Collaborative Nutrition Education Training for Teachers and Parents at SDN Tegal Besar 02 Jember
Pelatihan Pendidikan Gizi Kolaboratif bagi Guru dan Orang Tua di SDN Tegal Besar 02 Jember
Abstract
Serious challenges regarding child nutrition in primary schools persist in Indonesia, as nutrition directly impacts growth, cognitive development, and academic performance. This Community Service Program (PKM) was conducted at SDN Tegal Besar 02 Jember, involving 12 teachers and four parent representatives to strengthen collaboration between the educational institution and families regarding nutrition. The initiative aimed to enhance participants' understanding, skills, and awareness concerning the importance of balanced nutrition and the establishment of healthy eating habits among children. The implementation process comprised four key stages: needs analysis, delivery of educational material, interactive training on planning healthy breakfasts, and evaluation and reflection on the outcomes. Data indicated an improvement in participants' skills in designing nutritious breakfast menus and their understanding of balanced nutrition principles, evidenced by a 10-point shift in cognitive scores between the pre-test and post-test. Qualitatively, the program successfully fostered enthusiasm, collaboration, and awareness regarding the importance of healthy eating habits in both home and school environments. The program generated a positive impact by reinforcing a culture of health within the school and serving as an effective model of collaboration between teachers and parents in primary school nutrition education.
Abstrak
Tantangan serius terkait gizi pada anak-anak di sekolah dasar masih ada di Indonesia, karena hal ini berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan, perkembangan kognitif, dan hasil belajar. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini berlangsung di SDN Tegal Besar 02 Jember, melibatkan 12 pengajar dan 4 perwakilan orang tua siswa untuk memperkuat kerjasama antara lembaga pendidikan dan keluarga dalam bidang gizi. Acara ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman, keterampilan, dan kesadaran peserta mengenai relevansi gizi seimbang serta pembentukan kebiasaan makan yang sehat di kalangan anak-anak. Metode pelaksanaan terbagi menjadi empat langkah utama, yaitu analisis kebutuhan, penyampaian materi edukatif, pelatihan interaktif dalam penyusunan menu sarapan sehat, dan evaluasi serta refleksi hasil kegiatan. Data menunjukkan peningkatan keterampilan peserta dalam merancang menu sarapan yang bergizi dan pemahaman terhadap prinsip gizi seimbang, meskipun terdapat pergeseran nilai kognitif sebesar 10 poin antara pretest dan posttest. Dalam aspek kualitatif, program ini sukses dalam merangsang antusiasme, kerjasama, dan kesadaran peserta akan urgensi pola makan sehat di lingkungan rumah dan sekolah. Program ini menghasilkan dampak positif dalam memperkuat budaya sekolah sehat dan berperan sebagai model kerjasama yang efektif antara pengajar dan orang tua dalam pendidikan gizi anak-anak di sekolah dasar.
References

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.