Articles
Open Access

Efektivitas Acceptance and Commitment Therapy Terhadap Resiliensi Korban Bencana Alam yang Mengalami Kecacatan Fisik

Unduh PDF

Abstrak

Menjadi cacat fisik akibat bencana alam merupakan pengalaman traumatis dalam hidup seseorang yang dapat membuat seseorang merasa terpuruk dan tidak berdaya dalam hidupnya. Dibutuhkan sebuah intervensi psikoterapi seperti Acceptance and Commitment Therapy (ACT) untuk menumbuhkan resiliensi korban bencana alam yang mengalami kecacatan fisik agar dapat bangkit kembali, produktif, dan mampu memainkan kembali perannya di masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh terapi ACT terhadap peningkatan resiliensi korban bencana alam di Sigi yang mengalami kecacatan fisik. Metode penelitian yang digunakan adalah quasy experiment dengan pendekatan one group pre-post-test. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 22 responden yang dikumpulkan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Agustus-September 2022 di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh terapi ACT terhadap peningkatkan resiliensi responden (p=0000). Selain itu, penelitian ini menunjukkan setelah diberikan terapi ACT, sebagian besar resiliensi responden berada pada kategori tinggi (59%). Penelitian ini mengindikasikan bahwa seseorang yang mengalami kejadian traumatis seperti cacat fisik akibat bencana alam akan menghadapi masa sulit dalam hidup, kerentanan psikologis dan kemampuan menumbuhkan resiliensi yang rendah. Oleh sebab itu, penting bagi tenaga kesehatan untuk memberikan intervensi ACT kepada korban bencana alam terutama mereka yang mengalami kecacatan fisik, sebagai bentuk upaya pemulihan, penguatan dan rehabilitasi psikologi agar mereka dapat menerima dirinya, berkomitmen, produktif, dan kembali memainkan perannya di masyarakat.

Referensi

1
Devinta, R. M., Muis, A. & Lelono, E. J. Analisis dampak sosial ekonomi pasca bencana di Desa Sibalaya Utara Kecamatan Tanambulava Kabupaten Sigi. Katalogis 9, 216–225 (2021).
2
Poegoeh, D. P. Peran dukungan sosial dan regulasi emosi terhadap resiliensi keluarga penderita skizofrenia. Insa. J. Psikol. dan Kesehat. Ment. 1, 12–21 (2016).
3
Hanjarwati, A., Marfai, M. A., Hadi, M. P. & Rijanta, R. Life story of persons with paraplegia in achieving post-earthquake resilience in the Bantul District. Adv. Soc. Sci. Educ. Humanit. Res. 452, 137–140 (2020).
4
Apostelina, E. Resiliensi keluarga pada keluarga yang memiliki anak autis. J. Penelit. dan Pengukuran Psikol. 1, 164–176 (2012).
5
Sulistiowati, N. M. D., Keliat, B. A. & Wardani, I. Y. Pengaruh acceptance and commitment therapy terhadap gejala dan kemampuan klien dengan resiko perilaku kekerasan. J. Keperawatan Jiwa 2, 51–57 (2014).
Unduhan
Data unduhan tidak tersedia.

Cara Mengutip

1.
Efektivitas Acceptance and Commitment Therapy Terhadap Resiliensi Korban Bencana Alam yang Mengalami Kecacatan Fisik. J Keskom [Internet]. 20 Desember 2022 [dikutip 29 Juli 2026];8(3):562-8. Tersedia pada: https://jurnal.htp.ac.id/index.php/keskom/article/view/1344

Artikel Serupa

1-10 dari 308

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.