Articles
Open Access

Hubungan Faktor Individu terhadap Stress Kerja pada Karyawan Operasi PT-XYZ Tahun 2023

1 Magister Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Universitas Indonesia
2 Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia
3 Magister Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Universitas Gadjah Mada; Departemen HSE Divisi Concentrating PT Freeport Indonesia
Unduh PDF

Abstrak

Terjadi 19.67 cedera per 200.000 jam kerja karyawan pertambangan tahun 2019 di Ghana, cedera tersebut diakibatkan kesenjangan antara operasi pertambangan dengan pengetahuan maupun keterampilan pekerjanya. Kesenjangan tersebut secara umum dapat menimbulkan stress kerja. Berbagai faktor dapat menimbulkan stress kerja, baik disebabkan faktor individu maupun faktor terkait kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor- faktor tersebut terhadap stress kerja pada karyawan operasi pertambangan PT-XYZ. Responden penelitian berjumlah 226, terbagi dalam 5 departemen yaitu Konstruksi, Pengolahan, Geoteknikal, Operasi tambang bawah tanah (Ops.) dan Operasi perbaikan (Mtc.). Desain penelitian kuantitatif ini menggunakan metode penelitian studi potong lintang. Variabel dependen berupa stress kerja yang diukur mengunakan Depression, Anxiety and Stress Scale-21 (DASS-21) sedangkan variabel independen berupa faktor usia, pendidikan, masa kerja, jenis kelamin dan status pekerja diambil menggunakan kuesioner secara umum. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji Chi-square. Terdapat sebanyak 46 responden (20,4%) mengalami stress kerja. Penelitian ini menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara faktor usia pekerja (0.03) dan jenis kelamin (0.05) pekerja dengan stress kerja pada karyawan operasi pertambangan PT-XYZ. Pemahaman terhadap faktor usia dan jenis kelamin pekerja yang mempengaruhi stress kerja dapat memberikan gambaran bagi PT-XYZ untuk menyusun kebijakan, prosedur maupun intervensi yang tepat dalam mengelola keselamatan pertambangan.

Referensi

1
Jeffery, A. (2017). Deep and Dangerous: health and Safety in our Mines. South African Institute of Race Relations. https://irr.org.za/reports/atLiberty/files/health-and-safety-in-our-mines-press-release.pdf
2
Nakua, E. K., Owusu-Dabo, E., Newton, S., Adofo, K., Otupiri, E., Donkor, P., & Mock, C. (2019). Occupational injury burden among gold miners in Ghana. International Journal of Injury Control and Safety Promotion, 26(4): 329-335. https://doi.org/10.1080/17457300.2018.1515232
3
International Council of Mining & Metals (ICMM), (2020). Future of Jobs in Mining Regions. https://www.icmm.com/website/publications/pdfs/social-performance/2021/briefing_future-of-jobs.pdf
5
Hakiki, F., Ayu, I. M., Heryana, A., Keumala, C. A., & Utami, D. (2023). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Stres Kerja pada Pekerja Fabrikasi di PT X Tahun 2022. Journal of Industrial Hygiene and Occupational Health, 8(1), 11-26. http://dx.doi.org/10.21111/jihoh.v8i1.8608
Unduhan
Data unduhan tidak tersedia.

Cara Mengutip

1.
Hubungan Faktor Individu terhadap Stress Kerja pada Karyawan Operasi PT-XYZ Tahun 2023. J Keskom [Internet]. 27 Juni 2024 [dikutip 18 Agustus 2026];10(2):246-53. Tersedia pada: https://jurnal.htp.ac.id/index.php/keskom/article/view/1858

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama