Prevalensi Kejadian dan Pola Pengobatan Tuberkulosis pada Pasien HIV/AIDS di RSUD Kota Bandung
Tuberkulosis pada Pasien HIV/AIDS
Abstrak
HIV menyebabkan penurunan kekebalan tubuh sehingga pasien mudah terkena infeksi oportunistik seperti Tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi kejadian, gambaran pasien, pola pengobatan dan capaian terapi penyakit Tuberkulosis pada pasien HIV/AIDS yang melakukan pengobatan di Poli DOTS dan Poli VCT di RSUD Kota Bandung.Data dikumpulkan secara retrospektif dengan pendekatan cross sectional menggunakan data sekunder berupa Form TB-01 dan Formulir Ikhtisar Perawatan HIV dan Terapi Antiretroviral tehitung tanggal 1 Januari 2016 hingga 31 Desember 2018. Dari 668 kejadian TB, 25 diantaranya merupakan pengidap HIV/AIDS. Faktor resiko terbanyak adalah Homoseksual (60%). ART terbanyak adalah kombinasi Tenofovir, Lamivudin dan Efavirenz. 4% mengalami alergi obat. Riwayat pengobatan tebanyak adalah kasus TB baru (92%) Jenis TB terbanyak adalah TB paru (56%). Penggunaan OAT terbanyak adalah kategori I (92%) dan 60% dinyatakan menjalani pengobatan lengkap.