Penggunaan Earplugs dan Eye Masks untuk Meningkatkan Kualitas Tidur Pasien di ICU
Abstrak
Tidur merupakan tahapan penting dalam proses pemulihan pasien di ICU. Tidur yang tidak berkualitas merupakan salah satu peristiwa yang memperpanjang pasien dirawat di ICU. Gangguan tidur pada pasien kritis terjadi dari fase awal pengobatan sampai tahap akhir pemulihan hingga lebih dari dua dekade. Penyebab gangguan kualitas dan kuantitas tidur pada pasien kritis adalah penyakit pasien sendiri, efek dari obat, faktor psikologis, lingkungan yaitu kebisingan, pencahayaan, interaksi pasien dan penyedia pelayanan kesehatan serta prosedur perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan kualitas tidur pada pasien yang dirawat di ICU setelah menggunakan earplugs dan eyemasks. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan nonequivalent control group design. Responden dalam penelitian ini berjumlah 15 orang pasien yang dirawat di ICU yang diperoleh dari 30 sampel. Pada penelitian ini menyatakan bahwa 10-17% suara di unit perawatan intensive berada pada tingkat yang menyebabkan pasien terbangun dan terjaga dari tidurnya, yaitu kebisingan mencapai 70dB dan sebagian besar disebabkan karena komunikasi antar petugas dan pasien atau dengan yang lainnya juga televisi. Bising yang dialami pasien dapat berasal dari alarm bedsite monitor alarm infuse /syringe pump, pulse oxymetri, suara telepon petugas, televise, telepon ruangan dan alarm ventilator. Pemberian intervensi kombinasi earplug dan eyemask untuk meningkatkan kualitas tidur pasien di ruang intensive RS Bhakti wira Tamtama Semarang terbukti sangat signifikan, dengan nilai p-value 0,000. Perlu pemberian intervensi yang lebih mendalam dengan memperhatikan faktor – faktor yang lain, yaitu berupa kondisi pasien, pemberian intervensi keperawatan saat malam hari hingga penggunaan medikasi yang mmepengaruhi kualitas tidur pasien saat di ruang intensif.
Referensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.