Articles
Open Access

Efektivitas Dukungan Swabantu (Self Help Group) Dalam meningkatkan Kepatuhan dan Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis : Tinjauan Sistematik

1 Master of Nursing Program Student, Faculty of Nursing, University of Indonesia
2 Department of Community Health Nursing, Faculty of Nursing, University of Indonesia
Unduh PDF

Abstrak

Tuberkulosis (TB) menjadi tantangan besar dalam kesehatan global, terutama di negara-negara dengan beban penyakit yang tinggi seperti Indonesia. Ketidakpatuhan pengobatan dan penurunan kualitas hidup pada pasien TB menjadi hambatan dalam upaya pengendalian penyakit. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk menelaah bagaimana intervensi kelompok swadaya (self-help group/SHGs) berkontribusi meningkatkan kepatuhan minum obat dan kualitas hidup pasien TB. Tinjauan sistematis ini mengikuti pedoman PRISMA 2020, dengan pencarian komprehensif dilakukan pada 5 database PubMed, Science Direct, ProQuest, Scopus, dan Google Scholar menggunakan kerangka PICO. Desain penelitian termasuk RCT, kohort, kuasi-eksperimental, dan potong lintang melibatkan pasien TB penerima intervensi SHG diikutsertakan. Delapan studi yang memenuhi kriteria diinklusi dan dikaji secara kritis menggunakan form checklist dari JBI. Delapan artikel penelitian yang dianalisis memiliki variasi dalam desain, karakteristik partisipan, serta bentuk intervensi SHG mencakup kegiatan edukasi pasien, memberikan motivasi, dukungan emosional, pemberdayaan perilaku, dan integrasi dengan pendekatan digital. Pendekatan-pendekatan tersebut menghasilkan peningkatan signifikan untuk kepatuhan pengobatan dan kualitas hidup pasien TB, dengan kualitas metodologi dinilai baik berdasarkan standar JBI. Temuan ini menekankan pentingnya model dukungan swabantu (SHG) terstruktur dalam praktik keperawatan, acuan dalam pengembangan intervensi berbasis komunitas dan protokol untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan TB serta kualitas hidup pasien TB. Penelitian selanjutnya disarankan untuk berfokus pada uji coba terkontrol secara acak (RCT) dengan populasi yang beragam dan tindak lanjut jangka panjang, termasuk penerapan model hibrid yang melibatkan teknologi digital guna implementasi yang berkelanjutan di wilayah dengan beban TB yang tinggi.

Referensi

1
[1] Adane, K., Spigt, M., Winkens, B., & Dinant, G. J. (2021). Tuberculosis case detection by trained inmate peer educators in a resource-limited prison setting in Ethiopia: a cluster-randomised trial. The Lancet Global Health, 7(4), e482– e491. https://doi.org/10.1016/S2214-109X(18)30477-7
2
[2] Akeju, O. O., Wright, S. C. D., & Maja, T. M. (2017). Lived experience of patients on tuberculosis treatment in Tshwane, Gauteng province. Health SA Gesondheid, 22, 259–267. https://doi.org/10.1016/j.hsag.2017.03.001
3
[3] Barker, T. H., Hasanoff, S., Aromataris, E., Stone, J. C., Leonardi-Bee, J., Sears, K., Habibi, N., Klugar, M., Tufanaru, C., Moola, S., Liu, X. L., & Munn, Z. (2025). The revised JBI critical appraisal tool for the assessment of risk of bias for cohort studies. JBI Evidence Synthesis, 23(3), 441-453. https://doi.org/10.11124/JBIES-24-00103
4
[4] Bonia, B. 2019. Role of self help groups (SHGs) in poverty eradication: Special reference with two villages of Lakhimpur District of Assam. International Journal of Scientific and Technology Research. ISSN 2277-8616
5
[5] Borkman, T. 2023. Self-help and mutual-aid groups for people with mental health, addiction, and other behavioral health conditions. Encyclopedia of Mental Health, Third Edition: Volume 1-3
Unduhan
Data unduhan tidak tersedia.

Cara Mengutip

1.
Efektivitas Dukungan Swabantu (Self Help Group) Dalam meningkatkan Kepatuhan dan Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis : Tinjauan Sistematik. J Keskom [Internet]. 30 Desember 2025 [dikutip 18 Agustus 2026];11(3):666-77. Tersedia pada: https://jurnal.htp.ac.id/index.php/keskom/article/view/2408

Artikel Serupa

1-10 dari 280

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama