Hubungan Kecemasan Dengan Health Seeking Behavior Pada Masa Pandemi Covid-19
Abstrak
Situasi pandemi akibat Corona Virus Deases 2019 (COVID-19) memberikan dampak kecemasan kepada seluruh masyarakat di Indonesia sehingga mempengaruhi Health Seeking Behavior (HSB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecemasan dengan health seeking behavior pada masa pandemi COVID-19. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan pendekatan Cross Sectional. Uji yang digunakan adalah Chi Square untuk melihat hubungan kecemasan dengan health seeking behavior pada masa pandemi COVID-19. Sampel 171 orang dengan teknik Proportion Random Sampling. Hasil penelitian didapatkan rerata usia 38.08 tahun, mayoritas berjenis kelamin perempuan, berstatus menikah, tingkat pendidikan menengah (SMA), bekerja wiraswasta, jaminan kesehatan BPJS. Tingkat kecemasan ringan 51 (29.8%) sedangkan tidak ada kecemasan, kecemasan sedang, kecemasan berat 40 (23.4%). Health seeking behavior yang mengakses pelayanan kesehatan ke petugas kesehatan/ bidan/ mantri/ dokter/ puskesmas/ RS 115 (67.3%), membeli obat kewarung/ apotik/ toko obat 33 (19.3%), membuat/ membeli jamu/ ramuan sendiri 19 (11.1%) dan tidak melakukan apa-apa/ tidak melakukan tindakan apapun 4 (2.3%). Hasil uji didapat Pvalue = 0.058 (> 0.05) artinya tidak ada hubungan kecemasan dengan health seeking behavior pada masa pandemi COVID-19. Diharapkan kepada masyarakat tetap tidak cemas untuk pergi kepelayanan kesehatan demi terciptanya perilaku kesehatan masyarakat yang lebih baik
Referensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.