Evaluasi Perilaku Pekerja dengan Pajanan Panas dari Hasil Pelatihan Berbasis Kompetensi Berdasarkan Model Kirkpatrick di Divisi Pengolahan PT. XYZ
Abstrak
Pelatihan berbasis kompetensi (Competency-Based Training/CBT) merupakan pendekatan strategis dalam industri pertambangan untuk meningkatkan keterampilan teknis dan non-teknis pekerja, khususnya pada aktivitas berisiko tinggi seperti Hot Work Permit (HWP) [2]. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perubahan perilaku pekerja di Divisi Pengolahan PT XYZ setelah mengikuti program CBT. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif-kualitatif dengan desain cross-sectional pendekatan case study, melibatkan karyawan staf dan non-staf yang telah menyelesaikan pelatihan HWP sebanyak 199 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi langsung, kemudian dianalisis menggunakan uji proporsi, uji korelasi, dan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya persepsi positif dari karyawan terkait pengaruh pelatihan terhadap perilaku penerapan HWP serta dukungan penuh dari aspek kepengawasan, kepatuhan SOP dan faktor pribadi. Terdapat pengaruh signifikan positif dari aspek kepengawasan untuk penerapan izin kerja panas serta pengaruh signifikan positif dari aspek pelatihan dan faktor pribadi untuk penerapan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Namun, faktor eksternal seperti dukungan pengawas dan pemahaman kepatuhan SOP berpengaruh besar terhadap keberlanjutan perubahan perilaku. Temuan ini menegaskan bahwa CBT efektif dalam meningkatkan perilaku kerja aman apabila didukung dari aspek pelatihan, kepengawasan, pemahaman kepatuhan SOP dan faktor pribadi yang positif. Simpulan penelitian ini menekankan pentingnya evaluasi Level 3 sebagai dasar perbaikan program pelatihan dan penguatan budaya keselamatan kerja.
Referensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.