Articles
Open Access

Analysis of Factors Causing High Non-Specialized Referral Ratio of Inpatient Primary Health Centers

1 Poltekkes Kemenkes Malang
Unduh PDF

Abstrak

Sebagai bagian dari sistem kendali mutu dan kendali biaya dalam pelayanan kesehatan, pemberian layanan kesehatan kepada peserta JKN harus dilaksanakan secara berjenjang sesuai indikasi medis. Fakta menunjukkan bahwa Puskesmas belum menjalankan fungsinya sebagai gatekeeper dengan baik karena tingginya angka rujukan terutama untuk pelayanan non spesialistik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran terkait penyebab tingginya angka rasio rujukan non spesialistik di Puskesmas Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancang bangun penelitian yaitu cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 4 puskesmas yang merupakan puskesmas rawat inap dengan rasio rujukan non spesialistik > 2% di Kabupaten Pasuruan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyakit yang paling banyak dirujuk adalah insulin-dependent diabetes mellitus. Seluruh puskesmas rawat inap dengan rasio rujukan non spesialistik tinggi tidak memiliki sarana dan prasarana yang lengkap sesuai dengan standar. Selain itu, sebanyak 75% Puskesmas tidak memiliki jenis tenaga kesehatan berdasarkan Permenkes 43 tahun 2019. Dalam hal ini, pemerintah daerah harus selalu berupaya untuk memenuhi kebutuhan sarana, prasarana dan tenaga kesehatan, agar puskesmas dapat memberikan pelayanan kesehatan yang prima.

Referensi

1
Alawi, M., Junadi, P., & Latifah, S. N. (2017a). Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingginya Rujukan Kasus Non Spesialistik Pasien Jaminan Kesehatan Nasional pada Puskesmas di Kabupaten Sukabumi Tahun 2015. Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia, 2(1). https://doi.org/10.7454/eki.v2i1.1954
2
Ali, A. F., Kandou, G. D., & Umboh, J. M. L. (2015). Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Di Puskesmas Siko Dan Puskesmas Kalumata Kota. Jikmu, 221–237. http://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/jikmu/article/view/7439
3
Barber, S. L., Gertler, P. J., & Harimurti, P. (2007). The contribution of human resources for health to the quality of care in Indonesia. Health Affairs (Project Hope), 26(3), w367-79. https://doi.org/10.1377/hlthaff.26.3.w367
4
BPJS Kesehatan. (2019). Peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Nomor 7 Tahun 2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembayaran Kapitasi Berbasis Kinerja. BPJS Kesehatan.
5
Darmawan, A., Kusdiyah, E., Enis, R. N., W, S., & Realita, E. (2020). Kajian Capaian Indikator Kapitasi Berbasis Pemenuhan Komitmen Pelayanan (KBK) BPJS Di FKTP Kota Jambi. JAMBI MEDICAL JOURNAL “Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan,†8(1), 75–84. https://doi.org/10.22437/jmj.v8i1.9479
Unduhan
Data unduhan tidak tersedia.

Cara Mengutip

1.
Analysis of Factors Causing High Non-Specialized Referral Ratio of Inpatient Primary Health Centers. J Keskom [Internet]. 31 Agustus 2021 [dikutip 18 Agustus 2026];7(2):144-9. Tersedia pada: https://jurnal.htp.ac.id/index.php/keskom/article/view/910

Artikel Serupa

1-10 dari 447

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama