah penting dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) telah diselenggarakan di KecamatanTambusai, Kabupaten Rokan Hulu, namun belum menyeluruh tersampaikan informasi tersebut, disebabkan kurangnya sosialisasi kepada masyarakat untuk memberikan kesadaran dan pemahaman yang mendalam. Fokus penyuluhan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tokoh masyarakat tentang manfaat, prosedur pendaftaran, dan peran JKN dalam mendukung akses kesehatan yang merata. Metode sosialisasi UHC, JKN, dan BPJS dilakukan melalui ceramah, diskusi, dan sesi tanya jawab pada tanggal 5 Desember 2023 di Balai Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu. Camat Kecamatan Tambusai turut hadir sebagai pendamping. Sasaran sosialisasi meliputi 12 Operator Desa/Kelurahan, 12 Kepala Desa, dan 2 pendamping desa. Materi penyuluhan mencakup pengertian dan manfaat UHC, JKN, BPJS, serta peran tokoh masyarakat dalam mencapai UHC, evaluasi keberhasilan kegiatan menggunakan pre-test dan post-test secara lisan. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi, tercermin dari respons aktif selama penyuluhan dan peningkatan pemahaman peserta. Rekomendasi intensifikasi sosialisasi, kolaborasi dengan pihak terkait, evaluasi dan penyesuaian berkelanjutan dapat menjadi panduan untuk memperkuat pemahaman masyarakat, meningkatkan dan menguatkan peran tokoh masyarakat dalam upaya mewujudkan Universal Health Coverage.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Sosialisasi mengenai pemanfaatan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai langkah penting dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) telah diselenggarakan di Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu. Fokus penyuluhan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tokoh masyarakat tentang manfaat, prosedur pendaftaran, dan peran JKN dalam mendukung akses kesehatan yang merata. Metode sosialisasi UHC, JKN, dan BPJS dilakukan melalui ceramah, diskusi, dan sesi tanya jawab pada tanggal 5 Desember 2023 di Balai Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu. Camat Kecamatan Tambusai turut hadir sebagai pendamping. Sasaran sosialisasi meliputi 12 Operator Desa/Kelurahan, 12 Kepala Desa, dan 2 pendamping desa. Materi penyuluhan mencakup Pengertian dan Manfaat UHC, JKN, BPJS, serta Peran Tokoh Masyarakat dalam mencapai UHC. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi, tercermin dari respons aktif selama penyuluhan dan peningkatan pemahaman peserta. Rekomendasi intensifikasi&amp;nbsp; sosialisasi, kolaborasi dengan pihak terkait, evaluasi dan penyesuaian berkelanjutan dapat menjadi panduan untuk memperkuat pemahaman masyarakat, meningkatkan dan menguatkan peran tokoh masyarakat dalam upaya mewujudkan Universal Health Coverage.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2024-04-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1779</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol4.Iss1.1779</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 4 No. 1 (2024): JPKK Edisi April 2024; 22-28</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2024/4.1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1779/620</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1786</identifier>
				<datestamp>2025-10-13T23:09:37Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Service Learning in Santri Skin Health Education, Efforts to Control Scabies Disease in Pesantren: Service Learning Dalam Edukasi Kesehatan Kulit Santri, Upaya Pengendalian Penyakit Scabies Di Pesantren </dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">SERVICE LEARNING DALAM EDUKASI KESEHATAN KULIT SANTRI,  UPAYA PENGENDALIAN PENYAKIT SCABIES DI PESANTREN : Service Learning Dalam Edukasi Kesehatan Kulit Santri, Upaya Pengendalian Penyakit Scabies Di Pesantren </dc:title>
	<dc:creator>Risnah, Risnah</dc:creator>
	<dc:creator>Musdalifah, Musdalifah</dc:creator>
	<dc:creator>Hafid, Anwar</dc:creator>
	<dc:creator>Arbianingsih, Arbianingsih</dc:creator>
	<dc:creator>Hidayah, Nur</dc:creator>
	<dc:creator>Huriati, Huriati</dc:creator>
	<dc:creator>Muthahharah, Muthahharah</dc:creator>
	<dc:creator>Ashar, Maria Ulfah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Service Learning</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">santri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Scabies</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">student</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Scabies merupakan salah satu penyakit infeksi kulit menular. Penyakit kulit ini hingga menduduki peringkat ketiga dari 12 penyakit kulit tersering di Indonesia. Umumnya ditemukan di lingkungan padat penghuni dan kontak manusia yang tinggi seperti di penjara, panti asuhan dan pondok pesantren. Pengetahuan dan sikap individu memiliki peran penting dalam melakukan praktik kebersihan diri yang baik untuk pencegahan scabies, selain itu juga dapat mengetahui tentang factor-faktor yang dapat menyebabkan scabies. Upaya peningkatan pengetahuan dan sikap tersebut pada santri dapat dilaksanakan dengan pemberian pengabdian masyarakat. Kegiatan ini bernama penyuluhan kesehatan “Kenal dan cegah Scabies” diberikan kepada para santri di pondok pesantren Darul Aman Putra Gombara Makassar yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap santri dalam perilaku pencehagan scabies. Pelaksanaan kegiatan selama 3 jam secara langsung kepada 150 santri yang hadir di masjid pondok pesantren yang menggunakan media Flyer dan PPT presentasi serta dibagi atas dua sesi yakni Sesi 1 Edukasi tentang Penyakit Scabies serta  Sesi 2: Tanya jawab seputar penyakit kulit.  Kesimpulannya setelah dilakukan post tes melalui wawancara langsung bahwa seluruh santri dan pengelola nampak aktif mendengarkan saat penyajian materi dan peserta mampu menjawab pertanyaan kuis secara lisan dengan tepat. Setelah dilakukan edukasi dan tanya jawab diharapkan agar santri dapat lebih meningkatkan sikap dan perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah scabies. Pada pengurus pondok diharapkan untuk meningkatkan edukasi hidup bersih dengan pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan secara maksimal pada santri.
 
Abstrak
Scabies merupakan salah satu penyakit infeksi kulit menular. Penyakit kulit ini hingga menduduki peringkat ketiga dari 12 penyakit kulit tersering di Indonesia. Umumnya ditemukan di lingkungan padat penghuni dan kontak manusia yang tinggi seperti di penjara, panti asuhan dan pondok pesantren. Pengetahuan dan sikap individu memiliki peran penting dalam melakukan praktik kebersihan diri yang baik untuk pencegahan scabies, selain itu juga dapat mengetahui tentang factor-faktor yang dapat menyebabkan scabies. Upaya peningkatan pengetahuan dan sikap tersebut pada santri dapat dilaksanakan dengan pemberian pengabdian masyarakat. Kegiatan ini bernama penyuluhan kesehatan “Kenal dan cegah Scabies” diberikan kepada para santri di pondok pesantren Darul Aman Putra Gombara Makassar yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap santri dalam perilaku pencehagan scabies. Pelaksanaan kegiatan selama 3 jam secara langsung kepada150 santri yang hadir di masjid pondok pesantren yang menggunakan media Flyer dan PPT presentasi serta dibagi atas dua sesi yakni Sesi 1 Edukasi tentang Penyakit Scabies serta Sesi 2: Tanya jawab seputar penyakit kulit.  Kesimpulannya setelah dilakukan post tes melalui wawancara langsung bahwa seluruh santri dan pengelola nampak aktif mendengarkan saat penyajian materi dan peserta mampu menjawab pertanyaan kuis secara lisan dengan tepat. Setelah dilakukan edukasi dan tanya jawab diharapkan agar santri dapat lebih meningkatkan sikap dan perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah scabies. Pada pengurus pondok diharapkan untuk meningkatkan edukasi hidup bersih dengan pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan secara maksimal pada santri.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Scabies merupakan salah satu penyakit infeksi kulit menular. Penyakit kulit ini hingga menduduki peringkat ketiga dari 12 penyakit kulit tersering di Indonesia. Umumnya ditemukan di lingkungan padat penghuni dan kontak manusia yang tinggi seperti di penjara, panti asuhan dan&amp;nbsp; pondok pesantren. Pengetahuan dan sikap individu memiliki peran penting dalam melakukan&amp;nbsp; praktik kebersihan diri yang baik untuk pencegahan scabies, selain itu juga dapat mengetahui tentang factor-faktor yang dapat menyebabkan scabies. Upaya peningkatan pengetahuan dan sikap tersebut pada santri dapat dilaksanakan dengan pemberian pengabdian masyarakat. Kegiatan ini bernama penyuluhan kesehatan “Kenal dan cegah Scabies” diberikan kepada para santri di pondok pesantren Darul Aman Putra Gombara Makassar yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan&amp;nbsp; dan sikap santri dalam perilaku pencehagan scabies. Pelaksanaan kegiatan secara langsung kepada ratusan santri yang hadir di masjid pondok pesantren yang dibagi atas dua sesi yakni Sesi 1:&amp;nbsp; Edukasi tentang Penyakit Scabies serta&amp;nbsp; Sesi 2: Tanya jawab seputar penyakit kulit.&amp;nbsp; Kesimpulannya bahwa seluruh santri dan pengelola nampak aktif mendengarkan saat penyajian materi dan peserta mampu menjawab pertanyaan kuis secara lisan dengan tepat. Setelah dilakukan edukasi dan tanya jawab diharapkan agar santri dapat lebih meningkatkan sikap dan perilaku hidup bersih dan sehat guna mencegah scabies. Pada pengurus pondok diharapkan untuk meningkatkan edukasi hidup bersih dengan pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan secara maksimal pada santri</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2024-04-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1786</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol4.Iss1.1786</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 4 No. 1 (2024): JPKK Edisi April 2024; 29-36</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2024/4.1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1786/621</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1819</identifier>
				<datestamp>2025-10-13T23:09:35Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Oktanting Massage Training And Assistance For Breastfeeding Mothers In Beringin Village, Barito Kuala Regency: Pelatihan Dan Pendampingan Pijat Oktanting Bagi Ibu Menyusui Di Desa Beringin Kabupaten Barito Kuala </dc:title>
	<dc:creator>meisya deva nadilla</dc:creator>
	<dc:creator>Millati, Rida'</dc:creator>
	<dc:creator>Wulandari, Ni Putu Cindy</dc:creator>
	<dc:creator>Wardana, Ridho Kurnia</dc:creator>
	<dc:creator>Firmansyah, Ahmad</dc:creator>
	<dc:creator>Mariska, Vina</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Stunting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">oktanting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Baby Massage</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pijat Oketani</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pijat Oksitosin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pijat Bayi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Based on data from Beringin Village, Barito Kuala Regency, 28 stunted children were still found in 2023. The results showed that 38.27% were affected by stunting. One of the factors that causes the high number of stunting cases was due to the suboptimal provision of exclusive breastfeeding. Data from breastfeeding mothers showed that only 5 people (26%) managed to provide exclusive breast milk for up to 2 years out of 14 people (74%) who gave breast milk.  The PKM-PM UM Banjarmasin team took the initiative to carry out OKTANTING training and mentoring (Oxytocin Massage, Oketani, and Baby massage to prevent Stunting) which is expected to help reduce the problem of stunting in the village due to non-exclusive breastfeeding. The target of this training was 10 breastfeeding mothers of 11 babies at Posyandu Mawar, Beringin Village. The mentoring period was 3 months. The training method used was demonstration. This mentoring stage was a series of activities, namely establishing a baseline, determining the problem, determining strategic steps, measuring evaluation. The results of this activity were that the flow of breast milk increased from 50% of breastfeeding mothers at the initial meeting to 100% in the last month and an increase in average body weight of 1.43 kg and an increase in body length of 9.95 cm.
Abstrak
Berdasarkan data Desa Beringin Kabupaten Barito Kuala masih ditemukan anak stunting tahun 2023 sebanyak 28 orang didapatkan hasil bahwa 38,27% yang terkena stunting. Salah satu faktor yang menyebabkan tingginya kasus stunting di dikarenakan ketidakoptimalan pemberian ASI ekslusif, tampak dari data Ibu menyusui jumlah rincian memberikan ASI 14 Orang 74%, berhasil memberikan ASI Eksklusif hingga 2 tahun hanya 5 orang 26%. Tim PKM-PM UM Banjarmasin berinisatif melakukan pelatihan dan pendampingan OKTANTING (Pijat Oksitosin, Oketani, dan Baby massage cegah Stunting) ini diharapkan dapat membantu mengurangi permasalahan stunting di desa tersebut akibat ASI tidak Ekslusif. Sasaran pelatihan ini ialah sebanyak 10 orang ibu menyusui dari 11 bayi dilakukan di Posyandu Mawar Desa Beringin. Waktu pendampingan selama 3 bulan. Metode pelatihan yang digunakan yakni demonstrasi. Tahapan pendampingan ini merupakan rangkaian kegiatan yakni penetapan baseline-penetapan masalah-menetapkan langkah strategis-pengukuran evaluasi. Hasil kegiatan tersebut ialah kelancaran ASI meningkat dari 50% ibu menyusui pada pertemuan awal menjadi 100% di bulan terakhir dan peningkatan berat badan rata rata 1,43 kg serta peningkatan panjang badan 9,95 cm.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pelatihan Oktanting (Pijat Oksitosin, Oketani, dan Baby massage) di Desa Beringin Kabupaten Barito Kuala ini diharapkan dapat membantu mengurangi permasalahan stunting akibat ASI tidak Ekslusif, bayi sering sakit. Selain itu juga untuk pemenuhan kebutuhan ibu dan bayi. Sehingga dapat menjadi acuan atau pembelajaran untuk mengurangi pencegahan stunting.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2024-05-13</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1819</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol4.Iss1.1819</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 4 No. 1 (2024): JPKK Edisi April 2024; 36-50</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2024/4.1</dc:source>
	<dc:language>ind</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1819/635</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1860</identifier>
				<datestamp>2025-10-13T23:10:39Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Baby Message Training For Posyandu Cadres In Rumbai Pesisir Public Health Center Working Area: Pelatihan Pijat Bayi Bagi Kader Posyandu Di Wilayah Kerja Puskesmas Rumbai Pesisir</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Baby message training for posyandu cadres in Rumbai Pesisir Public health center working area.: Pelatihan Pijat Bayi Bagi Kader Posyandu Di Wilayah Kerja Puskesmas Rumbai Pesisir</dc:title>
	<dc:creator>ernawaty, juniar</dc:creator>
	<dc:creator>Dewi, Yulia Irvani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Kader Kesehatan, Pijat Bayi, pelatihan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kader Kesehatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pijat Bayi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pelatihan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">health cadres</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">baby massage</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">training</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Meeting the baby’s growth and development needs is the parent’s responsibility, because failure during this period will cause problems and disturbances for the baby. Stimulation during infancy is very necessary to stimulate growth and development. Baby message is an activity carried out by parents which will provide great benefits to the baby and parents. The benefits of baby massage are increasing weight, comfort, closeness (bonding), immunity and sleep quality. One form activity that can be provided to the community is providing health education about baby message through health cadres. The target group is health cadres at the Rumbai pesisir public health centre totaling 30 cadres. Problems faced by partners: there has never been any counseling and training on baby message, and baby message as promotional efforts have not been carried out optimally in the community by health workers. The aim of this service activity is to increase the knowledge, skills and independence of partners in providing education to mothers, thereby increasing mothers’ independence in carrying out baby message. This activity was carried out for 1 month using lecture and demonstration for posyandu cadres totaling 30 people. From the result of the training, it was found that knowledge increased from 70,33 to 89,33 after training given. The health cadres also demonstrated their ability to message babies phantom.
Abstrak
Pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang bayi merupakan tanggung jawab orang tua, karena kegagalan pada masa ini akan memberikan permasalahan dan gangguan pada bayi. Stimulasi dalam masa bayi sangat diperlukan untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangannya. Pijat bayi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh orang tua yang akan memberikan manfaat yang besar pada bayi dan orang tua. Manfaat pijat bayi adalah meningkatkan berat badan, kenyamanan, kedekatan (bonding), imunitas dan kualitas tidur.  Salah satu bentuk kegiatan yang bisa diberikan kepada masyarakat adalah memberikan pendidikan kesehatan tentang pijat bayi melalui kader kesehatan. Kelompok sasaran adalah kader kesehatan di Puskesmas Rumbai pesisir yang berjumlah 30 orang. Permasalahan  yang  dihadapi  mitra: belum pernah dilakukan penyuluhan dan pelatihan tentang pijat bayi, belum dilakukannya pijat bayi secara optimal sebagai upaya promotif di masyarakat oleh tenaga  kesehatan. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian mitra dalam memberikan edukasi kepada ibu-ibu, sehingga meningkatnya kemandirian ibu-ibu dalam melakukan pijat bayi. Kegiatan ini dilakukan selama 1 bulan dengan metode pembelajaran ceramah dan demonstrasi pada kader posyandu. Dari hasil pelatihan ditemukan peningkatan pengetahuan dari 70,33 sebelum pelatihan menjadi 89,33 setelah pelatihan. Kader juga menunjukkan kemampuan demonstrasi pijat bayi pada pantom peraga yang ada.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pemenuhan kebutuhan tumbuh kembang bayi merupakan tanggung jawab orang tua, karena kegagalan pada masa ini akan memberikan permasalahan dan gangguan pada bayi. Stimulasi dalam masa bayi sangat diperlukan untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangannya. Pijat bayi merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh orang tua yang akan memberikan manfaat yang besar pada bayi dan orang tua. Manfaat pijat bayi adalah meningkatkan berat badan, kenyamanan, kedekatan (bonding), imunitas dan kualitas tidur.&amp;nbsp; Salah satu bentuk kegiatan yang bisa diberikan kepada masyarakat adalah memberikan pendidikan kesehatan tentang pijat bayi melalui kader kesehatan. Kelompok sasaran adalah kader kesehatan di Puskesmas Rumbai pesisir yang berjumlah 30 orang. Permasalahan&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; dihadapi&amp;nbsp; mitra: belum pernah dilakukan penyuluhan dan pelatihan tentang pijat bayi, belum dilakukannya pijat bayi secara optimal sebagai upaya promotif di masyarakat oleh tenaga&amp;nbsp; kesehatan. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian mitra dalam memberikan edukasi kepada ibu-ibu, sehingga meningkatnya kemandirian ibu-ibu dalam melakukan pijat bayi. Kegiatan ini dilakukan selama 1 bulan dengan metode pembelajaran pembelajaran ceramah dan demonstrasi pada kader posyandu yang berjumlah 30 orang. Dari hasil pelatihan ditemukan peningkatan pengetahuan dari 70,33 sebelum pelatihan menjadi 89,33 setelah pelatihan. Kader juga menunjukkan kemampuan demonstrasi pijat bayi pada pantom peraga yang ada.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2024-08-06</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1860</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol3.Iss2.1860</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 4 No. 2 (2024):  JPKK Edisi Aug 2024; 51-61</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2024/3.2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1860/653</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1887</identifier>
				<datestamp>2025-10-13T23:10:36Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Measurement of Nutritional Status in Students of SMPN 48 Pekanbaru City by Using IMT/U Index and Waist Circumference to Height Ratio: Pengukuran Status Gizi pada Siswa SMPN 48 Kota Pekanbaru dengan Menggunakan Indeks IMT/U dan Rasio Lingkar Pinggang terhadap Tinggi Badan</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Pengukuran Status Gizi pada Siswa SMPN 48 Kota Pekanbaru dengan Menggunakan Indeks IMT/U dan Rasio Lingkar Pinggang terhadap Tinggi Badan: Pengukuran Status Gizi pada Siswa SMPN 48 Kota Pekanbaru dengan Menggunakan Indeks IMT/U dan Rasio Lingkar Pinggang terhadap Tinggi Badan</dc:title>
	<dc:creator>Desfita, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Azzahra, Mulia</dc:creator>
	<dc:creator>Zulriyanti, Nurfebi</dc:creator>
	<dc:creator>Nanda Putri, Melysa</dc:creator>
	<dc:creator>Anggraini, Sisi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Status Gizi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Antropometri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">IMT/U</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">rasio LP/TB</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Nutritional status</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Anthropometry</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">BMI for age</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Waist to height ratio</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Adolescents' nutritional status requires concern because they are in the second stage of rapid growth after infancy. Measuring teens' nutritional status at SMPN 48 Pekanbaru City aimed to increase student's awareness of their nutritional state, which would have an impact on their health and learning capacities. Anthropometric approaches were used to assess nutritional status utilizing indices such as BMI/U and waist-to-hip ratio. The data obtained includes name, age, gender, date of birth, weight, height, and waist circumference. Microtoises, digital scales, and measuring tapes are all tools used to assess nutritional status. The data was processed using the WHO Anthroplus tool for BMI/U and manually by dividing waist circumference by height. The majority of students have good nutritional status. A balanced diet should be consumed by students, especially those underweight or overweight.
Abstrak
Status gizi pada remaja perlu mendapat perhatian karena remaja berada dalam masa pertumbuhan cepat yang kedua setelah bayi. Pengukuran status gizi pada remaja di SMPN 48 Kota Pekanbaru bertujuan agar siswa lebih peduli dengan status gizinya yang akan berpengaruh terhadap kesehatan dan kemampuan belajarnya. Metode antropometri digunakan dalam pengukuran status gizi dengan menggunakan indikator IMT/U dan rasio LP/TB. Data yang dikumpulkan terdiri dari nama, umur, jenis kelamin, tanggal lahir, berat badan, tinggi badan, dan lingkar pinggang. Alat untuk mengukur status gizi antara lain microtoise, timbangan digital, dan pita meteran. Data diolah menggunakan aplikasi WHO Anthro plus untuk IMT/U dan secara manual dengan membagi lingkar pinggang dengan tinggi badan. Sebagian besar siswa memiliki status gizi baik. Konsumsi gizi seimbang perlu diterapkan terutama bagi siswa dengan status gizi kurang atau lebih.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Status gizi pada remaja perlu mendapat perhatian karena remaja berada dalam masa pertumbuhan cepat yang kedua setelah bayi. Pengukuran status gizi pada remaja di SMPN 48 Kota Pekanbaru bertujuan agar siswa lebih peduli dengan status gizinya yang akan berpengaruh terhadap kesehatan dan kemampuan belajarnya. Metode antropometri digunakan dalam pengukuran status gizi dengan menggunakan indikator IMT/U dan rasio LP/TB. Data yang dikumpulkan terdiri dari nama, umur, jenis kelamin, tagggal lahir, berat badan, tinggi badan, dan lingkar pinggang. Alat untuk mengukur status gizi antara lain microtoise, timbangan digital, dan pita meteran. Data diolah menggunakan aplikasi WHO Anthro plus untuk IMT/U dan secara manual dengan membagi lingkar pinggang dengan tinggi badan. Sebagian besar siswa memiliki status gizi baik. Konsumsi gizi seimbang perlu diterapkan terutama bagi siswa dengan status gizi kurang atau lebih.
Kata kunci: Status Gizi, Antropometri, IMT/U, rasio LP/TB</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2024-08-06</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1887</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol3.Iss2.1887</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 4 No. 2 (2024):  JPKK Edisi Aug 2024; 62-70</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2024/3.2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1887/654</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1914</identifier>
				<datestamp>2025-10-13T23:10:35Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Handwashing Education Through Movements and Song for the Elderly: Edukasi Cuci Tangan Melalui Gerak Dan Lagu Pada Lansia</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Handwashing Education Through Movements and Song for the Elderly: Edukasi Cuci Tangan Melalui Gerak Dan Lagu Pada Lansia</dc:title>
	<dc:creator>Dientyah Nur Anggina</dc:creator>
	<dc:creator>Putri Rizki Amalia Badri</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">HWWS</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">elderly</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">CPTS</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">lansia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">gerak dan lagu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">elderly </dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Elderly are vulnerable to disease so it is important to maintain clean and healthy living behavior by hand washing with soap (HWWS/CTPS). The low level of hand washing knowledge in the elderly causes the importance of good and correct hand washing education in the elderly. The purpose of this activity is to implement elderly awareness in the application of HWWS. The target of the community service activity is all elderly who are registered with prolanis participants at the Family Doctor Clinic FK UMM Palembang, totaling 40 people. The method of this activity was demonstration using movements and songs. The activity was begun with registration and pretest, then a demonstration of hand washing education using movements and songs together and ended with a posttest. The enthusiasm of the participants was high. The results of the service are an increase in the knowledge of the elderly, namely 54% in the good category to 71% in the good category after education. The elderly are expected to be aware and apply HWWS behavior in their daily lives.
Abstrak
Orang lanjut usia (lansia) rentan terkena penyakit sehingga penting menjaga perilaku hidup bersih dan sehat dengan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Tingkat pengetahuan cuci tangan pada lansia yang rendah menyebabkan pentingnya dilakukan edukasi cuci tangan yang baik dan benar pada lansia. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menerapkan kesadaran lansia dalam penerapan CTPS. Sasaran kegiatan pengabdian adalah seluruh lansia yang terdaftar pada peserta prolanis di Klinik Dokter Keluarga FK UMPalembang yang berjumlah 40 orang. Metode kegiatan ini adalah demonstrasi dengan menggunakan media gerak dan lagu. Kegiatan dimulai dengan registrasi dan pretest, kemudian dilakukan demonstrasi edukasi cuci tangan menggunakan gerak dan lagu secara bersama-sama dan diakhiri dengan posttest. Antusias peserta tinggi. Hasil pengabdian adalah terjadi peningkatan pengetahuan lansia sebelumnya yaitu 54% kategori baik menjadi 71% kategori baik setelah edukasi. Lansia diharapkan dapat menyadari dan menerapkan perilaku CTPS dalam kehidupan sehari-hari.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Elderly are vulnerable to disease so it is important to maintain clean and healthy living behavior by hand washing with soap (HWWS/CTPS). The low level of hand washing knowledge in the elderly causes the importance of good and correct hand washing education in the elderly. The purpose of this activity is to implement elderly awareness in the application of HWWS. The target of the service activity is all elderly who are registered with prolanis participants at the Family Doctor Clinic FK UMPalembang, totalling 40 people. The method of this activity was demonstration using movements and songs. The activity began with registration and pretest, then a demonstration of hand washing education using movements and songs together and ends with a posttest. The enthusiasm of the participants was high. The results of the service are an increase in the knowledge of the elderly before, namely 54% in the good category to 71% in the good category after education. The elderly are expected to be aware and apply HWWS behavior in their daily lives.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2024-08-06</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1914</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol3.Iss2.1914</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 4 No. 2 (2024):  JPKK Edisi Aug 2024; 71-77</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2024/3.2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/1914/655</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2081</identifier>
				<datestamp>2025-10-13T23:10:32Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Education and Rabies Vaccination for Pets in Palas Village, Rumbai Subdistrict, Pekanbaru City:  Healthy Animals, Healthy People: Edukasi dan Vaksinasi Rabies pada Hewan Peliharaan di Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru:  Hewan Sehat, Masyarakat Sehat</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Edukasi dan Vaksinasi Rabies pada Hewan Peliharaan di Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru:  Hewan Sehat, Masyarakat Sehat: Edukasi dan Vaksinasi Rabies pada Hewan Peliharaan di Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru:  Hewan Sehat, Masyarakat Sehat</dc:title>
	<dc:creator>Handoko, Jully</dc:creator>
	<dc:creator>Fitranda, Mulya</dc:creator>
	<dc:creator>Suprayoga, Tito</dc:creator>
	<dc:creator>Maulana, Rian</dc:creator>
	<dc:creator>Bakti Pratama, Hadimas</dc:creator>
	<dc:creator>Firdaus, Muhammad</dc:creator>
	<dc:creator>Setyawati, M.I. Rita</dc:creator>
	<dc:creator>Anggreini, Dewi</dc:creator>
	<dc:creator>Shafiq Ryadi, Agus</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">vaksinasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">rabies</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">hewan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">kesehatan masyarakat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">vaccination</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">animals</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">public health</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Rabies is a zoonotic disease that can be transmitted through the bite of an infected rabies-transmitting animal (HPR) and is a serious threat to public health. This community service aims to reduce the risk of rabies spreading through a mass vaccination program for pets. Rabies vaccination was carried out on 151 pets consisting of 126 (83.45%) dogs, 23 (15.23%) cats, and 2 (1.32%) monkeys. The method used was mass vaccination of pets owned by the community of Palas Village, Rumbai District, Pekanbaru City by involving pet owners. This activity received a positive response from the local community, as indicated by the high participation in the vaccination activity. It can be concluded that this rabies vaccination program plays an important role in preventing potential rabies outbreaks and supporting the creation of a safer and healthier environment for the community in Palas Village.
Abstrak
Rabies adalah penyakit zoonosis yang dapat ditularkan melalui gigitan hewan penular rabies (HPR) yang terinfeksi dan menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menekan risiko penyebaran rabies melalui program vaksinasi massal pada hewan peliharaan. Edukasi rabies diikuti oleh 50 orang siswa/i sekolah dasar. Vaksinasi rabies dilakukan terhadap 151 ekor hewan peliharaan yang terdiri dari 126 (83,44%) ekor anjing, 23 (15,23%) ekor kucing, dan 2 (1,32%) ekor monyet. Metode yang digunakan adalah vaksinasi massal pada hewan peliharaan milik masyarakat Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai, Kota Peknbaru dengan melibatkan pemilik hewan peliharaan. Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat setempat, yang ditunjukkan dengan tingginya partisipasi dalam kegiatan vaksinasi. Dapat disimpulkan bahwa program vaksinasi rabies ini berperan penting dalam mencegah potensi wabah rabies dan mendukung terciptanya lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi masyarakat di Kelurahan Palas.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Rabies adalah penyakit zoonosis yang dapat ditularkan melalui gigitan hewan penular rabies (HPR) yang terinfeksi dan menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menekan risiko penyebaran rabies melalui program vaksinasi massal pada hewan peliharaan. Edukasi rabies diikuti oleh 50 orang siswa/i sekolah dasar. Vaksinasi rabies dilakukan terhadap 151 ekor hewan peliharaan yang terdiri dari 126 (83,44%) ekor anjing, 23 (15,23%) ekor kucing, dan 2 (1,32%) ekor monyet. Metode yang digunakan adalah vaksinasi massal pada hewan peliharaan milik masyarakat Kelurahan Palas, Kecamatan Rumbai, Kota Peknbaru dengan melibatkan pemilik hewan peliharaan. Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat setempat, yang ditunjukkan dengan tingginya partisipasi dalam kegiatan vaksinasi. Dapat disimpulkan bahwa program vaksinasi rabies ini berperan penting dalam mencegah potensi wabah rabies dan mendukung terciptanya lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi masyarakat di Kelurahan Palas.
Kata Kunci: vaksinasi, rabies, hewan, kesehatan masyarakat</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2024-12-27</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/2081</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol4.Iss2.2081</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 4 No. 2 (2024):  JPKK Edisi Aug 2024; 78-85</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2024/3.2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/2081/699</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2084</identifier>
				<datestamp>2025-10-13T23:09:18Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Health Education Through Counseling on Dysmenorrhea to the Knowledge of Female Students at the Al Ihsan Boarding School, Kampar Regency: Edukasi Kesehatan Melalui Penyuluhan Tentang Dismenore terhadap Pengetahuan Santri Putri di Pesantren Al Ihsan Boarding School Kabupaten Kampar</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Edukasi Kesehatan Melalui Penyuluhan Tentang Dismenore terhadap Pengetahuan Santri Putri di Pesantren Al Ihsan Boarding School Kabupaten Kampar: Edukasi Kesehatan Melalui Penyuluhan Tentang Dismenore terhadap Pengetahuan Santri Putri di Pesantren Al Ihsan Boarding School Kabupaten Kampar</dc:title>
	<dc:creator>Ismainar, Hetty</dc:creator>
	<dc:creator>Marlina, Hastuti</dc:creator>
	<dc:creator>Triana, Ani</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Dismenore, Pengetahuan, Santri putri.</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Dismenore</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengetahuan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Santri putri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Dysmenorrhea</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">knowledge</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">female students</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">One of the menstrual disorders is menstrual pain or dysmenorrhea. In Indonesia, dysmenorrhea sufferers reach 60-70% with a prevalence of 64.5% in adolescence. One of the impacts caused by dysmenorrhea is reduced concentration in learning because of dysmenorrhea felt during the teaching and learning process. Providing health education about dysmenorrhea. Types of health education activities through health promotion used banner media. Participants were 73 female students in grade 1 with an age range of 11-12 years. Accompanied by 3 homeroom teachers. The instrument used was a pre- and post-test questionnaire about what dysmenorrhea, causes, signs and symptoms and the effects caused by dysmenorrhea. The activity took place at the Al Ihsan Boarding School female student mosque for 2 hours.  The average pre-test score was 82.6% and the post-test was 94.7%. During the counseling activity, participants were enthusiastic and excited as seen from the participation and activeness of the students in the question and answer session. There was an increase in student knowledge of 12.1% after being given health education in the form of counseling about dysmenorrhea. Periodic evaluation of the health of female students is needed by opening counseling services at POSKESTREN as a form of monitoring their development during education
Abstrak
Salah satu gangguan pada menstruasi adalah nyeri haid atau dismenore. Di Indonesia penderita dismenore mencapai 60-70% dengan prevalensi sebesar 64,5% pada usia remaja. Salah satu dampak yang ditimbulkan akibat dismenore ini adalah mengurangi berkonsentrasi belajar karena dismenore yang dirasakan pada saat proses belajar mengajar. Pemberian edukasi kesehatan tentang dismenore.  Jenis kegiatan edukasi kesehatan melalui penyuluhan dengan menggunakan media banner. Peserta adalah santri putri kelas 1 yang berjumlah 73 orang dengan rentang usia 11-12 tahun. Didampingi oleh wali kelas santri berjumlah 3 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner pre dan post test tentang apa itu dismenore, penyebab, tanda dan gejala serta akibat yang ditimbulkan karena dismenore ini. Kegiatan berlangsung di Mesjid santri putri Al Ihsan Boarding School selama 2 jam.  Nilai rerata pre test adalah 82,6% dan post test 94,7%. Selama kegiatan penyuluhan, peserta antusias dan bersemangat terlihat dari partisipasi dan keaktifan santri dalam tanya jawab.  Terdapat peningkatan pengetahuan siswa sebesar 12,1% setelah diberikan edukasi kesehatan berupa penyuluhan tentang dismenore. Perlu evaluasi berkala terhadap kesehatan santri putri dengan membuka layanan konseling di POSKESTREN sebagai bentuk monitoring perkembangan mereka selama pendidikan.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Latar belakang.&amp;nbsp;Salah satu gangguan&amp;nbsp;pada menstruasi adalah&amp;nbsp;nyeri haid atau&amp;nbsp;dismenore. Di Indonesia penderita dismenore&amp;nbsp;mencapai 60-70%&amp;nbsp;dengan prevalensi sebesar 64,5%&amp;nbsp;pada usia remaja.&amp;nbsp;Salah satu dampak yang ditimbulkan akibat dismenore&amp;nbsp;ini adalah mengurangi berkonsentrasi belajar karena dismenore yang dirasakan pada saat proses belajar mengajar. Tujuan Pemberian edukasi kesehatan tentang dismenore. Metode.Jenis kegiatan edukasi kesehatan melalui penyuluhan dengan menggunakan media banner. Peserta adalah santri putri kelas 1 yang berjumlah 73 orang dengan rentang usia 11-12 tahun. Didampingi oleh wali kelas santri berjumlah 3 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner pre&amp;nbsp;dan post test tentang apa itu dismenore, penyebab, tanda dan gejala serta akibat yang ditimbulkan karena dismenore&amp;nbsp;ini. Kegiatan berlangsung di Mesjid santri putri Al Ihsan Boarding School selama 2 jam. Hasil&amp;nbsp;Nilai rerata pre test&amp;nbsp;adalah 82,6% dan post test 94,7%. Selama kegiatan penyuluhan, peserta antusias dan bersemangat terlihat dari partisipasi dan keaktifan santri dalam tanya jawab. Kesimpulan Terdapat peningkatan pengetahuan siswa sebesar 12,1% setelah diberikan edukasi kesehatan berupa penyuluhan tentang dismenore.&amp;nbsp;Saran Perlu evaluasi berkala terhadap kesehatan santri putri dengan membuka layanan konseling di POSKESTREN sebagai bentuk monitoring perkembangan mereka selama pendidikan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2024-12-26</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/2084</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol4.Iss2.2084</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 4 No. 3 (2024): JPKK Edisi Desember 2024; 86-94</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2024/4.3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/2084/700</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2024 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2123</identifier>
				<datestamp>2025-10-13T23:09:15Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Improving Employee Preparedness in Facing Sudden Death: Basic Life Support Training and Metabolic Syndrome Prevention at PT. Manggala Alam Lestari: Meningkatkan Kesiapsiagaan Karyawan Dalam Menghadapi Kematian Mendadak: Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Dan Pencegahan Sindrom Metabolik Di PT. Manggala Alam Lestari</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Meningkatkan Kesiapsiagaan Karyawan dalam Menghadapi Kematian Mendadak: Pelatihan Bantuan Hidup Dasar dan Pencegahan Sindrom Metabolik di PT. Manggala Alam Lestari: Meningkatkan Kesiapsiagaan Karyawan Dalam Menghadapi Kematian Mendadak: Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Dan Pencegahan Sindrom Metabolik Di PT. Manggala Alam Lestari</dc:title>
	<dc:creator>fernando, jansen</dc:creator>
	<dc:creator>Dewi, Oktavia</dc:creator>
	<dc:creator>Febiyan, Hafis Jauhar</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Bantuan Hidup Dasar</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kesiapsiagaan Karyawan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Keselamatan Kerja Sindrom Metabolik</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Basic Life Support</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Employee Preparedness Metabolic Syndrome</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Workplace Safety</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Sudden cardiac Arrest caused by cardiovascular disorders and metabolic syndrome is a significant concern in high-risk workplaces, such as the mining industry. At PT. Manggala Alam Lestari, employees' lack of preparedness for medical emergencies, coupled with high rates of metabolic syndrome, presents a critical challenge. This study aimed to enhance employee readiness through Basic Life Support (BLS) training and metabolic syndrome prevention programs. The methods implemented included hands-on CPR training, the use of Automated External Defibrillators (AED), routine health screenings, and health education campaigns focusing on healthy lifestyles. The training significantly improved employees' knowledge and skills, with 85% of participants mastering CPR and AED use. Annual screenings revealed hypertension prevalence at 17%, diabetes at 10%, and a reduction in obesity to 43%. Health education sessions increased employee awareness of lifestyle modifications, stress management, and early disease detection. The program demonstrated that combining BLS training with systematic health interventions effectively reduces risks and improves safety outcomes in remote and high-risk environments. It is recommended that similar programs be implemented in other high-risk industries to ensure workplace safety and enhance overall health.
Abstrak
Kematian mendadak akibat gangguan kardiovaskular dan sindrom metabolik menjadi perhatian besar di tempat kerja berisiko tinggi, seperti industri pertambangan. Di PT. Manggala Alam Lestari, kurangnya kesiapan karyawan dalam menghadapi keadaan darurat medis, ditambah dengan tingginya angka sindrom metabolik, menjadi tantangan utama. Pengbadian ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan karyawan melalui pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan program pencegahan sindrom metabolik. Metode yang digunakan meliputi pelatihan resusitasi jantung paru (RJP), penggunaan Automated External Defibrillator (AED), skrining kesehatan rutin, dan edukasi kesehatan terkait gaya hidup sehat. Pelatihan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan, dengan 85% peserta mampu menguasai teknik RJP dan penggunaan AED. Skrining tahunan menunjukkan prevalensi hipertensi sebesar 17%, diabetes 10%, serta penurunan obesitas menjadi 43%. Sesi edukasi kesehatan meningkatkan kesadaran karyawan terhadap pentingnya pola hidup sehat, manajemen stres, dan deteksi dini penyakit. Program ini membuktikan bahwa kombinasi pelatihan BHD dengan intervensi kesehatan yang sistematis secara efektif mengurangi risiko dan meningkatkan keselamatan kerja di lingkungan terpencil dan berisiko tinggi. Disarankan agar program serupa diterapkan di sektor lain untuk meningkatkan keselamatan kerja dan kesehatan secara keseluruhan.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kematian mendadak akibat gangguan kardiovaskular dan sindrom metabolik menjadi perhatian besar di tempat kerja berisiko tinggi, seperti industri pertambangan. Di PT. Manggala Alam Lestari, kurangnya kesiapan karyawan dalam menghadapi keadaan darurat medis, ditambah dengan tingginya angka sindrom metabolik, menjadi tantangan utama. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan karyawan melalui pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan program pencegahan sindrom metabolik. Metode yang digunakan meliputi pelatihan resusitasi jantung paru (RJP), penggunaan Automated External Defibrillator (AED), skrining kesehatan rutin, dan edukasi kesehatan terkait gaya hidup sehat. Pelatihan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan karyawan, dengan 85% peserta mampu menguasai teknik RJP dan penggunaan AED. Skrining tahunan menunjukkan prevalensi hipertensi sebesar 17%, diabetes 10%, serta penurunan obesitas menjadi 43%. Sesi edukasi kesehatan meningkatkan kesadaran karyawan terhadap pentingnya pola hidup sehat, manajemen stres, dan deteksi dini penyakit. Program ini membuktikan bahwa kombinasi pelatihan BHD dengan intervensi kesehatan yang sistematis secara efektif mengurangi risiko dan meningkatkan keselamatan kerja di lingkungan terpencil dan berisiko tinggi. Disarankan agar program serupa diterapkan di sektor lain untuk meningkatkan keselamatan kerja dan kesehatan secara keseluruhan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2025-02-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/2123</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol4.Iss3.2123</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 4 No. 3 (2024): JPKK Edisi Desember 2024; 1-8</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2024/4.3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/2123/706</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2180</identifier>
				<datestamp>2025-10-13T23:08:52Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Nutrition Intervention for Undernourished Children Based on Local Food in the Kayu Jati Tembilahan Hulu Area: Intervensi Gizi Pada Anak Indikasi Kurang Gizi Berbasis Pangan Lokal Di Wilayah Kayu Jati Tembilahan Hulu </dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">INTERVENSI GIZI PADA ANAK INDIKASI KURANG GIZI BERBASIS PANGAN LOKAL DI WILAYAH KAYU JATI TEMBILAHAN HULU : Gizi Kurang</dc:title>
	<dc:creator>SUHARNI, SUHARNI</dc:creator>
	<dc:creator>Nurtanny, Nurtanny</dc:creator>
	<dc:creator>Ardian, Roni</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pangan Lokal, Intevensi, Kurang Gizi, Stunting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pangan Lokal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Intevensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Kurang Gizi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Stunting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Local Food</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Intervention</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Malnutrition</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The focus on fulfilling children's nutrition is a serious concern for the government in efforts to eradicate nutritional problems in order to reduce nutritional problems. Referring to data from the Coordinating Ministry for Human Development and Culture, in Indonesia as of July 1, 2024, 36.10% of toddlers experienced nutritional problems, and 3.6 percent of them had problems and had to be intervened. Nutritional intervention through local food processing in the form of purple sweet potatoes (Ipomoea batatas L) and chayote (Sechium edule) is expected to be able to have an impact on improving nutrition in toddlers. This community service aims to provide nutritional intervention to children who are indicated as malnourished through local food processing. The intervention was given to children indicated as malnourished who live on Jl. Kayu Jati Tembilahan Hulu, Inhil Riau. During the intervention, the child was given a variety of local food processing for 4 (four) weeks with an interval of 1 (one) time per week. The results of the intervention showed a change in initial body weight from 12.20 kg to 12.55 kg. The intervention of providing additional food was carried out for 4 (four) weeks with a provision interval of 1 (one) time per week.
Abstrak
Fokus pemenuhan gizi terhadap anak-anak menjadi perhatian serius pemerintah dalam upaya pengentasan masalah gizi guna menekan masalah gizi. Merujuk data Kemenko PMK bahwa di Indonesia per 1 Juli 2024 ditemukan 36,10 % balita mengalami masalah gizi, dan 3,6 persen diantaranya bermasalah dan harus diintervensi. Intervensi gizi melalui pengolahan pangan lokal berupa ubi ungu (Ipomoea batatas L) dan labu siam (Sechium edule) diharapkan mampu memberikan pengaruh terhadap perbaikan gizi pada balita. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan intervensi gizi terhadap anak yang terindikasi kurang gizi melalui olahan pangan lokal. Intervensi diberikan pada anak terindikasi kurang gizi yang beralamat di Jl. Kayu Jati Tembilahan Hulu, Inhil Riau. Selama intervensi, anak tersebut diberikan variasi olahan pangan lokal selama 4 (empat) minggu dengan interval waktu pemberian 1 (satu) kali seminggu. Hasil intervensi tersebut memperlihatkan adanya perubahan berat badan awal 12,20kg menjadi 12,55kg. Intervensi pemberian makanan tambahan dilakukan selamat 4 (empat minggu) dengan interval waktu permberian 1 (satu) kali seminggu.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi bagi anak-anak telah menjadi perhatian serius pemerintah. Berbagai program dibuat sebagai upaya pengentasan masalah gizi pada anak-anak. Kebutuhan gizi yang tidak terpenuhi dengan baik akan mengakibatkan masalah gizi buruk yang berujung pada stunting. Peran orang tua sangat diperlukan dalam upaya pengentasan masalah gizi buruk tersebut, diantaranya perlunya pemahaman bagi orang tua bahwa untuk memenuhi kebutuhan gizi pada anak bukan berarti harus pangan yang mahal. Pemanfaatan pangan lokal cukup baik dalam upaya pemenuhan gizi anak, pangan lokal dapat dijangkau oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah, selain itu pangan lokal juga dapat diusahakan dengan bercocok tanam dipekarangan rumah. Pengabdian masyarakat ini menitikberatkan pada anak yang terindikasi kurang gizi dengan melakukan intervensi gizi berbasis pangan lokal dengan mengambil sampel anak yang terindikasi kurang gizi yang beralamat di JL. Kayu Jati Tembilahan Hulu. Selama kegiatan anak tersebut diberikan olahan pangan bebasis pangan lokal yang diolah sebagai makanan selingan selama 4 (Empat) minggu dengan interval waktu pemberian 1 (Satu) kali seminggu. Hasil intervensi tersebut memperlihatkan adanya perubahan terhadap penambahan berat badan pada anak yang diintervensi.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2025-04-28</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/2180</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol5.Iss1.2180</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 5 No. 1 (2025): JPKK Edisi April 2025; 1-10</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2025/5.1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/2180/719</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2181</identifier>
				<datestamp>2025-10-13T23:08:50Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Counseling On Medical Waste Sorting For Independent Dental Practice Nurses In Pekanbaru Riau: Penyuluhan Pemilahan Limbah Medis Pada Perawat Praktek Mandiri Dokter Gigi Di Pekanbaru Riau</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">COUNSELING ON MEDICAL WASTE SORTING FOR INDEPENDENT DENTAL PRACTICE NURSES IN PEKANBARU RIAU: Penyuluhan Pemilahan Limbah Medis Pada Perawat Praktek Mandiri Dokter Gigi Di Pekanbaru Riau</dc:title>
	<dc:creator>Dewi, Oktavia</dc:creator>
	<dc:creator>Herniwanti, Herniwanti</dc:creator>
	<dc:creator>Rany, Novita</dc:creator>
	<dc:creator>Leonita, Emi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">perawat gigi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pengetahuan dan sikap</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">dental nurse</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">knowledge and attitude</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">penyuluhan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pemilahan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">limbah medis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">medical waste</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">sorting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">conceling</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Improper medical waste management in dental practices can pose health and environmental risks. This study aims to enhance dental nurses' understanding of medical waste sorting in Pekanbaru. The method involved providing counseling and assessing knowledge through pretest and posttest questionnaires. Ten dental nurses were invited to attend a session on the segregation of infectious and non infectious waste. Results showed an increase in knowledge from 72% to 97% and a positive attitude from 82% to 100% after the session. This program successfully reinforced awareness of proper medical waste management practices. In conclusion, the counseling effectively raised dental nurses' awareness of medical waste risks, promoting safer practices in dental healthcare settings.
Abstrack
Pengelolaan limbah medis yang tidak tepat dalam praktik kedokteran gigi dapat menimbulkan risiko kesehatan dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman perawat gigi tentang pemilahan limbah medis di Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah dengan memberikan penyuluhan dan menilai pengetahuan melalui kuesioner pre-test dan post-test. Sepuluh perawat gigi diundang untuk mengikuti sesi tentang pemilahan limbah infeksius dan non infeksius. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 72% menjadi 97% dan sikap positif dari 82% menjadi 100% setelah sesi. Program ini berhasil memperkuat kesadaran tentang praktik pengelolaan limbah medis yang tepat. Sebagai kesimpulan, penyuluhan tersebut secara efektif meningkatkan kesadaran perawat gigi tentang risiko limbah medis, sehingga mendorong praktik yang lebih aman dalam pengaturan perawatan kesehatan gigi.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pengelolaan limbah medis yang tidak tepat dalam praktik kedokteran gigi dapat menimbulkan risiko kesehatan dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman perawat gigi tentang pemilahan limbah medis di Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah dengan memberikan penyuluhan dan menilai pengetahuan melalui kuesioner pre-test dan post-test. Sepuluh perawat gigi diundang untuk mengikuti sesi tentang pemilahan limbah infeksius dan non infeksius. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan dari 72% menjadi 97% dan sikap positif dari 82% menjadi 100% setelah sesi. Program ini berhasil memperkuat kesadaran tentang praktik pengelolaan limbah medis yang tepat. Sebagai kesimpulan, penyuluhan tersebut secara efektif meningkatkan kesadaran perawat gigi tentang risiko limbah medis, sehingga mendorong praktik yang lebih aman dalam pengaturan perawatan kesehatan gigi.
Kata kunci: penyuluhan pemilahan limbah medis, perawat gigi, pengetahuan dan sikap</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2025-05-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/2181</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol5.Iss1.2181</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 5 No. 1 (2025): JPKK Edisi April 2025; 11-21</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2025/5.1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/2181/720</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2182</identifier>
				<datestamp>2025-10-13T23:09:10Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Assistance in Improving Medical Record Management and Health Information to Patients at Madani Hospital Pekanbaru in 2024: Pendampingan Peningkatan Manajemen Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan Kepada Pasien Di RSD Madani Pekanbaru Tahun 2024</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENDAMPINGAN PENINGKATAN MANAJEMEN REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN KEPADA PASIEN DI  RSD MADANI PEKANBARU TAHUN 2024: Pendampingan Peningkatan Manajemen Rekam Medis Dan Informasi Kesehatan Kepada Pasien Di RSD Madani Pekanbaru Tahun 2024</dc:title>
	<dc:creator>Jepisah, Doni</dc:creator>
	<dc:creator>Azlina, Azlina</dc:creator>
	<dc:creator>Hartono, Budi</dc:creator>
	<dc:creator>Octaria, Haryani</dc:creator>
	<dc:creator>Trisna, Wen Via</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pendampingan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">manajemen</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">rekam medis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">assistance</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">management</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">medical record</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Medical records are written evidence of the healthcare services provided by doctors and medical professionals to patients. They include patient social data, medical history, examinations, diagnoses, as well as treatments and medical procedures. One of the indicators of healthcare service quality is the availability of complete and accurate medical records. At RSUD Madani Pekanbaru, there is still a lack of understanding regarding medical record management. Patients often show low cooperation in providing personal data and medical information, which affects the quality of services. To address this issue, education was provided to the general public and healthcare workers about the importance of medical records in patient safety. The success of improving medical record management depends on the readiness of hospital facilities and the active participation of both patients and healthcare professionals. The method used was counseling/lectures, with the results showing that the activity was successful. This was reflected in the participants’ improved competence, active interaction, and high enthusiasm. Full support from the hospital, especially from the head of medical records, played a crucial role in the success of this activity, helping participants better understand standard medical record management.
 
Abstrak
Rekam medis merupakan bukti tertulis dari proses pelayanan kesehatan yang diberikan oleh dokter dan tenaga kesehatan kepada pasien. Rekam medis mencakup data sosial pasien, riwayat penyakit, pemeriksaan, diagnosis, serta pengobatan dan tindakan medis. Salah satu indikator mutu pelayanan kesehatan adalah ketersediaan rekam medis yang lengkap dan akurat. Di RSUD Madani Pekanbaru, masih ditemukan rendahnya pemahaman tentang manajemen rekam medis. Pasien sering kurang kooperatif dalam memberikan data pribadi dan informasi medis, yang berdampak pada rendahnya mutu pelayanan. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan edukasi kepada masyarakat umum dan petugas kesehatan mengenai pentingnya rekam medis dalam keselamatan pasien. Keberhasilan implementasi peningkatan manajemen rekam medis bergantung pada kesiapan fasilitas rumah sakit serta partisipasi aktif dari pasien dan tenaga kesehatan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan/ceramah dengan hasil Kegiatan penyuluhan berjalan sukses dengan peningkatan kompetensi peserta yang terlihat dari interaksi aktif dan antusiasme tinggi. Dukungan penuh dari pihak rumah sakit, khususnya kepala rekam medis, menjadi faktor penting dalam keberhasilan kegiatan ini, membantu peserta lebih memahami manajemen rekam medis sesuai standar.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Rekam medis merupakan bukti tertulis dari proses pelayanan kesehatan yang diberikan oleh dokter dan tenaga kesehatan kepada pasien. Rekam medis mencakup data sosial pasien, riwayat penyakit, pemeriksaan, diagnosis, serta pengobatan dan tindakan medis. Salah satu indikator mutu pelayanan kesehatan adalah ketersediaan rekam medis yang lengkap dan akurat. Di RSUD Madani Pekanbaru, masih ditemukan rendahnya pemahaman tentang manajemen rekam medis. Pasien sering kurang kooperatif dalam memberikan data pribadi dan informasi medis, yang berdampak pada rendahnya mutu pelayanan. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan edukasi kepada masyarakat umum dan petugas kesehatan mengenai pentingnya rekam medis dalam keselamatan pasien. Keberhasilan implementasi peningkatan manajemen rekam medis bergantung pada kesiapan fasilitas rumah sakit serta partisipasi aktif dari pasien dan tenaga kesehatan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan/ceramah dengan hasil Kegiatan penyuluhan berjalan sukses dengan peningkatan kompetensi peserta yang terlihat dari interaksi aktif dan antusiasme tinggi. Dukungan penuh dari pihak rumah sakit, khususnya kepala rekam medis, menjadi faktor penting dalam keberhasilan kegiatan ini, membantu peserta lebih memahami manajemen rekam medis sesuai standar.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2025-05-07</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/2182</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol5.Iss1.2182</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 4 No. 3 (2024): JPKK Edisi Desember 2024; 34-40</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2024/4.3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/2182/726</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2183</identifier>
				<datestamp>2025-10-13T23:09:13Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Health Promotion For Type 2 Diabetes Mellitus Patients With Complication At The Langsat Community Health Center: Promosi Kesehatan Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Komplikasi Di Puskesmas Langsat</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">the HEALTH PROMOTION FOR TYPE 2 DIABETES MELLITUS PATIENTS WITH COMPLICATION AT THE LANGSAT COMMUNITY HEALTH CENTER: PROMOSI KESEHATAN PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DENGAN KOMPLIKASI DI PUSKESMAS LANGSAT</dc:title>
	<dc:creator>fenty fajri handayani</dc:creator>
	<dc:creator>Dewi, Oktavia</dc:creator>
	<dc:creator>Anwir, Harvandy</dc:creator>
	<dc:creator>Leonita, Emi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Complications</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Health Promotion</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Type 2 Diabetes Mellitus</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Diabetes Mellitus tipe 2</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Komplikasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Promosi Kesehatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Complications</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Health Promotion</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Type 2 Diabetes Mellitus</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">One of the non-communicable diseases (NCD) is Diabetes Mellitus. Diabetes Mellitus is a metabolic disease characterized by increased blood sugar levels in the body because the body cannot produce insulin or cannot use insulin effectively. Type 2 DM often occurs in adults, especially those who have risk factors such as being overweight, lack of physical activity, unhealthy eating patterns, and genetic factors. One of the factors causing the increase in cases of type 2 DM is the patient's lack of knowledge about type 2 DM. If left unchecked, it will result in complications. Therefore, an effort to increase patient knowledge is to carry out health promotion regarding type 2 DM. This activity was carried out with the aim of finding out health promotion efforts in reducing the number of complications in type 2 DM sufferers at the Langsat Community Health Center. The methods used are observation, document review and interviews. The results obtained after providing education are an increase in patient knowledge regarding prevention that can be done in type 2 DM patients.
 Abstrak
Salah satu penyakit tidak menular (PTM) adalah Diabetes Mellitus. Diabetes Mellitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah dalam tubuh disebabkan karena tubuh tidak dapat menghasilkan insulin atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Pada DM tipe 2 ini sering terjadi pada orang dewasa, terutama yang memiliki faktor resiko seperti kelebihan berat badan, kurangnya melakukan aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, serta faktor genetik. Salah satu faktor penyebab terjadinya kenaikan kasus DM tipe 2 adalah kurangnya pengetahuan pasien mengenai penyakit DM tipe 2. Apabila dibiarkan akan berlanjut menjadi lebih parah sehingga menjadi DM dengan komplikasi. Oleh sebab itu, upaya untuk meningkatkan pengetahuan pasien adalah dengan melakukan promosi kesehatan mengenai DM tipe 2 berupa penyuluhan tentang DM tipe 2 dan Komplikasi. Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui upaya promosi kesehatan dalam menurunkan angka komplikasi bagi penderita DM tipe 2 di Puskesmas Langsat. Metode kegiatan pengabdian yang dilakukan yaitu berupa penyuluhan dengan ceramah dan video disertai adanya pre dan post test terhadap pengetahuan yang diberikan terkait DM tipe 2 dengan Komplikasi. Hasil yang didapatkan setelah pemberian edukasi berupa penyuluhan yaitu terjadinya peningkatan pengetahuan pasien terkait pencegahan yang dapat dilakukan bagi pasien DM tipe 2 dengan komplikasi. Dengan hasil rata-rata pre-test 39% dan rata-rata post-test 87%.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Salah satu penyakit tidak menular (PTM) adalah Diabetes Mellitus. Diabetes Mellitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah dalam tubuh disebabkan karena tubuh tidak dapat menghasilkan insulin atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Pada DM tipe 2 ini sering terjadi pada orang dewasa, terutama yang memiliki faktor resiko seperti kelebihan berat badan, kurangnya melakukan aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, serta faktor genetik. Salah satu faktor penyebab terjadinya kenaikan kasus DM tipe 2 adalah kurangnya pengetahuan pasien mengenai penyakit DM tipe 2. Jika dibiarkan, maka akan berakibat komplikasi. Oleh sebab itu, upaya untuk meningkatkan pengetahuan pasien adalah dengan melakukan promosi kesehatan mengenai DM tipe 2. Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui upaya promosi kesehatan dalam menurunkan angka komplikasi bagi penderita DM tipe 2 di Puskesmas Langsat. Metode yang dilakukan yaitu dengan observasi, telaah dokumen, dan wawancara. Hasil yang didapatkan setelah pemberian edukasi yaitu terjadinya peningkatan pengetahuan pasien terkait pencegahan yang dapat dilakukan bagi pasien DM tipe 2.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2025-02-17</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/2183</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol4.Iss3.2183</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 4 No. 3 (2024): JPKK Edisi Desember 2024; 9-19</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2024/4.3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/2183/712</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2191</identifier>
				<datestamp>2025-10-13T23:09:08Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Smart Ways To Use Plants Around The House As Aedes Aegypti Mosquito Repellents In RT 02/RW14 Tuah Karya Village: Cara Cerdas Memanfaatkan Tanaman Sekitar Rumah Sebagai Pengusir Nyamuk Aedes Aegypti Di RT  02/RW14  Kelurahan Tuah Karya</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">CARA CERDAS MEMANFAATKAN TANAMAN SEKITAR RUMAH SEBAGAI PENGUSIR NYAMUK Aedes aegypti di RT  02/RW14 KELURAHAN TUAH KARYA: Cara Cerdas Memanfaatkan Tanaman Sekitar Rumah Sebagai Pengusir Nyamuk Aedes Aegypti Di RT  02/RW14  Kelurahan Tuah Karya</dc:title>
	<dc:creator>Wahyuni, Denai</dc:creator>
	<dc:creator>Desfita, Sri</dc:creator>
	<dc:creator>Maria Ulfa, Henny</dc:creator>
	<dc:creator>Amalia, Risa</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tanaman sekitar rumah</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengusir nyamuk,</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ae.aegypt</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">household plants</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">mosquito repellent</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Aedes aegypti</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease that remains prevalent in Indonesia, caused by the dengue virus transmitted through the bite of mosquitoes from the Aedes genus. The community in RT 02/RW 14 lacks understanding of the life cycle and breeding habitats of Aedes aegypti mosquitoes, as evidenced by the presence of water-holding containers around homes and poor behavioral changes among residents. Therefore, education is necessary to explain the types of plants that can repel mosquitoes in residential areas. This educational activity was attended by 20 participants, focusing exclusively on the women of the PKK (Family Welfare Movement) in RT 02/RW 14, Tuah Karya Village. The educational material covered the characteristics, life cycle, and behavior of Aedes aegypti, as well as the features and types of plants that can repel these mosquitoes. Knowledge assessment was conducted through pre-tests and post-tests before and after the educational sessions. The pre-test results revealed that 61.7% of participants had poor knowledge, while 38.3% demonstrated good knowledge. Post-test results showed a significant improvement, with only 17.5% having poor knowledge and 82.5% achieving good knowledge. This health education program through counseling proved to be an effective preventive measure against the transmission of dengue fever.
Abstrak
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit infeksi yang kejadiannya masih tetap tinggi di Indonesia disebabkan virus dengue melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes. Masyarakat RT 02/RW14 kurang memahami siklus hidup dan perindukan nyamuk Ae. Aegypti, hal ini terlihat masih banyak media yang menampung air di sekitar rumah dan perubahan perilaku masyarakat yang kurang baik. Oleh karena itu, dirasa perlu edukasi dengan menjelaskan jenis-jenis tanaman yang dapat menolak nyamuk di lingkungan rumah. Penyuluhan ini dihadiri 20 orang berfokus hanya pada ibu-ibu PKK RT 02/RW14 Kelurahan Tuah Karya. Materi edukasi mengenai ciri-ciri, siklus hidup dan perilaku Ae. aegypti, ciri-ciri dan jenis tanaman yang dapat digunakan untuk mengusir nyamuk Ae. aegypti. Proses penilaian pengetahuan dilakukan dengan pre-test dan post-test pada pra dan pasca aktivitas penyuluhan. Hasil pre-test menunjukkan bahwa rata-rata hasil pre-test pengetahuan peserta masih kurang sebanyak 61,7%, dan 38,3% memiliki kategori pengetahuan baik Sedangkan hasil post-test terjadi peningkatan yang signifikan. Pengetahuan kurang 17,5% dan pengetahuan baik 82,5%. Program edukasi kesehatan melalui penyuluhan ini dinilai efektif sebagai tindakan preventif penularan penyakit demam berdarah</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit infeksi yang kejadiannya masih tetap tinggi di Indonesia disebabkan virus dengue melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes. Masyarakat RT 02/RW14 kurang memahami siklus hidup dan perindukan nyamuk Ae. aegypti, hal ini terlihat masih banyak media yang menampung air di sekitar rumah dan perubahan perilaku masyarakat yang kurang baik Oleh karena itu, dirasa perlu edukasi dengan menjelaskan jenis-jenis tanaman yang&amp;nbsp; dapat menolak nyamuk di lingkungan rumah. Penyuluhan ini dihadiri 20 berfokus hanya pada ibu- ibu PKK RT 02/RW14 Kelurahan Tuah Karya. Materi edukasi mengenai ciri-ciri, siklus hidup dan perilaku Ae. aegypti, Ciri-ciri dan jenis tanaman yang dapat digunakan untuk mengusir nyamuk Ae. aegypti. Proses penilaian pengetahuan dilakukan dengan pre-test dan post-test pada pra dan pasca aktivitas penyuluhan. Hasil pre-test menunjukkan bahwa rata-rata hasil pre-test pengetahuan peserta masih kurang sebanyak 61,7%, dan 38,3% memiliki kategori pengetahuan baik Sedangkan hasil post-test terjadi peningkatan yang signifikan. Pengetahuan kurang 17,5% dan pengetahuan baik 82,5% Program edukasi kesehatan melalui penyuluhan ini dinilai efektif sebagai tindakan preventif penularan penyakit demam berdarah</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2025-06-11</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/2191</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol5.Iss1.2191</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 4 No. 3 (2024): JPKK Edisi Desember 2024; 26-38</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2024/4.3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/2191/736</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2216</identifier>
				<datestamp>2025-10-13T23:08:48Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Health Promotion and Internalization of Ontological, Epistemological, and Axiological Concepts for Malaria Outbreak Control in Kuala Selat Village, Kateman Subdistrict, Indragiri Hilir District, Riau Province in 2024: Promosi Kesehatan dan Internalisasi Konsep Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi Pengendalian Kejadian Luar Biasa (KLB) Malaria Di Desa Kuala Selat Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau Tahun 2024</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">a Promosi Kesehatan dan Internalisasi Konsep Ontologi, Epistemologi dan Aksiologi Pengendalian Kejadian Luar Biasa (KLB) Malaria Di Desa Kuala Selat Kecamatan Kateman Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau Tahun 2024: artikel</dc:title>
	<dc:creator> Rustam, Musfardi</dc:creator>
	<dc:creator>Septina, Putri</dc:creator>
	<dc:creator>Fitri, Dhinul</dc:creator>
	<dc:creator>Suhar, Suhar</dc:creator>
	<dc:creator>Zuhairi, Umri</dc:creator>
	<dc:creator>Marcodinata, Marcodinata</dc:creator>
	<dc:creator>Masri, Donni</dc:creator>
	<dc:creator>Firdaus, Rasir</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Malaria</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Epistemologi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ontology</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> Axiology </dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">ontologi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US"> Epistemology</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Aksiologi</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Malaria is a life-threatening public health problem and is transmitted to humans through the bite of the infected female Anopheles mosquito. This disease is largely found in tropical countries where it is preventable and curable. Mild symptoms include fever, shivering, and headache; while severe symptoms include fatigue, confusion, seizure, and difficulty breathing. This community engagement article aimed to analyze health promotion and internalization of Malaria outbreak control based on ontological, epistemological, and axiological concepts in the field of Nursing Science Philosophy. The method was field visits through health promotion using poster media, flip charts, leaflet distribution, counseling, and observation of behavioral changes. The number of participants in the community engagement activity was greater than 100 people in Kuala Selat Village, Indragiri Hilir District. This activity also analyzed activities from the context of community nursing care by internalizing ontological, epistemological, and axiological concepts. The results showed that ontologically Malaria is scientifically caused by Plasmodium parasite transmitted through Anopheles mosquito’s bite. Epistemologically, knowledge about Malaria is acquired through various scientific methods, such as training, research, laboratory examination, field-based observation, and epidemiological analysis. While, in term of axiology, controlling Malaria cases is to meet human needs and improve the quality of life of the community. This program aimed to accelerate the Malaria outbreak control through health promotion, epidemiological investigation, knowledge enhancement, early detection, timely treatment, and vector control. Strengthening case management of Malaria is through adequate laboratory examinations for diagnosis and treatment according to the national program standards. This article emphasizes the importance of health promotion endeavors and internalizing the ontological, epistemological, and axiological concepts in controlling Malaria outbreak in Kuala Selat Village, Indragiri Hilir District.
Abstrak
Malaria menjadi masalah kesehatan masyarakat yang mengancam jiwa dan ditularkan ke manusia melalui perantaraan nyamuk. Penyakit ini sebagian besar ditemukan di negara tropis dimana penyakit ini dapat dicegah dan disembuhkan. Malaria sebagian besar menyebar ke manusia melalui gigitan  nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Gejala ringan meliputi demam, menggigil dan sakit kepala. Gejala berat meliputi kelelahan, kebingungan, kejang dan kesulitan bernapas. Artikel pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk analisis promosi Kesehatan dan Internalisasi pengendalian Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria berdasarkan konsep ontologi, epistemologi dan aksiologi dalam bidang Filsafat Ilmu Keperawatan. Metodologi yang digunakan adalah kunjungan lapangan melalui promosi kesehatan penggunaan media poster, flip chart, pemberian leaflet, penyuluhan serta pengamatan perubahan perilaku. Jumlah masyarakat yang dapat mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat ini lebih 100 orang yang berasal dari Desa Kuala Selat Kabupaten Indragiri Hilir. Kegiatan ini juga menganalisis kegiatan dari konteks perawatan komunitas dengan internalisasi konsep ontologi, epistemologi dan aksiologi. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari konsep ontologi malaria sebagai suatu ilmu disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles. Secara Epistemologi pengetahuan tentang malaria diperoleh melalui berbagai metode ilmiah seperti penyuluhan, penelitian, pemeriksaan laboratorium, observasi lapangan serta analisis secara epidemiologis. Sedangkan secara  aksiologi pengendalian kasus malaria dalam rangka memenuhi kebutuhan manusia serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Program ini bertujuan untuk percepatan pengendalian KLB malaria melalui promosi kesehatan, penyelidikan epidemiologi, peningkatan pengetahuan, deteksi dini, pengobatan tepat waktu dan pengendalian vektor. Penguatan tatalaksana kasus malaria melalui pemeriksaan laboratorium adekuat untuk penegakan diagnosis dan pengobatan sesuai standar program nasional. Artikel ini menekankan pentingnya upaya promosi kesehatan dan internalisasi konsep ontologi, epistemologi dan aksiologi dalam pengendalian KLB Malaria di Kuala Selat Kabupaten Indragiri Hilir.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Malaria menjadi masalah kesehatan masyarakat yang mengancam jiwa dan ditularkan ke manusia melalui perantaraan nyamuk. Penyakit ini sebagian besar ditemukan di negara tropis dimana penyakit ini dapat dicegah dan disembuhkan. Malaria sebagian besar menyebar ke manusia melalui gigitan&amp;nbsp; nyamuk Anopheles&amp;nbsp;betina yang terinfeksi. Gejala ringan meliputi demam, menggigil dan sakit kepala. Gejala berat meliputi kelelahan, kebingungan, kejang dan kesulitan bernapas. Artikel pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk analisis promosi Kesehatan dan Internalisasi pengendalian Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria berdasarkan konsep ontologi, epistemologi dan aksiologi bidang Filsafat Ilmu Keperawatan. Metodologi yang digunakan adalah kunjungan lapangan melalui promosi kesehatan penggunaan media poster, flip chart, pemberian leaflet, penyuluhan serta pengamatan perubahan perilaku. Jumlah masyarakat yang dapat mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat ini lebih 100 orang yang berasal dari Desa Kuala Selat Kabupaten Indragiri Hilir. Kegiatan ini juga menganalisis kegiatan dari konteks perawatan komunitas dengan internalisasi konsep ontologi, epistemologi dan aksiologi. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari konsep ontologi malaria sebagai suatu ilmu disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles. Secara Epistemologi pengetahuan tentang malaria diperoleh melalui berbagai metode ilmiah seperti penyuluhan, penelitian, pemeriksaan laboratorium, observasi lapangan serta analisis secara epidemiologis. Sedangkan secara&amp;nbsp; aksiologi pengendalian kasus malaria dalam rangka memenuhi kebutuhan manusia serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Program ini bertujuan untuk percepatan pengendalian KLB malaria melalui promosi kesehatan, penyelidikan epidemiologi, peningkatan pengetahuan, deteksi dini, pengobatan tepat waktu dan pengendalian vektor. Penguatan tatalaksana kasus malaria melalui pemeriksaan laboratorium adekuat untuk penegakan diagnosis dan pengobatan sesuai standar program nasional. Artikel ini menekankan pentingnya Upaya promosi kesehatan dan internalisasi konsep ontologi, epistemologi dan aksiologi dalam pengendalian KLB Malaria di Kuala Selat Kabupaten Indragiri Hilir.
&amp;nbsp;
Kata kunci: Malaria, Ontologi, Epistemologi, Aksiologi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2025-05-05</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/2216</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol5.Iss1.2216</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 5 No. 1 (2025): JPKK Edisi April 2025; 22-33</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2025/5.1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/2216/721</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2235</identifier>
				<datestamp>2025-10-13T23:08:43Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Education on the Use of Black Cumin (Nigella sativa L.) to Reduce Hypertension in Ngombakan Village, Polokarto Subdistrict, Central Java: Edukasi Pemanfaatan Jintan Hitam (Nigella Sativa L) Dalam Menurunkan Hipertensi Di Desa Ngombakan Kecamatan Polokarto Jawa Tengah</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Mr. EDUKASI PEMANFAATAN JINTAN HITAM (Nigella Sativa L) DALAM MENURUNKAN HIPERTENSI DI DESA NGOMBAKAN  KECAMATAN POLOKARTO JAWA TENGAH: Edukasi Pemanfaatan Jintan Hitam (Nigella Sativa L) Dalam Menurunkan Hipertensi Di Desa Ngombakan Kecamatan Polokarto Jawa Tengah</dc:title>
	<dc:creator>Adi, Omry</dc:creator>
	<dc:creator>Sulasmi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">elderly</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">hypertension</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">black cummin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">health education</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Lansia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hipertensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Jintan Hitam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Edukasi Kesehatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">lansia</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">hipertensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">jintan hitam</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">edukasi kesehatan</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The number of elderly (senior citizens) in Indonesia continues to increase every year, including in Polokarto Subdistrict, Sukoharjo Regency. As people age, they experience a decline in organ function, which increases the risk of degenerative diseases such as hypertension. Hypertension management can be carried out through both pharmacological and non-pharmacological therapies. One natural ingredient with potential to lower blood pressure is black cumin (Nigella sativa L.), known for its antioxidant, anti-inflammatory, and antihypertensive effects. This community service activity aimed to provide education on the use of black cumin in reducing hypertension among the elderly, particularly in Ngombakan Village, Polokarto Subdistrict. The methods included health education through lectures and elderly exercise as a form of non-pharmacological therapy. Evaluation was conducted using pretest and posttest to measure participants' knowledge improvement. The results showed high enthusiasm from participants and an increase in knowledge scores after the educational session. This activity demonstrated that education based on natural remedies and physical activity can serve as a promotive and preventive strategy in controlling hypertension among the elderly. Therefore, educational and natural approaches like this are important to continue developing in efforts to improve the health status of the elderly in the community.
Abstrak
Jumlah lanjut usia (lansia) di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya, mencapai 30,16 juta jiwa pada tahun 2021. Provinsi Jawa Tengah menempati urutan ketiga dengan jumlah lansia sebesar 4.671.430 jiwa (12,71%), sementara di Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, tercatat 11.123 lansia dengan 14.327 kasus hipertensi (52,7%) dari total penduduk usia ≥15 tahun. Seiring bertambahnya usia, lansia mengalami penurunan fungsi organ yang meningkatkan risiko penyakit degeneratif seperti hipertensi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi mengenai pemanfaatan jintan hitam (Nigella sativa L.) yang memiliki efek antioksidan, antiinflamasi, dan antihipertensi, serta mempromosikan senam lansia sebagai terapi nonfarmakologis. Kegiatan dilaksanakan melalui ceramah, pembagian produk jintan hitam (serbuk dan kapsul), serta senam lansia, dengan jumlah peserta 30 orang dan tingkat kehadiran 80% (24 peserta). Evaluasi dilakukan melalui pretest dan post test tertulis serta kuesioner kepuasan. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 62,27 (pretest) menjadi 76,82 (post test), serta 74% peserta menyatakan kegiatan sangat baik, 12% baik, dan 14% cukup. Hasil ini membuktikan bahwa edukasi berbasis bahan alam disertai aktivitas fisik sederhana dapat menjadi strategi promotif dan preventif yang efektif dalam mengendalikan hipertensi pada lansia.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Jumlah lanjut usia (lansia) di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya, termasuk di Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo. Seiring bertambahnya usia, lansia mengalami penurunan fungsi organ yang meningkatkan risiko penyakit degeneratif seperti hipertensi. Penanganan hipertensi dapat dilakukan dengan terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Salah satu bahan alam yang memiliki potensi menurunkan tekanan darah adalah jintan hitam (Nigella sativa L.), yang dikenal memiliki efek antioksidan, antiinflamasi, dan antihipertensi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi mengenai pemanfaatan jintan hitam dalam menurunkan hipertensi pada lansia, khususnya di Desa Ngombakan, Kecamatan Polokarto. Metode kegiatan meliputi penyuluhan menggunakan pendekatan ceramah serta senam lansia sebagai bentuk terapi nonfarmakologis. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan post test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta, serta peningkatan skor pengetahuan setelah penyuluhan. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi berbasis bahan alam dan aktivitas fisik dapat menjadi strategi promotif dan preventif dalam mengendalikan hipertensi pada lansia. Oleh karena itu, pendekatan edukatif dan alami seperti ini penting untuk terus dikembangkan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan lansia di masyarakat.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2025-06-02</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/2235</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol5.Iss1.2235</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 5 No. 1 (2025): JPKK Edisi April 2025; 53-61</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2025/5.1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/2235/733</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2241</identifier>
				<datestamp>2025-10-13T23:08:45Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Community Health Education on Heart Health Maintenance and Hypertension Prevention in the Coastal Area of Soropia District, Konawe Regency: Edukasi Kesehatan Masyarakat Jaga Kesehatan Jantung Dan Cegah Hipertensi Di Daerah Pesisir Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">EDUKASI KESEHATAN MASYARAKAT JAGA KESEHATAN JANTUNG DAN CEGAH HIPERTENSI DI DAERAH PESISIR KECAMATAN SOROPIA KABUPATEN KONAWE: Edukasi Kesehatan Masyarakat Jaga Kesehatan Jantung Dan Cegah Hipertensi Di Daerah Pesisir Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe</dc:title>
	<dc:creator>Natalia Christiani Putri</dc:creator>
	<dc:creator>Hasnawati</dc:creator>
	<dc:creator>Ruslin</dc:creator>
	<dc:creator>Wahyuni</dc:creator>
	<dc:creator>Irnawati</dc:creator>
	<dc:creator>Nasrudin</dc:creator>
	<dc:creator>Muthmainnah, Ayu</dc:creator>
	<dc:creator>Raisu, Risnawati</dc:creator>
	<dc:creator>La Ode Rakhmatsyah</dc:creator>
	<dc:creator>Nurbaida</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Hipertensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Penyuluhan Kesehatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pencegahan Hipertensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">Pengabdian Masyarakat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hipertensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Penyuluhan Kesehatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pencegahan Hipertensi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pengabdian Masyarakat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hypertension</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Health Education</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Hypertension Prevention</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Community Service</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">This community service activity aimed to improve public understanding and attitudes toward the prevention of hypertension. Based on the findings, cases of hypertension remain relatively high among residents. Information gathered also indicated that the community's knowledge about hypertension is still relatively low. Education was provided through several stages, starting with planning and preparation, which included obtaining permissions and organizing target participants. This was followed by the implementation phase, where educational materials were delivered and concluded with an evaluation session. The program's success was measured by increased participants' knowledge about hypertension after the activity. The results showed an improvement in public understanding of hypertension. Therefore, it is expected that healthcare workers and local health centers will continue to support the community through regular education on hypertension and by paying close attention to their health status. Preventive efforts can begin by avoiding various risk factors and routinely checking blood pressure, especially considering that hypertension is one of the most prevalent non-communicable diseases (NCDs) managed at the Soropia Health Center.
 
Abstrak
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman dan sikap masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit hipertensi. Berdasarkan hasil identifikasi data di wilayah kerja Puskesmas Soropia, Kabupaten Konaw, ada lima besar penyakit yang tercatat, hipertensi menempati urutan teratas, diikuti oleh rematik, gastritis, dan diabetes. Tingginya prevalensi hipertensi menunjukkan perlunya perhatian lebih serta upaya edukasi kesehatan yang konsisten dan berkelanjutan. Edukasi diberikan melalui beberapa tahapan, dimulai dari perencanaan dan persiapan yang mencakup perolehan izin dan pengorganisasian peserta sasaran, dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan berupa penyampaian materi, serta ditutup dengan sesi penilaian. Keberhasilan program ini dievaluasi melalui peningkatan pengetahuan peserta mengenai hipertensi (peningkatan 76,55%) dari rerata 50,00 menjadi 88,28 setelah kegiatan berlangsung. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit hipertensi. Oleh karena itu, diharapkan tenaga kesehatan dan pihak Puskesmas dapat terus memberikan dukungan melalui edukasi yang berkelanjutan terkait hipertensi serta memantau kondisi kesehatan warga. Langkah pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari faktor-faktor risiko serta membiasakan diri untuk rutin memeriksa tekanan darah, mengingat hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang paling sering ditangani di Puskesmas Soropia.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman dan sikap masyarakat dalam upaya pencegahan penyakit hipertensi. Berdasarkan hasil identifikasi, ditemukan bahwa kasus hipertensi masih cukup tinggi di kalangan warga. Informasi yang dihimpun juga menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat tentang hipertensi masih tergolong rendah. Edukasi diberikan melalui beberapa tahapan, dimulai dari perencanaan dan persiapan yang mencakup perolehan izin dan pengorganisasian peserta sasaran, dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan berupa penyampaian materi, serta ditutup dengan sesi penilaian. Keberhasilan program ini dievaluasi melalui peningkatan tingkat pengetahuan peserta mengenai hipertensi setelah kegiatan berlangsung. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit hipertensi. Oleh karena itu, diharapkan tenaga kesehatan dan pihak Puskesmas dapat terus memberikan dukungan melalui edukasi yang berkelanjutan terkait hipertensi serta memantau kondisi kesehatan warga. Langkah pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari faktor-faktor risiko serta membiasakan diri untuk rutin memeriksa tekanan darah, mengingat hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang paling sering ditangani di Puskesmas Soropia.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2025-05-23</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/2241</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol5.Iss1.2241</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 5 No. 1 (2025): JPKK Edisi April 2025; 41-52</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2025/5.1</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/2241/727</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2281</identifier>
				<datestamp>2025-10-13T23:08:24Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Supporting Pregnant Women Through Telenursing to Improve Spiritual Literacy During Pregnancy: Pendampingan Ibu Hamil Melalui Telenursing Dalam Meningkatkan Spiritual Literacy Selama Kehamilan </dc:title>
	<dc:creator>Hasnah, Hasnah</dc:creator>
	<dc:creator>Gani, Nurul Fadhilah</dc:creator>
	<dc:creator>Nurhidayah</dc:creator>
	<dc:creator>Rahmi, Andi Nurul</dc:creator>
	<dc:creator>Madianah</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ibu hamil</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">literacy spiritual</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Telenursing</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pregnant women</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">spiritual literacy</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Pregnancy represents a dynamic phase in a woman's life, encompassing physical, emotional, and spiritual changes. Enhancing spiritual literacy among pregnant women is essential for maintaining psychological well-being and preparing for the childbirth experience. This community service initiative employed the Participatory Action Research (PAR) approach to enhance the spiritual awareness and experiences of pregnant women. Conducted at the Tamalanrea Jaya Health Center in 2024, the program engaged 20 pregnant women as participants. Post-intervention findings indicated a notable improvement in participants’ understanding of the significance of spirituality during pregnancy, along with increased feelings of calmness and emotional comfort in managing their pregnancies. These outcomes underscore the relevance of spiritual literacy as a critical dimension of holistic maternal health. The integration of spiritual care into maternal health services—along with the use of digital health strategies such as telenursing—is recommended to ensure accessible, effective, and patient-centered care for pregnant women.
Abstrak
Kehamilan merupakan fase kehidupan yang penuh dinamika baik secara fisik, emosional, maupun spiritual. Literasi spiritual ibu hamil menjadi aspek penting dalam menjaga keseimbangan psikologis dan mendukung kesiapan menghadapi proses persalinan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengalaman spiritual ibu hamil melalui metode Participatory Action Research (PAR). Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Tamalanrea Jaya pada tahun 2024, dengan melibatkan 20 orang ibu hamil sebagai peserta. Kegiatan dilaksanakan mulai bulan Oktober-November 2024. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah pendampingan, didapatkan peningkatan pemahaman tentang pentingnya spiritualitas selama kehamilan, serta merasa lebih tenang dan nyaman menjalani kehamilan. 90% Ibu hamil mengatakan bersyukur mendapatkan informasi tentang spiritual literacy dalam kehamilan, hal tersebut merupakan pengetahuan baru. Ibu-ibu peserta juga merasa lebih tenang setelah mendapat informasi dan pendampingan melalui telenursing tentang spiritual literacy. Hasil pengabdian ini mengindikasikan bahwa literasi spiritual dapat menjadi bagian penting dalam promosi kesehatan maternal secara holistik., Diharapkan pelayanan kesehatan maternal senantiasa memerhatikan aspek spiritual dalam pemberiannya serta memanfaatkan telenursing untuk efektif dan efisiennya pemberian pelayanan kesehatan bagi ibu hamil.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Kehamilan merupakan fase kehidupan yang penuh dinamika baik secara fisik, emosional, maupun spiritual. Literasi spiritual ibu hamil menjadi aspek penting dalam menjaga keseimbangan psikologis dan mendukung kesiapan menghadapi proses persalinan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengalaman spiritual ibu hamil melalui metode Participatory Action Research (PAR). Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Tamalanrea Jaya pada tahun 2024, dengan melibatkan 20 orang ibu hamil sebagai peserta. Kegiatan dilaksanakan mulai bulan Oktober-November 2024. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah pendampingan, didapatkan peningkatan pemahaman tentang pentingnya spiritualitas selama kehamilan, serta merasa lebih tenang dan nyaman menjalani kehamilan. Hasil pengabdian ini mengindikasikan bahwa literasi spiritual dapat menjadi bagian penting dalam promosi kesehatan maternal secara holistik., Diharapkan pelayanan kesehatan maternal senantiasa memerhatikan aspek spiritual dalam pemberiannya serta memanfaatkan telenursing untuk efektif dan efisiennya pemberian pelayanan kesehatan bagi ibu hamil.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2025-08-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/2281</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol5.Iss2.2281</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 5 No. 2 (2025): JPKK Edisi Agustus 2025; 1-10</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2025/5.2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/2281/740</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2287</identifier>
				<datestamp>2025-12-15T04:02:49Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Ergonomic Approach In Visual Graphic Design On Students SMK N 05 Pekanbaru: Pendekatan Ergonomi Dalam Desain Grafis Visual Pada Siswa SMK N 05 Pekanbaru</dc:title>
	<dc:creator>Anggara, Aldino</dc:creator>
	<dc:creator>Amin, Makomul</dc:creator>
	<dc:creator>Malai, Muhammad Fahri</dc:creator>
	<dc:creator>Algazari, Afdhal</dc:creator>
	<dc:creator>Hibrizi, Atthaya</dc:creator>
	<dc:creator>Yolanda, Fitra</dc:creator>
	<dc:creator>Putra, Risky Dwi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ergonomi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Keselamatan Kerja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Desain Grafis</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">SMK</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Postur Duduk</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ergonomics</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Occupational Safety</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Graphic Design</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Sitting Posture</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The application of ergonomic principles in schools is very important to create a safe and healthy learning environment, especially related to the use of computers in the digital age. This activity aims to improve the understanding of SMK N 05 Pekanbaru students regarding the importance of ergonomics in visual graphic design, as well as to avoid the risk of musculoskeletal problems such as back pain due to improper sitting positions. By using interactive lecture methods and presentation tools, information is conveyed about the correct way to sit, ergonomic work tool arrangements, and the importance of taking regular breaks. The results of this activity show that students are more aware of ergonomic practices, and there is support from the school to implement these principles on an ongoing basis.
Abstrak
Penerapan prinsip ergonomi di sekolah merupakan hal yang sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan sehat, terutama berkaitan dengan penggunaan komputer di era digital. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa SMK N 05 Pekanbaru mengenai pentingnya ergonomi dalam desain grafis visual, mencegah risiko gangguan muskuloskeletal seperti nyeri punggung bawah, serta mendorong pihak sekolah untuk mendukung penerapan ergonomi dalam proses belajar. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 28 Mei 2025 pukul 08.00–11.00 WIB di SMK N 05 Pekanbaru dengan jumlah peserta sebanyak 35 siswa. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif dan tanya jawab, dibantu media presentasi Power Point dan spanduk. Materi yang diberikan meliputi cara duduk yang benar, pengaturan alat kerja yang ergonomis, dan pentingnya peregangan atau istirahat secara berkala. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap prinsip ergonomi, kesadaran untuk menjaga postur tubuh saat bekerja, serta adanya dukungan dari pihak sekolah untuk menerapkan prinsip-prinsip ergonomi secara berkelanjutan.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Penerapan prinsip ergonomi di sekolah merupakan hal yang sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan sehat, terutama berkaitan dengan penggunaan komputer di zaman digital. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa SMK N 05 Pekanbaru mengenai pentingnya ergonomi dalam desain grafis visual, serta untuk menghindari risiko masalah muskuloskeletal seperti nyeri punggung akibat posisi duduk yang tidak tepat. Dengan menggunakan metode kuliah interaktif serta alat presentasi, informasi disampaikan tentang cara duduk yang benar, pengaturan alat kerja yang ergonomis, dan pentingnya mengambil jeda secara teratur. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa menjadi lebih sadar akan praktik ergonomi, serta ada dukungan dari pihak sekolah untuk menerapkan prinsip-prinsip ini secara berkelanjutan.
Kata Kunci:&amp;nbsp;Ergonomi, Keselamatan Kerja, Desain Grafis, SMK, Postur Duduk</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2025-12-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/2287</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol5.Iss3.2287</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 5 No. 3 (2025): JPKK Edisi Desember 2025; 72-79</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2025/5.3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/2287/790</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2290</identifier>
				<datestamp>2025-10-13T23:08:19Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Recognize Potential Hazards In The Work Environment At The Makmur Tofu Factory: Kenali Potensi Bahaya Yang Ada Di Lingkungan Kerja, Pada Pabrik Tahu Makmur</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Kenali Potensi Bahaya yang ada di Lingkungan Kerja, Pada Pabrik Tahu Makmur : Kenali Potensi Bahaya yang ada di Lingkungan Kerja, Pada Pabrik Tahu Makmur </dc:title>
	<dc:creator>Hanifah, Hanifah</dc:creator>
	<dc:creator>Simanjuntak, Elsa Nikita</dc:creator>
	<dc:creator>Stephanie, Putri Ajeng</dc:creator>
	<dc:creator>Liana, Kesia</dc:creator>
	<dc:creator>Makomulamin</dc:creator>
	<dc:creator>Marselita, Winda</dc:creator>
	<dc:creator>Nugraha, Wan Evan</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">keselamatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">pabrik tahu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">pengendalian</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">potensi bahaya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pabrik Tahu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Potensi Bahaya</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tofu Factory</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Potential Hazards</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">edukasi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Occupational Safety and Health (OSH)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">education</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The development of the food processing industry, particularly in tofu factories, faces challenges in enhancing productivity through time efficiency, equipment, and labor. A key factor is the implementation of Occupational Safety and Health (OSH) to ensure the comfort and safety of workers, thus maximizing product output. Potential hazards in the workplace, such as those in Tofu Makmur Factory, can arise from physical, chemical, ergonomic, and psychological factors. The aim of this community service is to enhance the knowledge of owners and workers regarding potential hazards and their control measures. The method used involves providing outreach to workers, covering material on hazard identification and risk control through the distribution of leaflets.The results of this activity indicate that education on the importance of recognizing potential hazards and applying the principles of the Hierarchy of Control is effective in raising OSH awareness in the factory. Recommendations for further implementation include strengthening OSH practices with regular training and routine evaluations of working conditions to prevent accidents and occupational diseases.
Abstrak
Perkembangan industri pengolahan makanan, khususnya pabrik tahu, menghadapi tantangan dalam meningkatkan produktivitas melalui efisiensi waktu, peralatan, dan tenaga kerja. Salah satu faktor kunci adalah penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk menjamin kenyamanan serta keselamatan pekerja, sehingga produk yang dihasilkan maksimal. Potensi bahaya di lingkungan kerja, seperti di Pabrik Tahu Makmur, dapat muncul dari faktor fisik, kimia, ergonomi, dan psikologi. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan pemilik dan pekerja mengenai potensi bahaya serta cara pengendaliannya. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kepada pekerja, dengan materi yang mencakup identifikasi bahaya dan pengendalian risiko melalui penyebaran leaflet. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi tentang pentingnya mengenali potensi bahaya dan penerapan prinsip Hierarchy of Control efektif dalam meningkatkan kesadaran K3 di pabrik. Saran untuk implementasi lebih lanjut adalah memperkuat penerapan K3 dengan pelatihan berkala dan evaluasi rutin terhadap kondisi kerja, guna mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Perkembangan dunia usaha khususnya industri pengolahan makanan selalu bersaing untuk meningkatkan produktivitasnya baik dari segi efisiensi waktu, peralatan, tenaga kerja, serta kemampuan untuk memproduksi suatu produk, dan masih banyak lagi. Salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap produktivitas produksi adalah tenaga kerja, sehingga diperlukan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang baik dalam setiap prosesnya, agar kenyamanan dan keselamatan pekerja dapat terjamin dan menghasilkan produk yang maksimal. Potensi bahaya bisa terjadi dimana saja, termasuk di tempat kerja seperti pabrik tahu. Banyak hal yang dapat menjadi pemicu potensi bahaya itu akan terjadi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pemilik dan pekerja yang ada di pabrik tahu untuk dapat mengetahui apa saja potensi bahaya yang ada di sana dan bagaimana cara pengendaliannya. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah penyuluhan yang dilakukan kepada pekerja, dengan materi yang dipaparkan yaitu mengenali potensi bahaya yang ada di lingkungan kerja serta pengendalian yang harus dilakukan yang menggunakan metode penyebaran leatflet kepada pekerja. Pengabdian ini membahas potensi bahaya yang ada di Pabrik Tahu Makmur.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2025-08-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/2290</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol5.Iss2.2290</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 5 No. 2 (2025): JPKK Edisi Agustus 2025; 11-21</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2025/5.2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/2290/754</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2292</identifier>
				<datestamp>2025-12-15T04:02:49Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Complaints of Low Back Pain Among Informal Workers in Tofu Factories: Keluhan Low Back Pain (Sakit Pinggang) Pada Pekerja Informal Pabrik Tahu</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">KELUHAN LOW BACK PAIN (SAKIT PINGGANG) PADA PEKERJA INFORMAL PABRIK TAHU : Keluhan Low Back Pain (Sakit Pinggang) Pada Pekerja Informal Pabrik Tahu</dc:title>
	<dc:creator>Tara, Mutiara</dc:creator>
	<dc:creator>Amin, Makomul</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Audia Fatika</dc:creator>
	<dc:creator>Anggraini, Fitria</dc:creator>
	<dc:creator>Syaharani, Regina</dc:creator>
	<dc:creator>Sari, Yuni Fadila</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Low Back Pain (LBP)</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pekerja informal</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Pabrik tahu</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ergonomi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Informal workers</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Tofu factory</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Ergonomics</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Low back pain (LBP) is a musculoskeletal complaint that is often experienced by workers in the informal industry, including tofu factory workers, due to heavy physical activity, repetitive movements, and non-ergonomic work postures. This community service activity aims to improve workers' understanding of the causes, impacts, and prevention of LBP through K3 counseling using lecture methods and brochures. The results of the activity showed an increase in workers' awareness of the importance of maintaining back health and the need to apply ergonomic principles in the work environment. It is recommended that workers participate in safe work technique training, undergo regular health checks, and utilize adequate rest facilities. With the right education and intervention, the risk of LBP can be minimized to support worker productivity and welfare
Abstrak
Low back pain (LBP) merupakan keluhan muskuloskeletal yang banyak dialami oleh pekerja di industri informal, termasuk pekerja pabrik tahu, akibat aktivitas fisik yang berat, gerakan repetitif, dan postur kerja yang tidak ergonomis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pekerja mengenai penyebab, dampak, dan pencegahan LBP melalui penyuluhan K3 menggunakan metode ceramah dan media brosur dengan jumlah peserta 3 orang yaitu pekerja pabrik tahu yang dimulai pada pukul 15.00 wib-selesai. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran pekerja terhadap pentingnya menjaga kesehatan punggung serta perlunya penerapan prinsip ergonomi di lingkungan kerja. Disarankan kepada pekerja untuk mengikuti pelatihan teknik kerja yang aman, melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, serta memanfaatkan fasilitas istirahat yang memadai. Dengan edukasi dan intervensi yang tepat, risiko LBP dapat diminimalisir guna mendukung produktivitas dan kesejahteraan pekerja.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Low back pain (LBP) merupakan keluhan muskuloskeletal yang banyak dialami oleh pekerja di industri informal, termasuk pekerja pabrik tahu, akibat aktivitas fisik yang berat, gerakan repetitif, dan postur kerja yang tidak ergonomis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pekerja mengenai penyebab, dampak, dan pencegahan LBP melalui penyuluhan K3 dengan metode ceramah dan media brosur. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran pekerja terhadap pentingnya menjaga kesehatan punggung serta perlunya penerapan prinsip ergonomi di lingkungan kerja. Disarankan kepada pekerja untuk mengikuti pelatihan teknik kerja yang aman, melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, serta memanfaatkan fasilitas istirahat yang memadai. Dengan edukasi dan intervensi yang tepat, risiko LBP dapat diminimalisir guna mendukung produktivitas dan kesejahteraan pekerja.
&amp;nbsp;</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2025-12-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/2292</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol5.Iss3.2292</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 5 No. 3 (2025): JPKK Edisi Desember 2025; 63-71</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2025/5.3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/2292/789</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2304</identifier>
				<datestamp>2025-10-13T23:08:16Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Education on the Use of Light Fire Extinguishers (APAR) in Fire Prevention at the Surya Tofu Factory: Edukasi Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dalam Pencegahan Kebakaran di Pabrik Tahu Surya</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Edukasi Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dalam Pencegahan Kebakaran di Pabrik Tahu Surya: Edukasi Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dalam Pencegahan Kebakaran di Pabrik Tahu Surya</dc:title>
	<dc:creator>Dinata, Fahreza Rizky Damara</dc:creator>
	<dc:creator>Makomulamin</dc:creator>
	<dc:creator>Siti Aulia Yulandar</dc:creator>
	<dc:creator>Putri Amalia Azzira</dc:creator>
	<dc:creator>Lusiana Sari</dc:creator>
	<dc:creator>Wira Mawarni</dc:creator>
	<dc:creator>Adira , Sasi Kirana</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">APAR</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">keselamatan kerja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">UMKM</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="id-ID">pelatihan darurat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">APAR</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">keselamatan kerja</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">UMKM</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pelatihan darurat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">fire extinguisher</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">occupational safety</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">SMEs</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">emergency training</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">The training on the use of Light Fire Extinguishers (APAR) for workers at the Surya Tofu Factory aimed to enhance awareness, understanding, and skills in responding to fire emergency situations. The study revealed that prior to the training, most workers had limited knowledge regarding the functions, types, and proper use of fire extinguishers due to the lack of attention to occupational safety in small-scale enterprises. Through educational outreach based on the fire triangle theory, live demonstrations, and the diffusion of science and technology, the training effectively improved the workers’ capacity to identify fire types and operate APARs in accordance with procedures. The method used in this community service activity was counseling to the owner and workers at the Surya tofu factory, with a total of 8 participants. The material presented included education on the use of light fire extinguishers (apar) as a means of fire prevention at the Surya Tofu Factory. This activity applied community education and science and technology diffusion methods for the workers. Post-training evaluations showed a significant increase in theoretical knowledge and practical skills among participants. Furthermore, this program contributed to a more practical safety culture within the micro- enterprise environment. Nevertheless, challenges remain, particularly regarding the sustainability of the training, availability of equipment, and funding for safety tools. Therefore, collaboration among business owners, workers, and external stakeholders is essential to integrate safety training as a routine part of business operations.
Abstrak
Pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) bagi pekerja Pabrik Tahu Surya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman, serta keterampilan dalam merespons keadaan darurat kebakaran. Studi ini menunjukkan bahwa sebelum pelatihan, sebagian besar pekerja memiliki tingkat pemahaman yang rendah terhadap fungsi, jenis, dan cara penggunaan APAR akibat minimnya perhatian terhadap aspek keselamatan kerja di lingkungan usaha kecil. Melalui pendekatan penyuluhan berbasis teori segitiga api, demonstrasi langsung, serta difusi ilmu pengetahuan dan teknologi, pelatihan berhasil meningkatkan kapasitas pekerja dalam mengidentifikasi jenis kebakaran dan mengoperasikan APAR sesuai prosedur. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah penyuluhan kepada pemilik beserta pekerja di pabrik tahu surya dengan total jumlah 8 peserta, dengan materi yang dipaparkan yaitu edukasi penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) dalam pencegahan kebakaran di pabrik tahu surya yang menggunakan metode pendidikan masyarakat dan difusi IPTEK  kepada pekerja. Evaluasi pasca pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan teoritis dan keterampilan praktik peserta. Lebih jauh, pelatihan ini turut mendorong terbentuknya budaya keselamatan kerja yang lebih aplikatif di lingkungan UMKM. Meskipun demikian, tantangan tetap muncul, terutama terkait keberlanjutan pelatihan, ketersediaan fasilitas, dan pembiayaan perlengkapan keselamatan. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemilik usaha, pekerja, dan pihak eksternal untuk mengintegrasikan pelatihan keselamatan sebagai bagian dari operasional rutin perusahaan.</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) bagi pekerja Pabrik Tahu Surya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman, serta keterampilan dalam merespons keadaan darurat kebakaran. Studi ini menunjukkan bahwa sebelum pelatihan, sebagian besar pekerja memiliki tingkat pemahaman yang rendah terhadap fungsi, jenis, dan cara penggunaan APAR akibat minimnya perhatian terhadap aspek keselamatan kerja di lingkungan usaha kecil. Melalui pendekatan penyuluhan berbasis teori segitiga api, demonstrasi langsung, serta difusi ilmu pengetahuan dan teknologi, pelatihan berhasil meningkatkan kapasitas pekerja dalam mengidentifikasi jenis kebakaran dan mengoperasikan APAR sesuai prosedur. Evaluasi pasca pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan teoritis dan keterampilan praktik peserta. Lebih jauh, pelatihan ini turut mendorong terbentuknya budaya keselamatan kerja yang lebih aplikatif di lingkungan UMKM. Meskipun demikian, tantangan tetap muncul, terutama terkait keberlanjutan pelatihan, ketersediaan fasilitas, dan pembiayaan perlengkapan keselamatan. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemilik usaha, pekerja, dan pihak eksternal untuk mengintegrasikan pelatihan keselamatan sebagai bagian dari operasional rutin perusahaan.</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2025-08-14</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/2304</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol5.Iss2.2304</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 5 No. 2 (2025): JPKK Edisi Agustus 2025; 22-33</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2025/5.2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/2304/759</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2322</identifier>
				<datestamp>2025-12-10T02:51:36Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Utilization of Ndulang Park as a Means of Parental Education in Preventing Stunting in Children in RW 03 Dukuh Ngerangan, Jogosetran Village: Pemanfaatan Taman Ndulang sebagai Sarana Edukasi Orang Tua dalam Mencegah Stunting pada Anak di RW 03 Dukuh Ngerangan Desa Jogosetran</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">Stunting Pemanfaatan Taman Ndulang sebagai Sarana Edukasi Orang Tua dalam Mencegah Stunting pada Anak di RW 03 Dukuh Ngerangan Desa Jogosetran: Pemanfaatan Taman Ndulang sebagai Sarana Edukasi Orang Tua dalam Mencegah Stunting pada Anak di RW 03 Dukuh Ngerangan Desa Jogosetran</dc:title>
	<dc:creator>Ridwan</dc:creator>
	<dc:creator>Mufidah, Inayatul</dc:creator>
	<dc:creator>Rahadyanindita, Raras</dc:creator>
	<dc:creator>Apriani, Dea Wahyu</dc:creator>
	<dc:creator>Utami, Febriani Dwi</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Taman Ndulang</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Edukasi komunitas</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Stunting</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">Community education</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">Stunting is a chronic nutritional issue that affects children's physical growth and development, particularly during the first 1,000 days of life. Although the national stunting prevalence decreased to 19.8% in 2024, this figure remains far from the national target. This article explores the potential of Taman Ndulang in RW 03, Dukuh Ngerangan, Jogosetran Village, Klaten, as a community education space to support stunting prevention efforts. This study uses a qualitative approach with a systematic literature review method, analyzing various studies related to community interventions and nutrition education. The aim of this research is to describe strategies for community empowerment through participatory and enjoyable open-environment-based education, particularly to increase parents’ knowledge and awareness of the importance of proper nutrition and parenting practices.The results show that utilizing open spaces as educational tools such as reading corners, nutrition murals, healthy cooking practices, and interactive counseling can enhance parents’ knowledge and engagement, especially among mothers. Experience-based and participatory learning models are considered more effective than formal approaches. Supporting studies in other regions also demonstrate that community interventions can significantly reduce stunting rates. Therefore, optimizing the function of public parks as contextual and engaging educational centers holds great potential to support the national stunting reduction program sustainably and can be replicated in other areas with appropriate local adaptations.
Keywords: Stunting, Taman Ndulang, Community education
 
Abstrak
Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan anak, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Meskipun prevalensi stunting nasional menurun menjadi 19,8% pada tahun 2024, angka tersebut masih jauh dari target nasional. Artikel ini mengkaji potensi Taman Ndulang di RW 03, Dukuh Ngerangan, Desa Jogosetran, Klaten, sebagai ruang edukasi komunitas dalam mendukung pencegahan stunting. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literature review sistematis terhadap berbagai studi terkait intervensi komunitas dan edukasi gizi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan strategi pemberdayaan masyarakat melalui edukasi berbasis lingkungan terbuka yang partisipatif dan menyenangkan, khususnya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran orang tua akan pentingnya gizi dan pola asuh tepat. Hasil menunjukkan bahwa pemanfaatan ruang terbuka sebagai sarana edukasi, seperti pojok baca, mural gizi, praktik memasak sehat, dan penyuluhan interaktif, mampu meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan orang tua, khususnya ibu. Model pembelajaran berbasis pengalaman dan partisipatif dinilai lebih efektif dibanding pendekatan formal. Studi-studi pendukung di daerah lain juga membuktikan bahwa intervensi komunitas dapat menurunkan angka stunting secara signifikan. Oleh karena itu, optimalisasi fungsi taman sebagai pusat edukasi terbuka yang kontekstual dan menyenangkan memiliki potensi besar dalam mendukung program nasional penurunan stunting secara berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lain dengan penyesuaian lokal.
Kata Kunci: Stunting, Taman Ndulang, Edukasi komunitas</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan anak, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan. Meskipun prevalensi stunting nasional menurun menjadi 19,8% pada tahun 2024, angka tersebut masih jauh dari target nasional. Artikel ini mengkaji potensi Taman Ndulang di RW 03, Dukuh Ngerangan, Desa Jogosetran, Klaten, sebagai ruang edukasi komunitas dalam mendukung pencegahan stunting. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literature review sistematis terhadap berbagai studi terkait intervensi komunitas dan edukasi gizi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan strategi pemberdayaan masyarakat melalui edukasi berbasis lingkungan terbuka yang partisipatif dan menyenangkan, khususnya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran orang tua akan pentingnya gizi dan pola asuh tepat. Hasil menunjukkan bahwa pemanfaatan ruang terbuka sebagai sarana edukasi, seperti pojok baca, mural gizi, praktik memasak sehat, dan penyuluhan interaktif, mampu meningkatkan pengetahuan dan keterlibatan orang tua, khususnya ibu. Model pembelajaran berbasis pengalaman dan partisipatif dinilai lebih efektif dibanding pendekatan formal. Studi-studi pendukung di daerah lain juga membuktikan bahwa intervensi komunitas dapat menurunkan angka stunting secara signifikan. Oleh karena itu, optimalisasi fungsi taman sebagai pusat edukasi terbuka yang kontekstual dan menyenangkan memiliki potensi besar dalam mendukung program nasional penurunan stunting secara berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lain dengan penyesuaian lokal.
&amp;nbsp;
Kata Kunci: Stunting, Taman Ndulang, Edukasi komunitas</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2025-09-04</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/2322</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol5.Iss2.2322</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 5 No. 2 (2025): JPKK Edisi Agustus 2025; 34-43</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2025/5.2</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/2322/765</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health Service)</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/2333</identifier>
				<datestamp>2025-12-15T04:02:49Z</datestamp>
				<setSpec>jpkk:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">Strengthening Adolescent Girls' Reproductive Health Through Basic Health Screening, Urine Examination, and Education: Penguatan Kesehatan Reproduksi Remaja Putri Melalui Skrining Kesehatan Dasar, Pemeriksaan Urin, Dan Edukasi</dc:title>
	<dc:title xml:lang="id-ID">PENGUATAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PUTRI MELALUI SKRINING KESEHATAN DASAR, PEMERIKSAAN URIN, DAN EDUKASI: Penguatan Kesehatan Reproduksi Remaja Putri Melalui Skrining Kesehatan Dasar, Pemeriksaan Urin, Dan Edukasi</dc:title>
	<dc:creator>Delima, Alifia Ayu</dc:creator>
	<dc:creator>Yunus, Purnamaniswaty</dc:creator>
	<dc:creator>Andi, Trisnawaty</dc:creator>
	<dc:creator>Pratiwi, Utami Murti</dc:creator>
	<dc:subject xml:lang="en-US">remaja putri</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">skrining kesehatan</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pemeriksaan urin</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">edukasi reproduksi</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">pengabdian masyarakat</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">adolescent girls</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">health screening</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">urine tests</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">reproductive education</dc:subject>
	<dc:subject xml:lang="en-US">community service</dc:subject>
	<dc:description xml:lang="en-US">
Adolescent girls are a vulnerable group for health problems, both general and reproductive. Lack of early detection and limited knowledge about reproductive health can increase the risk of anaemia, urinary tract infections, and reproductive disorders later in life. This community service activity aims to conduct basic health screenings and simple urine tests, as well as provide reproductive health education to adolescent girls. The activity methods included vital sign checks (blood pressure, pulse, respiration, and body temperature) and simple urine tests (leukocytes, nitrite, urobilinogen, protein, pH, blood, specific gravity, bilirubin, and glucose). Reproductive health education was provided through interactive lectures, discussions, and a question-and-answer session with 10 key questions to assess participant understanding. The activity results indicated that most adolescent girls had normal health status, although some minor abnormalities such as elevated blood pressure and pulse rate were found. The reproductive health education session showed that the majority of participants were able to answer questions correctly, indicating an increased understanding of personal hygiene, preventing urinary tract infections, and the importance of maintaining reproductive health.


Abstrak
Remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah kesehatan, baik kesehatan umum maupun kesehatan reproduksi. Kurangnya deteksi dini dan minimnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dapat meningkatkan risiko anemia, infeksi saluran kemih, serta gangguan reproduksi di kemudian hari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining kesehatan dasar dan pemeriksaan urin sederhana, serta memberikan edukasi kesehatan reproduksi pada remaja putri. Metode kegiatan meliputi pemeriksaan tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu tubuh) dan pemeriksaan urin sederhana (leukosit, nitrit, urobilinogen, protein, pH, darah, specific gravity, bilirubin, glukosa). Edukasi kesehatan reproduksi diberikan melalui ceramah interaktif, diskusi, dan sesi tanya jawab dengan 10 pertanyaan kunci untuk mengevaluasi pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan sebagian besar remaja putri memiliki status kesehatan normal, meskipun terdapat temuan kelainan ringan seperti peningkatan tekanan darah dan denyut nadi. Sesi edukasi kesehatan reproduksi menunjukkan mayoritas peserta mampu menjawab pertanyaan dengan benar, menandakan adanya peningkatan pemahaman mengenai personal hygiene, pencegahan infeksi saluran kemih, dan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Kegiatan ini menegaskan pentingnya deteksi dini kesehatan dasar dan edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja putri sebagai upaya preventif untuk menurunkan risiko masalah kesehatan di masa mendatang.
</dc:description>
	<dc:description xml:lang="id-ID">
Remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami masalah kesehatan, baik kesehatan umum maupun kesehatan reproduksi. Kurangnya deteksi dini dan minimnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dapat meningkatkan risiko anemia, infeksi saluran kemih, serta gangguan reproduksi di kemudian hari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining kesehatan dasar dan pemeriksaan urin sederhana, serta memberikan edukasi kesehatan reproduksi pada remaja putri. Metode kegiatan meliputi pemeriksaan tanda vital (tekanan darah, nadi, pernapasan, suhu tubuh) dan pemeriksaan urin sederhana (leukosit, nitrit, urobilinogen, protein, pH, darah, specific gravity, bilirubin, glukosa). Edukasi kesehatan reproduksi diberikan melalui ceramah interaktif, diskusi, dan sesi tanya jawab dengan 10 pertanyaan kunci untuk mengevaluasi pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan sebagian besar remaja putri memiliki status kesehatan normal, meskipun terdapat temuan kelainan ringan seperti peningkatan tekanan darah dan denyut nadi. Sesi edukasi kesehatan reproduksi menunjukkan mayoritas peserta mampu menjawab pertanyaan dengan benar, menandakan adanya peningkatan pemahaman mengenai personal hygiene, pencegahan infeksi saluran kemih, dan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Kegiatan ini menegaskan pentingnya deteksi dini kesehatan dasar dan edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja putri sebagai upaya preventif untuk menurunkan risiko masalah kesehatan di masa mendatang.


&amp;nbsp;


Kata kunci: remaja putri, skrining kesehatan, pemeriksaan urin, edukasi reproduksi, pengabdian masyarakat
</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">STIKes  Hang Tuah Pekanbaru</dc:publisher>
	<dc:date>2025-12-15</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/2333</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.25311/jpkk.Vol5.Iss3.2333</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas; Vol. 5 No. 3 (2025): JPKK Edisi Desember 2025; 52-62</dc:source>
	<dc:source>2797-1309</dc:source>
	<dc:source>10.25311/jpkk/2025/5.3</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://jurnal.htp.ac.id/index.php/jpkk/article/view/2333/788</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas</dc:rights>
	<dc:rights xml:lang="en-US">https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<resumptionToken expirationDate="2026-05-28T17:08:43Z"
			completeListSize="110"
			cursor="0">91ee3dca1b3e568656566bbcec60b241</resumptionToken>
	</ListRecords>
</OAI-PMH>
