Abstrak
Kewajiban penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) di puskesmas sebelum 31 Desember 2023, sebagaimana diatur dalam Permenkes No. 24 Tahun 2022, masih menghadapi tantangan pada aspek manusia, organisasi, dan teknologi. Penelitian ini mengevaluasi sistem RME di puskesmas Kota Padang menggunakan metode HOT-FIT dengan pendekatan mixed-method pada April–Juni 2024. Data kuantitatif dikumpulkan secara cross-sectional dari 72 responden (dokter, petugas rekam medis, perawat) dan data kualitatif dari 48 informan (kepala puskesmas, petugas rekam medis). Hasil menunjukkan bahwa aspek manusia, khususnya penggunaan sistem, dinilai baik (54,2%), namun kepuasan pengguna rendah (58,3%). Aspek organisasi, meliputi struktur (52,8%) dan lingkungan (54,2%), dinilai baik. Pada aspek teknologi, kualitas sistem (51,4%) dan informasi (56,9%) dinilai kurang baik, meskipun kualitas layanan dianggap baik (62,5%). Aspek manfaat bersih (55,6%) menunjukkan kontribusi RME dalam efisiensi dan efektivitas kerja. Kendala yang ditemukan mencakup pelatihan yang kurang memadai, literasi teknologi rendah, gangguan jaringan, infrastruktur tidak memadai, keamanan data pasien yang lemah, dan kelengkapan data yang tidak optimal. Penelitian merekomendasikan penyusunan peraturan wali kota untuk mengatasi kendala tersebut dan meningkatkan implementasi RME di Kota Padang.
Referensi
1
[1] Ahmed MH, Bogale AD, Tilahun B, Kalayou MH, Klein J, Mengiste SA, et al. Intention to use electronic medical record and its predictors among health care providers at referral hospitals, north-West Ethiopia, 2019: Using unified theory of acceptance and use technology 2(UTAUT2) model. BMC Med Inform Decis Mak. 2020; 20(1): 1–11. doi : 10.1186/s12911-020-01222-x.
DOI:
https://doi.org/10.1186/s12911-020-01222-x
2
[2] Kementerian Kesehatan RI. Rencana Strategik Kementerian Kesehatan RI 2020-2024.
3
[3] Kementerian Kesehatan RI. Permenkes Noor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis.
4
[4] Deharja A, Santi MW, Damayanti NA, Hargono A, Nandini N. Evaluating The Usability of Hospital Information System (HIS) Through Human Organization Technology-Fit (Hot-Fit) Model. Int Proc 2nd Int Sci Meet Heal Inf Manag 2020. 2020;5(1171):380–9.
5
[5] Deharja A, Waskito DY, Rachmawati E, Vestine V. Electronic Medical Records Implementation at Soeradji Tirtonegoro Hospital, Klaten, Indonesia. Unnes J Public Heal. 2023;12(2):104–15.
https://doi.org/10.15294/ujph.v12i2.67972.
9
[9] Putra DNGWM, Putri DNR, Ghibran R Al, Kinanti AS. Implementation Barrier of Hospital Management Information Systems and Electronic Medical Records in East Java. Hum Care J. 2024;9(2):421–38.
http://dx.doi.org/10.32883/hcj.v9i2.3079.
10
[10] Rahmatiqa C, Werman W, Arrazy M, Abdillah N. Security and Confidentiality of Medical Record Data in Hospitals in the Use of Electronic Medical Records: Literature Review. J Med Rec Infomation Technol. 2023;1(1):11–8.
11
[11] Sibuea GHC, Napitupulu TA, Condrobimo AR. An evaluation of information system using HOT-FIT model: A case study of a hospital information system. Proc 2017 Int Conf Inf Manag Technol ICIMTech 2017. 2017;2018-Janua(November):106–11.
DOI:
https://doi.org/10.1109/ICIMTech.2017.8273520
16
[16] Afrizal SH, Hidayanti AN, Handayani PW, Budiharsana M, Eryando T. Narrative Review for Exploring Barriers to Readiness of Electronic Health Record Implementation in Primary Health Care. Healthc Inform Res. 2019;25(3):141–52. doi : 10.4258/hir.2019.25.3.141.
DOI:
https://doi.org/10.4258/hir.2019.25.3.141
17
[17] Hamamura FD, Withy K, Hughes K. Identifying Barriers in the use of electronic health records in Hawai’i. Hawaii J Med Public Health. 2017;76(3):28–35
18
[18] O’Donnell A, Kaner E, Shaw C, Haighton C. Primary care physicians’ attitudes to the adoption of electronic medical records: A systematic review and evidence synthesis using the clinical adoption framework. BMC Med Inform Decis Mak. 2018;18(1). doi: 10.1186/s12911-018-0703-x.
DOI:
https://doi.org/10.1186/s12911-018-0703-x
19
[19] Sucipto, Kuntoadi GB, Firmansyah MP, Lestari S, Utama T, Berliani P, et al. analisis penerapan rekam medis elektronik menggunakan metode Hot-Fit di Puskesmas Cireundeu. Prosiding SEMLITMAS Disem Penelit Pengabdi Masy. 2024;1(1):1–12.
20
[20] Ramoo V, Kamaruddin A, Nawawi WNFW, Che CC, Kavitha R. Nurses’ perception and satisfaction toward electronic medical record system. Florence Nightingale J Nurs. 2023;31(1):2–10. doi ; 10.5152/FNJN.2022.22061.
22
[22] Juliantari NK, Adiningsih LY, Putri PCS, Putra GW, Pradnyani PE. Gambaran proses implementasi rekam medis elektronik di unit rawat jalan dengan metode Hot-Fit di Rumah Sakit Umum Ari Canti. J Manag Inf Heal Technol. 2023;1(1):29–34
DOI:
https://doi.org/10.36049/maintekkes.v1i1.121
23
[23] Kementerian Kesehatan RI. Surat Edaran Nomor HK.02.01/MENKES/1030/2023 tentang Penyelenggaraan Rekam Medis Elektronik Kesehatan serta Penerapan Sanksi Administratif Dalam Rangka Pembinaan dan Pengawasan.
26
[26] Siswanti, Dwi J. Tinjauan pelaksanaan rekam medis elektronik rawat jalan di Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta. J Forum Ilm. 2017;14(2):171–181.
27
[27] Ananda SA, Ulfah A. Faktor Penghambat Pelaksanaan Pengisian Rekam Medis Elektronik Terhadap Kinerja Pegawai di Kamar Bedah RS Mata Cicendo. Media Bina Ilm. 2024;19(3):4009–14.