Implementation of the Occupational Safety and Health Program for Flash Flood Disaster Care to Improve Community Safety in Nanggalo District, Padang City, West Sumatra
Implementasi Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja Peduli Bencana Banjir Bandang dalam Meningkatkan Keselamatan Masyarakat di Kecamatan Nanggalo Kota Padang Sumatera Barat
DOI:
https://doi.org/10.25311/jpkk.Vol5.Iss3.2438Keywords:
K3, Bencana, Banjir Bandang, Disaster, Flash FloodAbstract
Occupational safety and health (K3) is not only applied in industrial environments, but also plays an important role in disaster risk reduction efforts in the community. The low public understanding of K3 principles in dealing with disaster situations can increase the risk of accidents, injuries, and health problems. This community service activity aims to implement the K3 Disaster Care Program in improving public safety through an educational and participatory approach. Nanggalo District, Padang City is one of the areas affected by the current flash floods in West Sumatra. Flash floods can threaten public safety. The low public understanding and preparedness of the principles of occupational safety and health (K3) in disaster situations has the potential to increase the risk of injuries, accidents, and health problems. This community service activity aims to implement the K3 Disaster Care Program as an effort to improve the safety and preparedness of the Nanggalo District community in dealing with post-disaster conditions. The implementation method includes educational counseling on K3 and disasters, training in the use of personal protective equipment (PPE), safe disclosure simulations, and assistance in implementing safe behavior based on K3. The target of the activity is the general public, environmental cadres, and local volunteers. The results of the activity show an increase in public knowledge and awareness regarding the importance of implementing K3 principles in disaster mitigation and management, as well as increasing community skills in carrying out safe rescue and socialization actions. The implementation of the K3 Disaster Care Program is expected to be able to reduce the risk of accidents and health impacts due to disasters, as well as support the realization of a resilient and disaster-prepared community in Nanggalo District, Padang City.
Abstrak
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tidak hanya diterapkan di lingkungan industri, tetapi juga memiliki peran penting dalam upaya pengurangan risiko bencana di masyarakat. Rendahnya pemahaman masyarakat terhadap prinsip K3 dalam menghadapi situasi bencana dapat meningkatkan risiko kecelakaan, cedera, dan gangguan kesehatan. Kecamatan Nanggalo, Kota Padang merupakan salah satu wilayah yang terdampak banjir bandang yang terjadi saat ini di Sumatera Barat. Banjir Bandang dapat mengancam keselamatan masyarakat. Rendahnya pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap prinsip K3 dalam situasi bencana berpotensi meningkatkan risiko cedera, kecelakaan, dan gangguan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan Program K3 Peduli Bencana sebagai upaya meningkatkan keselamatan dan kesiapsiagaan masyarakat Kecamatan Nanggalo dalam menghadapi kondisi pasca bencana. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan edukatif mengenai K3 dan kebencanaan, pelatihan penggunaan alat pelindung diri (APD), simulasi evakuasi aman, serta pendampingan penerapan perilaku aman berbasis K3. Sasaran kegiatan adalah masyarakat umum, kader lingkungan, dan relawan setempat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terkait pentingnya penerapan prinsip K3 dalam mitigasi dan penanggulangan bencana, serta peningkatan keterampilan masyarakat dalam melakukan tindakan keselamatan dan evakuasi yang aman . Implementasi Program K3 Peduli Bencana ini diharapkan mampu menurunkan risiko kecelakaan dan dampak kesehatan akibat bencana, serta mendukung terwujudnya masyarakat yang tangguh dan siaga bencana di Kecamatan Nanggalo, Kota Padang.
Downloads
References
BNPB. (2017). Buku Saku Tanggap Tangkas Tangguh Menghadapi Bencana. Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (2020). Pedoman Umum Desa/Kelurahan Tangguh Bencana. Jakarta: BNPB.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (2021). Risiko Bencana Indonesia. Jakarta: BNPB.
International Labour Organization (ILO). (2018). Safety and Health at the Heart of the Future of Work. Geneva: ILO.
International Labour Organization (ILO). (2020). Occupational Safety and Health in Public Emergencies. Geneva: ILO.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Pedoman Kesehatan Lingkungan pada Kondisi Bencana. Jakarta: Kemenkes RI.
Noor, D. (2014). Pengantar Mitigasi Bencana Geologi. Yogyakarta: Deepublish.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
Ramli, S. (2010). Pedoman Praktis Manajemen Risiko dalam Perspektif K3 OHS Risk Management. Jakarta: Dian Rakyat.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.
Suma’mur, P.K. (2014). Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (HIPERKES). Jakarta: Sagung Seto.
Tarwaka. (2015). Keselamatan dan Kesehatan Kerja: Manajemen dan Implementasi K3 di Tempat Kerja. Surakarta: Harapan Press.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
World Health Organization (WHO). (2017). Emergency Risk Management for Health. Geneva: WHO.
Widjaya, A. (2012). Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Jakarta: Mitra Wacana Medi
Downloads
Submitted
Accepted
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.











