Articles
Open Access

Mendesain Intervensi Kesehatan dengan Memanfaatkan WhatsApp untuk Mencegah Stunting pada Balita Selama Masa Pandemi COVID-19

Unduh PDF

Abstrak

Kasus stunting di Indonesia masih terbilang tinggi sehingga penyediaan informasi kesehatan secara lengkap untuk kesehatan balita sangat diperlukan terutama pada masa pandemi COVID-19. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendesain layanan informasi kesehatan secara online dengan menggunakan WhatsApp untuk mencegah stunting pada balita di komunitas pedesaan. Penelitian ini merupakan action research dimana co-design methodology digunakan untuk merancang layanan informasi kesehatan tersebut. Penelitian ini melibatkan kader kesehatan, bidan, petugas gizi, dan perangkat desa dimana mereka diwawancarai dan mengikuti Focus Group Discussion (FGD). Selain itu, USE Questionnaire digunakan untuk mengukur efektivitas dari layanan informasi kesehatan yang telah dirancang. Hasil wawancara dan FGD menunjukkan bahwa masyarakat desa lebih mengenal penggunaan WhatsApp dibandingkan platform komunikasi online lainnya. Selain itu, selama pandemi COVID-19, banyak program kesehatan yang terhenti sehingga layanan informasi kesehatan online yang interaktif sangat diperlukan untuk mendukung keberlanjutan program kesehatan di komunitas pedesaan. Selanjutnya, hasil analisis dari USE Questionnaire menunjukkan bahwa rata-rata persentase dari aspek kegunaan, kemudahan penggunaan, kemudahan dalam mempelajari, dan kepuasan dari layanan informasi kesehatan online tersebut adalah 85,43%. Hal ini mengindikasikan bahwa program hot Line stunting (INSTING) yang merupakan layanan informasi kesehatan secara online sangat layak diterapkan bagi komunitas pedesaan dalam melakukan komunikasi terkait informasi kesehatan di masa pandemi COVID-19.

Referensi

1
Absori, A., Hartotok, H., Dimyati, K., Nugroho, H. S. W., Budiono, A. and Rizka, R. (2022) 'Public health-based policy on stunting prevention in Pati regency, Central Java, Indonesia', Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences. 10(28), pp. 259–263. doi: 10.3889/oamjms.2022.8392.
2
Adekoya, C. O. and Fasae, J. K. (2022) 'Social media and the spread of COVID-19 infodemic', Global Knowledge, Memory and Communication. 71(3), pp. 105–120. doi: 10.1108/GKMC-11-2020-0165.
3
Agustina, D. N., Sartono, B. and Notodiputro, K. A. (2021) 'Analysis of multidimensional stunting intervention factor using mixed model', IOP Conference Series: Earth and Environmental Science. 948(012067), pp. 1–10. doi: 10.1088/1755-1315/948/1/012067.
4
Candriasih, P., Ndama, M. and Pont, A. V. (2021) 'Specific and sensitive nutrition interventions with nutritional status of toddlers as prevention of stunting in the coronavirus disease 2019 pandemic in Sigi district, Indonesia', Open Access Macedonian Journal of Medical Sciences. 9, pp. 415–418. doi: 10.3889/oamjms.2021.6148.
5
Cox, J. L., Seaman, C. E., Hyde, S., Freire, K. M. and Mansfield, J. (2022) 'Co-designing multidisciplinary telehealth education for online learning', Health Education. 122(2), pp. 164–179. doi: 10.1108/HE-10-2020-0098.
Unduhan
Data unduhan tidak tersedia.

Cara Mengutip

1.
Mendesain Intervensi Kesehatan dengan Memanfaatkan WhatsApp untuk Mencegah Stunting pada Balita Selama Masa Pandemi COVID-19 . J Keskom [Internet]. 20 Desember 2022 [dikutip 29 Juli 2026];8(3):536-45. Tersedia pada: https://jurnal.htp.ac.id/index.php/keskom/article/view/1240