<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<article xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink"
         article-type="review"
         dtd-version="1.1"
         specific-use="production"
         xml:lang="uk">
   <front>
      <journal-meta>
         <journal-id journal-id-type="publisher"> </journal-id>
         <issn> </issn>
         <publisher>
            <publisher-name> </publisher-name>
         </publisher>
      </journal-meta>
      <article-meta>
         <article-id pub-id-type="publisher-id"> </article-id>
         <article-id pub-id-type="other"/>
         <article-categories>
            <subj-group>
               <subject/>
            </subj-group>
         </article-categories>
         <title-group>
            <article-title/>
            <article-title xml:lang="uk-UA"> </article-title>
         </title-group>
         <contrib-group>
            <contrib contrib-type="author">
               <name name-style="western">
                  <surname> </surname>
                  <given-names> </given-names>
               </name>
               <xref ref-type="aff" rid="aff1"> </xref>
               <xref ref-type="fn" rid="conf1"/>
               <xref ref-type="corresp" rid="cor1"/>
            </contrib>
            <aff id="aff1">
               <institution content-type="dept"> </institution>
               <addr-line>
                  <named-content content-type="city"> </named-content>
               </addr-line>
               <country> </country>
            </aff>
         </contrib-group>
         <author-notes>
            <corresp id="cor1">
               <email> </email>
            </corresp>
         </author-notes>
         <pub-date date-type="pub" iso-8601-date="" publication-format="print">
            <day> </day>
            <month> </month>
            <year> </year>
         </pub-date>
         <volume/>
         <issue/>
         <elocation-id/>
         <permissions>
            <copyright-statement>© 2017,</copyright-statement>
            <copyright-year>2017</copyright-year>
            <copyright-holder> </copyright-holder>
            <license xlink:href="https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/">
               <license-p>This article is distributed under the terms of the <ext-link ext-link-type="uri"
                            xlink:href="http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/">Creative Commons Attribution License</ext-link>, which permits unrestricted use and redistribution provided that the original author and source are credited.</license-p>
            </license>
         </permissions>
         <abstract abstract-type="section">
            <sec>
               <title>ABSTRACT</title>
               <p>[English] KepokBanana contains vitamin B, namely thiamine, riboflavin, niacin, and vitamin B6 (piridoxin). The content of vitamin B6 in banana is quite high, which is 0.5 mg per 100gram. In addition, to function as a coenzyme for some internal reactionsmetabolism, vitamin B6 plays a role in synthetic and metabolismprotein, especially serotonin.Vitamin B6 also plays a role in the metabolism of energy derived from carbohydrates. The role of vitamin B6 clearly supports the availability of energyfor the brain in daily activities. Vitamin B6 is a vitamin that dissolves in water. Vitamin B6 may help to improve the development of central nervous system cells in the fetus. With the right amount of vitamin B6 this will reduce morning sickness. The daily amount needed by pregnant women to meet vitamin B6 is 1.9 milligrams. One medium size banana can contain 4 milligrams. In the morning pregnant women often feel nausea and vomiting. This appears during the first trimester of pregnancy in the first three months. If bananas are consumed in the early stages of pregnancy, it will be able to help and reduce morning sickness. Emesis gravidarum decrease appetite so that there is a change of electrolyte balance such as potassium, calcium and sodium that cause the change of body metabolism.This research purposes to know the vitamin B6 content ofkepokbanana to emesis gravidarumin the first trimester. The research method using experiment in Laboratory by HPLC method (High Performance Liquid Chromatography).Based on the results of the examination in laboratoryshowed that kepokbanana consisting of 3 kinds of consumption contain vitamin B6 0.2022 mg/ml in unripe kepok banana, 0.2530 mg/ml in ripekepokbanana, and 0.3646 mg/ml in boiled kepok banana. In conclusion,the  highestcontent of vitamin B6 in kepokbanana is boiledkepok banana for 40 minutes that the content of B6 can reduce emesis gravidarum in pregnant woman in the first trimester.</p>
               <p>Keywords: Vitamin B6, Kepok Banana</p>
               <p>[Bahasa] PisangKepokmengandung vitamin B, yaitutiamin,riboflavin, niasin, dan vitamin B6 (piridoxin). Kandungan vitamin B6 pisang cukup tinggi, yaitu sebesar 0,5 mg per 100 gram. Selain berfungsi sebagai koenzim untuk beberapa reaksi dalam metabolisme, vitamin B6 berperan dalam sintetis dan metabolism protein, khususnyaserotonin.Vitamin B6 juga berperan dalam metabolism energi yang berasal dari karbohidrat.Peran vitamin B6 ini jelas mendukung ketersediaan energy bagi otak untuk aktivitas sehari-hari.Vitamin B6 adalah vitamin yang larut di dalam air.Vitamin B6 dapat membantu meningkatkan pengembangan sel system syaraf pusat pada janin. Dengan jumlah yang tepat vitamin B6 ini akan mengurangi <ext-link xlink:href="http://hamil.co.id/masalah-kehamilan/morning-sickness">morning sickness</ext-link>. Jumlah harian yang diperlukan ibu hamil untuk memenuhi vitamin B6 adalah 1,9 miligram. Satu pisang ukuran sedang dapat mengandung 4 miligram. Pada pagi hari ibu hamil seringkali merasa <ext-link xlink:href="http://hamil.co.id/masalah-kehamilan/mual">mual</ext-link> dan muntah. Hal ini terlihat selama trimester pertama kehamilanya itu pada tiga bulan pertama. Jika pisang dikonsumsi pada tahap awal kehamilan akan dapat membantu dan mengurangi <italic>morning sickness</italic>.Emesis gravidarum ini menyebabkan penurunan nafsu makan sehingga terdapat perubahan keseimbangan elektrolit seperti kalium, kalsium dan natrium yang menyebabkan perubahan metabolism tubuh.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan Vitamin B6 pada pisang kepok terhadap emesis gravidarum trimester I. Metode penelitian menggunakan eksperimen di laboratorium dengan metode HPLC (High Performance Liquid Chromatography). Dari hasil pemeriksaan dilaboratorium dengan sediaan menggunakan pisangkepok yang terdiri dari 3 macam bentuk konsumsi pisang kepok yang terdiri dari: pertama pisang kepok yang mengka terdapat kandungan B6 sebesar 0,2022 mg/ml, pisang kapok masak kandungan B6 sebesar 0,2530 mg/ml, pisang kepok yang direbus selama 40 menit terdapat kandungan B6 sebesar 0,3646 mg/ml. Kesimpulan dari penelitian adalah kandungan vitamin B6 yang paling tinggi terdapat pada pisang kepok yang direbus selama 40 menit yang kandungan B6 tersebut dapat mengurangi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I.</p>
               <p>Kata kunci : Vitamin B6, Pisang Kepok</p>
            </sec>
         </abstract>
         <trans-abstract xml:lang="uk"/>
         <kwd-group kwd-group-type="author-keywords">
            <title>Keywords</title>
            <kwd> </kwd>
            <kwd> </kwd>
            <kwd> </kwd>
            <kwd> </kwd>
         </kwd-group>
      </article-meta>
   </front>
   <body>
      <sec>
         <title>PENDAHULUAN </title>
         <p>Pisang kapok mengandung vitamin B6 cukup tinggi, yaitu sebesar 0,5 mg per 100 gram. Vitamin B6 berperan dalam metabolisme energi yang berasal dari<!--There should be a line-break here.-->karbohidrat. Peran vitamin B6 ini jelas mendukung ketersediaan energi<!--There should be a line-break here.-->bagi otak untuk aktivitas sehari-hari (Mom, 2009). </p>
         <p>Menurut beberapa penelitian diduga dengan konsumsi vitamin B6 akan membantu mengurangi rasa mual-muntah pada beberapa wanita hamil. Pisang kapok memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, diantaranya yaitu mengandung asam folat, yang mudah diserap janin melalui rahim, kandungan vitamin B6 cukup tinggi, yaitu sebesar 0,5 mg per 100 gram. Untuk mengatasi rasa mual-muntah saat kehamilan, dosis vitamin B6 yang diperlukan lebih besar, yaitu 10 mg untuk 3-4 kali sehari. Selain berfungsi sebagai koenzim untuk beberapa reaksi dalam metabolisme, vitamin B6 berperan dalam sintetis dan metabolisme protein, khususnya serotonin. Serotonin diyakini berperan aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi otak dan mengendalikan kondisi emosional ibu hamil. Banyak yang berpendapat bahwa vitamin B6 atau piridoksin umumnya dapat membantu ibu hamil mengatasi mual-muntah selama kehamilan (Suririnah, 2010).</p>
         <p>Vitamin B6 adalah vitamin yang larut didalam air. Vitamin B6 dapat membantu meningkatkan pengembangan sel system syaraf pusat pada janin. Dengan jumlah yang tepat vitamin B6 ini akan mengurangi <ext-link xlink:href="http://hamil.co.id/masalah-kehamilan/morning-sickness">morning sickness</ext-link>. Jumlah harian yang diperlukan ibu hamil untuk memenuhi vitamin B6 adalah 1,9miligram. Satu pisang ukuran sedang dapat mengandung 4 miligram. Pada pagi hari ibu hamil sering kali merasa <ext-link xlink:href="http://hamil.co.id/masalah-kehamilan/mual">mual</ext-link> dan muntah.Hal ini terlihat selama trimester pertama kehamilan yaitu pada tiga bulan pertama. Jika pisang dikonsumsi pada tahap awal kehamilan akan dapat membantu dan mengurangi <italic>morning sickness</italic>(Suririnah, 2010).</p>
         <p>	Emesis gravidarum ini menyebabkan menurunnya nafsu makan sehingga terdapat perubahan keseimbangan elektrolit seperti kalium, kalsium dan natrium yang menyebabkan perubahan metabolism tubuh. Emesis gravidarum akan bertambah berat menjadi hiperemesis gravidarum yang menyebabkan ibu muntah terus menerus tiap kali minum atau makan, akibatnya tubuh ibu semakin lemah, pucat, dan frekuensi buang air kecil menurun drastic sehingga cairan tubuh berkurang dan darah menjadi kental (hemokonsentrasi) sehingga melambatkan peredaran darah yaitu oksigen dan jaringan sehingga dapat menimbulkan kerusakan jaringan yang dapat membahayakan kesehatan ibu dan perkembangan janin yang dikandungnya (Andriani, 2012).</p>
         <p>Untuk mengatasi hal tersebut ibu hamil selain mengkonsumsi obat-obatan untuk mengatasi mual muntah, para ibu bisa mencoba berbagai buah yang dianjurkan seperti buah pisang yang dapat mengatasi mual.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan vitamin B6 pada pisang kepok. Hasil penelitian ini diharapkan berguna bagi masyarakat dan buah pisang kepok untuk dapat dijadikan alternatif lain untuk mengurangi mual muntah bagi ibu hamil secara non terapi (Hani,Ummi, 2011).</p>
         <sec>
            <title>METODE </title>
            <p>Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yaitu penelitian yang dilakukan dilaboratorium Universitas Riau untuk mengetahui kandungan vitamin B6 yang terdapat didalam pisang kepok. Metode penelitian ini menggunakan teknik High Performance Liquid Chromatography (HPLC). Penelitian ini dibagi menjadi tiga macam olahan konsumsi pisang kapok yaitu pisang kapok masak, mengkal, mentah, direbus (40, 30 dan 20 menit). Setelah dapat hasil kandungannya maka jenis olahan yang paling banyak mengandung B6 dijadikan rekomendasi untuk mengatasi mual. </p>
            <p>.</p>
         </sec>
         <sec>
            <title>HASIL</title>
            <table-wrap id="tbl1" specific-use="rules">
               <label>“Table 5</label>
               <caption>
                  <title>
                     <xref ref-type="bibr" rid="bib1">1</xref> Hasil Uji Laboratorium Kandungan Vitamin B6 pada Pisang Kepok”</title>
               </caption>
               <table>
                  <tr>
                     <td>JenisPisang</td>
                     <td>BeratPisang</td>
                     <td>VolumePelarut(ml)</td>
                     <td>Kadar (mg/g)</td>
                     <td/>
                     <td/>
                     <td/>
                  </tr>
                  <tr>
                     <td>Masak</td>
                     <td>50.2324</td>
                     <td>100</td>
                     <td>0.2530</td>
                     <td/>
                     <td/>
                     <td/>
                  </tr>
                  <tr>
                     <td>Menkal</td>
                     <td>  50.5643</td>
                     <td>  100      </td>
                     <td>0.2022</td>
                     <td/>
                     <td/>
                     <td/>
                  </tr>
                  <tr>
                     <td>Mentah</td>
                     <td>50.3432</td>
                     <td>100</td>
                     <td>0.1418</td>
                     <td/>
                     <td/>
                     <td/>
                  </tr>
                  <tr>
                     <td>Rebus 40 menit</td>
                     <td>50.7621</td>
                     <td>100</td>
                     <td>0.3646</td>
                     <td/>
                     <td/>
                     <td/>
                  </tr>
                  <tr>
                     <td>Rebus 30 menit</td>
                     <td>50.3254</td>
                     <td>100</td>
                     <td>0.3060</td>
                     <td/>
                     <td/>
                     <td/>
                  </tr>
                  <tr>
                     <td>Rebus 20 menit</td>
                     <td>50.3493</td>
                     <td>100</td>
                     <td>0.2860</td>
                     <td/>
                     <td/>
                     <td/>
                  </tr>
               </table>
            </table-wrap>
            <p>Berdasarkan tabel5.1 diatas pisang kepok yang masak terdapat kandungan B6 sebesar 0,2530 mg/ml, pisang kepok mengkal kandungan B6 sebesar 0,2022mg/ml, pisang kepok yang mentah kandungan B6 sebesar 0,1418 mg/ml, pisang kepok yang direbus selama 40 menit terdapat kandungan B6 sebesar 0,3646 mg/ml, 30 menit sebesar 0,3060 dan 20 menit 0,2860 mg/ml.</p>
         </sec>
         <sec>
            <title>PEMBAHASAN </title>
            <p>Pisang kapok berasa manis, sifatnya dingin dan astringen. Buah ini bermanfaat untuk memelihara energi, melumas usus, menawar racun, menurunkan panas (antipiretik), menghaluskan kulit, anti radang, meluruhkan kencing (diuretik) dan sebagai laksatif ringan .Dalam kenyataannya buah pisang mempunyai manfaat yang sangat banyak diantaranya dapat menurunkan tekanan darah, jadi mengkonsumsi buah pisang itu sangat baik untuk kesehatan, selain harganya yang murah dan sering kita jumpai ternyata punya banyak manfaat dan tidak ada efek samping buat ibu maupun janin yang dikandungnya(Mom, 2009)</p>
            <p>Pisang kapok mengandung vitamin B6 yang larut didalam air.Vitamin B6 dapat membantu meningkatkan pengembangan sel system syaraf pusat pada janin. Dengan jumlah yang tepat vitamin B6 iniakanmengurangi<ext-link xlink:href="http://hamil.co.id/masalah-kehamilan/morning-sickness">
                  <italic>morning sickness</italic>
               </ext-link>. Jumlahharian yang diperlukan ibu hamil untuk memenuhi vitamin B6 adalah 1,9 miligram. Satu pisang ukuran sedang dapat mengandung 4 miligram. Pada pagi hari ibu hamil sering kali merasa <ext-link xlink:href="http://hamil.co.id/masalah-kehamilan/mual">mual</ext-link> dan muntah. Hal ini terlihat selama trimester pertama kehamilan yaitu pada tiga bulan pertama. Jika pisang dikonsumsi pada tahap awal kehamilan akan dapat membantu dan mengurangi <italic>morning sickness</italic>  (Suririnah, 2010)</p>
            <p>Menurut beberapa penelitian diduga dengan konsumsi vitamin B6 akan membantu mengurangi rasa mual-muntah pada beberapa wanita hamil. Pisang kapok memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, diantaranya yaitu mengandung asam folat, yang mudah diserap janin melalui rahim, kandungan vitamin B6 pisang cukup tinggi, yaitu sebesar 0,5 mg per 100 gram. Untuk mengatasi rasa mual muntah saat kehamilan, dosis vitamin B6 yang diperlukan lebih besar yaitu 10 mg untuk 3-4 kali sehari (Suririnah, 2010).</p>
            <p>Kejadian <italic>Emesiss Gravidarum</italic> dipengaruhi oleh beberapa factor diantaranya umur, gravida, pendidikan, pekerjaan. <italic>Emesis gravidarum</italic> dalam kehamilan ini dianggap biasa namun tetap harus diwaspadai karena jika tidak ditangani dengan tepat akan membahayakan ibu dan janin. Faktor faktor yang bias mengurangi <italic>Emesis Gravidarum</italic> salah satunya dengan konsumsi pisang kepok(Neil, 2006).</p>
            <p>
               <italic>Emesis Gravidarum</italic> sering terjadi pada ibu hamil trimester pertama, yang menyebabkan keadaan malas makan sehingga menurunkan asupan zat-zat gizi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa vitamin B6 dapat menurunkan frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester pertama. Hasil penelitian Rini Hariani Ratih mengenai efektifitas konsumsi pisang kepok terhadap <italic>Emesis Gravidarum</italic> pada ibu hamil trimester I menunjukkan ada pengaruh yang signifikan konsumsi pisang kepok terhadap emesis gravidarum dengan hasil P (0,04), rata-rata penurunan <italic>Emesis Gravidarum</italic> Sebelum 0,50 dansesudah 0,23 setelah mengkonsumsi buah pisang kepok(Ratih, 2017).</p>
            <p>Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian Yunia Mariantari dengan judul hubungan dukungan suami, usia ibu, dan gravid terhadap kejadian <italic>Emesis Gravidarum</italic> didapatkan hasil bahwa mayoritas responden yang mengalami <italic>Emesis Gravidarum</italic> saja dan tidak sampai hiperemesis yaitu sebanyak 27 orang. <italic>Emesis gravidarum</italic> selama kehamilan biasanya disebabkan oleh perubahan system endokrin yang terjadi saat kehamilan, terutama disebabkan oleh tingginya fluktuasi kadar Human Chorionic Gonadothropin (HCG) yang terjadi pada trimester pertama(Marianti, 2014).</p>
         </sec>
      </sec>
      <sec>
         <title>SIMPULAN </title>
         <p>Simpulan dari hasil pemeriksaan dilaboratorium dengan sediaan menggunakan pisang kepok yang terdiri dari 3 macam bentuk konsumsi pisang kepok, pertama: pisang kepok yang mengkal mengandung vitamin B6 sebesar 0,2022 mg/ml, kedua: pisang kepok masak mengandung vitamin B6 sebesar 0,2530mg/ml, dan ketiga: pisang kepok yang direbus selama 40 menit mengandung vitamin B6 sebesar 0,3646 mg/ml. Kandungan vitamin B6 pisang kapok dapat mengurangi emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I. Disarankan untuk ibu hamil trimester 1 untuk mengkonsumsi pisang kepok yang direbus selama 40 menit untuk mengurangi emesis gravidarum.</p>
      </sec>
      <sec>
         <title>KONFLIK KEPENTINGAN</title>
         <p>Tidak ada konflik kepentingan dalam penelitian ini</p>
      </sec>
      <sec>
         <title>UCAPAN TERIMAKASIH</title>
         <p>Dalam pelaksanaan penelitian ini tidak terlepas dukungan dari berbagai pihak. Peneliti secara khusus mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu. Terutama pada Ketua dan anggota Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Abdurrab dan pemberi dana Hibah Dikti Penelitian Dosen Pemula.</p>
      </sec>
   </body>
   <back>
      <fn-group>
         <title>Competing interests</title>
         <fn fn-type="conflict" id="conf1">
            <p>The author declare that no competing interests exist.</p>
         </fn>
      </fn-group>
      <ref-list>
         <title>References</title>
      </ref-list>
   </back>
</article>
