Articles
Open Access

Ketika Sisa Letusan Gunung Api Menjadi Komoditi Wisata: Analisis Risiko Obyek Wisata Lava Tour Merapi Yogyakarta

1 a:1:{s:5:"en_US";s:36:"Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta";}
2 Universitas Ahmad Dahlan ROR
3 Universitas Sebelas Maret, Surakarta
Unduh PDF

Abstrak

Sisa bencana letusan Gunung Merapi di Yogyakarta, dimodifikasi oleh masyarakat setempat menjadi museum alam dan dikelola untuk mengenang bencana alam dahsyat yang pernah terjadi sebagai komoditas wisata.  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi keamanan dan bagaimana pengendalian risiko yang telah dilakukan oleh pengelola destinasi wisata Lava Tour Merapi Yogyakarta. Penelitian ini merupakan studi kasus di destinasi wisata yang berada di Gunung Merapi aktif di D.I Yogyakarta. Data dikumpulkan dengan observasi menggunakan lembar Hazard Identification and Risk Assessment (HIRA) dan konsep As Low As Reasonably Practicable (ALARP) serta wawancara mendalam. Informan sebanyak 6 orang, dipilih secara purposive. Hasil identifikasi bahaya di kawasan Wisata Lava Tour meliputi jalan berbatu dan berpasir, dekat dengan tebing, spot wisata Museum Sisa Hartaku dalam kondisi tidak aman karena pagar tebing dan minimnya rambu peringatan. Penilaian risiko keselamatan di lokasi wisata Lava Tour sebanyak dua risiko ekstrem, lima risiko tinggi, dan dua risiko sedang. Pengendalian yang sudah dilakukan meliputi briefing, rambu, Standard Operation Procedure mengemudi, dan alat pelindung diri, pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan dan Pertolongan Pertama Gawat Darurat. Risiko masih ditolerir karena kegiatan wisata dibuka berdasarkan status keaktifan Gunung Merapi. Rekomendasi upaya pengendalian adalah pengelola perlu membuat pegangan tangan pada tangga dan pemberian batas jalur masuk-keluar wisatawan, perbaikan pagar tebing, pengalihan jalan bagi jeep wisata, peningkatan pelatihan sumber daya manusia secara rutin, toilet umum dan disediakannya poliklinik.

Referensi

1
Antonio, J. et al. (2020) ‘Determinants of tourism destination competitiveness in the countries most visited by international tourists : Proposal of a synthetic index’, Tourism Management Perspectives, 33(October 2018), p. 100582. doi: 10.1016/j.tmp.2019.100582.
2
Biran, A. and Hyde, K. F. (2013) ‘Guest editorial New perspectives on dark tourism’, 7(3), pp. 191–198. doi: 10.1108/IJCTHR-05-2013-0032.
3
Boateng, H., Okoe, A. F. and Hinson, R. E. (2018) ‘Dark tourism: Exploring tourist’s experience at the Cape Coast Castle, Ghana’, Tourism Management Perspectives, 27(May), pp. 104–110. doi: 10.1016/j.tmp.2018.05.004.
4
Calderwood, L. U. and Soshkin, M. (2019) The Travel & Tourism Competitiveness Report 2019. Geneva: World Economic Forum.
5
Chang, T. Y. (2014) ‘DARK TOURISM: The effects of motivation and environmental attitudes on the benefits of experience’, Revista Internacional de Sociologia, 72(Extra 2), pp. 69–86. doi: 10.3989/ris.2013.08.06.
Unduhan
Data unduhan tidak tersedia.

Cara Mengutip

1.
Ketika Sisa Letusan Gunung Api Menjadi Komoditi Wisata: Analisis Risiko Obyek Wisata Lava Tour Merapi Yogyakarta . J Keskom [Internet]. 5 Juli 2022 [dikutip 18 Agustus 2026];8(2):219-28. Tersedia pada: https://jurnal.htp.ac.id/index.php/keskom/article/view/1077

Artikel Serupa

1-10 dari 156

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama