Articles
Open Access

The Relationship of Tea Consumption Habits with Incidences of Anemia in Adolescent Girls at Pekanbaru City

Unduh PDF

Abstrak

Anemia adalah keadaan kekurangan sel darah merah dibawah normal yang salah satunya disebabkan oleh konsumsi zat penghambat zat besi seperti tanin dalam teh. Tanin diketahui dapat menghambat penyerapan zat besi terutama kategori heme non iron. Minum teh bersamaan dengan makan dapat menghambat penyerapan Fe sehingga akan mempengaruhi kadar hemoglobin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan konsumsi teh dengan kejadian anemia pada remaja putri di MTsN 3 Pekanbaru. Jenis penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian remaja putri 64 responden diperoleh menggunakan purposive sampling. Pengambilan sampel menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Data kebiasaan konsumsi teh diperoleh dengan metode SQ-FFQ (Semi-Quantitatif Food Frequency) dan menggunakan kuesioner. Data kadar hemoglobin diperoleh dengan cara pengambilan darah menggunakan alat Diaspect. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang minum teh bersamaan dengan makan sebanyak 68,8%, Persentase responden yang mengkonsumsi teh kategori kadang-kadang apabila skor ≥ 10-14,9 dengan frekuensi 1-2x/minggu sebanyak 53,1% dan Persentase responden yang memiliki kadar hemoglobin ≥12 g/dl dengan kategori tidak anemia gizi besi sebanyak 65,5%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada  hubungan yang signifikan antara  kebiasaan minum teh dengan kejadian anemia namun ada hubungan yang signifikan antara waktu konsumsi teh dengan kejadian anemia pada remaja putri.   

 

 

Referensi

1
1. WHO. (2022). World Health Statistics. World Health, 1-177.
2
2. Andriani, R., Suhrawardi, & Hapisah. (2022). Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Remaja Dengan Perilaku Seksual Pranikah. Jurnal Inovasi, 2(10), 3441–3446. https://stp-mataram.e-journal.id/JIP/article/view/1341
3
3. Kemenkes RI. (2020). Pedoman pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri pada masa pandemi COVID-19. Kementrian Kesehatan RI, 22. http://appx.alus.co/direktoratgiziweb/katalog/ttd-rematri-ok2.pdf
4
4. Gostin et al. (2021). A School-Based Weekly Iron and Folic Acid Supplementation Program Effectively Reduces Anemia in a Prospective Cohort of Ghanaian Adolescent Girls. Journal Nutrition, 151(6): 1646–1655.
5
5. Fathimah, S. S., et al. (2023). Factors Influencing the Prevalence of Anaemia in Female Adolescents: a Population-Based Study of Rural Setting in Karanganyar, Indonesia. Journal Clinical Epidemiology and Global Health, 1–6. https://doi.org/10.1016/j.cegh.2023.101500
Unduhan
Data unduhan tidak tersedia.

Cara Mengutip

1.
The Relationship of Tea Consumption Habits with Incidences of Anemia in Adolescent Girls at Pekanbaru City. J Keskom [Internet]. 16 Oktober 2024 [dikutip 29 Juli 2026];10(2):305-14. Tersedia pada: https://jurnal.htp.ac.id/index.php/keskom/article/view/1883

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama