Empowering Children's Health And Management Of Ashabul Kahfi Orphanage Through Integrated Screening
Pemberdayaan Kesehatan Anak Dan Pengurus Panti Asuhan Ashabul Kahfi Melalui Skrining Terpadu
Abstract
Orphanages require integrated attention to hygiene, personal safety, child development, and health monitoring. This community service activity aimed to strengthen children's health literacy and identify the basic health conditions of children and caregivers at Ashabul Kahfi Orphanage, Cirebon City. The activity was conducted on August 15, 2026, involving 34 children aged 4–14 years and four caregivers. Activities included participatory education, demonstration and redemonstration of six-step handwashing with soap, body safety education, age-appropriate educational play, anthropometric and vital-sign screening, and random blood glucose (RBG) testing among children based on their willingness to participate. All children participated in the education sessions, and 100% correctly redemonstrated the six-step handwashing technique. Mean body weight was 27.35 ± 7.90 kg, height 127.56 ± 13.89 cm, BMI 16.42 ± 2.01 kg/m², and mid-upper arm circumference 20.72 ± 2.87 cm. Eight children (23.5%) underwent RBG testing, with results ranging from 47–124 mg/dL. All caregivers had blood pressure measurements above the normal range at screening, three (75%) had BMI ≥25 kg/m², and one had an RBG level of 205 mg/dL. These findings represent screening results requiring monitoring or further examination, rather than clinical diagnoses. The activity also provided personal hygiene kits, shared meals, and individual and group awards. Interactive education combined with integrated screening can strengthen children's health literacy and identify caregivers requiring health follow-up.
Abstrak
Panti asuhan membutuhkan perhatian terintegrasi terhadap higiene, keselamatan diri, perkembangan anak, dan pemantauan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat literasi kesehatan anak serta mengidentifikasi kondisi kesehatan dasar anak dan pengurus Panti Asuhan Ashabul Kahfi, Kota Cirebon. Kegiatan dilaksanakan pada 15 Agustus 2026 dengan melibatkan 34 anak usia 4–14 tahun dan empat pengurus. Metode meliputi edukasi partisipatif, demonstrasi dan redemonstrasi cuci tangan enam langkah dengan sabun, edukasi body safety, permainan edukatif sesuai kelompok usia, skrining antropometri dan tanda vital, serta pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS) pada anak berdasarkan kesediaan peserta. Seluruh anak mengikuti edukasi dan 100% mampu mempraktikkan kembali enam langkah cuci tangan dengan benar. Rerata berat badan anak 27,35 ± 7,90 kg, tinggi badan 127,56 ± 13,89 cm, IMT 16,42 ± 2,01 kg/m², dan LiLA 20,72 ± 2,87 cm. Sebanyak delapan anak (23,5%) menjalani pemeriksaan GDS dengan rentang hasil 47–124 mg/dL. Seluruh pengurus memiliki tekanan darah di atas rentang normal saat skrining, tiga orang (75%) memiliki IMT ≥25 kg/m², dan satu orang memiliki GDS 205 mg/dL. Temuan tersebut merupakan hasil skrining yang memerlukan pemantauan atau pemeriksaan lanjutan, bukan diagnosis klinis. Kegiatan juga dilengkapi paket higiene personal, makan bersama, serta penghargaan individu dan kelompok. Pendekatan edukatif interaktif dan skrining terpadu dapat memperkuat literasi kesehatan anak serta mengidentifikasi kebutuhan tindak lanjut kesehatan pengurus.
References

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.