Local Wisdom-Based Occupational Safety Model for Traditional Fishermen in Makassar

Model Keselamatan Kerja Berbasis Kearifan Lokal pada Pekerja Tradisional Nelayan di Kota Makassar

Authors

  • Muhammad Arsyad Acha Hasanuddin University
  • Shanti Riskiyani Universitas Hasanuddin
  • Sudirman Nasir Universitas Hasanuddin
  • Nasrah Nasrah Universitas Hasanuddin
  • Rezky Chaeraty Syam Universitas Hasanuddin

DOI:

https://doi.org/10.25311/jpkk.Vol6.Iss1.2555

Keywords:

cultural model, local wisdom, occupational safety, traditional fishermen, Untia, kearifan lokal, keselamatan kerja, model budaya, nelayan tradisional

Abstract

This community service program aimed to develop a local wisdom-based occupational safety model for traditional fishermen in Untia Village, Biringkanaya District, Makassar City. The activity was conducted in February 2026, involving 60 active fishermen, community leaders, health cadres, and puskesmas officers. Methods included a survey on occupational safety knowledge and behavior (pre-test and post-test), Focus Group Discussions (FGDs), in-depth interviews, participatory observation, and a model development workshop. A cultural approach integrated local Bugis-Makassar values—sipakatau (mutual respect), sipakalebbi (mutual honor), and sipakainge (mutual reminding)—into modern safety messages. Results showed an increase in fishermen’s knowledge about occupational risks and personal protective equipment (PPE) use, with the mean score rising from 58 (pre-test) to 82 (post-test). Seventy-five percent of fishermen who had never used life jackets began wearing them after the mentoring. Local wisdom practices such as collective prayer before sailing, taboos against sailing on certain days, and mutual cooperation were maintained as complements to modern interventions. The program produced a local wisdom-based occupational safety model integrating cultural values, ecological knowledge, cadre capacity building, and policy advocacy. This model is expected to be replicable in other traditional fishing communities along the coast of South Sulawesi.

Abstrak

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan model keselamatan kerja berbasis kearifan lokal pada pekerja tradisional nelayan di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Februari 2026 dengan melibatkan 60 nelayan aktif, tokoh masyarakat, kader kesehatan, dan petugas puskesmas. Metode yang digunakan meliputi survei pengetahuan dan perilaku keselamatan kerja (pre-test dan post-test), Focus Group Discussion (FGD), wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta lokakarya pengembangan model. Pendekatan kultural mengintegrasikan nilai-nilai lokal Bugis-Makassar, yaitu sipakatau (saling menghargai), sipakalebbi (saling memuliakan), dan sipakainge (saling mengingatkan) ke dalam pesan-pesan keselamatan kerja modern. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan nelayan tentang risiko kecelakaan kerja dan penggunaan alat pelindung diri (APD) dari rata-rata skor 58 (pre-test) menjadi 82 (post-test). Sebanyak 75% nelayan yang sebelumnya tidak pernah menggunakan jaket pelampung mulai menggunakannya setelah pendampingan. Praktik kearifan lokal seperti ritual doa bersama sebelum melaut, tabu berlayar pada hari-hari tertentu, dan gotong royong tetap dipertahankan sebagai pelengkap intervensi modern. Kegiatan ini menghasilkan Model Keselamatan Kerja Berbasis Kearifan Lokal yang mengintegrasikan nilai budaya, kearifan ekologi, penguatan kapasitas kader, dan advokasi kebijakan. Model ini diharapkan dapat direplikasi pada komunitas nelayan tradisional lainnya di wilayah pesisir Sulawesi Selatan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amar, Q. N. F. (2021). Perilaku kesehatan dan keselamatan kerja pada nelayan etnik Bugis di Pulau Saugi Kabupaten Pangkep. Skripsi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Fischer, E., & Phelps, K. (2019). Traditional knowledge and occupational safety in small-scale fisheries: Lessons from Southeast Asia. Marine Policy, 108, 103673.

Freeman, K. S. (2003). Fatalism and denial: Cultural barriers to improving workplace safety in the commercial fishing industry. In Proceedings of the 131st Annual Meeting of the American Public Health Association, 1-1.

Ibrahim, H., Lagu, A. M., Syahrir, S., & Nildawati, N. (2024). Assistance to improve occupational safety and health behavior in traditional diver-fishing communities. Sociality: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1). https://doi.org/10.24252/sociality.v4i1.52260

ILO (International Labour Organization). (2022). Occupational safety and health: A vision for sustainable prevention. Geneva: ILO Publications.

ILO (International Labour Organization). (2025). Toward safer seas: Enhancing work conditions in North Kalimantan’s fishing sector in Indonesia. Geneva: International Labour Organization.

Kurniasari, R. H. (2022). Hubungan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan penyakit akibat kerja pada nelayan di Kecamatan Puger Kabupaten Jember. Skripsi, Universitas Jember.

Lumadja, A. R., Trang, I., & Jan, A. H. (2024). Implementasi kesehatan dan keselamatan kerja (K3) serta lingkungan kerja sebagai upaya pencegahan kecelakaan kerja nelayan di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Jurnal EMBA, 12(3). https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/emba/article/view/57528

Miles, M.B., & Huberman, A.M. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Sage Publications.

Mulyadi, E. (2020). Local wisdom and health risk perception in coastal communities of South Sulawesi. Human Ecology Review, 26(2), 75–88.

Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang. (2026). Pemberdayaan nelayan dan masyarakat pesisir Pati: Transformasi keselamatan kerja dan kesiapsiagaan bencana di era digital. PPID PIP Semarang. https://ppid.pip-semarang.ac.id/index.php/2026/02/12/pemberdayaan-nelayan-dan-masyarakat-pesisir-pati-transformasi-keselamatan-kerja-dan-kesiapsiagaan-bencana-di-era-digital/

Rogers, E. M. (2003). Diffusion of Innovations (5th ed.). Free Press.

Ulfah, H. K. (2021). Perilaku kesehatan dan keselamatan kerja pada nelayan etnik Suku Bajo Kelurahan Bajoe Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone. Skripsi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Utama, W. T., Sari, R. D. P., & Sutarto. (2025). Occupational health and safety behavior in the fisherman group of Muara Tembulih village, Ngambur district, Pesisir Barat regency. Proceedings of the International Conference on Health and Well-Being, 1-6. https://doi.org/10.5220/0013667600003873

Weiss, M.G. (2001). Cultural epidemiology: An introduction and overview. Anthropology & Medicine, 8(1), 5–29

Downloads

Submitted

2026-05-10

Accepted

2026-06-04

Published

2026-06-15

How to Cite

Acha, M. A., Riskiyani, S., Nasir, S., Nasrah, N., & Syam, R. C. (2026). Local Wisdom-Based Occupational Safety Model for Traditional Fishermen in Makassar: Model Keselamatan Kerja Berbasis Kearifan Lokal pada Pekerja Tradisional Nelayan di Kota Makassar. Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas, 6(1), 66–76. https://doi.org/10.25311/jpkk.Vol6.Iss1.2555

Similar Articles

1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.