Articles
Open Access

Hubungan Pemeliharaan Anjing dengan Risiko Gigitan Hewan Penular Rabies di Sajingan dan Entikong (Wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia)

1 Universitas Muhammadiyah Pontianak ROR
Unduh PDF

Abstrak

Rabies masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia, khususnya di Kalimantan Barat. Pada awal 2025 tercatat 16 kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) di Kabupaten Sambas, sementara Kabupaten Sanggau juga terus melaporkan angka yang tinggi. Penelitian ini dilakukan pada Januari–Maret 2024 untuk menganalisis faktor pemeliharaan anjing yang berpengaruh terhadap GHPR. Desain penelitian adalah potong lintang dengan 348 rumah tangga pemilik anjing yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan observasi lapangan, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik multivariat. Hasil menunjukkan bahwa keberadaan hewan lain, interaksi dengan anjing liar, dan pemberian makan tidak teratur berhubungan signifikan dengan GHPR. Faktor yang paling dominan adalah interaksi dengan anjing liar (OR=4,690). Ketika ketiga faktor tersebut terjadi bersamaan, Probabilitas Perdiksi GHPR mencapai 98,5%. Pencegahan rabies perlu memprioritaskan pengurangan kontak antara anjing peliharaan dan anjing liar, disertai pemberian pakan teratur, vaksinasi, dan pemeriksaan kesehatan rutin.

Referensi

1
1. Nadin-Davis SA. Special Issue “Advances in Rabies Research.” Viruses. 2023;15(7):10–2. DOI: https://doi.org/10.3390/v15071557
2
2. Rupprecht CE, Dietzschold B. Special issue: Rabies symptoms, diagnosis, prophylaxis, and treatment. Trop Med Infect Dis. 2017;2(4):8–11. DOI: https://doi.org/10.3390/tropicalmed2040059
3
3. Singh R, Singh KP, Cherian S, Saminathan M, Kapoor S, Reddy GBM, et al. Rabies – Epidemiology, pathogenesis, public health concerns and advances in diagnosis and control: A comprehensive review. Vet Q [Internet]. 2017;37(1):212–51. Available from: https://doi.org/10.1080/01652176.2017.1343516 DOI: https://doi.org/10.1080/01652176.2017.1343516
4
4. Henderson H, Carpenter LR, Dunn JR. Rabies risk and use of post-exposure prophylaxis associated with dog bites in Tennessee. Zoonoses Public Health. 2018;65(4):425–30. DOI: https://doi.org/10.1111/zph.12451
5
5. Mamoto GG, Gosal R, Liando DM. Implementasi Kebijakan Pemerintah Dalam Penanggulangan Hewan Beresiko Rabies Di Kabupaten Minahasa Tenggara (Studi Di Dinas Pertanian Kab. Minahasa Tenggara). J Gov. 2021;1(2):1–11. DOI: https://doi.org/10.36412/jan.v2i2.2514
Unduhan
Data unduhan tidak tersedia.

Cara Mengutip

1.
Hubungan Pemeliharaan Anjing dengan Risiko Gigitan Hewan Penular Rabies di Sajingan dan Entikong (Wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia). J Keskom [Internet]. 30 November 2025 [dikutip 18 Agustus 2026];11(3):475-8. Tersedia pada: https://jurnal.htp.ac.id/index.php/keskom/article/view/2285

Artikel Serupa

1-10 dari 35

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.