The Effect of Women's Autonomy in the Uptake of Long-Acting and Permanent Contraception Methods among Women Reproductive Age in East Kalimantan
Abstrak
Latar belakang: Meskipun tingkat fertilitas menurun, Provinsi Kalimantan Timur masih menghadapi kebutuhan KB yang tidak terpenuhi, sebagian besar penggunaan kontrasepsi masih bergantung pada metode jangka pendek. Oleh karena itu, penting untuk meneliti faktor-faktor terkait yang mempengaruhi penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan metode permanen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sosio demografi, pengetahuan, otonomi perempuan dan kesuburan pada penggunaan MKJP di tingkat rumah tangga.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional, data berasal dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 Provinsi Kalimantan Timur. Sebanyak 570 wanita usia subur (10-49 tahun) dengan status perkawinan yang masih menggunakan kontrasepsi metode apa pun menjadi sampel dalam penelitian ini
Hasil: Penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang dan permanen hanya 17% dibandingkan dengan metode jangka pendek. Faktor yang berhubungan dengan penggunaan MKJP dalam analisis bivariat adalah usia, kepemilikan asuransi, pengetahuan keluarga berencana dan otonomi perempuan (nilai p<0,05). Sementara dalam analisis multivariat hanya otonomi perempuan dan kepemilikan asuransi yang berhubungan dengan penggunaan LAPM.
Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan perlunya memasukkan program pemberdayaan perempuan dalam program keluarga berencana.
Kata kunci: otonomi perempuan, keluarga berencana, metode jangka panjang

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.