Analisis Risiko Kesehatan Pajanan Debu Respirabel Pasca Instalasi Dust Supression System di Industri Pengolahan Bijih Mineral
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi risiko kesehatan akibat paparan debu respirabel setelah penerapan dust suppression system. Desain penelitian menggunakan pendekatan potong lintang, melibatkan 30 pekerja PTX berdasarkan NIOSH. Pengukuran personal menggunakan metode NMAM0600. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi debu respirabel berada di bawah nilai ambang batas (NAB) yang ditetapkan oleh ACGIH (3 mg/m³), rata-rata 0,4760 mg/m³, dan nilai risk quotient (RQ)<1. Simulasi menggunakan model MPPD menunjukkan bahwa partikel berukuran sekitar 4 µm memiliki potensi deposisi tertinggi di saluran pernapasan bagian bawah (thoracic), yang dapat memicu inflamasi dan pembentukan jaringan parut. Meskipun tingkat pajanan saat ini tergolong aman, pengendalian debu perlu dipertahankan dan ditingkatkan secara berkelanjutan untuk mencegah akumulasi jangka panjang yang berpotensi menimbulkan penyakit akibat kerja seperti silikosis dan PPOK. Penelitian ini merekomendasikan pemantauan berkala, pemeriksaan kesehatan rutin, penggunaan alat pelindung diri (APD) yang sesuai, serta penerapan prinsip ALARA (As Low As Reasonably Achievable) untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.
Referensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.