Pengaruh Stimulasi Sensori dengan Metode Terapi Kelompok terhadap Skor Geriatric Depression Scale Pada Lansia di Komunitas
Abstrak
Manusia mengalami proses menua secara alamiah yang menimbulkan perubahan pada kondisi fisik, biologi maupun psikologi. Perubahan tersebut dapat mengakibatkan depresi. Stimulasi sensori secara berkelompok digunakan untuk memberikan rangsangan sensori pada penginderaan agar dapat mengekspresikan apa yang dirasakan sehingga dapat membantu dalam penurunan gejala depresi yang dirasakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi kelompok stimulasi sensori terhadap tingkat depresi dilihat dari skor Geriatric Depression Scale (GDS). Penelitian ini merupakan one group pretest-posttest design dengan jumlah sampel 40. Instrumen penelitian menggunakan GDS-30. Pemberian terapi kelompok stimulasi sensori sebanyak 8 kali. Karakteristik hasil penelitian didominasi oleh sampel berjenis kelamin perempuan, kategori usia dewasa tengah, kategori tidak bekerja dan status perkawinan masih memiliki pasangan. Uji Wilcoxon p = 0,000 berarti p-value < a (0,05) menunjukkan bahwa terapi kelompok stimulasi sensori berpengaruh terhadap skor GDS. Terapi kelompok stimulasi sensori memberikan pengaruh terhadap penurunan skor GDS karena beberapa aktivitas yang diberikan mampu mempertahankan fungsi sensori individu dan pelaksanaan terapi kelompok memberi efek postif bagi kehidupan sosial.
Referensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.