Articles
Open Access

Peran Kepemimpinan Perawat Transformasional dalam Menerapkan Budaya Keselamatan Pasien

Unduh PDF

Abstrak

Budaya keselamatan pasien di rumah sakit sangat dipengaruhi oleh kualitas kepemimpinan keperawatan, namun bukti empiris dari rumah sakit rujukan penyakit infeksi di Indonesia masih terbatas, khususnya terkait peran kepemimpinan transformasional kepala ruangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan gaya kepemimpinan transformasional kepala ruangan dengan penerapan budaya keselamatan pasien di RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso Jakarta. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan potong lintang. Responden adalah perawat pelaksana di ruang rawat inap yang dipilih dengan simple random sampling, dengan kriteria inklusi perawat yang aktif bekerja dan bersedia menjadi responden, serta kriteria eksklusi perawat yang sedang cuti (hamil, sakit, studi), perawat magang, peneliti, dan kepala ruangan. Sampel dalam penelitian ini 48 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Hospital Survey on Patient Safety Culture (HSOPS) versi 2 dan kuesioner kepemimpinan transformasional yang telah divalidasi, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Sebagian besar responden menilai kepemimpinan transformasional kepala ruangan dalam kategori baik (64,6%) dan budaya keselamatan pasien dalam kategori baik (54,2%). Terdapat hubungan yang signifikan antara kepemimpinan transformasional dan budaya keselamatan pasien (p = 0,004), dengan Prevalence Odds Ratio (POR) sebesar 7,944 (95% CI: 2,033–31,041), yang menunjukkan bahwa perawat yang menilai kepemimpinan transformasional baik memiliki peluang hampir delapan kali lebih besar untuk melaporkan budaya keselamatan pasien yang baik. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan program pengembangan kepemimpinan transformasional bagi kepala ruangan sebagai strategi untuk meningkatkan budaya keselamatan pasien dan mutu pelayanan di rumah sakit rujukan penyakit infeksi.

Referensi

1
[1] Hamdan M, Jaaffar AH, Khraisat O, Issa MR, Jarrar M. The Association of Transformational Leadership on Safety Practices Among Nurses: The Mediating Role of Patient Safety Culture. Risk Manag Healthc Policy 2024;17:1687–700. https://doi.org/10.2147/RMHP.S458505.
2
[2] World Health Organization. Medication without harm: policy brief. Https://WwwWhoInt/News-Room/Fact-Sheets/Detail/Patient-Safety 2024. https://www.who.int/publications/i/item/9789240062764 (accessed January 8, 2026).
3
[3] World Health Organization. Global Patient Safety action Plan 2021-2030 towards eliminating avoidable harm in health care 2021.
4
[4] Gao X, Yan S, Wu W, Zhang R, Lu Y, Xiao S. Implications from China patient safety incidents reporting system. Ther Clin Risk Manag 2019;15:259–67. https://doi.org/10.2147/TCRM.S190117.
5
[5] Malinowska-Lipień I, Micek A, Gabryś T, Kózka M, Gajda K, Gniadek A, et al. Nurses and physicians attitudes towards factors related to hospitalized patient safety. PLoS One 2021;16:e0260926. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0260926.
Unduhan
Data unduhan tidak tersedia.

Cara Mengutip

1.
Peran Kepemimpinan Perawat Transformasional dalam Menerapkan Budaya Keselamatan Pasien. J Keskom [Internet]. 31 Maret 2026 [dikutip 28 Juli 2026];12(1):27-33. Tersedia pada: https://jurnal.htp.ac.id/index.php/keskom/article/view/2432

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama