1
Anggraini, A. (2016). Pengaruh kondisi sanitasi lingkungan dan perilaku 3M plus terhadap kejadian demam berdarah dengue di Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Pendidikan GeografiVol 03No 3 hal 321–328. Diakses Pada Tanggal 28 Agustus 2020
2
Ariyani (2016) DBD (Demam Berdrah Dengue ) Yogyakarta : Nuha Medika Diakses Pada Tanggal 29 Februari 2020
3
Ariyati, I. . (2015). Hubungan Antara Perilaku PSN (3M Plus) Dan Kemampuan Mengamati Jentik Dengan Kejadian DBD di Kelurahan Tembalang Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Journal of Health Education, Vol 1 No 1 hal 1–115. Diakses Pada Tanggal 12 Juli 2020
4
Armini, H. Rara, M. & A. (2016). Hubungan Sanitasi Lingkungan dan Tindakan 3M Plus Terhadap Kejadian DBD.Jurnal EnduranceVol 1 No 1 hal 11–16.Diakses Pada Tanggal 28 Agustus 2020
5
Azim, N. P. D. M. (2017). Faktor Faktor yang berhubungan dengan praktik PSN keluarga du kelurahan Mulyoharjo. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 2 No 1 hal 80-88. Diakses Pada Tanggal 12 Juli 2020
6
Bagus Uda Palgunadi, A. R. (2016). Aedes Aegypti Sebagai Vektor Penyakit Dema Berdarah Dengue Jurnal Fakultas Kedokteran, Vol 3, No1 hal 1-6 Diakses Pada Tanggal 29 Februari 2020
7
Chairil, -, & Dames, A. (2017). Gambaran Sanitasi Lingkungan Masyarakat Terhadap Kejadian Dbd Di Rw 11 Kelurahan Sidomulyo Timur Kecamatan Marpoyan Damai Pekanbaru.Photon: Jurnal Sain Dan KesehatanVol7 No 2 hal 125–129. Diakses Pada Tanggal 12 Juli 2020
8
Citra Windani, M. S1, Mohammad Abdul, Z. S2, U. R. (2019). Hubungan Faktor Resiko Kesehatan Lingkungan Dalam Pengelolaan Sampah Padat Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue Di Kelurahan Hegarsari Kecamatan Pataruman Kota Banjar. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia Vol 15No 1 1 hal 1–11.Diakses Pada Tanggal 12 Juli 2020
9
Darman, wanti menofeltus. (2014). Tempat Penampungan Air dan Kepadatan Jentik Aedes sp. di Daerah Endemis dan Bebas Demam Berdarah Dengue.Jurnal Kesehatan Masyarakat NasionalVol 9No2 hal 1-8 . Diakses Pada Tanggal 12 Juli 2020
10
Dwi Santy Damayati, M. W. (2017). Hubungan Jumlah Tempat Penampungan Air dan Pelaksanaan 3M Plus dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes sp di Kelurahan Balleangin Kabupaten Pangkep. Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 hal 23-24. Diakses Pada Tanggal 29 Februari 2020
11
Hamida, R. (2017). Faktor Yang berhubungan dengan Tindakan Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (PSN DBD) Pada Rumah tangga Di Kota Probolinggo. Skripsi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember . Diakses Pada Tanggal 29 Februari 2020
12
Hijroh, hijroh, Bahar, H., & Ismail, C. (2017). Perilaku Masyarakat Dalam Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue (Dbd) Puskesmas Puuwatu Kota Kendari Tahun 2017.Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol No 6 hal 1–9.Diakses Pada Tanggal 29 Februari 2020. Diakses Pada Tanggal 29 Februari 2020
13
Kurniaty, Y., Nararaya, W. H. B., Turawan, R. N., & Nurmuhamad, F. (2016). Mengefektifkan Pemisahan Jenis Sampah sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Terpadu di Kota Magelang.Jurnal Ilmiah Vol 12No 1 hal 135–150. Diakses Pada Tanggal 28 Agustus 2020
14
Lipson, A., Lispson, S. ., & Lipson, H. (2019). Demam Berdarah Dengue.Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 53 No 9 hal 1689-1699. Diakses Pada Tanggal 12 Juli 2020
15
Liza. (2016). Arthropod-Borne Virus, genus Flavivirus,. Demam Berdarah Dengue. Jurnal kesehatan masyarakat Vol 20 hal 1–8. Diakses Pada Tanggal 12 Juli 2020
16
Muhammad, F. (2017). Hubungan Pengetahuan dan Status Sosila Ekonomi Terhadap Upaya Pencegahan Dema Berdarah Dengue (DBD) di Desa Pajaresuk Kecamatan Pajaresuk Keca,matan Prisengwu Kabupaten Prisengwu. Diakses Pada Tanggal 28 Agustus 2020
17
Paramita, R. M., & Mukono, J. (2017). Hubungan Kelembapan Udara Dan Curah Hujan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue. Jurnal kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 12 No. 2hal 202–212.Diakses Pada Tanggal 12 Juli 2020
18
Primantari1, N. L. A. R., & Suyasa2, I. N. G. (2018). Tinjauan Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk Kelurahan dan Indeks Aedes Aegypti Investation level di Barat Padang Sambian Kaja Kecamatan Denpasar. Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol.8 No.1 hal 1 - 8, 6–11.. Diakses Pada Tnggal Diakses Pada Tanggal 12 Juli 2020
19
Puspaningrum, N. A. (2012). Hubungan Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Demam Berdarah Dengue Dengan Perilaku 3M Plus di Desa Sumbermulyo Kabupaten Bantul.NASKAH PUBLIKASI, Vol 9 No 5 hal 1689–1699. Diakses Pada Tanggal 28 Agustus 2020
20
Retna, B. S. dan R. (2019). Hubungan Perilaku Pemberantasan Sarang Naymuk Terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Banjarnegara Seminar Nasional,hal 21–25.Diakses Pada Tanggal 28 Agustus 2020
21
Sari, D. E. (2019). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) Menggunakan Prinsip Menguras, Menutup, dan Memanfaatkan Kembali (3M).Citra Delima : Jurnal Ilmiah STIKES Citra Delima Bangka Belitung, Vol 3No 2 hal 163–170. Diakses Pada Tanggal 28 Agustus 2020
22
Srinivas, V. (2015). Demam Berdarah. jurnal Evolusi Ilmu Kedokteran, Vol 4 No 1 hal 5048–5058.
23
Suharyo, susanti dan. (2017). Hubungan Lingkungan Fisik Dengan Keberadaan Jentik Aedes Pada Area Bervegetasi Pohon Pisang. Jurnal Kesehatan MasyarakatVol 6 No 4. Diakses Pada Tanggal Diakses Pada Tanggal 12 Juli 2020
24
Sunarya, A. (2019). Hubungan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Wilayah Kerja Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan Kota Medan. Skripsi.Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan Diakses Pada Tanggal 28 Agustus 2020
25
Tejokusumo, B. (2014). Dinamika Masyarakat Sebagai Sumber Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial.Jurnal Geoedukasi, Vol 1No 1 hal 38–43. Diakses Pada Tanggal 29 Februari 2020
26
Usman. (2016). Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kabupaten Aceh Tenggara (Studi Kasus di Kecamatan Babussalam dan Kecamatan Badar).Jurnal Kesehatan Masyarakat Dan Lingkungan Hidup Vol 1 No 1 hal 11–31.Diakses Pada Tanggal 29 Februari 2020
27
yuyun Priwahyuni, T. I. R. (2014). Perilaku Mayarakat Tentang Menguras, Menutup, Menguras 3M Plus terhadap Bebas Jentik.Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2, No 4. hal 154-56. Diakses Pada Tanggal 29 Februari 2020
28
Dwi Santy Damayati, M. W. (2017). Hubungan Jumlah Tempat Penampungan Air dan Pelaksanaan 3M Plus dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes sp di Kelurahan Balleangin Kabupaten Pangkep. Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 hal 23-24. Diakses Pada Tanggal 29 Februari 2020
29
Hamida, R. (2017). Faktor Yang berhubungan dengan Tindakan Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah Dengue (PSN DBD) Pada Rumah tangga Di Kota Probolinggo. Skripsi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jember . Diakses Pada Tanggal 29 Februari 2020
30
Hijroh, hijroh, Bahar, H., & Ismail, C. (2017). Perilaku Masyarakat Dalam Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue (Dbd) Puskesmas Puuwatu Kota Kendari Tahun 2017.Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol No 6 hal 1–9.Diakses Pada Tanggal 29 Februari 2020. Diakses Pada Tanggal 29 Februari 2020
31
Kurniaty, Y., Nararaya, W. H. B., Turawan, R. N., & Nurmuhamad, F. (2016). Mengefektifkan Pemisahan Jenis Sampah sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Terpadu di Kota Magelang.Jurnal Ilmiah Vol 12No 1 hal 135–150. Diakses Pada Tanggal 28 Agustus 2020
32
Lipson, A., Lispson, S. ., & Lipson, H. (2019). Demam Berdarah Dengue.Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 53 No 9 hal 1689-1699. Diakses Pada Tanggal 12 Juli 2020
33
Liza. (2016). Arthropod-Borne Virus, genus Flavivirus,. Demam Berdarah Dengue. Jurnal kesehatan masyarakat Vol 20 hal 1–8. Diakses Pada Tanggal 12 Juli 2020
34
Muhammad, F. (2017). Hubungan Pengetahuan dan Status Sosila Ekonomi Terhadap Upaya Pencegahan Dema Berdarah Dengue (DBD) di Desa Pajaresuk Kecamatan Pajaresuk Keca,matan Prisengwu Kabupaten Prisengwu. Diakses Pada Tanggal 28 Agustus 2020
35
Paramita, R. M., & Mukono, J. (2017). Hubungan Kelembapan Udara Dan Curah Hujan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue. Jurnal kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 12 No. 2hal 202–212.Diakses Pada Tanggal 12 Juli 2020
36
Primantari1, N. L. A. R., & Suyasa2, I. N. G. (2018). Tinjauan Kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk Kelurahan dan Indeks Aedes Aegypti Investation level di Barat Padang Sambian Kaja Kecamatan Denpasar. Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol.8 No.1 hal 1 - 8, 6–11.. Diakses Pada Tnggal Diakses Pada Tanggal 12 Juli 2020
37
Puspaningrum, N. A. (2012). Hubungan Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Demam Berdarah Dengue Dengan Perilaku 3M Plus di Desa Sumbermulyo Kabupaten Bantul.NASKAH PUBLIKASI, Vol 9 No 5 hal 1689–1699. Diakses Pada Tanggal 28 Agustus 2020
38
Retna, B. S. dan R. (2019). Hubungan Perilaku Pemberantasan Sarang Naymuk Terhadap Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Banjarnegara Seminar Nasional,hal 21–25.Diakses Pada Tanggal 28 Agustus 2020
39
Sari, D. E. (2019). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) Menggunakan Prinsip Menguras, Menutup, dan Memanfaatkan Kembali (3M).Citra Delima : Jurnal Ilmiah STIKES Citra Delima Bangka Belitung, Vol 3No 2 hal 163–170. Diakses Pada Tanggal 28 Agustus 2020
40
Srinivas, V. (2015). Demam Berdarah. jurnal Evolusi Ilmu Kedokteran, Vol 4 No 1 hal 5048–5058.
41
Suharyo, susanti dan. (2017). Hubungan Lingkungan Fisik Dengan Keberadaan Jentik Aedes Pada Area Bervegetasi Pohon Pisang. Jurnal Kesehatan MasyarakatVol 6 No 4. Diakses Pada Tanggal Diakses Pada Tanggal 12 Juli 2020
42
Sunarya, A. (2019). Hubungan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Wilayah Kerja Puskesmas Sentosa Baru Kecamatan Medan Perjuangan Kota Medan. Skripsi.Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan Diakses Pada Tanggal 28 Agustus 2020
43
Tejokusumo, B. (2014). Dinamika Masyarakat Sebagai Sumber Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial.Jurnal Geoedukasi, Vol 1No 1 hal 38–43. Diakses Pada Tanggal 29 Februari 2020
44
Usman. (2016). Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kabupaten Aceh Tenggara (Studi Kasus di Kecamatan Babussalam dan Kecamatan Badar).Jurnal Kesehatan Masyarakat Dan Lingkungan Hidup Vol 1 No 1 hal 11–31.Diakses Pada Tanggal 29 Februari 2020
45
yuyun Priwahyuni, T. I. R. (2014). Perilaku Mayarakat Tentang Menguras, Menutup, Menguras 3M Plus terhadap Bebas Jentik.Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2, No 4. hal 154-56. Diakses Pada Tanggal 29 Februari 2020