Pelatihan Skrining Masalah Kesehatan Jiwa Meningkatkan Pengetahuan Kader: Studi Kuasi-Eksperimental
Abstrak
Masalah kesehatan jiwa semakin meningkat sehingga perlu dilakukan penegakan diagnosis dan intervensi secara dini. Skrining masalah kesehatan jiwa merupakan upaya preventif yang dapat dilakukan kader kesehatan terlatih di komunitas, namun kinerja kader kesehatan dalam praktik skrining masalah kesehatan jiwa masih bervariasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pelatihan skrining masalah kesehatan jiwa terhadap pengetahuan kader kesehatan serta menguji pengaruh faktor demografis terhadap efektivitas pelatihan. Desain penelitian adalah quasi-experiment pre-post-test one group yang melibatkan 55 kader kesehatan yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner yang terdiri dari sembilan pernyataan untuk mengukur tingkat pengetahuan kader kesehatan tentang skrinng masalah kesehatan jiwa yang telah diuji validitas dan realibilitasnya. Perubahan pengetahuan diuji menggunakan Wilcoxon Signed-rank Test. Efektivitas pelatihan dianalisis dengan normalized gain, lalu dibandingkan menurut kelompok usia, status pernikahan, dan pekerjaan dengan uji Mann–Whitney U serta tingkat pendidikan dengan uji Kruskal–Wallis. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang bermakna setelah pelatihan (p<0,001). Selain itu, tidak terdapat perbedaan efektivitas berdasarkan pekerjaan (p=0,640), status pernikahan (p=0,942), kelompok usia (p=0,342), maupun pendidikan (p=0,698). Pelatihan skrining kesehatan jiwa meningkatkan pengetahuan kader kesehatan, sedangkan faktor demografis yang diteliti tidak memengaruhi efektivitas pelatihan. Studi dengan kelompok pembanding dan pelaporan ukuran efek dianjurkan sebagai penelitan lanjutan untuk memperkuat inferensi.
Referensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.