Articles
Open Access

Demam Berdarah Dengue dan Hubungannya Dengan Faktor Cuaca di Kota Bandar Lampung Tahun 2009-2018

1 Politeknik Kesehatan Tanjungkarang
Unduh PDF

Abstrak

Latar belakang: DBD adalah penyakit tular vektor yang paling serius di Kota Bandar Lampung. Virus dengue dan vektornya Aedes aegypti sensitif terhadap perubahan cuaca, khususnya curah hujan, temperatur dan kelembapan.

Tujuan: Penelitian bertujuan mengetahui hubungan faktor cuaca dengan kasus DBD menggunakan periode tahun 2009-2018.

Metode: Data diperoleh dari laporan jumlah kasus bulanan Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, dan iklim harian dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yang dikonversi menjadi rata-rata bulanan. Perangkat SPSS 24.0 digunakan pada semua tingkatan analisis (CL=95%), termasuk Pearson Correlation, Spearman rank Correlation, dan Multiple Linier Regression.

Hasil: Kami menemukan, kasus DBD tertinggi pada bulan Januari, Februari, dan Maret. Curah hujan berkorelasi positif dengan jumlah kasus DBD pada tahun 2011 (p-value=0,012), dan 2015 (p-value=0,020). Setiap tahunnya, periode hujan mendahului dimulainya waktu peningkatan kasus DBD. Temperatur berkorelasi negatif pada tahun 2014 (p-value=0,036). Kelembapan berkorelasi positif pada tahun 2014 (p-value=0,024), dan 2015 (p-value=0,018). Curah hujan memberikan pengaruh terbesar dalam hubungan dengan kasus DBD di Kota Bandar Lampung (36,9%).

Kesimpulan: Temuan ini memberikan bukti empirik mengenai hubungan faktor cuaca dengan penularan DBD, dan diharapkan dapat memberikan landasan ilmiah untuk pencegahan dan penanggulangan DBD.

Referensi

1
Arrivillaga, J. and Barrera, R. (2004) ‘Food as a limiting factor for Aedes aegypti in water-storage containers.’, Journal of vector ecology : journal of the Society for Vector Ecology, 29(1), pp. 11–20. Available at: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15266737.
2
Azhar, K., Marina, R. and Anwar, A. (2017) ‘A prediction model of Dengue incidence using climate variability in Denpasar city’, Health Science Journal of Indonesia, 8(2), pp. 68–73. doi: 10.22435/hsji.v8i2.6952.68-73.
3
Beatty, M. E., Letson, G. W. and Margolis, H. S. (2009) ‘Estimating the global burden of dengue’, American Journal of Tropical Medicine and Hygiene.
4
Brady, O. J. et al. (2013) ‘Modelling adult Aedes aegypti and Aedes albopictus survival at different temperatures in laboratory and field settings’, Parasites and Vectors, 6(1), pp. 1–12. doi: 10.1186/1756-3305-6-351.
5
Brady, O. J. et al. (2014) ‘Global temperature constraints on Aedes aegypti and Ae. albopictus persistence and competence for dengue virus transmission’, Parasites and Vectors, 7(1), pp. 1–17. doi: 10.1186/1756-3305-7-338.
Unduhan
Data unduhan tidak tersedia.

Cara Mengutip

1.
Demam Berdarah Dengue dan Hubungannya Dengan Faktor Cuaca di Kota Bandar Lampung Tahun 2009-2018. J Keskom [Internet]. 1 Oktober 2021 [dikutip 18 Agustus 2026];7(2):263-70. Tersedia pada: https://jurnal.htp.ac.id/index.php/keskom/article/view/869

Artikel Serupa

1-10 dari 20

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.