Analisys of the Implementation of Non-Communicable Disease Control Programs in Posbindu PTM Puskesmas Rokan IV Koto I Districs Rokan Hulu

Analisis Pelaksanaan Program Pengendalian Penyakit tidak Menular di Posbindu PTM Puskesmas Rokan IV Koto I Kabupaten Rokan Hulu

Authors

  • Kholida Hosni Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru
  • Dedi Afandi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru
  • Jasrida Yunita Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru
  • Doni Jepisah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru
  • Ahmad Hanafi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

DOI:

https://doi.org/10.25311/keskom.Vol6.Iss2.438

Keywords:

Implementation of PTM Control Program, Input of PTM program implementation, PTM program implementation process, Rokan Hulu

Abstract

The implementation of the Non-Communicable Disease Control Program carried out in Posbindu PTM is a concrete manifestation of community participation in implementing early detection, monitoring and early follow-up of Non-Communicable Disease risk factors independently and continuously. Rokan IV Koto I Community Health Center has implemented PTM control in an integrated manner but the scope of Non-Communicable Disease prevention and eradication efforts is still low at 53,9%. The purpose of the study was to determine the implementation of the control program for non-communicable diseases in Posbindu PTM Rokan IV Koto I Community Health Center seen from input indicators and processes of the Non-Communicable Disease Control Program. This type of research is qualitative. 8 informants consisted of midwives midwives in charge of posbindu, mobilizing midwives, monitoring midwives, counselor doctors, recording cadres, Head of Sub-Division of Administration, community leaders, BPJS. The tringulation used is source tringulation, methods and data. The results of the study show that inputs (human resources, incentives, facilities and facilities) have been done well even though the use of Posbindu PTM facilities and equipment is not yet available in every village. The process (identification of potential PTM problems, implementation of activities and program innovations, recording and reporting, early risk follow-up and referral of PTM) has gone well. BASMI PELAKOR 1 innovation was able to increase the coverage of community visits to Posbindu PTM to 57,4% which previously had been in 2018 at 53,92%. Suggestion for Community Health Center to facilitate the formation of partnerships in each village through CSR (Corporate Social Responsibility) to buy their own tools, deliberation with the community to determine the Posbindu PTM schedule that is mutually agreed upon, involve community participation in implementing BASMI PELAKOR.

Keywords : Implementaon of PTM Control Program, Input of PTM program implementaon. PTM program implementaon process.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arikunto, S. (2014). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta
Astuti. (2016). Gambaran Proses Kegiatan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular di Puskesmas Sempu Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Pustaka Kesehatan. 4 (1) : 160-167
BPJS Kesehatan (2014). Peraturan Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial Kesehatan Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Penyelenggaran Jaminan Kesehatan. Jakarta: BPJS Kesehatan.
BPJS Kesehatan. (2016). Peraturan BPJS Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penerapan Kendali Mutu dan Kendali Biaya Pada Penyelenggaraan Program JKN. Jakarta: BPJS Kesehatan
Candrawati. (2013). Pengaruh Insentif Terhadap Kinerjakaryawan Jurnal Administrasi Bisnis. 412:150-157
Damayanti. (2018). Analisis Pelaksanaan Program PosPembinaan Terpadu Penyakit TidakMenular (POSBINDU PTM) diPuskesmas Glugur Darat Tahun 2018. Universitas Sumatera Utara
Darmawan, A. (2016). Epidemiologi Penyakit Menular Dan Penyakit Tidak Menular. Jurnal JMJ. 4(2):195-22
Djama’an, S. (2014). Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Salemba Humadika
Efrida, W. (2016). Faktor Resiko Penyakit Tidak Menular. Jurnal Majority. 5(2):88-94
Ezzati, M dan Riboli E. (2013) Behavioral and Dietary Risk Factors for Non communicable Diseases. N Engl J Med. 369(10):954-964.
Fatimah RN. (2015). Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Majority. 5(4):93-101
Febriawati, H. (2013). Manajemen Logistik Farmasi Rumah Sakit. Jogjakarta : Gosyen Publishing
Fransiska, A. (2012). Awas Pankreas Rusak Penyebab Diabetes. Jakarta : Cerdas Sehat
Irmawati, R. (2018). Analisis Pelaksanaan Program Pospembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular Di Wilayah Kerja Puskemas Srondol Kulon, Kota Semarang (Studi Kasus di RW 13, Kecamatan Srondol Wetan, Kelurahan Banyumanik). Jurnal Kesehatan Masyarakat. 6(1):58-70, ISSN :2356-3346
Irwan. (2018). Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Yogyakarta : DeePublish
Kemenkes RI. (2012). Petunjuk Teknis Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) Penyakit Tidak Menular (PTM) . Kemenkes : Jakarta
Kemenkes RI. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2014 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. Kemenkes : Jakarta
Kemenkes RI. (2014). Pedoman Umum Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular Edisi satu, Cetakan Kedua. Kemenkes : Jakarta
Kemenkes RI. (2014) . Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Menular. Kemenkes : Jakarta
Kemenkes RI. (2014) Petunjuk Teknis Advokasi Pengendalian Penyakit Tidak Menular. Kemenkes : Jakarta
Kemenkes RI. (2016). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2016. Kemenkes : Jakarta
Kemenkes RI. (2019). Buku Pedoman Manajemen Penyakit Tidak Menular. Kemenkes : Jakarta
Larasati, S. (2018) Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta : DeePublish
Malayu, P. (2018). Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi Revisi. Jakarta : Bumi Aksara
Martha, E. (2017). Metode Penelitian Kualitatif Untuk Bidang Kesehatan. Jakarta : Rajawali Pres
Nawangwulan. (2018). Analisis Kebutuhan Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan Dr. Soetomo. 4(1) :24-29. ISSN: 2477-0140
Notoatmodjo. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
Nugraheni, W. (2018). Strategi Penguatan Program Posbindu Penyakit Tidak Menular Di Kota Bogor. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat. 9(3) :198-206. ISSN: 2086-6380
Nurbaeti. (2014). Motivasi Kerja Tenaga Kesehatan di Puskesmas Walenrang Kabupaten Luwu. Jurnal MKMI. 4(2) :65-70
Primasari. ( 2015). Analisis Sistem Rujukan Jaminan Kesehatan Nasional RSUD. Dr.Adjidarmo Kabupaten Lebak. Jurnal Administrasi Kebijakan Kesehatan. 1 (2): 78-86
Primiyani. (2019). Analisis Pelaksanaan Program Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular di Kota Solok. Jurnal kesehatan Andalas. 8 (2) : 399-406
Puspasari. (2012). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Kader Posyandu di kota Sabang Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Jurnal Gizi Masyarakat dan Sumber daya Keluarga. Vol. 2 (3): 88-96
Putri. (2018). Evaluasi Proses Implementasi Posbindu Ptm Di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Sungai Duren Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi . Jurnal Kesmas Jambi. 2 (1) : 12-27
Ratnasari. (2015). Analisis Pelaksanaan Sistem Rujukan Berjenjang Bagi Peserta JKN di Puskesmas X Kota Surabaya. Jurnal JAKI. 5 (2) : 145-154
Renate. (2016). Faktor yang Berhubungan Dengan Kinerja Kader Posbindu Penyakit Tidak Menular. Jurnal Berkala Kesehatan . 1 (2): 106-114
Ristiani. (2017). Pengaruh Sarana Prasarana dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pasien. 8(2) :155-166
Sando, W. (2017). Pelaksanaan Program P2 ISPA di Puskesmas Sungai Pakning Kabupaten Bengkalis Tahun 2017. Karya Ilmiah Magister STIKes Hangtuah Pekanbaru
Sholihah. (2019). Peran Serta Kader Dalam Pelaksanaan Program Pos Pembinaan Terpadu di Puskesmas Purwodiningratan Surakarta. Publikasi Ilmiah Universitas Muhammadiyah Surakarta
Sudaryo. (2018). Manajemen Sumber Daya Manusia Kompensasi Tidak Langsung dan Lingkungan Kerja Fisik. Yogyakarta : Andi
Sari, D. (2018). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) Di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Setiabudi Kota Jakarta Selatan Tahun 2018. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia. 7(2) :49-56
Sicilia, G. (2018). Evaluasi Kualitatif Program Pengendalian Penyakit Tidak Menular Berbasis Posbindu di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Bungo I. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia. 7(2) :88-92
Sriyatty. (2015). Analisis Kinerja Kader Posyandu di Puskesmas Paniki Kota Manado. Jurnal JIKMU. 5 (2) : 491-502
Sutrisno. (2009). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Kencana.
Suaedi, F. (2017). Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia dalam Rangka Meningkatkan Pelayanan di Rumah Sakit Haji Surabaya. Jurnal Pengembangan Sumber Daya Manusia. 3(1) :79-102
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta
Triwibowo, C. (2015). Pengantar Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat. Yogyakarta : Medical Book
Yanti. (2017). Pengetahuan, Dana Insentif, Sarana Dan Prasarana Dengan Partisipasi Kader Dalam Pelaksanaan Posyandu. Jurnal Ilmu Keperawatan. 2 (1),: 161-171, ISSN : 2338- 6371

Published

2020-10-02

How to Cite

1.
Hosni K, Afandi D, Yunita J, Jepisah D, Hanafi A. Analisys of the Implementation of Non-Communicable Disease Control Programs in Posbindu PTM Puskesmas Rokan IV Koto I Districs Rokan Hulu : Analisis Pelaksanaan Program Pengendalian Penyakit tidak Menular di Posbindu PTM Puskesmas Rokan IV Koto I Kabupaten Rokan Hulu. J Keskom [Internet]. 2020Oct.2 [cited 2020Oct.24];6(2):135-46. Available from: http://jurnal.htp.ac.id/index.php/keskom/article/view/438

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>