Abstrak
Kecelakaan kerja berupa luka tusuk jarum merupakan cedera perkutan akibat penetrasi kulit oleh jarum yang terkontaminasi darah, jaringan, atau cairan tubuh pasien dan dapat menyebabkan pajanan terhadap penyakit menular. Kejadian luka tusuk jarum di UPTD RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang meningkat dari 3 kasus pada tahun 2024 menjadi 7 kasus pada tahun 2025. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kecelakaan kerja luka tusuk jarum pada petugas kesehatan di UPTD RSUD Depati Hamzah Kota Pangkalpinang. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 210 tenaga kesehatan, dengan sampel sebanyak 152 responden yang dipilih menggunakan teknik quota sampling dengan alokasi secara proporsional berdasarkan kelompok profesi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara, kemudian dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square dengan α=0,05, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 17 responden (11,2%) mengalami kejadian luka tusuk jarum. Analisis bivariat menunjukkan bahwa umur (p=0,000), pelatihan penyuntikan aman (p=0,000), dan pelaksanaan SOP (p=0,003) berhubungan signifikan dengan kejadian luka tusuk jarum, sedangkan masa kerja (p=0,225) dan praktik penyuntikan aman (p=0,764) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa umur (POR=12,222; 95% CI: 3,228–46,269; p=0,000), pelatihan penyuntikan aman (POR=20,857; 95% CI: 2,478–175,531; p=0,005), dan pelaksanaan SOP (POR=4,219; 95% CI: 1,075–16,551; p=0,039) berhubungan signifikan dengan kejadian luka tusuk jarum. Pelatihan penyuntikan aman merupakan faktor yang paling dominan karena memiliki nilai POR terbesar, yaitu 20,857. Upaya pencegahan perlu dilakukan melalui pelatihan penyuntikan aman secara rutin, sosialisasi risiko penyakit menular, penyediaan troli tindakan di setiap ruang, serta penguatan pengawasan oleh tim PPI dan supervisi terhadap kepatuhan SOP.
Referensi
1
1. Putri, A.E. (2023) Analisis Faktor Risiko Kejadian Kecelakaan Kerja Luka Tertusuk Jarum Pada Perawat di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Universitas Hasanuddin Makassar
DOI:
https://doi.org/10.30597/hjph.v4i1.24928
2
2. Katiandagho, D. et al. (2024) “Implementasi Potensial Hazards Pelayanan Rumah Sakit dengan Menggunakan Metode Job Safety Analysis,” Jurnal Media Penelitian dan Pengabdian Kesehatan, 34, p. 1.
DOI:
https://doi.org/10.34011/jmp2k.v34i1.1879
4
4. Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2014 (2014) Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan, Undang-Undang Republik Indonesia.
6
6. Pangalila, C.M., Sekeon, S.A. and Doda, D. (2019) “Hubungan Antara Beban Kerja dengan Cedera Tertusuk Jarum Suntik pada Perawat di Rumah Sakit GMIM Kalooran Amurang,” Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(4)
7
7. Hosseinipalangi, Z. et al. (2022) “Insiden global , regional dan nasional serta penyebab cedera tertusuk jarum : tinjauan sistematis dan meta-analisis Perkenalan Metode,” 28(7).
9
9. Fauzi Nasution, A. (2025) “Faktor yang Memengaruhi Terjadinya Luka Tusuk Jarum Pada Perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Sibuhuan Kabupaten Padang Lawas Tahun 2025,” Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 4(1), pp. 5804–5811. Available at:
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.2698
10
10. Permenkes (2017) Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2017 Tentang Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes), Peraturan Menteri Kesehatan RI.
11
11. Rumaisha et al. (2023) “Analisis Sistem Pencegahan dan Pengendalian Kejadian Tertusuk Jarum Suntik pada Perawat di RSUP Dr. M. Djamil Padang,” PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyaraka, 7(3), pp. 16644–16658.
12
12. Behzadmehr, R. (2023) “Prevalence and Causes of Unreported Needle Stick Injuries Among Health Care Workers: A Systematic Review and Meta-Analysis’,” Enviromental Health, 38(1), pp. 111–123
DOI:
https://doi.org/10.1515/reveh-2021-0148
14
14. Herdiansyah, T. and Susilowati, I.H. (2025) “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Cedera Tertusuk Jarum Suntik dan Benda Tajam Lainnya Pada Perawat di Rumah Sakit XYZ,” Jurnal Ilmiah Indonesia, 10(7), pp. 167–186.
DOI:
https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v10i7.60683
15
15. Alifariki, L.O. and Kusnan, A. (2019) “Hubungan Praktek Menyuntik Aman dengan Kejadian Cedera Tertusuk Jarum,” Jurnal Perawat Indonesia, 3(3), pp. 229–236
DOI:
https://doi.org/10.32584/jpi.v3i3.315
16
16. Balgahoom, N.T.N., Hanifah, N. and Chudri, J. (2024) “Prevalensi dan Faktor Risiko Cedera Tertusuk Jarum Pada Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit,” The Indonesian Journal of Public Health, 19(1), pp. 11–20. Available at:
https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/jkmi, jkmi@unimus.ac.id
18
18. Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung (2025) Data Angka Kejadian Tertusuk Jarum Tiga Tahun Terakhir (2023-2025), Dinkes Provinsi Babel
19
19. Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang (2025) Data Angka Kejadian Tertusuk Jarum Pada Petugas Kesehatan Periode Tiga Tahun Terakhir (2023-2025), Dinkes Kota Pangkalpinang
20
20. Instalasi K3RS RSUD Depati Hamzah (2025) Data Angka Kejadian Tertusuk Jarum pada Petugas Kesehatan Periode 2022-2025, RSUD Depati Hamzah
23
23. Pontoh, N.A.C., Djalil, R.H. and Hutahuruk, M. (2020) “Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian needle stick injury pada perawat di igd uptd rumah sakit manembo-nembotipe c bitung,” Jurnal Kesehatan : Amanah Prodi Ners Universitas Muhammadiyah Manado, 4(1), pp. 20–29.
25
25. Oga, Y.P. et al. (2025) “Analisis Determinan Cedera Tertusuk Jarum Suntik pada Perawat di RSUD Kalabahi,” 8(3), pp. 577–583.