Gambaran Perilaku Vaksinasi COVID-19 pada Masyarakat Rural dan Urban di Kabupaten Serang
Abstrak
Status kesehatan masyarakat di Indonesia dapat dipengaruhi oleh penerapan perilaku sehat masyarakatnya. Adanya perbedaan perilaku antara masyarakat di wilayah rural dan urban dan faktor-faktor yang dapat menyebabkan penundaan vaksin berpotensi mempengaruhi cakupan vaksinasi COVID-19 di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku vaksinasi COVID-19 pada masyarakat rural dan urban di Kabupaten Serang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan pada bulan Oktober−November 2021 dengan sampel 334 orang berusia 18−59 tahun. Hasil penelitian menunjukkan status vaksinasi yang dimiliki responden yaitu dosis lengkap (rural 65,3% dan urban 70,3%), menunggu dosis 2 (rural 22,4% dan urban 18,6%), dan dosis 1 telah diterima tetapi jadwal dosis 2 telah lewat (rural 12,3% dan urban 11,1%). Tiga persepsi yang masih rendah presentasenya adalah persepsi kerentanan, persepsi hambatan dan isyarat untuk bertindak. Diketahui beberapa alasan penundaan vaksinasi COVID-19 pada masyarakat yaitu belum merasa akan memiliki gejala yang parah jika terkena COVID-19, merasa kebingungan mengenai informasi terkait COVID-19, tidak bisa melakukan vaksinasi COVID-19 karena jadwal vaksinasi COVID-19 bertepatan dengan kegiatan lain, tidak mendapatkan undangan dari pemerintah setempat untuk melakukan vaksinasi COVID-19, melakukan vaksinasi karena orang-orang di lingkungannya telah melakukan vaksinasi COVID-19, tidak mendapatkan dukungan vaksinasi COVID-19 dari kader atau tokoh agama. Peningkatan perilaku vaksinasi bisa ditingkatkan dengan mengubah persepsi kerentanan terhadap COVID-19, mengurangi hambatan dan juga memberikan isyarat sesuai dengan edukasi melalui media sosial dengan pesan kunci pentingnya vaksin dosis lengkap.
Referensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.