Kelelahan Kerja pada Pekerja Beberapa Industri Tahu di Desa Kenteng, Bandungan, Semarang
Abstrak
Pekerjaan di industri tahu ini tenaga manusia masih sangat dibutuhkan dalam proses produksi. Kondisi ini berpotensi menimbulkan kelelahan setelah bekerja pada pekerja yang bersangkutan. Adapun tujuan penelitian ini yaitu menganalisis beberapa variabel yang memilki hubungan dengan kelelahan pekerja pada industri tahu di Desa Kenteng, Bandungan, Semarang. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan survei analitik dan melalui pendekatan cross-sectional serta analisis dengan Chi-Square. Tiga industri tahu sebagai populasi penelitian dengan jumlah total 30 pekerja direkrut sebagai responden penelitian. Variabel bebas penelitian berupa karakteristik pekerja meliputi: usia, masa kerja, dan status gizi; faktor pekerjaan meliputi: jam kerja dan beban kerja fisik. Sedangkan kelelahan kerja merupakan variabel terikat. Hasil penelitian ternyata menunjukkan tidak adanya hubungan bermakna antara usia (p-value: 0.361; α: 0.05) dan jam kerja (p-value: 0.269; α: 0.05) terhadap kelelahan kerja. Selain itu, terdapat hubungan antara masa kerja (p-value: 0.019; α: 0.05), satus gizi (p-value: 0.037; α: 0.05), dan beban kerja fisik (p-value: 0.037; α: 0.05) terhadap kelelahan kerja. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan adanya pengaturan waktu istirahat, dan gerakan peregangan yang dilakukan secara periodik.
Referensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.