Main Article Content

Abstract

Malnutrisi adalah suatu keadaan kekurangan, kelebihan, atau ketidakseimbangan zat gizi energi, protein, dan zat gizi lain yang menyebabkan efek yang buruk pada bentuk tubuh, fungsional tubuh, serta hasil klinis. Proporsi penduduk usia > 65 tahun meningkat dari tahun 2011 sampai tahun 2015. Pada tahun 2011, proporsi penduduk usia lanjut sebesar 4,2% lebih rendah dibandingkan pada tahun 2015, yaitu sebesar 4,8%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan faktor risiko malnutrisi pada usia lanjut di Kota Pekanbaru, Propinsi Riau. Penelitian dilakukan pada tahun 2018 di 20 Puskesmas Kota Pekanbaru. Populasi adalah usia lanjut yang di Kota Pekanbaru, Propinsi Riau. Sampel adalah sebagian populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi adalah responden dengan usia ≥ 60 tahun, tidak mengalami penyakit berat/kronis, dan bersedia ikut penelitian. Kriteria eksklusi adalah responden afasia motorik, buta huruf, dan demensia/pikun. Penelitian ini bersifat kuantitatif analitik dengan jenis desain cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan data primer. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan analisis univariat, bivariat, dan multivariat, sehingga diketahui variabel indepeden yang paling berpengaruh terhadap masalah kesehatan lanjut usia di Kota Pekanbaru. Hasil penelitian didapatkan prevalensi malnutrisi sebesar 3,1% dan faktor risiko adalah variabel sulit mengunyah dengan nilai OR: 5,546 (95%CI: 1,468-20,950). Diharapkan peran keluarga memperhatikan asupan gizi lansia yang mengalami kesulitan mengunyah makanan dengan dibantu oleh petugas puskesmas.

Article Details

How to Cite
1.
Sari W, Septiani W. Malnutrition in elderly in Pekanbaru. J Keskom [Internet]. 2019Apr.23 [cited 2019Dec.12];5(1):44-8. Available from: http://jurnal.htp.ac.id/index.php/keskom/article/view/296

References

  1. Agarwalla, R., Saikia, A. M. and Baruah, R. (2015) ‘Assessment of the nutritional status of the elderly and its correlates.’, Journal of family & community medicine. Medknow Publications, 22(1), pp. 39–43. doi: 10.4103/2230-8229.149588.
  2. Almisar, H. (2007) Penduduk lanjut usia di Indonesia dan masalah kesejahteraanya, Kementerian Sosial RI.
  3. BPS (2015) Statistik Penduduk Lanjut Usia 2014. Jakarta: Badan Pusat Statistik.
  4. BPS Provinsi Riau (2016) Provinsi Riau Dalam Angka 2016. Riau: Badan Pusat Statistik Provinsi Riau.
  5. Brown, J., Bowling, A. and Flyn, T. (2004) ‘Models of quality of life: A taxonomy, overview and systematic review of quality of life’, in European Forum on Population Ageing Research, 2004. Sheffield. Available at: http://discovery.ucl.ac.uk/1643/.
  6. Dwitanto, K. (2008) Gambaran Prevalensi Malnutrisi dan gambaran komposisi Tubuh berdasarkan Status Nutrisi pada Pasien Usia Lanjut Rawat Jalan. Universitas Indonesia.
  7. Fatmah (2010) Gizi Usia Lanjut. Jakarta: Erlangga.
  8. Kementerian Kesehatan RI (2016) Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2016 tentang Rencana Aksi Nasional Kesehatan Lanjut Usia Tahun 2016-2019. Indonesia: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
  9. Kossioni, A. E. (2018) ‘The Association of Poor Oral Health Parameters with Malnutrition in Older Adults: A Review Considering the Potential Implications for Cognitive Impairment.’, Nutrients. Multidisciplinary Digital Publishing Institute (MDPI), 10(11). doi: 10.3390/nu10111709.
  10. Kvamme, J.-M., Grønli, O., Florholmen, J. and Jacobsen, B. K. (2011) ‘Risk of malnutrition is associated with mental health symptoms in community living elderly men and women: the Tromsø study.’, BMC psychiatry. BioMed Central, 11, p. 112. doi: 10.1186/1471-244X-11-112.
  11. Nazemi, L., Skoog, I., Karlsson, I., Hosseini, S., Mohammadi, M. R., Hosseini, M., Hosseinzade, M. J., Mesbah-Namin, S. A. and Baikpour, M. (2015) ‘Malnutrition, Prevalence and Relation to Some Risk Factors among Elderly Residents of Nursing Homes in Tehran, Iran.’, Iranian journal of public health. Tehran University of Medical Sciences, 44(2), pp. 218–27. Available at: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25905056 (Accessed: 9 February 2017).
  12. Norhasanah (2015) Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Dan Kesehatan Lansia Perempuan Pada Panti Sosial Dan Lembaga Sosial Masyarakat Di Banjarmasin. Institut Pertanian Bogor.
  13. Oliveira, M. R. M., Fogaça, K. C. P. and Leandro-Merhi, V. A. (2009) ‘Nutritional status and functional capacity of hospitalized elderly.’, Nutrition journal. BioMed Central, 8, p. 54. doi: 10.1186/1475-2891-8-54.
  14. PUSDATIN (2016) Situasi lanjut usia (lansia) di Indonesia. Jakarta.
  15. Senjaya, A. A. (2016) ‘Gigi Lansia’, Jurnal Skala Husada, 13(1), pp. 72–80.
  16. Setiati, S., Istanti, R., Andayani, R., Kuswardhani, R. A., Aryana, I. G., Putu, I. D., Apandi, M., Ichwani, J., Soewoto, S., Dinda, R. and Mustika, S. (2010) ‘Cut-off of anthropometry measurement and nutritional status among elderly outpatient in Indonesia: multi-centre study’, Acta Med Indones, 42(4), pp. 224–230.
  17. UNDP (2011) Sustainability and Equity: A Better Future for All. Human Development Report 2011.
  18. WHO (2004) The World Health Organization Quality of Life (WHOQOL)-BREF. Geneva: World Health Organization.
  19. Yuliati, A., Baroya, N. and Ririanty, M. (2014) ‘Perbedaan Kualitas Hidup Lansia yang Tinggal di Komunitas dengan di Pelayanan Sosial Lanjut Usia’, Jurnal Pustaka kesehatan, 2(1), pp. 87–94.