Culturally Based Health Promotion in the Working Area of Pattoapakang Community Health Center, Takalar Regency
Promosi Kesehatan Berbasis Budaya Lokal di Wilayah Kerja Puskesmas Pattopakang, Kabupaten Takalar
DOI:
https://doi.org/10.25311/jpkk.Vol6.Iss1.2508Keywords:
promosi kesehatan, budaya lokal, kesehatan lingkungan, PHBS, pemberdayaan masyarakat, health promotion, local culture, environmental health, clean and healthy behavior, community empowermentAbstract
This community service program aimed to improve community knowledge and participation in environmental health through culturally based health promotion. The activity was conducted on November 1, 2025, in the working area of Pattoapakang Primary Health Center, Takalar Regency, as part of the 43rd Anniversary of the Faculty of Public Health, Hasanuddin University. Participants included health cadres, housewives, community leaders, and youth, totaling 50 individuals. The methods included culturally based health education, clean and healthy living behavior (PHBS) practice simulations, health cadre training, and evaluation using a pre-test and post-test design. The cultural approach integrated local Bugis-Makassar values—sipakatau (mutual respect), sipakalebbi (mutual honor), and sipakainge (mutual reminding)—into health promotion messages. The evaluation results showed an increase in participants’ knowledge, with the average score improving from 62 in the pre-test to 85 in the post-test. Community participation in environmental hygiene practices and collective activities also improved. The culturally based approach enhanced message acceptance as it aligned with local social values. This program demonstrates that culturally based health promotion is an effective community empowerment strategy and has the potential to support sustainable health behavior change.
Abstrak
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan melalui pendekatan promosi kesehatan berbasis budaya lokal. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 1 November 2025 di wilayah kerja Puskesmas Pattoapakang, Kabupaten Takalar, dalam rangka Dies Natalis ke-43 Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin. Sasaran kegiatan meliputi kader kesehatan, ibu rumah tangga, tokoh masyarakat, dan pemuda dengan jumlah peserta sebanyak 50 orang. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan berbasis kearifan lokal, simulasi praktik perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), pelatihan kader kesehatan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Pendekatan kultural dilakukan dengan mengintegrasikan nilai-nilai lokal masyarakat Bugis-Makassar, yaitu sipakatau (saling menghargai), sipakalebbi (saling memuliakan), dan sipakainge (saling mengingatkan) sebagai media penyampaian pesan kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan lingkungan dan PHBS, ditunjukkan oleh peningkatan rata-rata nilai peserta dari 62 pada pre-test menjadi 85 pada post-test. Selain itu, terjadi peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan kebersihan lingkungan dan praktik gotong royong. Pendekatan berbasis budaya terbukti meningkatkan penerimaan pesan kesehatan karena selaras dengan sistem nilai dan kebiasaan sosial masyarakat. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam promosi kesehatan merupakan strategi efektif dalam pemberdayaan masyarakat serta berpotensi menciptakan perubahan perilaku kesehatan yang lebih berkelanjutan. Model promosi kesehatan berbasis budaya lokal dapat direplikasi pada wilayah lain dengan karakteristik sosial budaya yang serupa.
Downloads
References
Bandura, A. (2001). Social cognitive theory: An agentic perspective. Annual Review of Psychology, 52(1), 1–26. https://doi.org/10.1146/annurev.psych.52.1.1
Bourdieu, P. (1990). The logic of practice. Stanford University Press.
Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2005). Health program planning: An educational and ecological approach (4th ed.). McGraw-Hill.
Kleinman, A. (1980). Patients and healers in the context of culture: An exploration of the borderland between anthropology, medicine, and psychiatry. University of California Press.
Nutbeam, D. (2000). Health literacy as a public health goal: A challenge for contemporary health education and communication strategies. Health Promotion International, 15(3), 259–267. https://doi.org/10.1093/heapro/15.3.259
Rogers, E. M. (2003). Diffusion of innovations (5th ed.). Free Press.
World Health Organization. (1986). Ottawa charter for health promotion. World Health Organization. https://www.who.int/publications/i/item/ottawa-charter-for-health-promotion
World Health Organization. (2020). Health promotion overview. World Health Organization. https://www.who.int/health-topics/health-promotion
Downloads
Submitted
Accepted
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.











