Articles
Open Access

Pengolahan Air Terproduksi Berbasis Teknologi Hybrid Sebagai Upaya Mitigasi Risiko Bahaya Lingkungan dan K3 di PT XYZ

1 Magister Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
2 Program Studi Magister Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Sekolah Vokasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia
Unduh PDF

Abstrak

Air terproduksi merupakan limbah utama dari kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi yang mengandung senyawa organik dan anorganik berbahaya seperti fenol, amonia, sulfida, serta minyak dan lemak yang berpotensi mencemari lingkungan dan menimbulkan risiko terhadap keselamatan serta kesehatan kerja (K3), khususnya akibat paparan gas H₂S dan amonia. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas teknologi hybride (kombinasi pengolahan secara fisika, kimia dan biologi) dalam meningkatkan kinerja pengolahan air terproduksi di lokasi PT XYZ serta menilai kontribusinya terhadap pemenuhan baku mutu lingkungan dan mitigasi risiko K3. Desain penelitian meliputi uji laboratorium dan simulasi pilot plant melalui proses aerasi, koagulasi–flokulasi, aerasi biologis, dan filtrasi. Sebanyak 153 sampel inlet dan outlet dikumpulkan secara composite sampling selama April–Agustus 2025 dan dianalisis untuk parameter temperatur, pH, Minyak & Lemak, COD, Fenol, Sulfida, dan Amonia. Hasil menunjukkan teknologi hybrid mampu menurunkan Minyak & Lemak, COD, Fenol, Amonias dan Sulfida lebih dari 80%, sehingga efluen memenuhi Permen LHK No. 19 Tahun 2010. Sistem ini terbukti efektif, aman secara operasional, dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Penelitian lanjutan disarankan mencakup analisis logam berat dan mikro-pollutants untuk memperoleh gambaran pengolahan yang lebih komprehensif.

Referensi

1
[1] M. Abu-Orf, G. Tchobanoglous, H. D. Stensel, R. (Author, F. (Author, and B. Pfrang, Wastewater Engineering: Treatment and Resource Recovery. 2023.
2
[2] H. D. Dawoud, H. Saleem, N. A. Alnuaimi, and S. J. Zaidi, “Characterization and treatment technologies applied for produced water in Qatar,” Water (Switzerland), vol. 13, no. 24, 2021, doi: 10.3390/w13243573.
3
[3] M. Vakili, P. Koutník, and J. Kohout, “Addressing Hydrogen Sulfide Corrosion in Oil and Gas Industries: A Sustainable Perspective,” Sustainability (Switzerland), vol. 16, no. 4, 2024, doi: 10.3390/su16041661.
4
[4] Y. Ibrahim and N. Hilal, “Enhancing ultrafiltration membrane permeability and antifouling performance through surface patterning with features resembling feed spacers,” NPJ Clean Water, vol. 6, no. 1, 2023, doi: 10.1038/s41545-023-00277-3.
5
[5] J. Xu, H. Wang, Z. Zhou, and Z. Zou, “Ferromagnetic properties of N-doped and undoped TiO2 rutile single-crystal wafers with addition of tungsten trioxide,” Materials, vol. 11, no. 10, 2021, doi: 10.3390/ma11101934.
Unduhan
Data unduhan tidak tersedia.

Cara Mengutip

1.
Pengolahan Air Terproduksi Berbasis Teknologi Hybrid Sebagai Upaya Mitigasi Risiko Bahaya Lingkungan dan K3 di PT XYZ. J Keskom [Internet]. 30 November 2025 [dikutip 18 Agustus 2026];11(3):598-611. Tersedia pada: https://jurnal.htp.ac.id/index.php/keskom/article/view/2383