Articles
Open Access

Determinan Perawatan Bayi Berat Lahir Rendah di Wilayah Pertanian dan Pesisir Berperspektif Keluarga

1 Fakultas Keperawatan Universitas Jember, Jember, Indonesia
2 Universitas Annuqayah, Sumenep, Indonesia
Unduh PDF

Abstrak

Bayi berat lahir rendah (BBLR) di daerah pertanian dan pesisir memiliki masalah kesehatan yang berbeda sehingga mungkin memiliki kebutuhan perawatan yang berbeda. Promosi kesehatan anak khususnya BBLR baik di tatanan pelayanan klinik ataupun komunitas yang tidak sesuai dapat meningkatkan angka kesakitan dan kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor penentu pemenuhan kebutuhan perawatan BBLR berdasarkan perspektif keluarga di daerah pesisir dan pertanian. Penelitian observasional ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner pada anak dan ibu di daerah pesisir dan pertanian. Multistage random cluster sampling dengan aplikasi G*Power mendapatkan193 partisipan yang dipilih dari setiap daerah, sehingga total sampel sebanyak 386. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji beda rerata dua wilayah. Hasil studi menunjukkan wilayah pertanian memiliki rerata lebih tinggi pada nilai perawatan BBLR, stres orang tua, dan pemberdayaan keluarga. Sedangkan wilayah pesisir memiliki rerata tinggi pada nilai kualitas hidup, kesiapan ibu merawat bayi, dan praktik keberagaman pangan. Terdapat perbedaan yang signifikan antara pesisir dan pertanian pada determinan pemenuhan kebutuhan BBLR terutama pada variabel kualitas hidup orang tua (p=0,000), stres orang tua (p=0,029), kesiapan ibu (p-0,000) dan pemberdayaan keluarga (p= 0,000). Optimalisasi promosi kesehatan oleh perawat anak dalam lingkup pelayanan rumah sakit maupun komunitas dapat dilakukan dengan memberdayakan keluarga dan memperhatikan faktor stres pengasuhan, kesiapan merawat, kepercayaan diri, dan kualitas hidup orang tua.

Referensi

1
[1] Kemenkes RI, Profil Kesehatan Indonesia 2020, vol. 48, no. 1. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.2021, 2021. doi: 10.1524/itit.2006.48.1.6. DOI: https://doi.org/10.1524/itit.2006.48.1.6
2
[2] Y. Tomoyasu and I. Sobue, “Problems with Home Care of Low-birth-weight Infants: ‘Use of Little Baby Handbook’ to Support Low-birth-weight Infants and Families (Mothers),” J. Compr. Nurs. Res. Care, vol. 4, no. 1, pp. 1–5, 2019, doi: 10.33790/jcnrc1100135. DOI: https://doi.org/10.33790/jcnrc1100135
3
[3] C. S. Vilanova, V. N. Hirakata, V. C. De Souza Buriol, M. Nunes, M. Z. Goldani, and C. H. Da Silva, “The relationship between the different low birth weight strata of newborns with infant mortality and the influence of the main health determinants in the extreme south of brazil,” Popul. Health Metr., vol. 17, no. 1, pp. 1–12, 2019, doi: 10.1186/s12963-019-0195-7. DOI: https://doi.org/10.1186/s12963-019-0195-7
4
[4] F. A. Ogbo et al., “Determinants of trends in neonatal , post- neonatal , infant , child and under-five mortalities in Tanzania from 2004 to 2016,” pp. 1–12, 2019. DOI: https://doi.org/10.1186/s12889-019-7547-x
5
[5] J. Bater et al., “Predictors of low birth weight and preterm birth in rural Uganda: Findings from a birth cohort study,” PLoS One, vol. 15, no. 7 July, pp. 1–16, 2020, doi: 10.1371/journal.pone.0235626. DOI: https://doi.org/10.1371/journal.pone.0235626
Unduhan
Data unduhan tidak tersedia.

Cara Mengutip

1.
Determinan Perawatan Bayi Berat Lahir Rendah di Wilayah Pertanian dan Pesisir Berperspektif Keluarga. J Keskom [Internet]. 4 Agustus 2025 [dikutip 18 Agustus 2026];11(2):281-9. Tersedia pada: https://jurnal.htp.ac.id/index.php/keskom/article/view/2211

Artikel Serupa

1-10 dari 238

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.