Articles
Open Access

Analisis Risiko Kesehatan Pajanan Debu Respirabel Pasca Instalasi Dust Supression System di Industri Pengolahan Bijih Mineral

1 Magister Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada
2 Departemen Layanan dan Informasi Kesehatan, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada
3 Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada
Unduh PDF

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi risiko kesehatan akibat paparan debu respirabel setelah penerapan dust suppression system. Desain penelitian menggunakan pendekatan potong lintang, melibatkan 30 pekerja  PTX berdasarkan NIOSH. Pengukuran personal menggunakan metode NMAM0600. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi debu respirabel berada di bawah nilai ambang batas (NAB) yang ditetapkan oleh ACGIH (3 mg/m³), rata-rata 0,4760 mg/m³, dan nilai risk quotient (RQ)<1. Simulasi menggunakan model MPPD menunjukkan bahwa partikel berukuran sekitar 4 µm memiliki potensi deposisi tertinggi di saluran pernapasan bagian bawah (thoracic), yang dapat memicu inflamasi dan pembentukan jaringan parut. Meskipun tingkat pajanan saat ini tergolong aman, pengendalian debu perlu dipertahankan dan ditingkatkan secara berkelanjutan untuk mencegah akumulasi jangka panjang yang berpotensi menimbulkan penyakit akibat kerja seperti silikosis dan PPOK. Penelitian ini merekomendasikan pemantauan berkala, pemeriksaan kesehatan rutin, penggunaan alat pelindung diri (APD) yang sesuai, serta penerapan prinsip ALARA (As Low As Reasonably Achievable) untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. 

 

Referensi

1
[1] Schlünssen V, Mandrioli D, Pega F, Momen NC, Ádám B, Chen W, Cohen RA, Godderis L, Göen T, Hadkhale K, Kunpuek W, Lou J, Mandic-Rajcevic S, Masci F, Nemery B, Popa M, Rajatanavin N, Sgargi D, Siriruttanapruk S, Sun X, Suphanchaimat R, Thammawijaya P, Ujita Y, van der Mierden S, Vangelova K, Ye M, Zungu M, Scheepers PTJ. The Prevalences and Levels of Occupational Exposure to Dusts and/or Fibres (Silica, Asbestos and Coal): A Systematic Review and Meta-analysis. Environment International. 2023;178,107980. https://doi.org/10.1016/j.envint.2023.107980 DOI: https://doi.org/10.1016/j.envint.2023.107980
2
[2] Lestari M, Fujianti P, Novrikasari N, Nandini RF. Dust Exposure and Lung Function Disorders. Respiratory Science. 2023;3(3):218-230. https://doi.org/10.36497/respirsci.v3i3.80 DOI: https://doi.org/10.36497/respirsci.v3i3.80
3
[3] American Conference of Governmental Industrial Hygiene (ACGIH). TLVs and BEIs, Based on the documentation of the threshold limit values for chemical substances and physical agents and biological exposure indices. Cincinnati, Ohio, The United States. 2025.
4
[4] Saurabh K, Chaulya SK, Singh RS, Kumar S, Mishra KK. Intelligent dry fog dust suppression system: an efficient technique for controlling air pollution in the mineral processing plant. Clean Technologiesand Environmental Policy. 2022;24:1037-1051. https://doi.org/10.1007/s10098-020-01991-z DOI: https://doi.org/10.1007/s10098-020-01991-z
5
[5] Xie Z, Huang C, Zhao Z, Xiao Y, Zhao Q, Lin J. Research Review and Prospect the Development of Dust Suppression Technology and Influencing Factors for Blasting Construction. Tunnelling and Underground Space Technology. 2022;125,104532. https://doi.org/10.1016/j.tust.2022.104532 DOI: https://doi.org/10.1016/j.tust.2022.104532
Unduhan
Data unduhan tidak tersedia.

Cara Mengutip

1.
Analisis Risiko Kesehatan Pajanan Debu Respirabel Pasca Instalasi Dust Supression System di Industri Pengolahan Bijih Mineral. J Keskom [Internet]. 30 November 2025 [dikutip 18 Agustus 2026];11(3):446-57. Tersedia pada: https://jurnal.htp.ac.id/index.php/keskom/article/view/2374

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama