Pengaruh Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja terhadap Pelaksanaan Praktik Las
Abstrak
Berbagai kasus kecelakaan akibat pengelasan menunjukkan kondisi yang membahayakan sehingga perlu dilakukan pembinaan manajemen kersehatan dan keselamatan kerja pada siswa SMKN 2 Pekanbaru. Penelitian ini mengaplikasikan metode pendekatan kuantitatif dengan mengadopsi desain survei, menggunakan pedekatan cross-sectional yang mencakup populasi dan sample meliputi seluruh siswa kelas XII jurusan las yang berjumlah 39 siswa. Penelitian ini mengadopsi metode non-probability sampling dengan menerapkan teknik sampling jenuh. Data diperoleh melalui kuesioner yang fokus pada pengukuran pemahaman siswa terkait manajemen kesehatan dan keselamatan kerja dalam praktik las. Kajian ini menganalisis data dengan menggunakan regresi linear berganda yang diproses melalui SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh parsial manajemen kesehatan terhadap pelaksanaan praktik las, dimana t hitung < t tabel (2,055 < 2,208), dan keselamatan kerja berpengaruh terhadap pelaksanaan praktik las (4,598 > 2,208). Serta adanya pengaruh secara simultan (uji F) manajemen kesehatan dan keselamatan kerja terhadap pelaksanaan praktik las, dimana F hitung > F tabel (15,330 > 3,25). Manajemen kesehatan tidak berpengaruh terhadap praktik las, sedangkan keselamatan kerja berpangaruh terhadap praktik las. Sebaiknya berikan pengetahuan manajemen kesehatan dan pelatihan rutin tentang keselamatan kerja sebelum siswa mulai melakukan praktik las.
Referensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.