Articles
Open Access

Hubungan Tingkat Spiritualitas dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik selama Masa Pandemi Covid-19

1 RS Pondok Kopi
2 Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Indonesia
3 Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Unduh PDF

Abstrak

Pasien dengan penyakit gagal ginjal kronik yang menjalani haemodialisis sangat rentan terhadap Infeksi COVID-19. Tingkat spiritualitas mempunyai peranan yang sangat penting dalam meredakan insiden dan juga memiliki pengaruh pada hasil kesehatan demi mempertahankan kualitas hidup penderita GGK tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya hubungan spiritualitas dengan kualitas hidup pasien GGK selama masa pandemi COVID-19. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 154 pasien dengan GGK yang berada di RS Islam Jakarta Pondok Kopi. Instrumen pengukuran menggunakan skala tingkat spiritualitas yang mengadaptasi daily spiritual experience scale (DSES) dan skala kualitas hidup yang mengadaptasi kidney disease and quality of life (KDQOL-36TM). Pengumpulan data mengunakan google form dilaksanakan ± 1bulan. Hasil Analisis Statistik menggunakan analisis uji  regresi logistic ganda ditemukan hubungan yang bermakna antara tingkat spiritualitas dengan kualitas hidup (B: 1,513. p= 0,001, OR: 4,539, 95% CI: 1,880;10,963). Kesimpulan didapatkan kualitas hidup pasien dengan GGK selama masa pandemic COVID-19 dapat dipertahankan dengan meningkatkan tingkat spiritualitas penderita setelah dikontrol oleh dukungan sosial, nilai Hb, lama menderita penyakit dan komorbiditas. Penelitian ini merekomendasikan perlunya perawat meningkatkan tingkat spiritualitas pasien dengan gagal ginjal kronik agar dapat meningkatkan kualitas hidupnya.

Referensi

1
Armiyati, Y., & Rahayu, D. A. (2014). Faktor yang Berkolerasi Terhadap Mekanisme Koping Pasien CKD yang Menjalani Hemodialisis di RSUD Kota Semarang. Fakultas Ilmu Keperawatan Dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Semarang., 7.
2
Basile, C., Combe, C., Pizzarelli, F., Covic, A., Davenport, A., Kanbay, M., Kirmizis, Di., Schneditz, D., van der Sande, F., & Mitra, S. (2020). Recommendations for the prevention, mitigation and containment of the emerging SARS-CoV-2 (COVID-19) pandemic in haemodialysis centres. Nephrology Dialysis Transplantation, 35(5), 737–741. https://doi.org/10.1093/ndt/gfaa069
3
Cruz, J. P., Colet, P. C., Alquwez, N., Inocian, E. P., Al-Otaibi, R. S., & Islam, S. M. S. (2017). Influence of religiosity and spiritual coping on health-related quality of life in Saudi haemodialysis patients. Hemodialysis International, 21(1), 125–132. https://doi.org/10.1111/hdi.12441
4
Davison, S. N., & Jhangri, G. S. (2013). The relationship between spirituality, psychosocial adjustment to illness, and health-related quality of life in patients with advanced chronic kidney disease. Journal of Pain and Symptom Management, 45(2), 170–178. https://doi.org/10.1016/j.jpainsymman.2012.02.019
5
Ebrahimi, H., Ashrafi, Z., Eslampanah, G., & Noruzpur, F. (2014). Relationship between spiritual well-being and quality of life in hemodialysis patients. Journal of Nursing and Midwifery Sciences, 1(3), 41. https://doi.org/10.4103/2345-5756.231405
Unduhan
Data unduhan tidak tersedia.

Cara Mengutip

1.
Hubungan Tingkat Spiritualitas dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronik selama Masa Pandemi Covid-19. J Keskom [Internet]. 31 Agustus 2022 [dikutip 18 Agustus 2026];8(2):299-305. Tersedia pada: https://jurnal.htp.ac.id/index.php/keskom/article/view/1178

Artikel Serupa

1-10 dari 378

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.