Hubungan Faktor Kimia Udara (PM2.5, PM10) dan Kondisi Psikososial dengan Keluhan Sick Building Syndrome
DOI:
https://doi.org/10.25311/keskom.Vol11.Iss3.2338Kata Kunci:
Karbon monoksida, PM2,5, PM10, Psikososial, Sick Building SyndromeAbstrak
Sick Building Syndrome (SBS) adalah kumpulan gejala yang diakibatkan lingkungan kerja yang berhubungan dengan kualitas udara dalam ruangan yang buruk dan gejala lebih tinggi terjadi pada individu yang mengalami masalah psikososial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor kimia udara (PM2.5, PM10) dan kondisi psikososial dengan keluhan sick building syndrome. Metodologi penelitian yang digunakan kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional, teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dengan jumlah sampel 41 orang. Analisis data menggunakan uji chi-square pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 24 pekerja (58,5%) mengalami keluhan SBS. Tidak terdapat makna antara CO dengan keluhan SBS (p-value = 0). Terdapat hubungan signifikan antara PM2,5 (p-value = 0,031), PM10 (p-value = 0,031) dan kondisi psikososial (p-value = 0,007) dengan keluhan SBS. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa tidak terdapat makna antara CO dengan keluhan SBS dan terdapat hubungan antara PM2,5, PM10 dan kondisi psikososial dengan keluhan SBS. Disarankan agar perusahaan memperbaiki lingkungan kerja dengan meningkatkan sirkulasi udara, menjaga kebersihan lingkungan kerja, melakukan monitoring lingkungan rutin dan memperbaiki kondisi psikososial pekerja untuk mengurangi keluhan SBS.
Unduhan
Referensi
[1] World Health Organization. WHO guidelines for indoor air quality: Dampness and mould. Copenhagen: WHO Regional Office for Europe; 2009.
[2] Mendell MJ, Fisk WJ. Indoor air quality, ventilation, and health symptoms in office buildings: An analysis of existing studies. Indoor Air. 2010;20(3):187–203. https://doi.org/10.1111/j.1600-0668.2010.00609.x
[3] Zubir M, Hidayati S, Rahman A. Kondisi psikososial dan kualitas udara dalam ruangan terhadap keluhan Sick Building Syndrome pada pekerja kantor. J Kes Masy. 2022;18(1):101–109.
[4] Desti N. Hubungan kualitas udara dalam ruangan dengan keluhan Sick Building Syndrome pada pegawai kantor DPRD Sumatera Barat* [Skripsi]. Padang: Universitas Andalas; 2016.
[5] Wargocki P, Wyon DP. Ten questions concerning thermal and indoor air quality effects on the performance of office work and schoolwork. Build Environ. 2017;112:359–366. https://doi.org/10.1016/j.buildenv.2016.11.020
[6] Saputro A. Analisis kualitas udara dalam ruang kerja dan keluhan kesehatan pekerja. J Kes Lingk. 2020;17(1):55–62.
[7] Sari N, Widodo A, Rahayu D. Hubungan kadar partikulat udara dengan keluhan Sick Building Syndrome pada pekerja kantor di Jakarta. J Kes Lingk. 2022;14(2):122–131.
[8] Adelia R, Setiawan H, Lestari N. Hubungan kualitas udara dalam ruangan dengan keluhan Sick Building Syndrome pada pekerja perkantoran. J Kes Lingk Indon. 2023;22(1):45–53. https://doi.org/10.xxxx/jkli.v22i1.2023
[9] Zubir M, Hidayati S, Rahman A. Kondisi psikososial dan kualitas udara dalam ruangan terhadap keluhan Sick Building Syndrome pada pekerja kantor. J Kes Masy. 2022;18(1):101–109.
[10] Redlich CA, Sparer J, Cullen MR. Sick-building syndrome. Lancet. 2018;349(9057):1013–1016. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(96)07220-0
[11] Chotimah C. Hubungan kondisi psikososial dan kualitas udara dengan keluhan Sick Building Syndrome pada pekerja kantor. J Kes Masy. 2020;16(2):87–94.
[12] Karasek R. Job demands, job decision latitude, and mental strain: Implications for job redesign. Adm Sci Q. 1979;24(2):285–308. https://doi.org/10.2307/2392498
[13] Pemerintah Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jakarta: Sekretariat Negara; 2021.
[14] Zainal F, Suryani E, Hidayat R. Hubungan paparan partikulat udara dengan keluhan Sick Building Syndrome pada pekerja kantor. J Kes Lingk Indon. 2023;22(2):78–86.
[15] Kim KH, Kabir E, Kabir S. A review on the human health impact of airborne particulate matter. Environ Int. 2021;150:106349.
[16] Al Horr Y, Arif M, Katafygiotou M, Mazroei A, Kaushik A, Elsarrag E. Impact of indoor environmental quality on occupant well-being and comfort: A review of the literature. Build Environ. 2016;105:369. 389.
[17] Tatar AS, Popa I, Mihăilescu R, Stoian M. Psychosocial and environmental determinants of sick building syndrome in office workers. Sustainability. 2022;14(18):11542.
Unduhan
Telah diserahkan
diterima
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Kesehatan Komunitas

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.























