Pengaruh Edukasi Anemia dengan Model PAKEM terhadap Tingkat Pengetahuan dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri di SMK Negeri 2 Padang
DOI:
https://doi.org/10.25311/keskom.Vol12.Iss1.2495Abstrak
Anemia merupakan masalah kesehatan global yang memiliki dampak yang besar bagi remaja putri. Prevalensi anemia pada perempuan usia ≥15 tahun di dunia masih stagnan pada angka 29,9%. Kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) masih rendah, salah satunya dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan. Model edukasi Partisipatif, Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM) merupakan salah satu model edukasi yang dinilai dapat meningkatkan pengetahuan dan mendorong kepatuhan konsumsi TTD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi tentang anemia model PAKEM terhadap tingkat pengetahuan dan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri di SMK Negeri 2 Padang. Penelitian ini merupakan quasi experimental dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Penelitian dilaksanakan pada Mei-Oktober 2025 terhadap 74 remaja putri yang dibagi ke dalam kelompok kontrol dan kelompok intervensi, menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan kepatuhan minum obat MMAS-8. Data univariat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, sedangkan data bivariat dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan p<0,05 Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan pada kelompok intervensi dari didominasi kategori cukup 48,6% menjadi kategori baik 73.0%. Kepatuhan konsumsi TTD meningkat dari didominasi kategori rendah 64,9% menjadi kategori sedang 43,2%, setelah diberikan edukasi model PAKEM. Uji chi-square menunjukkan terdapat perbedaan tingkat pengetahuan (p=0,001) dan kepatuhan konsumsi TTD (p=0,008) antara kelompok intervensi dan kontrol setelah perlakuan edukasi model PAKEM. Kesimpulan penelitian yaitu edukasi tentang anemia model PAKEM efektif meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah pada remaja putri. Model ini dapat direkomendasikan sebagai strategi inovatif dalam upaya peningkatan pengetahuan dan kepatuhan konsumsi TTD di sekolah.
Unduhan
Referensi
[1] World Health Organization. Anemia in Women and Children 2024. https://www.who.int/data/gho/data/themes/topics/anaemia_in_women_and_children (accessed May 1, 2025).
[2] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dalam Angka. Jakarta: 2023.
[3] Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesai Nomor 21 Tahun 2021. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2021.
[4] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia 2023. Jakarta: 2024.
[5] Dinas Kesehatan Kota Padang. Laporan Tahunan Dinas Kesehatan Kota Padang 2023 Edisi 2024. 2024.
[6] Rachmawati W. Promos Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Malang: Wineka Media; 2019.
[7] Subur RY, Rahayu S. Perbandingan Model Pembelajaran ADDIE dan PAIKEM Hasil Belajar Anatomi Fisiologis Kebidanan STIKIM. Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia 2021;11:122–34. https://doi.org/10.33221/jiki.v11i03.1275.
[8] Siadari UB, Sudarno, Priyono. Pembelajaran Berbasis PAIKEM. Malang: PT. Literasi Nusantara Abadi Group; 2024.
[9] Astiwi W, Siswanto DH. Pengembangan e-LKPD pada Materi Relasi dan Fungsi dengan Model PAKEM untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif. Jurnal Praktik Baik Pembelajaran Sekolah Dan Pesantren 2024;3:118–32. https://doi.org/10.56741/pbpsp.v3i03.684.
[10] Putri R, Mudjiran. Pembelajaran Matematika Menggunakan Model PAKEM (Partisifatif, Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan) dalam Mengatasi Kejenuhan Belajar dan Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematis Siswa. Jurnal Pendidikan Dan Konseling Universitas Pahlawan 2022;4:890–8.
[11] Wijayanti W, Efendi M. Efektivitas Model PAKEM dalam Meningkatkan Konsentrasi Belajar Anak Usia Dini. Wisdom : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dina 2021;2:92–109.
[12] Aqib Z. Kupas Tuntas Strategi PAKEM Pembelajaran Aktif Kreatif Efefektif dan Menyenangkan. 1st ed. Yogyakarta: CV Andi Offset; 2022.
[13] Natali EK, Pujiono A. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Pakem terhadap Motivasi Belajar Pendidikan Agama Kristen. Journal Pf Learning & Evaluation Education 2022;1:35–43.
[14] Hsbollah MH, Hassan H. Creating Meaningful Learning Experiences with Active, Fun, and Technology Elements in the Problem-Based Learning Approach and its Implications. Malaysian Journal of Learning and Instruction 2022;19. https://doi.org/10.32890/mjli2022.19.1.6.
[15] Howell RA. Engaging Students in Education for Sustainable Development: The Benefits of Active Learning, Reflective Practices and Flipped Classroom Pedagogies. J Clean Prod 2021;325:129318. https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2021.129318.
[16] Al-Tabany, Truyanto I. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, dan Kontekstual: Konsep, Landasan, dan Implementasinya pada Kurikulum 2013 (Kurikulum Tematik Integratif/TKI). Jakarta : Kencana; 2017.
[17] Hidayanto A, Destyanto A, Iman M. Bermain untuk Belajar: Merancang Permainan sebagai Media Pembelajaran yang Efektif. Yogyakarta: Leutikaprio; 2018.
[18] Yang C, Luo L, Vadillo MA, Yu R, Shanks DR. Testing (Quizzing) Boosts Classroom Learning: A Systematic and Meta-Analytic Review. Psychol Bull 2021;147:399–435. https://doi.org/10.1037/bul0000309.
[19] Samaila K, Al-Samarraie H. Reinventing Teaching Pedagogy: the Benefits of Quiz-enhanced Flipped Classroom Model on Students’ Learning Outcomes and Engagement. Journal of Applied Research in Higher Education 2024;16:1214–27. https://doi.org/10.1108/JARHE-04-2023-0173.
[20] Jatmika S, Maulana M, Kuntoro, Martini S. Buku Ajar Pengembangan Media Promosi Kesehatan. Yogyakarta: K-Media; 2019.
[21] Paranduk E, Duhita F, Isir M, Abdullah VI. Peningkatan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri Melalui Edukasi dengen Metode PAKEM di SMP Roon Kabupaten Teluk Wondama. Giat Noken 2024;1:31–7.
[22] Rusdin R, Abdullah AZ, Wahiduddin W, Ansariadi A, Suriah S, Hidayanty H. Educational Model of PAKEM in Compliance with Fe Tablet Consumption of Adolescent Girls. Open Access Maced J Med Sci 2021;9:710–6. https://doi.org/10.3889/oamjms.2021.6576.
[23] Assefa H, Abebe SM, Sisay M. Magnitude and Factors Associated with Adherence to Iron and Folic Acid Supplementation Among Pregnant Women in Aykel Town, Northwest Ethiopia. BMC Pregnancy Childbirth 2019;19:1–8. https://doi.org/10.1186/s12884-019-2422-4.
[24] Isnaini YS, Pihahey PJ, Bahra, Mintaningtyas SI, Simanjuntak MK, Fabanjo IJ. Knowledge, Attitude, Practice and Compliance to Weekly Iron Supplementation Among Female Public Junior High School Students in West Papua. Public Health of Indonesia 2024;10:38–48. https://doi.org/10.36685/PHI.V10I4.858.
[25] Azwar S. Sikap Manusia Teori dan Pengukurannya. vol. 22. 2nd ed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar; 2021.
[26] Dwistika WF, Utami KD, Anshory J. Pengaruh Edukasi Anemia dengan Video Animasi terhadap Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah dan Kadar Hemoglobin Remaja Putri di SMPN 17 Samarinda. Advences in Social Humanities Research 2023;1:112–24.
[27] Septiana KS, Adnani QES, Susiarno H, Tarawan VM, Arya IFD, Anwar R. The Influence of Anemia Education Media on Increasing Self-Awareness and Compliance in Consuming Iron Supplements in Adolescent Girls: A Systematic Review. Int J Womens Health 2025;17:2277–89. https://doi.org/10.2147/IJWH.S532950.
Unduhan
Telah diserahkan
diterima
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Kesehatan Komunitas

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.























