Pengaruh Terapi Genggam Jari dan Pernapasan Dalam terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia dengan Hipertensi di Kabupaten Klaten
Abstrak
Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang banyak ditemukan pada lansia. Tingginya kasus hipertensi pada lansia dipengaruhi oleh faktor usia, gaya hidup, dan tingkat stres, sehingga mendorong pengembangan intervensi non-farmakologi, di antaranya melalui terapi genggam jari dan pernapasan dalam. Tujuan: Mengetahui pengaruh terapi genggam jari dan pernapasan dalam terhadap tekanan darah lansia di Dusun II Suko, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Metode: Penelitian quasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest control group pada 72 responden (36 intervensi, 36 kontrol) yang dipilih secara purposive sesuai kriteria inklusi-eksklusi. Kelompok intervensi mendapat terapi selama 16 hari (6 sesi), sedangkan kontrol terapi standar. Data dikumpulkan melalui kuesioner, pengukuran tekanan darah, dan observasi (pretest-posttest), serta dianalisis menggunakan uji nonparametrik karena data tidak normal (Shapiro-Wilk p<0,05) dan untuk mengetahui pengaruh dengan Uji Wilcoxon. Hasil: Terapi genggam jari dan pernafasan dalam efektif menurunkan tekanan darah, ditandai dengan penurunan pada kelompok intervensi (138,72 menjadi 89,44 mmHg) dan peningkatan pada kontrol (87,37 menjadi 158,03 mmHg). Pada sistolik, mean rank 31,46-35,82 dengan p=0,000 (signifikan), sedangkan diastolik mean rank 34,33-26,13 dengan p=0,175 (tidak signifikan). Kesimpulan: Terapi genggam jari dan pernapasan dalam efektif menurunkan tekanan darah lansia, terutama sistolik, melalui relaksasi sistem saraf otonom, serta berpotensi diterapkan luas sebagai dasar pengembangan terapi non-farmakologi hipertensi.
Referensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.