Abstrak
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan kerangka penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, khususnya pada proyek konstruksi infrastruktur yang memiliki tingkat risiko tinggi dan melibatkan tenaga kerja dalam jumlah besar. Meskipun penerapan SMK3 telah diatur secara nasional, implementasinya masih bervariasi antar proyek, dipengaruhi oleh kapasitas manajemen, kompleksitas teknis, serta faktor kontekstual di lapangan. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif yang bertujuan mengevaluasi tingkat penerapan SMK3 pada empat proyek infrastruktur, yaitu Proyek Bendungan LS, Proyek Jembatan Tol KAPB, Proyek Kota Lama Kesawan, dan Proyek Drainase Limbah. Penilaian dilakukan berdasarkan lima prinsip utama SMK3 perumusan kebijakan, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi, serta tinjauan kinerja yang diperkuat dengan dua belas elemen operasional. Data dikumpulkan menggunakan daftar periksa terstruktur dan sistem penilaian kepatuhan, kemudian dianalisis secara deskriptif serta disajikan dalam bentuk tabel dan grafik. Proyek Kota Lama Kesawan (93%) dan Proyek Jembatan Tol KAPB (87%) menunjukkan tingkat penerapan SMK3 yang tinggi dan dikategorikan “baik”, sedangkan Proyek Bendungan LS (71%) dan Proyek Drainase Limbah (73%) menunjukkan tingkat kepatuhan yang “cukup”. Kelemahan utama ditemukan pada aspek pengendalian dokumen, pelaksanaan inspeksi, dan pemantauan kinerja, terutama pada proyek besar dengan banyak subkontraktor. Hasil penelitian mengindikasikan adanya ketimpangan tingkat kematangan penerapan SMK3 antar proyek. Diperlukan penguatan kebijakan nasional dan lokal terkait penegakan SMK3, pelaksanaan audit keselamatan berkala, serta peningkatan pelatihan tenaga kerja. Implementasi SMK3 yang konsisten tidak hanya meningkatkan keselamatan dan efisiensi proyek, tetapi juga berdampak positif terhadap kesehatan pekerja dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.
Referensi
1
ILO. Safety and Health at the Heart of the Future of Work Building on 100 years of experience [Internet]. 2019. Available from: www.ilo.org/labadmin-osh
3
3. Kemnakertrans. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.50 Tahun 2012 Tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja [Internet]. 2012. Available from: www.djpp.depkumham.go.id
4
4. Sihombing D, Walangitan DRO, Pratasis PAK. Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Proyek di Kota Bitung (Studi Kasus Proyek Pembangunan Pabrik Minyak PT.MNS). Jurnal Sipil Statik. 2014;2(3):124–30.
8
8. Anisa R, Utoyo S, Manajemen Rekayasa Konstruksi Politeknik Negeri Malang M, Manajemen Rekayasa Konstruksi Politeknik Negeri Malang D. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan pada Proyek Bandara di Kabupaten Kediri [Internet]. Vol. 3. 2022. Available from:
http://jos-mrk.polinema.ac.id/
10
10. Muhammad M, Marsuki M. Implementation of Occupational Safety and Health in the Work Accident Prevention and Management System at Pt. Indonesia Power Steam Power Plant (Pltu) Barru Operation and Maintenance Services Unit. Asian Soc Sci. 2023 Nov 29;19(6):142.
DOI:
https://doi.org/10.5539/ass.v19n6p142
12
12. Asmalda IG, Purnomo F, Arystianto DP. Evaluasi Kinerja Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Passenger Terminal Building Proyek Bandara Dhoho Kediri. Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi Polinema [Internet]. 2023 [cited 2025 Oct 22];(3). Available from:
https://jurnal.polinema.ac.id/index.php/jos-mrk/article/view/3504/2919
14
14. Ginting ESB, EL-Matury HJ, Tarigan HN. Analisis Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di PT. WIKA BK KSO Project Bendungan Lausimeme Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Kajian Kesehatan Masyarakat [Internet]. 2023 [cited 2025 Oct 22];4(1). Available from:
https://ejournal.delihusada.ac.id/index.php/JK2M/article/view/1380/920
15
15. Srisantyorini T, Safitriana R. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek 2 Elevated. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan. 2020;16(2).
DOI:
https://doi.org/10.24853/jkk.16.2.151-163
16
16. Zahra KP, Purba KI, Suprianto YN, Hasibuan A. Implementation of the OHS Management System in Improving Operational Safety of Toll Road Transportation. Journal of Advanced Multidisciplinary Studies [Internet]. 2025 [cited 2025 Oct 22];1(2). Available from:
https://jurnal-jams.or.id/index.php/JAMS/article/view/18/19
19
19. Mixafenti S, Karagkouni A, Dimitriou D. Integrating Business Ethics into Occupational Health and Safety: An Evaluation Framework for Sustainable Risk Management [Internet]. 5th ed. Sustainability 2025, Vol. 17, Page 4370. Oxford University Press: Oxford, UK; 2019 [cited 2025 Jul 25]. 4370 p. Available from:
https://www.mdpi.com/2071-1050/17/10/4370
21
21. ISO. ISO 45001:2018 Occupational Health & Safety Management Systems. 2018.
22
22. Mulyawati SD, Setyaningsih Y, Denny HM. Literature Review: The benefits of occupational health and safety management systems implementation for the safety of workers. Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan. 2024 Nov 22;5(3B):979.
DOI:
https://doi.org/10.30867/gikes.v5i3B.1906
23
23. Kineber AF, Antwi-Afari MF, Elghaish F, Zamil AMA, Alhusban M, Qaralleh TJO. Benefits of Implementing Occupational Health and Safety Management Systems for the Sustainable Construction Industry: A Systematic Literature Review. Sustainability (Switzerland) [Internet]. 2023 Sep 1 [cited 2025 Jul 25];15(17):12697. Available from:
https://www.mdpi.com/2071-1050/15/17/12697/htm
DOI:
https://doi.org/10.3390/su151712697