Efektivitas Penyuluhan Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Tersedak Dan Henti Jantung di Ubung Kaja Denpasar Bali
Abstrak
Kondisi Gawat darurat adalah suatu keadaan yang memerlukan tindakan cepat, tepat, dan tepat untuk menyelamatkan nyawa. Keterlambatan dalam melakukan pertolongan darurat sering terjadi pada anak-anak, dimana akibat dari keterlambatan tersebut adalah cacat tetap bahkan kematian. Kegawatdaruratan bagi anak menjadi perhatian penting karena anak belum terbiasa mengungkapkan kondisi tidak nyaman dalam kondisi darurat. Kondisi darurat yang sering terjadi pada anak adalah tersedak dan henti jantung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan tentang tersedak, dan resusitasi jantung paru. Penelitian ini menggunakan Pre-Experiment dengan desain One Group Pre-test Post-test dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di Desa Ubung Kaja. Populasi dalam penelitian ini adalah 70 orang tua yang memiliki anak usia 0-2 tahun. Analisis univariat digunakan untuk mengetahui data demografi responden. Analisis bivariat digunakan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan tentang tersedak dan CPR Hasil penelitian menunjukkan bahwa (Tersedak P 0,000 <a = 0,05), dan (Henti jantung P 0,000 <a = 0,05). Ada pengaruh pemberian penyuluhan terhadap pengetahuan ibu dalam penanganan kegawatdaruratan pada demam, tersedak dan henti jantung. Pelatihan lebih lanjut tentang keadaan darurat perlu dilakukan secara terus menerus karena keadaan darurat dapat terjadi di mana saja.
Referensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.