"Stop Bullying" Education to Increase Anti-Bullying Knowledge and Attitudes
Edukasi "Stop Bullying" Untuk Meningkatkan Pengetahuan Dan Sikap Anti-Perundungan
Abstract
Bullying is aggressive behavior that may occur physically, verbally, socially, or digitally and can disrupt students' sense of safety and comfort at school. This community service activity aimed to improve knowledge and foster anti-bullying attitudes among students of Junior High School 23 Serang City. The activity was held on 31 July 2026 and involved 33 eighth-grade students. A participatory educational approach was used through interactive education, an educational video, case discussion, role play, question-and-answer sessions, and a "Stop Bullying" commitment declaration. Program achievement was evaluated descriptively using knowledge and attitude questionnaires administered before and after the activity, along with observation of participant engagement. The mean knowledge score increased from 64.5 to 86.1, while the proportion of students in the good-knowledge category increased from 18.2% to 87.9%. The average proportion of positive anti-bullying attitude responses increased from 67.8% to 94.3%. Students were better able to identify forms of bullying, distinguish jokes from harmful behavior, describe safe actions as victims or bystanders, and recognize the importance of reporting to trusted adults. Participatory education can support promotional and preventive efforts to build a safe, comfortable, inclusive, and respectful school culture
Abstrak
Perundungan merupakan perilaku agresif yang dapat terjadi secara fisik, verbal, sosial, maupun digital dan berpotensi mengganggu rasa aman serta kenyamanan siswa di sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan membangun sikap anti-perundungan pada siswa SMP Negeri 23 Kota Serang. Kegiatan dilaksanakan pada 31 Juli 2026 dan diikuti oleh 33 siswa kelas VIII. Pelaksanaan menggunakan pendekatan edukasi partisipatif melalui penyuluhan interaktif, pemutaran video edukasi, diskusi kasus, permainan peran, tanya jawab, dan deklarasi komitmen "Stop Bullying". Ketercapaian kegiatan dievaluasi secara sederhana melalui kuesioner pengetahuan dan sikap yang diberikan sebelum dan sesudah edukasi, disertai observasi keterlibatan peserta. Hasil evaluasi deskriptif menunjukkan nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 64,5 menjadi 86,1. Proporsi siswa dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 18,2% menjadi 87,9%. Rata-rata proporsi respons sikap positif terhadap pencegahan perundungan juga meningkat dari 67,8% menjadi 94,3%. Siswa mampu mengenali bentuk perundungan, membedakan candaan dengan perilaku yang menyakiti, menjelaskan langkah aman sebagai korban atau saksi, serta memahami pentingnya melapor kepada orang dewasa yang dipercaya. Kegiatan edukasi partisipatif dapat menjadi upaya promotif dan preventif untuk mendukung budaya sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan saling menghargai.
References

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.