Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Pola Makan dan Aktivitas Fisik Pada Remaja Obese dan Overweight Berdasarkan Persen Lemak Tubuh
Abstrak
Latar belakang: Remaja dengan obesitas dan overweight lebih rentan mengalami keparahan COVID-19 dibandingkan remaja dengan status gizi normal. Meskipun pola makan dan aktivitas fisik tidak mencegah infeksi secara langsung, tetapi mereka memainkan peran penting terkait respon host terhadap agen infeksi. Penelitian ini menganalisis perubahan pola makan dan aktivitas fisik selama pandemi COVID-19 pada remaja dengan overweight ataupun obesitas berdasarkan persentase lemak tubuh (PLT). Metode: Menggunakan desain cross - sectional dan purposive sampling yang dilakukan pada 159 remaja dari SMA terpilih di Lampung Barat, Indonesia. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan alat body composition scale. Analisis data dilakukan menggunakan Wilcoxon signed-rank test untuk menganalisis perbedaan pada kedua kelompok. Hasil: Kelompok overweight dan obesitas mengalami peningkatan konsumsi jajanan snack dan minuman dibandingkan dengan kelompok normal (p<0,05). Kedua kelompok mengalami peningkatan asupan buah – buahan yang kaya vitamin C (p<0,05), tetapi tidak terdapat perbedaan pada asupan sayuran (p>0,05). Kedua kelompok tidak memiliki perbedaan aktivitas fisik baik sebelum maupun selama pandemi COVID-19 (p>0,05). Kesimpulan: Remaja dengan persentase lemak tubuh (PLT) yang normal cenderung memiliki pola makan yang lebih baik, dibandingkan dengan remaja overweight dan obesitas dengan PLT tinggi, yang cenderung memiliki penurunan pada kualitas pola makan. Kemudian, kedua kelompok mengalami penurunan frekuensi aktivitas fisik selama pandemi COVID-19.
Referensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.