Articles
Open Access

Jumlah Bakteri pada Udara Ruang Tunggu Puskemas

1 politeknik kesehatan kementerian kesehatan mamuju
2 poltekkes kemenkes mamuju
Unduh PDF

Abstrak

Kualitas  udara pada  ruang  tunggu  puskesmas sebagai salah satu fasilitas tempat umum dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah; kondisi ruangan, kelembaban, suhu, pencahayaan, dan kandungan mikrobiologi. Penyakit infeksi nosokomial sering bersumber dari fasilitas kesehatan dimana orang sehat bisa menjadi sakit dan orang sakit bisa mendapatkan tambahan beban dari penyebaran mikroba yang bersifat pathogen di udara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah bakteri udara pada ruang tunggu Puskesmas di Kecamatan Mamuju. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif yang melalui pengukuran dan pemeriksaan laboratorium. Metode Pengambilan Sampel bakteriologis udara menggunakan metode volumetric air sampling. Alat yang digunakan dalam penangkapan bakteri di udara pada penelitian ini adalah Microbio MB2. Alat yang digunakan untuk mengukur suhu dan kelembaban adalah Humidity Alert II Extech 445815 dan alat untuk mengukur pencahayaan adalah Digital Light Meter TASI-8720  Pengambilan sampel dilakukan pada pagi hari selama 3 (tiga) hari berturut-turut. Hasil penelitian: Rata-rata suhu pada ruang tunggu Puskesmas Binanga 29,80C, sedangkan Puskesmas Bambu 28,90C. Rata-rata kelembaban pada ruang tunggu Puskesmas Bambu 70,3% sedangkan Puskesmas Binanga 65%. Rata-rata pencahayaan di ruang Puskesmas Binanga sebesar 215,9 lux dan Puskesmas Bambu sebesar 139,5 lux. Angka Kuman Total  udara pada ruang tunggu  Puskesmas Bambu Kecamatan Mamuju rata-ratanya adalah 258 CFU/m3 sedangkan Puskesmas Binanga adalah 513 CFU/m3. Kesimpulan: jumlah bakteri pada Puskesmas Binanga lebih banyak dari Puskesmas Bambu.

Referensi

1
Abdullah, M. and Hakim, B. (2011) ‘Lingkungan Fisik dan Angka Kuman Udara Ruangan di Rumah Sakit Umum Haji Makassar , Sulawesi Selatan Physical Environment and Microbe Rate of Indoor Air of Makassar Hajj Public Hospital , South Sulawesi’, Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 5(5), pp. 206–211.
2
C.Pommerville, J. (2007) Alcamo’s Laboratory Fundamentals of Microbiology. Eight Edit. sudbury, Massachusetts: Jones And Bartlett Publisher.
3
Cahyono, T. (2017) Penyehatan Udara. Edited by E. Risanto. Yogyakarta: Penerbit ANDI.
4
Efendi, V. O. and Efendi, Y. (2013) ‘Mikrobiologi Hasil Perikanan JILID 1’, Bung Hatta University Press, 1(9), pp. 1–106.
5
Fahimah, R., Kusumowardani, E., & Susanna, D. (2014) ‘Kualitas Udara Rumah dengan Kejadian Pneumonia Anak Bawah Lima Tahun Kualitas Udara Rumah dengan Kejadian Pneumonia Anak Bawah Lima Tahun ( di Puskesmas Cimahi Selatan dan Leuwi Gajah Kota Cimahi ).’, Makara J. Health Res, 18(1), pp. 25–33.
Unduhan
Data unduhan tidak tersedia.

Cara Mengutip

1.
Jumlah Bakteri pada Udara Ruang Tunggu Puskemas. J Keskom [Internet]. 31 Agustus 2022 [dikutip 18 Agustus 2026];8(2):314-21. Tersedia pada: https://jurnal.htp.ac.id/index.php/keskom/article/view/1109

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama