Gambaran Tingkat Pengetahuan Siswa Tentang Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Di Sekolah Menengah Atas (SMA) Pangkah
Indonesia
Abstrak
Pengetahuan mengenai Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) penting dimiliki siswa karena sekolah merupakan lingkungan dengan resiko tinggi terjadinya cedera akibat aktivitas fisik atau situasi darurat medis. Data Riskesdas 2018 mencatat 6,5% insiden cedera terjadi di sekolah. Pengetahuan P3K tidak hanya penting untuk menyelamatkan nyawa, tetapi juga membangun kesadaran akan keselamatan, dan kesiapsiagaan serta tanggungjawab sosial siswa. P3K merupakan langkah awal penting untuk mencegah kondisi korban memburuk sebelum mendapatkan bantuan medis. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan desain cross sectional dengan populasi 645 siswa yaitu 324 siswa kelas X dan 321 siswa kelas XI. Sampel ditentukan menggunakan rumus slovin dengan tingkat kesalahan 5%, sehingga diperoleh 247 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional stratified random sampling karena populasi bersifat strata dan tidak homogen. Lokasi penelitian di SMA N1 Pangkah, teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner berbasis Google Form dengan nilai validitas 0,75 dan nilai reliabilitas Crombach Alpha sebesar 0,82. Hal ini menunjukan konsistensi instrumen berada pada kategori baik (α > 0,7). Hasilnya mayoritas responden, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki tingkat pengetahuan sedang tentang P3K, yaitu sebesar 63,6%. Pengetahuan sedang mendominasi pada berbagai topik P3K, seperti konsep P3K, pingsan, tersedak, luka dan perdarahan, patah tulang, serta gigitan dan sengatan. Namun, topik keracunan makanan menonjol dengan tingkat pengetahuan rendah tertinggi (70,9%). Secara keseluruhan, pengetahuan responden tergolong cukup baik, namun diperlukan penguatan materi pada aspek-aspek P3K yang kritis dan sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulan penelitian ini menekankan pentingnya edukasi lanjutan dan fasilitas pendukung untuk meningkatkan kesiapsiagaan remaja sebagai penolong pertama dalam keadaan darurat disekolah.
Referensi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.