1
Paramastri I, Prawitasari J, Prabandari YS, Ekowarni E. Buklet Sebagai Media Pencegahan Terhadap Kekerasan Seksual Pada Anak-Anak. Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal). 2011;6(2):77-84.
2
Justicia R. Program Underwear Rulesuntuk Mencegah Kekerasan Seksual Pada Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Usia Dini. 2015;9(2):217-32.
3
Rumble L, Febrianto RF, Larasati MN, Hamilton C, Mathews B, Dunne MP. Childhood Sexual Violence In Indonesia: A Systematic Review. Trauma, violence, & abuse. 2020;21(2):284-99.
4
Perempuan K. Kekerasan Meningkat: Kebijakan Penghapusan Kekerasan Seksual Untuk Membangun Ruang Aman Bagi Perempuan Dan Anak Perempuan. Catahu: Catatan tahunan tentang kekerasan terhadap perempuan. 2020:1-109.
5
UPTD-PPA. Data Tindak Kekerasan Terhadap Anak. Banda Aceh: UPTD-PPA; 2021.
6
Ocviyanti D, Khusen D. Penanganan Holistik pada Kasus Pelecehan Seksual pada Anak. Journal Of The Indonesian Medical Association. 2018;68(4):176-9.
7
Anderson M, Parkinson K. Balancing Justice And Welfare Needs In Family Group Conferences For Children With Harmful Sexual Behavior: The HSB-FGC Framework. Journal of child sexual abuse. 2018;27(5):490-509.
8
Muris P, Meesters C, van den Berg F. The Strengths And Difficulties Questionnaire (SDQ). European child & adolescent psychiatry. 2003;12(1):1-8.
9
Nuari NA. Analisis Perilaku Pencegahan Child Sexual Abuse Oleh Orang Tua Pada Anak Usia Sekolah. Jurnal Ilmu Kesehatan. 2017;5(1):01-8.
10
Sonego M, Llácer A, Galán I, Simón F. The influence of parental education on child mental health in Spain. Quality of Life Research. 2013;22(1):203-11.
11
Wijirahayu A, Krisnatuti D, Muflikhati I. Kelekatan ibu-anak, pertumbuhan anak, dan perkembangan sosial emosi anak usia prasekolah. Jurnal Ilmu Keluarga & Konsumen. 2016;9(3):171-82.
12
Hosokawa R, Katsura T. A longitudinal study of socioeconomic status, family processes, and child adjustment from preschool until early elementary school: the role of social competence. Child and adolescent psychiatry and mental health. 2017;11(1):1-28.
13
Ayu SK. Analisis Kesehatan Mental Anak Korban Kekerasan Seksual Di Kota LhokseumawE. Liwaul Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Masyarakat Islam. 2020;10(1):133-47.
14
Tursilarini TY. Dampak kekerasan seksual di ranah domestik terhadap keberlangsungan hidup anak. Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial. 2017;41(1):77-92.
15
Hanif Muslimah MK, Usmi. Kesehatan Mental Pada Anak Korban Kekerasan Seksual: Universitas Muhammadiyah Surakarta; 2019.
16
Fakhriyani DV. Kesehatan Mental: Duta Media Publishing; 2019.
17
Hardjo S, Novita E. Hubungan dukungan sosial dengan psychological well-being pada remaja korban sexual abuse. Analitika: Jurnal Magister Psikologi UMA. 2015;7(1):12-9.
18
Alaggia R. An ecological analysis of child sexual abuse disclosure: Considerations for child and adolescent mental health. Journal of the Canadian Academy of Child and Adolescent Psychiatry. 2010;19(1):32.
19
Van Wormer K, Besthorn FH. Human behavior and the social environment, macro level: Groups, communities, and organizations: Oxford University Press; 2017.
20
Al Fajri J, editor Peranan Konselor Dalam Proses Penyembuhan Traumatik Anak Korban Kekerasan Seksual. 1st ASEAN School Counselor Conference on Innovation and Creativity in Counseling; 2018: Ikatan Bimbingan dan Konseling Sekolah.
21
Oktantina DA. Peran konselor dalam menangani kecemasan korban pelecehan seksual pada anak di pusat pelayanan terpadu (PPT)“Jayandu Widuri” Kabupaten Pemalang: IAIN Pekalongan; 2019.