1
[1] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Panduan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Bagi Populasi Kunci. Jakarta, Indonesia: Indonesia AIDS Coalition; 2016. p. 1–38.
2
[2] Dewan Jaminan Sosial Nasional. Sistem Monitoring dan Evaluasi (Sismonev) JKN BPJS Kesehatan Laporan Monthly Report Monitoring JKN. Jakarta, Indonesia; 2024.
3
[3] BPJS Kesehatan Kantor Cabang Semarang. Data Sekunder BPJS Kesehatan dengan Nomor Surat 944/VI-01/0325. Semarang, Indonesia; 2025.
4
[4] BPJS Kesehatan Kantor Cabang Semarang. Data Sekunder BPJS Kesehatan dengan Nomor Surat 2152/VI-01/0824. Semarang, Indonesia; 2024a.
5
[5] BPJS Kesehatan Kantor Cabang Semarang. Data Sekunder BPJS Kesehatan dengan Nomor Surat 2451/VI-01/0924. Semarang, Indonesia; 2024b.
8
[8] Novita M, Handayani S, Darma IY, Edison. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan membayar iuran BPJS Kesehatan mandiri pada pasien rawat jalan di Puskesmas Lubuk Basung Kab. Agam. Jurnal Kesehatan Medika Saintika. 2022;13(1):204–17.
9
[9] Istamayu AA, Solida A, Wardiah R. Determinan kemauan membayar (willingness to pay) iuran Jaminan Kesehatan Nasional pada peserta mandiri di Kota Jambi tahun 2021. Akselerasi: Jurnal Ilmiah Nasional. 2022;4(2):10–21.
https://doi.org/10.54783/jin.v4i2.546
10
[10] Suspamira W. Faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kepatuhan membayar iuran peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) di Kota Jambi tahun 2023. Jambi: Universitas Jambi; 2023.
11
[11] Wulandari A, Syah NA, Ernawati T. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan peserta mandiri dalam pembayaran iuran program Jaminan Kesehatan Nasional di Kota Solok. Jurnal Kesehatan Andalas. 2020;9(1):7–17.
http://dx.doi.org/10.25077/jka.v9i1.1219
12
[12] Utami NJ, Karyus A, Pramudho K, Noviansyah. Kepatuhan peserta PBPU dalam membayar iuran BPJS Kesehatan di Kabupaten Mesuji. JIK (Jurnal Ilmu Kesehatan). 2024;8(1):10–20.
13
[13] Rosdiana H, Nurmawaty D, Heryana A, Irfandi A. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan membayar iuran BPJS Kesehatan oleh peserta mandiri pada unit rawat jalan Puskesmas Kecamatan Kalideres tahun 2023. Jurnal Kesehatan dan Kedokteran. 2023;2(3):1–6.
14
[14] Nurjannah S, Batara AS, Haeruddin. Faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pembayaran iuran BPJS Kesehatan mandiri di Kelurahan Bontomanai Kabupaten Gowa. Window of Public Health Journal. 2021;2(5):765–73.
15
[15] Mokolomban C, Mandagi CKF, Korompis GEC. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan peserta mandiri dalam membayar iuran Jaminan Kesehatan Nasional di wilayah kerja Puskesmas Ranotana Weru Kota Manado. Jurnal Kesmas. 2018;7(4):1–10.
16
[16] Sudarman, Batara AS, Haeruddin. Faktor yang berhubungan dengan kemampuan dan kemauan membayar iuran BPJS peserta mandiri di Kelurahan Sanua Kecamatan Kendari Barat. Promotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat. 2021;11(1):45–57.
https://doi.org/10.56338/pjkm.v11i1.1517
17
[17] Wahyuni NWA, Widodo S. Pelayanan kesehatan, pemilihan kelas perawatan dan sanksi layanan dengan kemauan membayar premi (willingness to pay) peserta mandiri (PBPU). Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Indonesia. 2021;2(2):163–71.
18
[18] Syakhila I, Nurgahayu, Sulaeman U. Faktor yang berhubungan dengan ATP dan WTP dengan penentuan keputusan kelas iuran BPJS Kesehatan. Window of Public Health Journal. 2021;1(5):427–36.
19
[19] Ruhiyat E, Suryani L. Indikasi malasnya peserta BPJS dalam membayar iuran wajib BPJS akibat metode pembayaran dan pelayanan yang tidak maksimal di lingkungan BPJS BSD. Proseding Seminar Nasional Akuntansi. 2018;1(1):1–9.
20
[20] Murpratiwi O, Benianto NT, Sujoko. Analisis kemudahan melakukan pembayaran, ability to pay dan kepatuhan pembayaran iuran peserta mandiri Jaminan Kesehatan Nasional: studi pada peserta mandiri BPJS Kesehatan Kantor Cabang Magelang tahun 2020. Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen. 2022;1(4):230–57.
https://doi.org/10.58192/ebismen.v1i4.161
21
[21] Imron IA, Sutaip, Abdurochman. Faktor yang berhubungan dengan kepatuhan membayar iuran BPJS Kesehatan Mandiri. Journal of Midwifery and Health Administration Research. 2023;3(2):141–8.
22
[22] Entele BR, Emodi NV. Health insurance technology in Ethiopia: willingness to pay and its implication for health care financing. American Journal of Public Health Research. 2016;4(3):98–106.
23
[23] Witati, Putri PI. Determinant of willingness to pay health insurance contribution to informal workers. Economics Development Analysis Journal. 2020;9(2):144–58.
https://doi.org/10.15294/edaj.v9i2.38440
24
[24] Endartiwi SS. Pengaruh faktor pengetahuan terhadap kemauan untuk membayar iuran JKN di masa pandemi COVID-19. Jurnal Kesehatan. 2022;11(2):91–100.
25
[25] Kalalo EG, Tucunan AA, Rumayar A. Hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan peserta mandiri yang membayar iuran Jaminan Kesehatan Nasional di Kelurahan Paniki Bawah. Jurnal Kesehatan Tambusai. 2023;4(3):3878–86.
26
[26] Djamhari EA, Aidha CN, Ramdlaningrum H, Kurniawan DW, Fanggidae SJ, Herawati, et al. Defisit Jaminan Kesehatan Nasional (JKN): mengapa dan bagaimana mengatasinya. Jakarta, Indonesia: Perkumpulan PRAKARSA; 2020. p. 1–104.
27
[27] Dewiyani AC, Fadila R. Faktor determinan kepatuhan membayar iuran JKN pada peserta mandiri di Kota Malang. Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia. 2022;8(1):1–10.