Articles
Open Access

Pengaruh Progressive Muscle Relaxation (PMR) Terhadap Tingkat Kelelahan Lansia Penyintas Covid 19 di Kota Pekanbaru Penelitian Dosen PemulaTahun ke 1 dari 1

1 a:1:{s:5:"en_US";s:26:"STIKes Hang Tuah Pekanbaru";}
2 Universitas Hang Tuah Pekanbaru ROR
3 STIKes Pekanbaru Medical Center
Unduh PDF

Abstrak

Pendahuluan Kelelahan merupakan gejala terbanyak yang dialami oleh lansia penyintas covid 19 setelah demam dan sesak nafas dimana kejadiannya 30% dari seluruh lansia penyintas covid 19. Perawatan lansia penyintas covid 19 membutuhkan suatu intervensi yang mampu mempercepat pemulihan lansia dari kelelahan tersebut.  Tujuan Penelitian Tujuan Penelitian ini adalalah melihat pengaruh intevensi keperawatan Progressive Muscle Relaxation terhadap kelelahan pada lansia penyintas covid 19. Metode, Pada penelitian ini menggunakan desain penelitian quasy eksperimen dengan jenis pretest and post test without control group. Dengan menggunakan penghitungan sampel uji hipotesis  populasi  maka jumlah sampel  minimal yaitu 40 orang lansia, Pada penelitian ini metode sampling yang digunakan adalah multistage random sampling, Penelitian dilakukan pada bulan Juni-Agustus 2022. Analisa bivariat menggunakan Paired T Test. Hasil/temuan Hasil penelitian di dapatkan terdapat pengaruh Intervensi Keperawatan Progressive Muscle Relaxation terhadap tingkat kelelahan lansia penyintas covid 19 di kota pekanbaru dengan nilai p value 0,001 (<0.05). Hal ini dilihat dari adanya perubahan tingkat kelelahan sebelum dan setelah intervensi. Jika dikaitkan antara terapi PMR ini dengan kelelahan yaitu pada saat melakukan terapi ini terjadi pelepasan produksi hormon endorfin, enkefalin, dan serotonin selanjutnya akan muncul perasaan tenang dan rileks. Simpulan, Intervensi Keperawatan PMR ini dapat dijadikan salah satu alternative bentuk intervensi keperawatan untuk mengatasi masalah kelelahan pada lansia dan dapat dilakukan oleh perawat komunitas di Puskesmas.

 

Kata Kunci : Kelelahan; Lansia; Penyintas Covid 19; Progressive Muscle Relaxation,

Referensi

1
Wahyono, E. (Januari 2021). Tambah 12.568, kasus Corona di RI per Januari jadi 939.948. Detiknews. Diunduh dari https://news.detik.com/berita/d5341564/tambah-12568-kasus-Corona-di-ri-per20-januari-jadi-939948
2
Brooks, S. K., Webster, R. K., Smith, L. E., Woodland, L., Wessely, S., Greenberg, N., & Rubin, G. J. (2020). The psychological impact of quarantine and how to reduce it: Rapid review of the evidence. Rapid review, 395(10227), 912-920. Diunduh dari https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/ PIIS0140-6736(20)30460-8/fulltext
3
Qiu, J., Shen, B., Zhao, M., Wang, Z., Xie, B., & Xu, Y. (2020). A nationwide survey of psychological distress among Chinese people in the Covid-19 epidemic: Implications and policy recommendations. General psychiatry, 33, 1-3. doi: 10.1136/gpsych-2020-100213
4
Jacobs, J. J. L. (2021). Persistent SARS-2 infections contribute to long covid-19. Medical hypotheses, 149, 1-2. doi: https://doi.org/10.1016/j.mehy.2021.110538
5
Christianti, C. (2019). Keefektifan Relaksasi Otot Progresif Untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter.
Unduhan
Data unduhan tidak tersedia.

Cara Mengutip

1.
Pengaruh Progressive Muscle Relaxation (PMR) Terhadap Tingkat Kelelahan Lansia Penyintas Covid 19 di Kota Pekanbaru Penelitian Dosen PemulaTahun ke 1 dari 1. J Keskom [Internet]. 31 Juli 2023 [dikutip 18 Agustus 2026];9(2):313-9. Tersedia pada: https://jurnal.htp.ac.id/index.php/keskom/article/view/1340

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama